
Zhou Man tiba tiba pergi ke kamarnya untuk mengambil kuas yang sudah lama dia tinggalkan. Lalu berlutut di hadapan Kakek buyutnya dengan ekspresi yang tulus.
"Kakek buyut, aku tidak memiliki banyak kemampuan tapi aku ingin pergi ke perbatasan selatan untuk melindungi seseorang yang aku cintai. Aku memohon kepada kakek buyut agar bersedia untuk mengajariku beberapa keterampilan dalam membuat jimat, aku yakin bahwa aku bisa melakukannya selama aku ingin." Ucap Zhou Man dengan penuh tekad.
Melihatnya penuh tekad seperti ini benar benar tidak biasa, Zhou Yuan merasa agak bangga dengan perubahan sikap milik Zhou Man yang menjadi semakin baik dan mencerminkan sikap sebagai pemuda Keluarga Zhou yang berbakat.
Zhou Yuan mengajari Zhou Man dengan serius dan tegas, Zhou Man mendengar dengan serius. Dia pada dasarnya adalah seorang jenius hanya saja selama ini dia tidak fokus untuk mengembangkan kemampuannya sendiri sehingga beginilah dia.
Dia tidak mampu untuk mengeluarkan kemampuannya yang sebenarnya, Zhou Man mendengarkan setiap detail dengan serius. Walaupun kaku, tapi pada dasarnya dia sudah pernah membaca seluruh jenis buku ini.
Hanya saja dia tidak menyukainya jadi ketika dia membacanya dengan serius, dia menemukan bahwa sebenarnya dia bisa jika dia ingin.
Zhou Man mempelajari banyak jimat dasar dalam waktu yang sangat singkat. Dia hanya memiliki waktu satu jam sebelum akhirnya para rombongan akan melewati kediamannya.
Beruntunglah bahwa kediaman Zhou miliknya agak dekat dengan perbatasan Selatan, Zhou Yuan sendiri melihat potensi dalam diri cucunya ini.
Hanya saja dia tidak memiliki sesuatu untuk membuat Zhou Man tertarik pada jimat sampai akhirnya tiba peperangan besar ini.
Zhou Yuan tidak tahu pasti siapa yang ingin di lindungi oleh Zhou Man hanya saja dengan adanya orang ini maka akan meningkatkan minat Zhou Man dalam berlatih jimat.
"Bagaimana, apakah kamu sudah yakin ?" Tanya Zhou Yuan.
"Terima kasih atas ajarannya ! Aku pasti akan berlatih dengan giat dan membantu sebanyak yang aku bisa. " Jawab Zhou Man dengan semangat.
Zhou Man terlihat sangat berbeda, bahkan dengan alur awalnya sekalipun dia sudah berubah sangat jauh.
Sejak awal, penggambaran karakter Zhou Man di novel aslinya adalah seseorang yang tidak berguna dan hanya tahu bagaimana caranya untuk bermain makan dengan kecantikan.
Tapi, sekarang telah berubah dan mampu untuk memikirkan keselamatan orang lain dan memiliki keinginan untuk melindungi tempat tumbuh dan dewasa dirinya ini.
__ADS_1
Dia bersedia untuk maju ke garis depan dan bertarung melawan musuh bersama mereka. Hal ini saja sudah menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.
"Jika kamu sudah yakin maka pergilah. " Ucap Zhou Yuan.
"Baik, aku pasti tidak akan mengecewakan Keluarga Zhou. " Balas Zhou Man.
"Bagus ! Pergilah dan yakinlah bahwa kamu tidak kalah hebat dari diriku. Kamu adalah keturunan Keluarga Zhou yang berbakat !" Seru Zhou Yuan.
Zhou Man menjadi lebih percaya diri dan yakin bahwa dia akan bisa membantu, bahkan jika dia tidak membantu banyak tapi dia masih akan membantu.
Zhou Man menggunakan pakaian zirah yang disiapkan untuk dirinya dan meminta pelayan untuk menyiapkan kuda.
Ketika kuda telah di siapkan, dia naik ke atas kuda dengan gagah dan menoleh ke belakang untuk melihat kediamannya sekali lagi. Mungkin saja, dia tidak kembali lagi dari perbatasan Selatan.
