Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
24. Jenderal Ming, Ming Yue


__ADS_3

Hakim Daerah itu merasa bingung karena tidak tahu bagaimana harus menanggapinya, dia sama sekali tidak berani untuk menyinggung salah satunya.


Baik Jenderal Ming yang kejam ini atau Bangsawan Huang yang berkuasa, keduanya adalah sisi yang tidak bisa dia singgung.


"Jenderal Ming, bagaimana jika aku menanyakan ini terlebih dahulu kepada Bangsawan Huang ?" Tanya Hakim itu dengan takut takut.


Ming Yue hanya mengangkat salah satu alisnya lalu menatap Hakim itu dengan tidak senang.


"Aku tidak akan membebaskan mereka, jika kamu berhasil menghubungi Bangsawan Huang maka suruh dia datang ke kediaman ku. " Jawab Ming Yue dengan angkuh.


"Baik, baik, aku pasti akan mengatakan ini kepada Bangsawan Huang. " Balas Hakim itu dengan buru buru.


Ming Yue menyuruh anak buahnya untuk menyeret kedua orang itu ke kediamannya, Kediaman Jenderal Ming adalah kediaman yang sangat sunyi dan senyap.


Bahkan, jangkrik pun tidak ada disini, disini sangat dingin dan tidak ada tanda tanda kehidupan seolah olah rumah ini sudah lama ditinggalkan.


"Tuan, apakah kamu orang yang dikirimkan olehnya ?" Tanya Xiao Zi yang sudah babak belur.


"Dikirimkan olehnya ? Jadi kalian benar benar bertindak secara kelompok, aku benar benar penasaran apakah kalian orang yang membunuh kakakku. " Ucap Ming Yue dengan tatapan tajam.


"Wajahmu tampak tidak asing, bukankah kamu adalah pelayan di kediaman kakakku ? Kamu seharusnya sudah mati dalam kebakaran itu bukan ?" Tanya Ming Yue sambil mengangkat wajah Kepala Pelayan.


"Jenderal Ming ! Tolong ampuni nyawaku ! Aku tidak bisa menyelamatkan nyawa Nona sehingga aku memilih untuk pergi agar aku tidak disalahkan !" Jawab Kepala Pelayan dengan ketakutan.


"Oh, jadi kamu mengakui kejahatanmu, aku akan melihat sampai kapan kamu bertahan dengan siksaan yang aku miliki. " Ucap Ming Yue dengan senyum miring nya.


"Jangan terlalu terburu buru, Jenderal Ming. " Ucap seseorang dari pintu.


Itu adalah Huang Xinxin dengan kudanya yang dia kendarai sejak tadi. Ming Yue menoleh ke arah suara dan terkejut sekaligus terpanah dengan Huang Xinxin.


"Kamu adalah Nona Huang ? Bagaimana mungkin begitu mirip. " Ucap Ming Yue dengan terkejut.

__ADS_1


"Mirip ? Mirip dengan siapa ? Jangan katakan bahwa aku mirip dengan mendiang Nona Wang." Balas Huang Xinxin sembari turun dari kuda.


"Wajahmu benar benar mirip dengannya tapi sikapmu berbeda dengannya, aku tidak percaya bahwa ada orang yang begitu mirip di dunia ini. " Ucap Ming Yue sambil menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku mencari tahu tentang masalah yang menimpa Wang Ziyi ?" Tanya Ming Yue.


"Aku mendengar bahwa kasus kematian Nona Wang diputuskan sebagai ketidak sengajaan dan pelakunya telah mati, tapi aku melihat bahwa Jenderal Ming percaya bahwa pelakunya masih diluar sana. Aku hanya menduga duga dan ternyata memang benar. " Jawab Huang Xinxin dengan santai.


"Kamu tidak pernah keluar rumah sebelumnya, bagaimana kamu bisa mengetahui kasus 5 tahun lalu ?" Tanya Jenderal Ming.


"Orang orang mungkin tidak tahu, tapi aku tahu dengan jelas. Bagaimanapun, aku tinggal dirumah tapi telinga dan mataku terus bekerja, aku tidak harus selalu keluar rumah. Bukankah begitu, Jenderal Ming ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum manis.


"Melihatmu tersenyum dengan tubuh bermandikan darah seperti itu benar benar buruk. " Jawab Ming Yue dengan datar.


