Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
100. Pernyataan Cinta


__ADS_3

Bagi dia yang sudah pernah merasakan kematian secara tidak terduga membuatnya merasakan betapa pentingnya dan betapa berharganya hidup ini, sehingga dia menolak untuk menyia nyiakan kesempatan ini.


Dia merasa bahwa ini adalah waktu yang sangat tepat dimana dia memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya , menurutnya tidak penting apakah wanita atau pria terlebih dahulu yang menyatakan cinta.


Yang paling penting adalah sudah mengatakan apa yang telah dirasakan selama ini.


"Ming Yue, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. " Ucap Huang Xinxin dengan agak gugup tapi dia berusaha untuk menghibur dirinya sendiri agar tidak merasa gugup dengan hal ini.


"Apa yang ingin kamu katakan ?" Tanya Ming Yue.


"Aku tahu sebenarnya ini akan membuatmu merasa bahwa ini sedikit terburu buru dan agak tidak sesuai dengan suasanaku pada saat ini tapi satu hal yang ingin aku lakukan adalah jujur padamu. " Ucap Huang Xinxin.


Ming Yue merasa bahwa jantungnya berdetak dengan kencang dan menerka nerka, apa yang akan dikatakan oleh Huang Xinxin ini ?


Hal ini membuat Ming Yue merasa sangat gugup, dia bahkan tidak bisa menghentikan tangannya untuk bergerak sendiri.


Ming Yue berusaha untuk menatap mata Huang Xinxin yang dalam dan misterius, tatapan yang tidak bisa ditebak itu membuat siapapun akan terbius ke dalamnya.


"Aku ingin mengatakan bahwa aku memiliki perasaan padamu entah sejak kapan, aku tahu bahwa kamu dekat denganku hanya karena aku mirip dengan Nona Wang dan aku juga tidak berharap kamu membalas perasaanku ini, aku hanya ingin mengatakannya agar aku merasa lebih baik. Tolong jangan terbebani dengan ini. " Ucap Huang Xinxin dengan agak cepat tapi seluruh kata katanya masih mudah untuk di pahami.


Ming Yue yang mendengar ini merasa seperti telinganya sudah mengalami kerusakan sehingga dia memandang Huang Xinxin dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


"Apakah kamu benar benar serius dengan apa yang kamu katakan ?" Tanya Ming Yue memastikan.


"Ya, apa yang aku katakan ini adalah kenyataan yang sebenarnya aku rasakan hanya saja aku merasa bahwa kamu memandangku karena Nona Wang jadi aku tidak berani untuk berharap lebih padamu-" Ucapan Huang Xinxin terpotong oleh tindakan Ming Yue.


Ming Yue tiba tiba maju dan memeluk Huang Xinxin dengan erat. Ming Yue sendiri sudah berhasil membedakan perasaan cinta dan perasaan kasih sayang dengan saudara.


Dia merasa bahwa Wang Ziqi adalah satu satunya cintanya sampai akhirnya dia bertemu dengan Huang Xinxin.


Dia akhirnya menyadari bahwa Wang Ziqi ini hanya dianggap sebagai saudari olehnya, terutama ketika Ming Yue sendirian dan tidak ada orang lain selain Wang Ziqi yang peduli padanya sehingga dia merasa enggan untuk kehilangan Wang Ziqi.


Perasaan inilah yang dia anggap dengan perasaan cinta, tapi ternyata dia salah. Ternyata dia melakukan kesalahan besar, ketika Wang Ziqi meninggal maka satu hal yang dia rasakan adalah kemarahan dan dendam.


Tapi, ketika Huang Xinxin pergi, Ming Yue merasa bahwa separuh hidupnya telah pergi bersama dengan Huang Xinxin sehingga hal ini membuatnya sadar bahwa dia mencintai Huang Xinxin.


"Aku tidak memandangmu seperti Wang Ziqi, kamu adalah kamu, Huang Xinxin. Kamu tidak mirip dengan siapa siapa. Aku bersedia untuk menjadi kekasihmu, apakah kamu bersedia ?" Tanya Ming Yue.


