
"Ada apa Tuan Huang ? Kenapa kamu tiba tiba disini ?" Tanya Ming Yue dengan terkejut karena mendengar kedatangan tiba tiba dari Huang Lixin.
"Ming Yue, mari masuk ke dalam untuk berbincang. Kamu bisa memanggilku Paman Huang. " Ucap Huang Lixin dengan wajah pucat pasi.
Mereka berdua masuk ke dalam dan Huang Lixin mulai menceritakan seluruh hal yang dia dengarkan dari Cuizi.
Ketika mendengar ini membuat Ming Yue terkejut dengan ini, dia bahkan memiliki cerita yang lebih mengejutkan lagi.
"Aku baru bertemu dengannya tiga tahun yang lalu dan dia tidak memiliki istri maupun anak, ketika dia mendaftar kemiliteran, aku mengingat bahwa dia adalah anak sebatang kara. Maka dari itu, Ayahku merasa kasihan padanya. " Ucap Ming Yue memikirkan hal ini.
Ming Yue merasa bahwa otaknya berubah menjadi panas, dia merasa kenangan dan informasi baru ini seolah olah bertabrakan.
Dia awalnya tidak mencurigai kematian Ayah dan Ibunya, tapi pada akhirnya ternyata masih menyimpan cerita yang harus dicari.
"Beberapa hari sebelum meninggal, Ming Xiu pernah mengatakan padaku bahwa dia tidak ingin menjadi anggota Kekaisaran lagi di kehidupan masa depan dan juga tidak ingin membiarkanmu menjadi Jenderal lagi. Karena semua usaha yang dia keluarkan sia sia, awalnya aku berpikir bahwa itu hanya ucapan putus asa dan kecewa sesaat saja, tapi setelah memikirkannya lagi maka kemungkinan dia mengetahui sesuatu. " Ucap Huang Lixin.
"Hanya saja, siapa yang bisa menekan Ayah seperti itu ?"Tanya Ming Yue.
"Jika menurut sepengetahuanku, Kaisar seharusnya tidak memiliki banyak pengetahuan tentang hal ini maka hal ini harusnya berkaitan dengan Kaisar terdahulu. " Jawab Huang Lixin.
Mereka berpikir dengan keras sebelum akhirnya mengerucut menjadi satu orang yang ada di dalam pikiran mereka.
"Dari Dinasti sebelumnya, hanya ada satu orang yang bertahan, yaitu Ibu Suri. Selama ini Ibu Suri menyembunyikan diri di balik kuil sucinya dan menghabiskan waktu untuk mendoakan mendiang Kaisar, dia juga seharusnya memiliki paling banyak pengetahuan. " Ucap Ming Yue..
"Kalau begitu, maka semua ini tidak akan mudah." Balas Huang Lixin.
"Dimana Nona Huang ? Aku tidak bisa melihat dia. " Tanya Ming Yue.
Sebenarnya, walaupun pada saat ini dia sudah mendapatkan dugaan ini tapi setelah belasan tahun berlalu membuat hatinya agak keras dan dingin.
"Xinxin..... dia pada saat ini sedang dihukum berlutut di salju karena menentang Kaisar. " Jawab Huang Lixin dengan ragu ragu.
__ADS_1
Kali ini, ekspresi Ming Yue langsung berubah dan berjalan menuju luar untuk menaiki kudanya dan pergi menuju Istana.
Disisi lain, para sarjanawan pergi untuk memprotes tindakan Kaisar yang benar benar tidak adil dan tidak berperi kemanusiaan.
Mereka berkata bahwa Kaisar tidak layak untuk menjadi kaisar dengan tingkat egoisnya yang sangat tinggi.
"Jangan halangi aku ! Biarkan kami masuk dan berbincang !" Teriak salah satu sarjanawan.
"Hentikan, jika tidak maka aku tidak akan segan." Ucap salah satu prajurit itu.
Sarjanawan itu tampak terus memberontak sebelum akhirnya pedang menembus tubuhnya yang membuat semua orang berteriak.
Hal ini dengan cepat menyebar, bahkan Zhou Yan saja terkejut ketika mendengar hal ini. Bahkan para bangsawan yang sebelumnya memilih untuk diam dan tidak ikut campur sekalipun sudah tidak bisa lagi duduk dengan tenang. Mereka takut bahwa Kaisar bahkan akan berani menyingkirkan mereka dengan mudah.