Zhou Man tersenyum di balik penutup kepala besok miliknya, kediaman ini adalah kediaman tempat dia tumbuh besar. Dia harus melihat nya dengan puas.
Karena mungkin dia tidak akan pernah bisa melihat kediaman ini lagi untuk selama lamanya. Tapi, dia sama sekali tidak ragu untuk pergi menuju medan perang.
Benar benar tidak ada pasukan bantuan, di hadapan semua orang Ibu Suri tampaknya menentang putranya untuk menyakiti Ming Yue.
Tapi, pada kenyataannya Ibu Suri jauh lebih pintar dibandingkan Putranya, Ibu Suri secara diam diam sengaja untuk menjatuhkan Ming Yue
Ibu Suri mengembalikan posisi Ming Yue di saat saat krisis seperti ini yang membuat Ming Yue memikul tanggung jawab berat, jika perbatasan selatan kalah maka kekalahan ini akan ditanggung oleh Ming Yue bukan Kaisar.
Jika Ming Yue memimpin pasukan maka itu berarti tidak perlu pasukan bantuan dan bahkan jika Ming Yue mati maka itu akan sesuai dengan keinginan Kaisar.
Ibu Suri membuat tindakannya seolah olah dia sangat mengasihi semua orang tapi pada kenyataannya dia mengirim seseorang ke depan gerbang kematian tanpa rasa malu.
Hal ini benar benar membuat Huang Xinxin merasa frustrasi, dia bahkan tidak bisa melawan Ibu Suri dalam hal ini.
__ADS_1
Benar saja, mereka memang harus waspada dengan Ibu Suri. Niat jahat Ibu Suri tidak kalah dari putranya , hanya saja tindakannya jauh lebih halus dibandingkan Jiu Ming.
Jika sampai terjadi sesuatu pada Ming Yue, maka Huang Xinxin bersumpah bahwa dia pasti akan menguburkan mereka berdua bersama dengan Ming Yue !
Huang Xinxin merasa bahwa darahnya mendidih setiap kali dia memikirkan hal ini, Ibu Suri dan Kaisar adalah sesuatu yang harus diselesaikan. Jika mereka benar benar beruntung untuk menyelesaikan peperangan ini maka mereka adalah target selanjutnya.
Huang Xinxin merasa perjalanan menuju Selatan ini sangat panjang, sementara setiap detik berharga. Dia merasa benar benar putus asa, mungkin saja Ming Yue sangat membutuhkan bantuannya pada saat ini.
Setiap kali kudanya ingin beristirahat membuatnya benar benar kesal, seandainya disini ada sepeda motor atau mobil , maka dia pasti tidak akan terlambat.
Huang Xinxin terus menerus merasa cemas sampai akhirnya dia bisa mendengarkan kekacauan di depan.
Dia melihat ke depan dan menemukan perbatasan Selatan yang telah dia tunggu tunggu, disana ada banyak sekali orang yang sedang bertarung.
Huang Xinxin melompat dari kuda dan menggunakan kekuatan rubahnya untuk mencapai ke depan dengan cepat.
Tepat ketika dia melihat sebuah anak panah mengarah kepada Ming Yue, dia dengan cepat menahan anak panah itu dengan tangannya.
Ming Yue terkejut ketika melihatnya tiba sekaligus merasa bahagia.
"Aku bersedia untuk bertarung disini bersama denganmu, baik menang atau kalah. " Ucap Huang Xinxin dengan lantang.
Huang Xinxin memandang ke depan dan melihat beberapa siluman rubah dan mendorong mereka mundur.
Huang Xinxin dengan mudah menggunakan kekuatannya untuk menyeberangi jurang yang memisahkan mereka lalu masuk ke tempat musuh.
Para siluman ingin menyerangnya tapi seorang ketua Siluman Rubah menghentikannya, Huang Xinxin tahu siapa ini, ini adalah guru Wei Qian Ming.
Orang yang telah merawat Wei Qian Ming sejak muda sampai dewasa, sayang sekali Huang Xinxin belum. pernah bertemu dengannya sebelumnya.
__ADS_1
...----------------...
Bonus up like 8 k : 1 / 3