
Huang Xinxin menangis tanpa suara sembari memeluk tubuh Ming Yue yang sudah kaku, pada saat ini pertarungan kedua belah pihak telah dihentikan terutama karena para prajurit besi tidak dapat bertarung lagi karena tidak ada pemimpin lagi.
Tidak ada satu orangpun yang berani untuk memanggil Huang Xinxin ataupun mendekatinya, siapapun yang melihatnya pasti dapat melihat dengan jelas bahwa dia sedang marah dan emosinya tidak stabil seolah olah dia bisa memakan seseorang hidup hidup.
"Ming Yue, aku pasti akan membalaskan dendammu. Aku akan memberi mereka pelajaran. " Bisik Huang Xinxin dengan dada yang bergerak naik turun karena amarahnya yang meledak.
Semua ini karena Istana, mereka memohon bantuan pasukan tapi tidak ada satupun orang yang dikirimkan oleh Istana. Jika tidak ada Zhou Man dan Jiu Rui maka mereka sudah akan sejak lama mati bersama.
Huang Xinxin mengepalkan tangannya dengan erat dan penuh kebencian sampai akhirnya buku buku jarinya memutih dan kukunya menembus kulitnya.
Darah mengalir dari tangan Huang Xinxin, dia menatap dengan tatapan kosong dan satu satunya hal yang dia sadari adalah dia harus melindungi Ming Yue.
"Ming Yue, aku bersumpah atas nama langit, bahwa aku tidak akan berhenti sampai aku membalaskan dendammu. " Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
Dia tidak perduli apakah ada Jiu Rui atau tidak, menurutnya tidak ada satupun orang yang layak untuk menghalanginya saat ini.
Dia ingin membunuh seluruh orang yang berada di dalam Istana pada saat ini ! Mereka telah membunuh Ming Yue !
Dia berlutut disana selama 6 jam sampai kakinya mati rasa dan dia tidak bisa berdiri lagi, sebelum akhirnya Zhou Man memberanikan diri untuk memberikannya mantel.
"Cuaca disini sangat dingin, jangan sampai masuk angin. Jika kamu ingin membalaskan dendam kepada Ibu Suri atas kematian Ming Yue dan Ibumu, maka aku akan ikut denganmu. " Ucap Zhou Man dengan tegas.
Huang Xinxin hanya diam saja dan tidak menjawab apapun.
__ADS_1
"Walaupun aku tidak bisa diandalkan tapi aku memilih untuk ikut denganmu. Kakek buyutku mengatakan bahwa seluruh keluarga kami dibunuh oleh Ibu Suri, aku ingin membalas dendam. " Ucap Zhou Man sekali lagi.
Huang Xinxin tidak menjawab dan hanya berpegangan pada batu untuk berdiri lalu menaruh tubuh Ming Yue di punggungnya.
"Aku akan membantumu. " Ucap Zhou Man.
Sekali lagi, Huang Xinxin tidak menolak tapi juga tidak menerima bantuan Zhou Man. Lebih tepatnya, karena terlalu sedih, dia bahkan tidak bisa berpikir dan berbicara lagi. Pikirannya kacau dan dia tidak bisa melakukan apapun pada saat ini.
Melihat ini dari kejauhan membuat Jiu Rui merasa canggung, orang yang melakukan semua ini adalah neneknya. Jika dia bertindak sok dekat dengan mereka, bukankah itu hanya akan menyakiti hati Huang Xinxin ?
Tubuh Ming Yue dimasukkan ke dalam peti kayu sederhana dan dibawa ke Ibukota.
"Aku akan berjaga disini. " Ucap Jiu Rui pada Zhou Man.
"Walaupun aku tidak tahu kronologinya tapi aku ingin meminta maaf kepada semua orang. " Ucap Jiu Rui.
Zhou Man membantu Jiu Rui berdiri tapi Jiu Rui memaksa tubuhnya untuk terus berlutut di depan Zhou Man terus menerus.
Akhirnya, Zhou Man ikut berlutut di hadapan Jiu Rui dan memandang Jiu Rui dengan tatapan yang serius.
