
Melihat bahwa situasi telah kembali aman dan damai, Ming Yue kembali ke Ibukota untuk membawa kabar kemenangan ini bersama dengan setengah pasukan sementara yang lain menetap dengan Yue Zhang untuk berjaga jaga apabila orang bar bar kembali ke perbatasan barat daya mereka.
Tapi, seharusnya pukulan yang diterima orang bar bar tadi cukup besar, pasukan mereka bahkan tidak menyisakan setengah, itu juga berkat dari panahan Huang Xinxin yang membunuh hampir 30 orang bar bar hanya dengan panahan nya.
Dia bahkan membidik pemanah dari pasukan musuh yang telah menyulitkan prajurit mereka, jika tidak ada Huang Xinxin maka takutnya dengan kualitas busur mereka saat ini, tidak ada yang bisa bertahan.
Para prajurit yang terluka juga dengan cepat pulih, banyak orang yang menyambut mereka di perjalanan bahkan melemparkan bunga kemana mana.
Tapi, ada banyak juga yang menangis ketika melihat bahwa putra, suami,dan ayah mereka tidak ada di antara kerumunan orang orang itu.
Selalu seperti itu, kemenangan dari peperangan selalu di imbangi oleh tangisan kesedihan, itulah kenapa kemenangan dalam peperangan dilandasi oleh nyawa orang.
Terlalu banyak kerugian di dalam peperangan, hanya saja Kaisar yang tidak pernah maju ke garis depan tidak akan pernah tahu sebesar apa perjuangan yang mereka berikan untuk menjaga tanah Kaisar ini.
Huang Xinxin masih tidak sadar dan bersender di tubuh Ming Yue dari belakang, sehingga banyak orang yang melihatnya dengan bertanya tanya, siapakah wanita yang ada di punggung Ming Yue ini ?
Selama ini, Ming Yue selalu anti dengan wanita yang mendekatinya, betapa beruntungnya wanita ini karena berhasil menarik perhatian Ming Yue.
Banyak para penggemar yang patah hati karena hal ini, tapi Ming Yue memacu kudanya untuk pergi ke Istana dan pada saat yang sama, Huang Licin dipanggil untuk menghadap Kaisar.
"Huang Lixin memberi hormat kepada Yang Mulia." Ucap Huang Lixin dan melihat bahwa disana sudah ada beberapa menteri , salah satunya adalah menteri Hukum, Nian Guan yang sudah menjadi musuh bebuyutannya bahkan sejak berada di Akademi Kekaisaran.
"Memberikan bantuan dan bertindak tidak sesuai dengan hukum, Yang Mulia akan memberikan keringanan padamu dengan mencabut seluruh hak toko mu. " Ucap Nian Guan.
Huang Lixin tampak tidak terkejut dengan kata kata itu, dia sudah mempertimbangkan hal ini dengan baik.
"Yang Mulia, izinkan hamba ini memberikan pertanyaan yang sederhana. Kenapa tindakanku untuk membantu Jenderal Ming bisa dianggap sebagai tindakan memberontak ?" Tanya Huang Lixin.
__ADS_1
"Masih bertanya lagi ?! Apakah kamu tidak mendengar kata kataku sebelumnya ?!" Teriak Nian Guan.
"Aku tidak perlu berdebat dengan orang yang bahkan tidak bisa menulis dengan baik. " Ucap Huang Lixin dengan dingin.
"Kau ?!" Kaisar membuka matanya dan menghentikan Nian Guan untuk menjadi lebih agresif lagi.
"Apa yang dilakukan tidak sesuai dengan kata kataku, apakah itu cukup untuk menjadi alasan ? Apakah pada saat ini keberadaanku sudah tidak di anggap penting lagi ?" Tanya Kaisar.
"Yang Mulia, izinkan aku mengatakan beberapa hal yang tidak sopan. Yang Mulia bertanya apakah keberadaan Yang Mulia penting atau tidak , tapi aku bertanya apakah nyawa empat ribu orang itu penting atau tidak ?" Tanya Huang Lixin dengan kepala yang terangkat tinggi.
Dia memancarkan aura bangsawan sejati, keluarganya bahkan berakar lebih kuat dibandingkan Keluarga Jiu.