Huang Xinxin tidak menyangka bahwa cintanya akan berbalas, bahkan dalam mimpi indahnya sekalipun tidak pernah terbayangkan olehnya apakah Ming Yue akan membalas cintanya atau tidak.


Tapi, mendengar kata kata ini keluar sendiri dari mulut Ming Yue membuat Huang Xinxin sadar bahwa ini semua bukan sekedar halusinasi.


Menyadari cintanya yang ternyata berbalas membuat hati Huang Xinxin terasa seperti berbunga bunga.

__ADS_1


Selama ini, dia telah merasa khawatir sepanjang hari karena orang orang di balik layar ini tapi dengan adanya Ming Yue di tengah tengah masalah itu terasa seperti danau di tengah padang gurun.


Huang Xinxin merasa sangat senang sampai sampai dia tidak tahu bagaimana harus berkata kata dan hanya bisa mengangguk nganggukkan kepalanya layaknya orang bodoh.


"Kalau begitu maka mulai dari hari ini, kita akan menjadi sepasang kekasih. Aku tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi, aku berpikir bahwa kamu mungkin mencintai Jiu Rui." Ucap Ming Yue mengucapkan keresahan yang dia rasakan.


"Jiu Rui ? Jika aku menyukainya maka aku sudah menikah dengannya sejak lama, tapi aku menganggapnya sebagai saudaraku sendiri. Dia memiliki banyak hal baik pada dirinya hanya saja tidak di takdirkan untuk bersama denganku. " Balas Huang Xinxin dengan tenang.


"Kalau begitu maka aku akan menjadi pria yang paling beruntung di Ibukota karena telah berhasil mendapatkan hati putri dari seorang pedagang kaya di Ibukota. "Ucap Ming Yue dengan senang.


"Lagipula kamu tidak perlu khawatir aku akan bersama dengan Jiu Rui karena hal itu tidak akan pernah terjadi selamanya terutama ketika aku dan dia memiliki hubungan darah, aku dan dia adalah bibi dan keponakan . " Ucap Huang Xinxin.


Mendengar hal ini membuat Ming Yue terkejut karena, dia belum pernah mendengar hal ini sebelumnya terutama ketika keluarga Ibu Suri adalah keluarga yang sangat misterius yang hampir tidak pernah menunjukkan diri.


"Apakah kamu merupakan sepupu dari pihak Kaisar atau mendiang permaisuri ?"Tanya Ming Yue dengan penasaran.


"Aku merupakan sepupu dari pihak Kaisar, terutama aku adalah keponakan dari Ibu Suri. Ibu Suri adalah bibiku dari pihak Ibu, Ibuku adalah adik dari Ibu Suri hanya saja hal ini tidak banyak yang menyorotnya sehingga kebanyakan orang tidak mengetahui hal ini. Bahkan Kaisar sekalipun tidak mengetahui hal ini sehingga kami sama sama terkejut ketika mengetahui hal ini. " Jawab Huang Xinxin.


Mendengar ini membuat Ming Yue merasa curiga pada Ibu Suri, hal apa yang ditutupi Ibu Suri sampai seperti itu, penobatan Huang Xinxin masih belum dilakukan tapi Huang Xinxin sudah meninggal sehingga dia tidak pernah menjadi bibi Kekaisaran secara resmi.


"Dengan kondisi ini maka akan sangat canggung antara kamu dengan istana terutama dengan Jiu Rui. Dia sendiri terus menerus datang untuk menaruh bunga besar sehingga hampir tidak menyisakan tempat bagi bunga lain. " Ucap Ming Yue.

__ADS_1


"Aku ingin mendatanginya tapi aku ragu, ada baiknya juga dia tidak mengetahui hal ini maka kemungkinan bahwa dia akan jatuh cinta pada orang lain akan menjadi semakin besar. " Balas Huang Xinxin.


Huang Xinxin memikirkan betapa besar cinta yang dirasakan oleh Jiu Rui padanya, oleh karena itu dia tidak ingin mempermainkan perasaan milik Jiu Rui.


__ADS_2