Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
71. Ulang Tahun Wu Ying


__ADS_3

Huang Xinxin tidak banyak membahas tentang Ibu Suri lagi sejak kepergian Ibu Suri hanya saja dia tidak bisa berhenti memikirkannya.


Dia merasa cemas dan berkeringat dingin setiap kali memikirkannya hanya saja masih ada hal yang harus dia lakukan, yaitu pergi ke Pesta Ulang Tahun Wu Ying yang telah mengundangnya.


Pada saat yang sama, dia telah membeli sebuah Guqin (sejenis kecapi) berwarna cokelat muda dengan bahan kayu mahoni dengan harum yang lembut khas wanita, selain itu ada ukiran Phoenix di sepanjang tubuh Guqin.


Sementara yang lain adalah sebuah Sitar, yang memiliki warna cokelat tua dan merah tua yang berpadu dengan garis halus berwarna kuning yang menghiasi dengan sangat indah.


Di bagian perut Sitar memiliki ukiran Naga dari depan ke belakang yang menunjukkan lambang kekuatan dan kegagahan.


Pakaian yang indah juga telah di siapkan oleh Huang Lixin untuknya dan dia juga telah selesai menyiapkan sepatu khusus untuk Huang Shangyue sehingga mereka bisa pergi bersama.


Huang Lixin juga sudah mengetahui terkait identitas lainnya, Xia Mei. Karena inilah, semuanya berjalan dengan aman dan lancar. Huang Shangyue pergi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kecurigaan sementara dia naik kereta kuda bersama dengan Huang Lixin.


Kali ini ada papan kayu khusus yang menjadi landasan agar kursi rodanya bisa naik ke atas kereta kuda. Dia memandang jendela lalu membukanya untuk melihat dunia luar lalu menghela nafas.


"Jangan terlalu putus asa, setelah hari penobatanmu maka kamu pasti sudah sembuh. " Ucap Huang Lixin.


"Hari penobatanku masih hampir satu bulan, apakah itu berarti bahwa kakiku baru bisa bergerak setelah satu bulan ?" Tanya Huang Xinxin dengan helaan nafas.


"Belum tentu juga, semua itu tergantung pada kaki dan keinginanmu. Selama kamu ingin cepat sembuh maka waktu proses penyembuhannya tidak akan terasa lama, tapi jika kamu tidak menginginkannya maka itu akan terasa lama. " Jawab Huang Lixin.


"Akan ada banyak yang tertunda oleh cederaku ini, aku telah cerobog sebelumnya. " Balas Huang Xinxin dengan kesal.


"Hanya saja kamu tidak perlu begitu menyesal, tindakan ini tidak sepenuhnya tanpa alasan. Terlepas dari dendam lama tapi entah bagaimana aku merasa curiga pada Keluarga Yue. " Ucap Huang Lixin dengan suara rendah.

__ADS_1


"Bagaimana dengan orang yang aku minta untuk menyelidiki?" Tanya Huang Xinxin.


"Seharusnya mereka akan kembali dalam beberapa saat, tenang saja. Jangan khawatir, kamu harus terlihat baik dalam acara ini. " Jawab Huang Lixin menyemangatinya sekaligus berganti topik pembicaraan.


Huang Xinxin juga tidak melanjutkan percakapan mereka, kereta kuda ini tipis, takutnya tidak akan baik jika berbincang tentang hal hal semacam ini di kereta kuda.


Mereka diam sepanjang perjalanan dan hanya menunggu tiba di Kediaman Bangsawan Wu dalam kondisi yang damai.


Disisi lain, Huang Shangyue sudah terlebih dahulu tiba ke tempat Wu Ying dan memberikan salam ulang tahun pada gadis itu.


"Selamat ulang tahun Nona Wu, aku sangat senang karena menerima undanganmu yang terhormat. " Ucap Xia Mei.


"Mampu mengundang Nona Xia yang merupakan seorang pelukis baru yang terkenal adalah kehormatanku. Aku pasti akan memamerkan hal ini kepada orang orang. " Balas Wu Ying dengan balutan gaun putih dengan bagian bawah yang tampak indah karena hiasan mutiara.


