Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
56. Menyiapkan Diri


__ADS_3

Huang Xinxin tampaknya tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya, hal ini tampak benar benar tidak nyata. Tapi mendengar hal ini juga bukan hal yang tidak masuk akal. Hanya saja hal ini benar benar mendadak dan tanpa pertimbangan hati hati terlebih dahulu, tentu saja membuatnya terkejut dengan pernyataan tiba tiba ini.


"Nona Huang tidak perlu terlalu terkejut dengan hal ini , aku sudah mempertimbangkannya dengan hati hati. Pada saat ini Yang Mulia juga sudah merasakan ketakutan, jika dipaksakan makan akan memakan lebih banyak korban. " Ucap Ming Yue.


"Aku mengerti Tuan Ming, jadi bagaimana langkahmu selanjutnya ?" Tanya Huang Xinxin.


"Aku akan membiarkan kalian berdua berbicara. " Jawab Huang Lixin dan berjalan keluar.


Huang Xinxin dan Ming Yue pada saat ini hanya berdua di kamar yang sepi ini, jika menyebar ke tempat lain maka takutnya akan menyebabkan rumor aneh.


"Aku ingin berterima kasih secara pribadi kepada Nona Huang, jika sebelumnya aku melakukan tindakan yang menyinggungmu atau membuatmu tidak senang aku minta maaf. Tapi, tanpa bantuan darimu maka aku dan pasukan ku sudah lama mati. " Ucap Ming Yue.


"Jangan berterima kasih padaku, aku tidak pantas untuk mendapatkannya. Kalian menggunakan darah dan jiwa kalian untuk melindungi tanah ini , aku tidak sedang berbuat baik untuk Kaisar melainkan untuk seluruh masyarakat yang ada disini. " Balas Huang Xinxin dengan suara yang jernih yang menunjukkan bahwa dia paham dengan apa yang dia katakan sendiri pada saat ini.


"Kalau begitu maka mungkin kita harus bekerja sama di masa depan, aku mendengar bahwa kamu ingin pergi ke Kekaisaran Yu ke depannya untuk menyelidiki hal ini. " Ucap Ming Yue.


"Aku tahu bahwa Tuan Ming pasti akan ikut untuk menyelidiki alasan kematian Nona Wang, bukan ? Tidak perlu menyembunyikannya, hal ini adalah hal yang normal. Justru jika Tuan Ming ingin ikut perjalanan berbahaya ini denganku tanpa alasan yang jelas justru akan membuatku merasa curiga. " Balas Huang Xinxin dengan tawa ringan.


"Jadi, kapan Nona Huang berencana untuk mulai jalan dan menuju Kerajaan Yu ?" Tanya Ming Yue.


"Aku berencana untuk pergi selama satu bulan penuh menuju Kerajaan Yu hanya saja pada saat ini acara kedewasaan Putra Mahkota sudah dekat, sayang sekali jika tidak ikut. " Jawab Huang Xinxin.


"Tapi..... kita tidak bisa menunda ini lagi. Semakin cepat kita pergi maka semakin cepat kita bisa mendapatkan penawar untukmu. " Balas Ming Yue.

__ADS_1


"Penawar ? Racun ku ?" Tanya Huang Xinxin dengan tatapan curiga, dia merasakan ada yang aneh dengan kata kata itu.


"Apakah tabib mengatakan sesuatu tentang racun ku ?" Tanya Huang Xinxin dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.


Ming Yue tampak salah tingkah dan ingin berbohong tapi Huang Xinxin tidak membiarkannya untuk berbohong dibawah tekanan yang diberikan.


"Tabib mengatakan bahwa usiamu hanya tersisa 6 bulan untuk hidup dengan obat obatan yang telah diracik. " Jawab Ming Yue dengan tidak enak hati.


Tanpa disangka sangka, Huang Xinxin tampak sangat tenang dan tidak terkejut sama sekali bahkan tersenyum dengan begitu lebar.


"6 bulan ? Apakah kamu bercanda ?" Tanya Huang Xinxin sambil terkekeh.


"Aku tidak berbohong, aku mendengar dari Tuan Huang seperti itu. Nona Huang, kamu harus bersabar untuk hal ini. " Jawab Ming Yue dengan canggung.