"Kamu tidak harus minta maaf, ini adalah hal yang terjadi diluar kendali kita. Itu bukan seperti kesalahan yang kamu buat. Kita semua hanya melanjutkan dendam yang sudah bergulir selama beberapa generasi ini. Kamu adalah pangeran terbaik dari seluruh pangeran, aku bangga memiliki sepupu sepertimu. " Ucap Zhou Man menepuk bahu Jiu Rui.
Jiu Rui tiba tiba ingat bahwa mereka memang bersepupu satu sama lain. Secara garis besar, Zhou Man dan Jiu Rui adalah keponakan Huang Xinxin secara status.
__ADS_1
Tapi, secara garis darah maka mereka tidak saling terhubung satu sama lain. Jiu Rui dan Huang Xinxin terhubung garis darah oleh Dan Wei Yang dan Jiu Ming.
Tapi, Zhou Man berbeda, walaupun ibunya adalah adik dari Kaisar saat ini, tapi ibunya bukan berasal dari Dan Wei Yang.
Pada akhirnya, Jiu Rui tinggal di perbatasan lebih lama untuk melihat kondisi sementara Zhou Man dan Huang Xinxin akan kembali terlebih dahulu dan membawa pulang Ming Yue lebih tepatnya.
Mereka dipisahkan dengan dua kereta kuda. Huang Xinxin duduk di sebelah peti Ming Yue dan menatap wajah tampan itu, kini tampak tidak bercahaya dan tidak hidup lagi.
Huang Xinxin tidak bisa menahan air matanya kembali menetes secara tidak terkendali.
"Jika ada kehidupan masa depan maka aku pasti akan melamarmu terlebih dahulu. Aku akan mengajakmu menikah di pertemuan pertama kita. " Ucap Huang Xinxin bertekad dengan hal ini.
"Kamu begitu mencintai Kekaisaran ini, tapi mereka tidak layak untuk cinta dan kebaikanmu. Kekaisaran ini telah membusuk sampai ke dalam akarnya, mereka tidak layak digantikan dengan nyawamu. " Bisik Huang Xinxin.
Tapi, tidak ada satupun yang membalas kata katanya, karena hanya ada dia sendirian di dalam kereta kuda ini. Orang orang yang tidak tahu akan mengurangi bahwa dia gila karena berbicara sendiri tapi orang yang tahu akan menyadari bahwa dia sedang melampiaskan kesedihannya.
"Ming Yue, aku mengira bahwa kamu adalah pria yang pintar dan licik tapi ternyata aku salah. Kamu adalah pria bodoh dan naif, tapi aku mencintaimu. Sebenarnya, sejak pertemuan pertama kita, aku sudah mencintaimu tapi aku takut. Takut bahwa kamu tidak mampu untuk melupakan masa lalu sehingga aku hanya bisa memendam perasaanku sampai akhirnya aku menyadari bahwa usia seseorang tidak dapat diprediksi. "
"Tapi, ternyata aku masih terlambat. Aku tidak bisa melindungimu dengan baik. Aku tidak bisa tinggal di desa dan menua bersama denganmu. Memiliki dua anak anak yang lucu untuk menemani kita. " Huang Xinxin mengatakan ini sembari menangis.
"Aku berpikir bahwa setelah peperangan ini usai maka aku akan mengatakan kepadamu bahwa aku ingin menikah denganmu bahwa aku ingin hidup denganmu tapi ternyata aku terlambat. Kamu sudah pergi meninggalkanku terlebih dahulu. Aku mengira bahwa jika aku pergi ke medan perang maka aku akan bisa menjagamu, tapi nyatanya aku salah. Ternyata dengan adanya aku membuatmu menjadi lebih dekat dengan kematian. " Huang Xinxin berusaha untuk tertawa walaupun sulit seolah olah di tenggorokannya ada tulang ikan.
Dia tertawa dengan kering dan terdengar sangat menyakitkan bagi siapapun yang mendengarnya.
__ADS_1