Hal ini menunjukkan betapa kaya Keluarga Wu dan juga memiliki begitu banyak pengaruh, terlihat dari banyaknya tamu yang datang hari ini.


Tentu saja ada banyak orang yang menghormatinya terutama ketika melihat bahwa dia sudah masuk sepuluh besar peringkat Aula Shuiyun , walaupun itu tidak membuktikan kehebatan miliknya secara penuh karena orang yang masuk peringkat adalah orang yang menjual lukisannya melalui Aula Shuiyun.


Tapi, untuk secepat itu masuk ke dalam peringkat sepuluh besar masih berhasil membuat banyak orang terkesan akan kemampuannya.


Orang orang mulai menyorakinya yang membuat Huang Shangyue merasa agak gugup tapi dia telah dipercayakan oleh seseorang untuk melakukan tugas ini maka dia tidak boleh mengecewakan orang yang percaya padanya.


Huang Shangyue tersenyum di balik tudung hitamnya dan melihat sekeliling lalu menundukkan kepalanya sedikit, tidak memberikan kesan yang sombong ataupun rendah hati, hanya pada titik tengah saja.


"Nona Wu terlalu memujiku, aku hanya seorang pelukis jalanan yang bahkan tidak memiliki tempat tinggal. Aku bahkan tidak mengetahui banyak tentang tata krama bangsawan, tolong maafkan aku jika aku kurang sopan. " Ucap Huang Shangyue dengan lembut.

__ADS_1


"Nona Xia sangat sungkan sekali, begitu rendah hati ! Dengan penghasilanmu selama ini maka membeli dua atau tiga rumah tidak akan menjadi masalah. " Balas Wu Ying dengan tawa ringan.


Mereka saling menyanjung tanpa henti yang membuat Huang Shangyue menjadi muak, ketika masih muda, dia juga sering melakukan hal yang sama dengan Ayahnya.


Tapi dia berpikir bahwa orang orang yang saling menyanjung berarti orang yang sudah dekat dan sudah saling kenal tapi ternyata, di dunia bangsawan ini, semuanya hanya untuk menutupi kebusukan saja.


Ketika sedang lemah maka orang yang menyanjung itu akan datang dan mengarahkan pisau ke leher mereka. Sejak saat itu, Huang Shangyue mengetahui bahwa sanjungan hanya digunakan untuk orang yang di benci dan hanya merupakan senjata.


Karena dia tulus pada Huang Xinxin maka dia tidak akan banyak menyanjung, dia akan mengatakan buruk jika buruk dan akan memuji jika memang bagus.


"Nona Xia, apakah kamu bisa membuka tudungmu dan membiarkan semua orang melihat rupamu disini ?" Tanya Wu Ying tampak antusias.


"Aku bisa saja melakukannya, hanya saja mungkin akan menakuti banyak Tuan dan Nona disini, wajahku buruk rupa karena luka masa kecil. " Jawab Huang Shangyue.


Wu Ying yang mendengar ini terkejut dan memutuskan untuk tidak memaksa lagi ketika mendengar kata kata ini.


"Kalau begitu maka aku sudah tidak sopan dengan mengatakan hal ini, tolong maafkan aku Nona Xia. " Ucap Wu Ying.


"Nona Wu terlalu sungkan, aku sudah lama tidak mempermasalahkannya hanya saja banyak orang yang ketakutan ketika melihatku. Jadi aku memutuskan untuk menutup diri. " Balas Huang Shangyue.


"Tampaknya, Nona Wu tidak menunggu aku lagi." Ucap seseorang dari depan dan ketika semua orang tertuju pada Xia Mei, orang orang mulai beralih pada orang yang berucap ini.


Ternyata ini adalah Huang Xinxin dan Ayahnya, Huang Lixin. Tuan Besar Wu, Wu Tang langsung maju untuk menyambut Huang Lixin.


...----------------...

__ADS_1


Bonus Up like 5 k : 1 / 3


__ADS_2