
Xia Xinxin turun dan masuk ke dalam rumahnya dalam kondisi yang menyedihkan, rumah sudah sangat gelap dan Xia Xinxin berjalan masuk dengan hening sehingga tidak menganggu istirahat orang lain. Dia melihat bahwa di bagian depan sudah ada mobil miliknya yang terparkir dengan rapi yang menunjukkan bahwa Wang Zhang sudah mengembalikan mobilnya.
Dia sebenarnya agak menyesal karena meminta Wang Zhang mengembalikan mobilnya karena dia berpikir bahwa hanya akan ada dia dan Ming Yue maka hal ini tidak menjadi masalah tapi sebenarnya dia tidak bisa berpaling dari masa lalu dan melupakan bahwa pada saat ini Ming Yue dan dia hanyalah orang asing yang saling terlibat karena suatu kesalah pahaman.
Jika melihat awal pertemuan mereka di kehidupan lalu juga dikarenakan kemiripannya dengan Wang Ziqi. Hanya saja pada saat itu Wang Ziqi tidak ada dan membuat Xia Xinxin mampu mengisi kekosongan di dalam hati Ming Yue tapi sekarang sudah berubah.
Xia Xinxin mengisi bak mandinya dengan air hangat dan mulai berendam, dia memikirkan segala hal yang telah membingungkan nya selama ini.
Dia merasa kebingungan akan banyak hal tapi pada saat yang sama dia berpikir, mungkinkah memang lebih baik jika dia tidak tahu akan hal ini ?
Dia menyadari bahwa sebenarnya alasan kenapa Wang Ziqi dan dirinya bisa mirip adalah karena mereka berasal dari akar yang sama.
Dan Wei Yang dan Dan Wei Hui berasal dari akar yang sama dan wajah mereka memiliki banyak kemiripan dan sama sama merupakan kecantikan yang melegenda.
Sementara Wang Ziqi mirip dengan neneknya, Dan Wei Yang dari bentuk mata, alis dan bibirnya sementara Huang Xinxin atau Xia Xinxin mirip seperti Dan Wei Hui.
Keduanya adalah kecantikan yang luar biasa hanya saja mereka ditakdirkan untuk mencintai pria yang sama. Pada saat ini Wang Ziqi sudah tidak sama lagi dan tinggal di keluarga yang bahagia dengan begini maka dia tidak akan menemukan permasalahan seperti di kehidupan masa lalu lagi.
Maka Xia Xinxin tidak akan memiliki celah untuk mendapatkan Ming Yue darinya. Xia Xinxin tersenyum miris dan memejamkan matanya, pada saat yang sama dia memikirkan kata kata Jiu Rui pada saat di mobil tadi dan tiba tiba merasa bersalah.
Dia tidak bisa membalas perasaan Jiu Rui terutama karena Jiu Rui sendiri masih mengingatnya yang berada di masa lalu.
Xia Xinxin tidak bisa mencintai Jiu Rui, sejak awal dia dan Jiu Rui tidak ditakdirkan bersama. Xia Xinxin menghela nafasnya dan merasa bahwa pemikirannya menjadi rumit hanya karena hal ini.
__ADS_1
"Jiu Rui, maafkan aku. Tampaknya baik di kehidupan sebelumnya maupun kehidupan ini, kita hanya bisa menjadi sahabat. Di dalam hatiku, kamu adalah sahabat terbaikku yang bisa selalu membantuku dan menemaniku. Kamu adalah sahabat yang paling setia sama seperti Zhou Man. " Ucap Xia Xinxin dengan lembut.
Zhou Man juga bernasib sama, sampai akhir hayatnya tidak menikah karena dia menunggu Xia Xinxin sementara Xia Xinxin menunggu Ming Yue.
Selama lebih dari 30 tahun Zhou Man menemani Xia Xinxin dengan setia tapi tidak mampu untuk mendapatkan hati Xia Xinxin yang sepenuhnya dimiliki oleh Ming Yue.
