Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
101. Balas Dendam


__ADS_3

Huang Shangyue yang baru saja kembali tiba tiba melihat bahwa Tuannya sedang berada di balik pintu taman dan sedang bersembunyi diam diam jadi dia mendekati Tuannya itu dan menyentuh bahunya sedikit.


Huang Lixin yang sedang fokus langsung terkejut, untung saja dia tidak membuat suara yang besar.


"Kamu membuatku terkejut. " Bisik Huang Lixin.


"Maaf, Tuan. Apa yang sedang terjadi ?" Tanya Huang Shangyue dengan suara yang sangat pelan.


Huang Lixin mengarahkan pandangannya ke depan dan Huang Shangyue melihat juga lalu melihat Ming Yue dengan seorang wanita yang asing.


"Siapa wanita cantik itu ? Kenapa mereka berkencan di kediaman kita ?" Tanya Huang Shangyue dengan bingung.


"Itu adalah Xinxin, kamu tahu ? Dia telah kembali." Bisik Huang Lixin.


"Apa ? Bagaimana mungkin ?" Tanya Huang Shangyue .


"Memang benar itu adalah kakakmu hanya saja penampilan barunya agak berbeda. Aku tidak akan menjelaskannya karena itu adalah hal yang tidak akan kamu ketahui. " Balas Huang Lixin dengan usil.


Walaupun Huang Shangyue penasaran tapi ketika dia melihat tatapan Huang Xinxin, dia bisa menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Huang Lixin sama sekali tidak salah.


Ini seperti mimpi dan membuatnya merasa sangat bahagia, terutama ketika melihat Nona nya sedang bersama dengan Ming Yue.


Sementara Huang Xinxin sendiri menoleh ke belakang untuk melihat seseorang, Ming Yue sendiri melihat pada arah yang sama dengan pandangan Huang Xinxin dan bingung dengan apa yang dilihat oleh Huang Xinxin.


"Apa yang sedang kamu lihat ?" Tanya Ming Yue.


"Tidak ada, aku hanya mendengar dengungan lebah. " Jawab Huang Xinxin.


Huang Xinxin tertawa kecil dan menyadari dua orang yang sedang berdiri di balik pintu taman dan menguping pembicaraan mereka.


Pada saat ini, dia adalah seekor rubah, dia mampu mendengar suara langkah kaki dengan jarak 100 meter.


Tindakan Ayahnya ini sudah dia ketahui sejak awal dan dia memilih untuk pura pura tidak tahu dan terus menjalankan tugasnya.

__ADS_1


"Apa yang akan kamu ketahui ?" Tanya Ming Yue.


"Tentu saja membalas dendam. Kaisar membuatku seperti ini maka takutnya tidak akan bisa lepas dengan mudah. Darimana aku harus memulai hal ini ?" Tanya Huang Xinxin menjilat bibirnya sendiri, tampak sangat antusias.


"Apakah kamu memiliki rencana ?" Tanya Ming Yue.


"Tentu saja tidak ada hanya saja, aku akan membalaskan dendamku terlebih dahulu untuk seseorang yang menyebalkan. " Jawab Huang Xinxin dengan seringaiannya.


"Siapa yang akan menjadi orang pertama ini ?" Tanya Ming Yue dengan penasaran.


"Kamu penasaran ? Kamu akan segera mengetahuinya, orang yang begitu menyebalkan ini, akan menjadi peringatan pertama untuk Kaisar. " Jawab Huang Xinxin.


Keesokan harinya, Ming Yue memutuskan untuk tetap kembali ke kediamannya. Mereka sendiri tidak melewati batas satu sama lain.


Huang Xinxin pergi pada pagi pagi sekali sampai sampai orang orang tidak tahu bahwa dia telah pergi. Ketika dia telah pergi, dia langsung menuju kediaman orang yang sangat dibencinya dan merupakan orang yang menyebabkan kematiannya.


Siapa lagi jika bukan Wang Ye, kepala penjara yang dipilih oleh Kaisar untuk menginterogasinya meskipun sudah tahu bahwa dia tidak bersalah.


Karena Wang Ye sangat setia dengan Kaisar dan sangat ingin untuk menjilat Kaisar maka Huang Xinxin akan membantunya.


