
Ming Yue memikirkan apa yang sudah di duganya dan itu benar benar menjadi kenyataan pada saat ini. Saat ini Kekaisaran Jiu berada di titik krusial, hanya inilah yang akan bisa menentukan apakah mereka masih bisa bertahan atau tidak.
Pada saat ini, maka seharusnya musuh musuh mereka yang lainnya telah menyerbu gerbang yang lainnya. Ming Yue merasa khawatir dengan Gerbang Barat Daya yang sudah dijaga olehnya selama lebih dari setengah hidupnya.
Seluruh generasi Keluarga Ming miliknya menghabiskan hidup mereka untuk menjaga keamanan perbatasan Kekaisaran Jiu, maka Ming Yue juga akan melakukan hal yang sama.
Dia akan berdiri disini untuk menghalangi musuh dengan kekuatan penuh, bahkan jika itu berarti dia harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Dia sebagai keturunan terakhir dari Keluarga Ming, akan meneruskan perjuangan yang telah dibangun oleh para leluhurnya.
Ming Yue berdiri dengan pedang yang telah menemaninya selama 20 tahun, ketika dia berulang tahun ke tiga, dia ingat bahwa Ayahnya memberikan ini sebagai hadiah.
Pedang seberat 20 kilogram ini, bahkan tidak bisa diangkat olehnya dulu. Tapi sekarang, terasa seperti itu sudah menyatu dengan tubuhnya.
"Penyihir Agung, aku menebak bahwa Kerajaan Yu akan mengeluarkan seluruh kekuatan untuk mengakhiri ini. " Ucap Ming Yue.
Penyihir Agung tidak langsung menjawab dan hanya terkekeh ringan lalu memandang Ming Yue dengan mata hitam pekat miliknya.
"Itu semua tergantung, apakah Kekaisaran Jiu memiliki kemampuan atau tidak. Sayang sekali bahwa saat ini kamu hanya Jenderal yang tidak resmi, upayamu selama ini untuk menjaga Kekaisaran Jiu bahkan menjadi sia sia. " Ucap Penyihir Agung mengejeknya.
"Aku yang mengundurkan diriku dari posisiku, apakah ada yang salah dengan itu ?" Tanya Ming Yue.
"Kalau begitu, kenapa kamu memutuskan untuk kembali ?" Tanya Penyihir Agung.
"Seluruh keluarga Ming kami mengabdikan diri untuk menjaga kedamaian Kekaisaran Jiu, hal yang sama juga berlaku padaku. " Jawab Ming Yue dengan tegas.
"Sayang sekali bahwa kamu dilahirkan di Kekaisaran Jiu, memiliki seseorang yang begitu setia di Kerajaan Yu kami adalah hal yang baik. " Ucap Penyihir Agung menyayangkan Ming Yue.
Seluruh Keluarga Ming telah memberikan kesulitan yang tidak berujung pada Kerajaan Yu, tapi sayang sekali bahwa mereka pada akhirnya hanya membuat Kaisar menjadi gelisah.
Ming Yue tertawa kecil tapi pada saat yang sama dia juga merasa agak menyayangkan hal tersebut.
Disisi lain, Kaisar yang sedang duduk bersantai tiba tiba dikejutkan oleh berita yang datang dari prajuritnya.
"Yang Mulia ! Kami mendapatkan laporan bahwa Gerbang Timur dan Gerbang Barat Daya telah dikepung, tolong turunkan perintah !" Seru Prajurit itu dengan panik.
__ADS_1
Kaisar yang mendengar ini terkejut dan memandang prajurit itu seolah olah dia adalah orang gila.
"Apakah kalian semua tidak berguna ?! Bagaimana mungkin kalian membiarkan mereka bertindak seperti itu ?!" Teriak Kaisar membanting barang barangnya.
"Panggil semua orang yang bisa dikerahkan untuk menjaga Kekaisaran !" Teriak Kaisar.
Tidak lama kemudian, ada laporan Istana lain yang baru saja tiba dan prajurit kali ini tampak agak gembira dengan kabar ini.
"Lapor ! Yang Mulia, dikabarkan bahwa Jenderal Ming telah maju ke perbatasan Selatan untuk menghadang para musuh. " Ucap prajurit itu.
"Dia ?! Bukankah aku sudah mencabut jabatannya ?! Hak apa yang dia miliki untuk memimpin pasukan tanpa izin milikku ?!" Tanya Kaisar dengan murka.
Semua orang memandang Kaisar seolah olah dia telah gila, bahkan para pejabat yang menentang Ming Yue sekalipun sudah tidak tahan lagi dengan sikap Kaisar yang tidak dapat melihat kepentingan.