Tampaknya Ming Yue berpikir bahwa Huang Xinxin tidak mampu menerima sisa umurnya yang terdengar pendek tapi sebenarnya Huang Xinxin kebalikannya.


Ming Yue yang mendengar ini tidak percaya dengan telinganya sendiri dan juga tidak menyangka bahwa Huang Xinxin tampak begitu santai bahkan ketika mendengar umurnya sisa enam bulan ?


Pada akhirnya Ming Yue kembali ke kediamannya untuk menunggu situasi ini kembali reda.


Jika sudah menjadi tenang maka semuanya akan lebih mudah untuk berlari dari tempat ini. Jika tidak maka mereka pasti akan menjadi pusat perhatian orang orang karena pada saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian maka apa saja yang mereka lakukan akan menjadi perhatian orang lain.


Huang Xinxin sendiri menyadari bahwa dia harus segera mencari uang, tapi pada saat yang sama dia juga tidak bisa melukis banyak hal.

__ADS_1


Huang Xinxin menggambarkan benteng peperangan yang penuh dengan darah, di puncak benteng itu ada seorang gadis yang berdiri di atasnya dengan busur dan anak panah.


Gadis itu tampak membidik lautan orang di bawahnya itu dengan penuh perhatian dan fokus. Huang Xinxin baru saja akan menyelesaikan lukisannya sebelum akhirnya ada yang mengatakan bahwa Jiu Rui telah datang.


Huang Xinxin berjalan keluar untuk menyambut Jiu Rui, pada saat ini dia masih tidak bisa menyinggung Jiu Rui secara langsung bahkan masih harus bertindak dengan hati-hati di depan Jiu Rui.


Huang Xinxin pertama tama merapihkan pakaiannya terlebih dahulu sebelum akhirnya berjalan keluar dengan pakaiannya yang sudah rapih dan penampilannya.


"Maaf membuat Putra Mahkota menunggu terlalu lama. " Ucap Huang Xinxin dengan sopan dan tampak jauh dengan Jiu Rui.


"Xinxin, aku datang kemari untuk meminta maaf padamu. " Ucap Jiu Rui.


"Atas dasar apa aku layak untuk permintaan maaf dari Putra Mahkota yang terhormat ? Putra Mahkota aku hanyalah seorang putri pedagang yang tiada nilainya, sebelumnya aku telah menyinggung Yang Mulia. Takutnya jika Yang Mulia mengetahui bahwa Putra Mahkota datang kemari akan memberikan masalah. " Balas Huang Xinxin dengan formal.


Hal ini tentu saja memancing Jiu Rui untuk menjadi lebih agresif dan mengejar ngejarnya. Ini memang salah satu tekniknya untuk memaksa Kaisar.


Kaisar telah mencoba untuk menganggunya maka dia akan menggunakan kesempatan ini untuk menghancurkannya, Kaisar telah mengorbankan nyawa ribuan orang itu hanya untuk menuntaskan rasa irinya.


Maka Huang Xinxin akan mewakili kemarahan ribuan orang itu untuk membalas dendam kepada Kaisar.


Kaisar juga berani untuk menghina dan mempermalukan Ayahnya maka hal ini juga harus mendapatkan balasannya tersendiri.


Maafkan dia karena berhati dingin dan menggunakan hubungannya dengan Jiu Rui yang menganggapnya dengan tulus.

__ADS_1


"Xinxin...... aku tidak tahu bahwa Ayah pada saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk, aku akan mencoba berbincang dengannya. " Ucap Jiu Rui dengan rasa bersalah.


"Jangan sampai memberikan masalah kepada Putra Mahkota, keluarga kami benar benar tidak layak untuk semua itu. Selama ini keluarga kami tidak memiliki banyak kontribusi, hanya saja ketika kami ingin menjadi berguna bagi Kekaisaran ternyata hanya membuat Yang Mulia tidak senang. Maaf jika kami tidak terdidik dan tidak mampu untuk menyenangkan hati Yang Mulia. " Tolak Huang Xinxin dengan tegas.


__ADS_2