"Ha ha ha, bukankah Jenderal Ming juga sudah terbiasa melihat darah ? Apa yang salah dengan itu ?" Tanya Huang Xinxin dengan acuh tidak acuh lalu berjalan ke hadapan Kepala Pelayan dan Xiao Zi.


"Tahukah kalian bahwa Xiao Yan telah mati ? Xiao Zhang bahkan telah jatuh ke bawah pengaruh ku dan yang paling kuat di antara kalian, Xiao Gu Yue juga telah mati. " Ucap Huang Xinxin.


"Bagaimana mungkin kamu bisa mengetahui secepat itu ?!" Tanya Xiao Zi dengan gemetar.


"Jangan harap bahwa kami akan sama seperti pengkhianat itu ! Sampai matipun kami tidak akan pernah melakukannya !" Teriak Kepala Pelayan dan ingin meludahi wajahnya.


Huang Xinxin menghindar dan wajahnya tidak berubah, dia berdiri dan merapihkan pakaiannya.


"Jenderal Ming , kamu seharusnya memiliki penjara bukan ? " Tanya Huang Xinxin.


Kedua orang itu diseret ke penjara dan Jenderal Ming menghentikan langkah Huang Xinxin.


"Nona Huang, jika ada yang ingin kamu tanyakan maka kamu tunggu diluar saja. Aku takut bahwa kamu akan muntah jika berada di dalam. " Ucap Ming Yue.


"Jenderal Ming telah meremehkanku. " Balas Huang Xinxin lalu berjalan masuk ke dalam penjara.

__ADS_1


Penjara disini tentu saja lebih buruk dari penjara daerah , Ming Yue ini adalah orang gila tanpa perasaan.


Dikatakan bahwa Wang Ziyi selalu menganggapnya sebagai adiknya tapi sesungguhnya Ming Yue menyimpan perasaan untuk Wang Ziyi yang tidak mampu disampaikan sampai akhir.


Itulah yang terjadi di antara kedua orang itu, benar benar hal yang mengharukan sekali sampai sampai Huang Xinxin tidak bisa mengatakan apa apa.


Bau busuk memenuhi indra penciuman nya tapi dia tidak memiliki masalah dengan kebersihan sehingga bisa bertindak dengan damai.


Huang Xinxin melihat cambuk cambuk yang ada di dinding lalu mengambil salah satunya dan mencobanya sendiri di tangannya.


"Lumayan." Gumam Huang Xinxin.


"Kalian berdua selalu bertindak tangguh , bukan ? Maka aku akan menunjukkan pada kalian, apa yang dimaksud dengan ketangguhan. " Lanjut Huang Xinxin.


Pahhh !


Suara cambukan terdengar kala cambuk itu menghantam ke kulit seseorang, itu membuat tahanan yang lain merasa ngeri.


Kepala Pelayan adalah yang pertama, Huang Xinxin tidak berhenti disana dan wajahnya bahkan tidak berubah sama sekali.


"Tolong, tolong hentikan ! Jika ingin bunuh maka bunuh saja. " Ucap Xiao Zi.


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku tidak ingin membunuhmu ? Xiao Zi , putramu masih kecil dan tidak bersalah. Apakah kamu mau dia mati karena kekeras kepalaanmu ?" Tanya Huang Xinxin.


"Jangan sentuh dia !" Teriak Xiao Zi dengan menggila.


"Tidak perduli sekeras apa kamu berjuang, kamu masih tidak bisa melepaskan diri. Jadi tunjukkan sesuatu agar aku tahu, apakah layak untuk melepasmu atau tidak. " Ucap Huang Xinxin dengan dingin.


"Aku tidak tahu apapun ! Aku hanya tahu bahwa -" Ucapan Xiao Zi terputus kala ternyata Kepala Pelayan memegang pecahan kaca yang telah di simpan olehnya sejak tadi.


Leher Xiao Zi ditembus oleh pecahan kaca iri sementara Kepala Pelayan berniat untuk bunuh diri juga, Huang Xinxin menggunakan cambuk nya untuk memukul tangan Kepala Pelayan dan pecahan kaca itu terlepas begitu saja dari tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengatakannya sampai kapanpun. " Ucap Kepala Pelayan dan menatapnya dengan penuh kebencian.


"Aku tidak berharap kamu mengatakannya karena kamu hanya umpan. " Balas Huang Xinxin dengan senyum iblisnya lalu berjalan keluar dari sana.


__ADS_2