Buktinya, Jenderal Ming telah diturunkan dan Bangsawan Huang telah dipermalukan, Kaisar kali ini benar benar berani.
Bahkan para bangsawan yang biasanya menunggu ikan hasil pancingan nelayan sekalipun mulai duduk dengan gelisah.
Pada saat yang sama, seorang gadis yang berlutut di tengah cuaca dingin itu dengan pakaian yang tipis, perlahan lahan mulai berubah posisi sebelum akhirnya tumbang sepenuhnya karena sudah tidak mampu menahan tubuhnya lagi. Orang orang terkejut ketika melihat dia tumbang, tapi tidak ada yang berani untuk menyambutnya.
Huang Xinxin sudah siap untuk merasakan dinginnya salju di musim dingin tapi, entah bagaimana , dia merasakan dekapan yang hangat.
Ketika dia membuka matanya setelah berlutut selama lebih dari satu jam. Yang bisa dilihatnya adalah dada bidang milik seorang pria.
Pria ini tidak perlu ditanya lagi, siapa yang begitu berani untuk menyentuh orang yang sedang dihukum oleh Kaisar kecuali Ming Yue ?
Bahkan jika dia telah diturunkan dan segel miliknya telah dikembalikan tapi semua orang tahu, bahkan tanpa segel itu, dia masih memimpin pasukan.
Segel itu hanya simbol, tapi sebenarnya siapa yang tersimpan di dalam hati orang orang sudah jelas.
Kaisar terlalu naif dan percaya diri karena berpikir bahwa dia telah mengendalikan segalanya hanya karena dia memegang segel itu.
__ADS_1
Segel itu memiliki arti jika dipegang oleh Ming Yue tapi jika tidak dipegang oleh Ming Yue maka takutnya hanya akan menjadi segel berkarat.
Jika tidak maka kenapa tidak ada orang yang berusaha mencuri segel itu dari Ming Yue ? Walaupun tidak semuanya bergerak jika Ming Yue memberikan perintah tanpa segel.
Tapi, jika Ming Yue memberikan perintah maka paling tidak akan ada lebih dari setengah pasukan yang datang untuk mengikuti Ming Yue.
"Maaf, aku datang terlambat. " Bisik Ming Yue.
Huang Xinxin melihat Ming Yue dengan tatapan sendu sebelum akhirnya dia jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Tubuhnya terasa sangat dingin dan hampir seperti tidak memiliki kehidupan sama sekali, hal ini membuat Ming Yue khawatir.
Tangan , kaki dan kepalanya terkulai dengan lemas tanpa daya, Ming Yue langsung menggendong Huang Xinxin tanpa kata kata lain dalam posisi pengantin.
Dia berjalan masuk dan memecah keheningan yang ada di aula, seluruh mata tertuju padanya terutama Kaisar.
"Yang Mulia, Ming Yue tidak patuh tetapi Ming Yue memohon kemurahan hati Yang Mulia untuk melepaskan Xinxin, dia tidak melakukan kesalahan. Jika melihat hukum Istana maka tindakannya hanya akan dihukum 10 cambukan, setelah dia berlutut di salju yang dingin selama satu jam maka seharusnya sudah membuat Yang Mulia senang. Ming Yue pamit undur diri terlebih dahulu. " Ucap Ming Yue.
Jiu Rui memandang tidak percaya ketika melihat Huang Xinxin yang pingsan di dalam dekapan Ming Yue tapi dia tidak bisa pergi ke sana.
Ming Yue langsung berbalik untuk berjalan keluar tapi Kaisar menghentikannya ketika kakinya akan melangkah keluar.
"Ming Yue, sebutkan alasanmu, kenapa kamu ingin menyelamatkannya ?" Tanya Kaisar.
Langkah Ming Yue berhenti dan dia melirik ke belakang untuk melihat wajah Kaisar dengan jelas.
"Jawabannya sederhana, karena aku telah berhutang nyawa padanya. " Jawab Ming Yue tanpa keraguan.
...----------------...
Bonus up like 4,2 k : 1 / 3
__ADS_1