Bahkan jika Kaisar tidak senang masih harus tetap diam dan menerima penghinaan dalam diam, banyak kekuatan yang bersembunyi.
Kediaman Bangsawan Huang adalah Bangsawan Kuno dari Kekaisaran sebelumnya bahkan sudah berdiri dengan kokoh, akarnya telah mengakar ke dalam.
"Lalu, apakah kamu berpikir bahwa aku tidak memiliki hati karena membiarkan mereka mati secara sia sia ?" Tanya Kaisar.
"Aku tidak berani, hanya saja hati yang terlalu dingin akan kesulitan untuk melihat kesulitan orang lain. " Jawab Huang Lixin dengan tegas yang menunjukkan bahwa Kaisar tidak layak untuk menjadi pemimpin.
"Huang Lixin ! Apakah kamu berniat untuk memberontak ?!" Teriak Nian Guan.
"Apa salahnya ? Aku menanyakan dan mengatakan hal yang diketahui semua orang, seharusnya Yang Mulia tidak akan tersinggung bukan ? Bagaimanapun Yang Mulia berhati luas, pasti tidak akan memperhitungkan hal hal kecil seperti ini. " Jawab Huang Lixin.
"Huang Lixin, aku sudah mentolerirmu berulang kali, apakah kamu benar benar berpikir bahwa aku tidak berani ?" Tanya Kaisar dengan suara yang rendah tapi tampak berbahaya.
"Hal apa yang membuat Yang Mulia tidak berani ? Maaf jika aku tidak memahami niat baik yang diberikan oleh Yang Mulia, menurutku semua ini bukan bentuk toleransi. " Jawab Huang Lixin.
__ADS_1
"Huang Lixin !!" Teriak Kaisar memukul kursinya dengan murka tapi Huang Lixin bahkan tidak gentar.
"Jika membantu orang adalah kejahatan maka aku pikir, ini tidak akan bertahan lama. Semuanya akan berakhir dengan cepat, Yang Mulia ingatlah mereka yang telah mengorbankan nyawanya untuk membangun tahkta mu. " Ucap Huang Lixin sambil tertawa ringan.
"Pengawal, bawa kembali Bangsawan Huang ke kediamannya !" Perintah Kaisar dengan marah.
"Yang Mulai Kaisar tidak perlu marah, aku telah datang kemari. " Ucap seseorang dari belakang.
Orang itu tampak gagah tapi wajahnya tidak terlalu baik.
"Ming Yue, kamu akhirnya kembali. " Ucap Kaisar langsung mengubah wajahnya.
"Yang Mulia terlalu mengkhawatirkan Ming Yue, bagaimanapun ini semua berkat bantuan Yang Mulia yang mengutus Bangsawan Huang untuk membantu ke perbatasan. " Ucap Ming Yue.
"Itu bukan bantuan dari Yang Mulia, orang bodoh ini yang mengambil keputusan sendiri. " Celetuk Nian Guan ingin mengambil wajah di depan Ming Yue.
"Oh, bukan Yang Mulia yang memberikan bantuan ? Maka aku harus berterima kasih banyak kepada Bangsawan Huang, hanya saja aku melihat bahwa Yang Mulia berusaha untuk menyulitkan Bangsawan Huang. Anggaplah bahwa kita berhubungan baik di masa lu dan maafkanlah dia. " Ucap Ming Yue sambil berlutut.
"Ming Yue, kamu tidak tahu mengenai permasalahan ini. Kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri. " Balas Kaisar dengan palsu.
"Yang Mulia menganggapku sebagai adik maka aku merasa sangat terhormat , asalkan Yang Mulia mengabulkan permintaanku maka aku pasti akan memberikan hadiah besar kepada Yang Mulia. " Ucap Ming Yue.
"Hadiah besar, aku penasaran sekali. Lepaskan bangsawan Huang dan kembalikan izin tokonya."Perintah Kaisar.
Ming Yue mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan itu adalah patung kecil yang berbentuk Naga sisik duri.
"Ming Yue memiliki banyak luka dan penyakit dan memohon untuk mengundurkan diri dan kembali ke kampung halaman. Mohon Yang Mulia mengurus Prajurit ku di masa depan. " Ucap Ming Yue, itu adalah tanda perintah Prajurit.
__ADS_1
Siapapun yang memegang itu pasti akan bisa memerintah Prajurit.