"Yang Mulia, kondisi sedang mendesak. Harap meninggalkan dendam lama dan fokus pada saat ini, terutama ketika kita harus melawan musuh musuh yang berdatangan dari segala arah ini. " Ucap Perdana Menteri.
"Baik ! Kalian sekarang berkomplot untuk melawan ku ! Yang merupakan Kaisar adalah aku atau dia !" Teriak Kaisar.
Semua orang menundukkan kepala mereka tapi pada saat yang sama mereka tidak ingin mati dengan sia sia karena sikap Kaisar.
"Aku memerintahkan untuk mengembalikan jabatan pemuda dari Keluarga Ming, Ming Yue kembali menjadi Jenderal Besar dan membiarkannya untuk memimpin Gerbang Selatan. " Ucap Ibu Suri di hadapan semua orang.
Kaisar tampak tidak percaya dengan kata kata yang dikeluarkan oleh Ibunya dan tidak menyangka bahwa Ibunya akan menentang keputusannya dengan terang terangan di hadapan semua orang.
"Ibu ! Aku adalah Kaisar ! Aku adalah orang yang mengendalikan semuanya !" Teriak Jiu Ming.
Jiu Ming merasa tidak senang karena Ibunya menentangnya di hadapan semua orang, hal ini benar benar menghilangkan seluruh wibawanya.
Tapi, Dan Wei Yang bahkan tidak menoleh sedikitpun kepada putranya dan hanya fokus pada dirinya sendiri.
Dia berdiri di hadapan para bangsawan itu, mereka tentu saja dengan senang hati mengikuti perintah yang diberikan oleh Dan Wei Yang.
Siapa yang tidak tahu dengan jasa Dan Wei Yang dalam menjaga keamanan Kekaisaran Jiu ? Dia bahkan lebih di hormati oleh orang orang dibandingkan Kaisar.
Setiap tahunnya, ada puluhan ribu orang yang mendoakan kesehatannya dan ada ribuan orang yang selalu memuji dia.
__ADS_1
Dibandingkan dengan Jiu Ming, Jiu Ming benar benar tidak ada apa apanya. Dan Wei Yang memiliki pengaruh dan kekuasaan yang jauh lebih besar dibandingkan yang bisa dipikirkan oleh semua orang.
Kebanyakan orang akan mendengar apa yang dikatakan olehnya. Mereka mendengar perintah dari kemampuan seni seseorang, kemampuan seni milik Dan Wei Yang sudah dipastikan luar biasa.
Hanya saja Jiu Ming sendiri terlalu pas pasan, sehingga orang orang hanya mendengarnya karena dia Kaisar. Sebelum ini, ada seseorang dengan bakat melukis yang begitu hebat.
Itu adalah Keluarga Wang, tapi seluruh keluarga mereka telah mati. Tidak ada yang tahu pasti dengan alasannya hanya saja orang orang perlahan lahan telah melupakan bakat cemerlang itu.
Ketika Wang Shu, Kepala Keluarga Wang sekaligus Ayah Wang Ziqi memegang kuasnya maka semua orang akan terpanah dan fokus padanya.
Hal yang sama juga terjadi pada Ming Xiu dan Huang Lixin, mereka dijuluki sebagai tiga jenius dalam seribu tahun. Tentu saja membuat Kaisar muda merasa iri.
Kaisar tidak pernah mendapatkan julukan dan pujian yang begitu besar dan megah, tapi pada saat ini dua di antaranya telah meninggal.
Bahkan yang satu lagi tidak tahu ada dimana, Dan Wei Yang berniat untuk menggunakan kekuatan penuh dari Kekaisaran Jiu.
"Wu Tang , aku ingin kamu memimpin pasukan dan melawan Kerajaan Yuwen. " Ucap Dan Wei Yang.
"Baik, Ibu Suri. " Ucap Wu Tang berlutut di hadapan Dan Wei Yang.
"Zhou Yan, aku ingin kamu memimpin pasukan bersama dengan Keluarga Yue menuju Gerbang Barat Daya. "Perintah Dan Wei Yang.
"Baik, Ibu Suri !" Jawab mereka.
"Zhou Yan, kirimkan salamku pada Senior Zhou dari kediaman kalian. Aku akan sangat berterima kasih jika dia bersedia untuk mengenang hubungan baik di masa lalu. " Ucap Dan Wei Yang dengan penuh makna.
"Baik, Ibu Suri. Hamba ini akan menyampaikannya. " Ucap Zhou Yan dengan sopan.
"Dimana Huang Lixin ?" Tanya Dan Wei Yang.
Semua orang baru sadar bahwa Huang Lixin tidak hadir dalam pertemuan darurat ini.
...----------------...
Bonus up like 7 k : 2 / 3
__ADS_1