Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
121. Penyihir Agung


__ADS_3

"Kalian berdua tidak akan bisa mengalahkanku. Satu adalah manusia dan yang lain adalah siluman rubah. " Ucap Penyihir Agung dengan sinis.


"Kalau begitu kenapa dengan itu ? Kamu hanya manusia sementara aku adalah siluman, aku tidak percaya bahwa aku tidak bisa mengalahkanmu. " Ucap Huang Xinxin tidak kalah sinis.


Penyihir Agung sendiri mencari cara untuk mengalihkan perhatian Huang Xinxin sehingga dia mendapatkan celah untuk mengalahkan Huang Xinxin.


Serangan yang diberikan oleh Huang Xinxin sangat gesit dan lincah sehingga Penyihir Agung sendiri tidak bisa menahan dengan begitu mudah.


Suara gesekan kuku dan pedang Penyihir Agung terdengar, itu seperti dua pedang yang saling bergesekan satu sama lain.


"Aku pasti akan mengalahkanmu hari ini !" Seru Huang Xinxin.


Huang Xinxin terus berusaha untuk mengalahkan Penyihir Agung tapi Penyihir Agung sendiri sangat cepat dalam menghindar, tepat ketika dia tidak sengaja menghindar, cakar yang dimiliki oleh Huang Xinxin menancap di topeng yang menutupi wajahnya.


Pertarungan kedua belah pihak dihentikan untuk sementara dan Huang Xinxin mundur beberapa langkah untuk melihat wajah asli dari Penyihir Agung ini.


Topeng Penyihir Agung terbelah menjadi dua bagian besar dan perlahan lahan jatuh, ketika satu keping jatuh, Huang Xinxin melihat wajah yang begitu muda dan begitu tampan.


Tampak seperti wajah yang tidak asing baginya, setelah kepingan lain jatuh, Huang Xinxin langsung terkejut dan mundur beberapa langkah bersama dengan Ming Yue.


Zhou Man dan Jiu Rui yang memandang dari atas benteng juga terkejut dengan pemandangan ini.


Penyihir Agung menunjukkan senyum mengerikannya dan dia menyeringai kepada mereka semua.


"Kenapa ? Apakah kalian terkejut dengan rupaku ?" Tanya Penyihir Agung terkekeh pelan.


Mereka semua menahan nafas dalam dalam, wajah yang sama sekali tidak asing bagi mereka terutama bagi bangsawan seperti mereka.

__ADS_1


Wajah yang sangat sering sekali ditemui oleh mereka terutama Huang Xinxin, itu adalah orang kedua yang dia kenal setelah Huang Lixin.


"Aku tidak menyangka bahwa itu adalah kamu. " Ucap Huang Xinxin.


"Lama tidak berjumpa, Nona Huang. Atau lebih cocok jika aku memanggilmu dengan sebutan Xia Mei ?" Tanya Penyihir Agung dengan lantang menyebutkan identitas samaran Huang Xinxin.


"Lama tidak berjumpa juga, Tuan Liu. Aku tidak menyangka bahwa selama ini aku telah mengenal Penyihir Agung dari Kerajaan Yu. " Jawab Huang Xinxin.


"Terima kasih atas pujian dari Nona Huang, Tuan muda Zhou dan Putra Mahkota Jiu, apakah kalian jadi untuk melihat pameran lukisanku minggu ini ?" Tanya Penyihir Agung yang merupakan Tuan Liu.


Ya, Tuan Liu yang memiliki Aula Shuiyun. Orang yang sangat dekat dengan mereka dan sudah sering mereka temui.


Hal ini tentu saja mengejutkan mereka. Ming Yue sendiri tidak akrab dengan Tuan Liu karena dia jarang pergi ke tempat semacam Aula Shuiyun.


Huang Xinxin ikut menyeringai sebagaimana Tuan Liu melakukannya, dia tidak akan pernah menyangka bahwa orang yang sudah dia anggap sebagai teman ternyata adalah musuh besarnya.


Bahkan pekerja di Aula Shuiyun sekalipun tidak mengetahui nama aslinya. Hal ini tentu saja sebenarnya membuat orang orang merasa bingung tapi sayangnya Huang Xinxin sendiri tidak menyadari hal ini.


"Apa yang kamu inginkan ?" Tanya Huang Xinxin.