Xia Xinxin juga merasa bersalah untuk Zhou Man tapi bagaimanapun ini adalah cinta yang tidak bisa dipaksakan.
Menikah bukanlah hal yang sulit, mereka berdua bisa saja menikah baik antara Xia Xinxin dengan Zhou Man ataupun dengan Jiu Rui.
Tapi, jika tidak ada perasaan dua arah yang ada di antara mereka maka hal ini akan menjadi sia sia dan salah satu di antara mereka hanya akan menjadi sakit hati lalu menjadi korban dari paksaan ini.
Xia Xinxin menyadari bahwa dia masih belum selesai dengan urusan cinta masa lalunya dan belum siap untuk memulai hubungan baru dengan orang lain.
Xia Xinxin tertawa ringan dan menikmati berendam di dalam bak mandi miliknya.
"Xinxin, kamu benar benar sangat egois. Ada pria baik yang setia menemanimu dalam dua kehidupan ada satu pria yang berani untuk membunuh keluarganya sendiri dan bunuh diri untukmu dan juga ada satu pria yang menunggu dan menemani selama tiga puluh tahun dengan setia tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun sampai akhir hayatnya tapi pada akhirnya aku masih tidak bisa memilih salah satu dari kalian. " Gumam Xia Xinxin tertawa miris.
Jika melihat dari sisi lain maka dia tampak seperti seorang penjahat yang mempermainkan perasaan orang lain sementara dia sendiri tidak bisa melupakan seseorang yang memeluknya dengan erat di tengah ledakan untuk melindungi dirinya dengan tubuh pria itu.
Xia Xinxin tidak akan bisa melupakan itu bahkan dalam tidurnya sekalipun. Pada saat ini dia tiba tiba mendengar bahwa ponselnya berdering.
Xia Xinxin mengambil dengan tangan yang kering lalu melihat nama pemanggil nya dan menemukan bahwa ini adalah orang yang tidak dia kenal. Untuk apa menelpon malam malam padanya ?
__ADS_1
Xia Xinxin dengan ragu menekan tombol hijau sebelum akhirnya dia tidak bisa mendengarkan suara siapa siapa.
"Halo ? Apakah kamu menelpon orang yang salah ? Aku akan mematikan sambungan telepon. " Ucap Xia Xinxin.
"Tunggu.... " Balas suara di seberang sana.
Xia Xinxin langsung terhenyak dan tidak bisa berkata kata lagi ketika mendengar suara ini, bagaimana mungkin dia bisa melupakan pria ini.
Pria yang menemaninya selama tiga puluh tahun dengan setia dan pria yang baru saja dia pikirkan ini sekarang menelponnya.
"Lama tidak berjumpa, Xinxin. "Lanjut suara itu.
"Kamu mengetahui ini dari siapa ?" Tanya Xia Xinxin dengan ragu.
"Dari Jiu Rui, sekarang dia dalam kondisi yang kacau dan minum minuman keras padahal sebelumnya tidak begitu aku hanya bisa menduga bahwa dia bertemu dengan seseorang yang berhasil mengguncang dirinya. Lama tidak berjumpa, Xinxin. " Jawab suara itu , itu adalah suara milik Zhou Man.
"Ya, lama sekali tidak berjumpa. Setelah masa masa kesepian itu , kamu melakukan tugasmu dengan baik. " Balas Xia Xinxin dengan agak bergetar.
"Aku tidak memiliki impian tapi sejak aku bertemu denganmu aku menyadari bahwa apa yang kamu ingin lindungi adalah hal yang ingin aku lindungi juga. " Ucap Zhou Man.
Untuk sejenak mereka berdua hening dan tidak bisa berkata kata. Sebelumnya mereka dipisahkan oleh kematian yang menyedihkan dan sekarang mereka bertemu lagi.
"Sebagaimana yang dikatakan oleh Jiu Rui padamu, aku juga akan mengatakan hal yang sama bahwa aku masih menunggumu baik dalam kehidupan sebelumnya maupun dalam kehidupan ini. " Ucap Zhou Man.
__ADS_1