Tapi, sayangnya kediaman ini ditakdirkan untuk hancur pagi ini. Disaat orang orang biasanya datang menyerang pada malam hari maka Huang Xinxin datang di pagi hari.


Dia datang untuk membalas dendam dan ingin secara pribadi membalaskan dendamnya. Dia berjalan masuk dan ada dua orang penjaga.


Tapi, sebelum mereka bisa berbicara sekalipun, leher mereka telah diputus sehingga mereka tumbang dengan perlahan.


Di tangannya, muncul cakar yang memiliki panjang paling tidak lima centimeter. Itu adalah wujud aslinya, dia bahkan tidak memerlukan pedang lagi.


Ketika dia berjalan masuk, dia bisa melihat banyak wanita cantik yang menari lalu yang duduk di tengah tengah adalah Wang Ye.


Wang Ye terkejut ketika melihat ada orang asing yang masuk ke dalam kediamannya.


"Siapa kau ?!" Teriak Wang Ye dengan suara yang lantang.

__ADS_1


"Orang yang akan mencabut nyawamu. " Jawab Huang Xinxin.


"Sialan ! Bagaimana wanita gila ini bisa masuk ?!" Teriak Wang Ye.


"Percuma seberapa banyak kamu berteriak, karena semua penjaga sudah tumbang. Aku tidak menyangka bahwa kediamanmu hanya memiliki dua orang penjaga. Wang Ye, Wang Ye, apakah kamu tidak menyangka bahwa hari balas dendam ini akan tiba ?" Tanya Huang Xinxin.


"Apa maksudmu dengan hari balas dendam ?" Tanya Wang Ye dengan waspada..


"Tentu saja kamu tidak akan tahu, bagaimanapun musuhmu ada sangat banyak. Musuhmu yang mana saja mungkin kamu tidak tahu, tapi Wang Ye aku sudah mengutukmu sebelumnya dengan mengatakan bahwa aku pasti akan membalas dendam. "Ucap Huang Xinxin.


"Wang Ye, apakah kamu ingat pada penjara saat itu ketika aku dinyatakan tidak bersalah dan tidak memiliki kesalahan apapun tapi kamu masih ingin menginterogasi ku untuk menjilat Kaisar ? Maka kamu akan mendapatkan akibatnya. " Lanjut Huang Xinxin.


"Huang Xinxin ?! Bagaimana mungkin kamu masih hidup ?!" Teriak Wang Ye dengan takut.


"Apakah kamu berpikir bahwa aku sudah mati ? Tentu saja tidak, jika tidak bagaimana aku harus membayar hutang ini ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum tipis.


Wang Ye merasa ketakutan ketika melihat Huang Xinxin yang berjalan ke dekatnya. Sementara para selir Wang Ye sendiri sudah berjalan mundur ke dekat pintu untuk kabur, tapi Huang Xinxin tidak sebodoh itu untuk membiarkan mereka kabur.


Dia memerintahkan angin untuk menutup pintu dan pintu tertutup dengan rapat, bahkan tanpa dia sentuh sedikitpun. Hal ini membuat semua orang merasa takut.


"Hanya dengan kamu sendirian tidak akan bisa membalas dendam, bahkan jika kamu sudah membunuh semua penjaga di depan. Masih ada aku disini yang tidak akan kalah oleh seorang wanita lemah sepertimu. " Ucap Wang Ye.


"Kamu sendiri yang mengatakannya, jangan katakan bahwa aku kejam. " Balas Huang Xinxin dan menerjang ke depan.


Wang Ye ingin menyerang tapi dia tidak bisa melihat dengan jelas.


Kreshhh !


Cakar Huang Xinxin menancap tepat di perut Wang Ye yang membuat pria itu mendesis kesakitan.


Setelah itu, Huang Xinxin membuat cakaran besar di bagian punggungnya yang membuat Wang Ye meraung kesakitan.


Tapi, apakah Huang Xinxin perduli ? Tentu saja tidak. Wang Ye bahkan bisa menghukum orang tidak bersalah sepertinya dengan ratusan cambukan dan pukulan.

__ADS_1


Bagaimana mungkin dia bisa berhenti hanya karena hal ini. Huang Xinxin membuat Wang Ye tidak seperti manusia lagi, bahkan leluhurnya sekalipun tidak akan berhasil untuk mengenalinya lagi.


__ADS_2