"Karena kalian semua sudah mengetahui identitas ku maka kalian semua harus mati disini !" Seru Tuan Liu.


"Sebelum itu, tidakkah kamu berhutang penjelasan pada kami semua ? Siapa namamu yang sebenarnya ?" Tanya Huang Xinxin.


Tuan Liu berhenti sejenak dan menatap Huang Xinxin dengan tertarik seolah olah dia melihat benda baru yang sangat menarik perhatiannya.


"Apa yang membuatmu penasaran dengan nama asli ku ?" Tanya Tuan Liu.

__ADS_1


"Kamu mengatakan bahwa kami semua akan segera mati, aku tidak ingin mati dengan rasa penasaran seperti ini. " Jawab Huang Xinxin dengan acuh tak acuh.


"Baiklah, karena kalian semua orang yang akan segera mati maka aku akan mengabulkan permintaan kalian. Aku sebenarnya bukan orang Kerajaan Yu. Tapi, aku adalah orang yang membangun Kerajaan Yu. Tapi, tahukah kalian darimana aku awalnya berasal ?" Tanya Tuan Liu.


"Kekaisaran Jiu. " Jawab Huang Xinxin.


"Benar sekali tapi pada saat yang sama itu juga salah, pada saat itu, namanya bukan Kekaisaran Jiu melainkan Kekaisaran Liu. Aku dulu adalah seorang Putra Mahkota dan ada seorang Penasehat Kekaisaran yang bernama Jiu Ling. Tahukah kalian ? Itu adalah orang yang paling dipercayai oleh Ayahku. Dia akan mendengarkan apa saja yang dikatakan olehnya. Tapi, tahukah kalian apa yang dia lakukan ?" Tanya Tuan Liu.


"Dia memberontak. " Jawab Huang Xinxin.


"Benar sekali ! Pada hari ulang tahun Ayahku pada saat itu, dia mengantarkan kue yang dibuat oleh istrinya karena rasa percaya yang dimiliki Ayahku karena mereka tumbuh bersama sama selama puluhan tahun, dia memakan kue itu dan apa akibatnya ? Dia membunuh Ayahku dengan racun dan seluruh Keluarga Liu dibantai olehnya dengan kejam. Aku, seorang anak berusia 6 tahun bersembunyi dibalik tumpukan sampah selama 7 hari 7 malam. " Balas Liu.


"Aku tidak memakan apapun , aku hanya meminum air hujan sampai akhirnya aku dibawa keluar oleh seorang pelayan Istana yang setia. Dia adalah orang yang aku anggap sebagai Ibu kedua ku, dia membawaku keluar secara diam diam tapi rekan pelayannya sendiri berkhianat dan memberi tahu hal ini kepada Kaisar baru. Tentu saja kami hidup dalam pemburuan selama berhari hari dan hidup menderita sampai akhirnya, dia menggunakan hidupnya untuk melindungiku. Aku berjanji bahwa aku akan membalas dendam padanya dan aku telah membunuh Jiu Ling secara tidak langsung. Aku menghasut putranya untuk segera mengambil tahkta dan dia tidak tahan lagi sebelum akhirnya dia membunuhnya dengan tangannya sendiri. " Lanjut Liu.


Semua orang pada akhirnya mengerti dari mana awal mula kebencian Liu berasal.


"Aku adalah Liu Chang Ming, orang orang mengira bahwa aku sudah mati tapi aku masih disini untuk melihat penderitaan dari keturunannya. " Ucap Liu dengan penuh kebencian.


"Bagaimana dengan rekan pelayan itu ?" Tanya Huang Xinxin memecah keheningan.


"Rekan pelayan itu ? Aku sudah lama membalaskan nya. Dia adalah orang yang pertama aku suling untuk menjadi sumber kekuatanku. " Jawab Liu Chang Ming.


"Jadi, sekarang apakah kamu ingin menghancurkan Kekaisaran Jiu ?" Tanya Huang Xinxin.


"Tentu saja aku ingin melakukannya. " Jawab Liu Chang Ming dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu , berarti usiamu sudah akan mencapai puncaknya. Kamu sudah menunggu selama 300 tahun tapi sekarang memilih untuk mengakhiri seluruhnya ?" Tanya Huang Xinxin dengan analisis yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2