Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
42. "Aku bukan dia"


__ADS_3

Huang Xinxin hampir saja terjatuh ketika berada di bagian luar penjara dan Ming Yue dengan sigap menahan tubuhnya agar dia tidak jatuh.


"Terima kasih banyak , Jenderal Ming. Aku bisa memapah diriku sendiri. " Ucap Huang Xinxin menolak dengan tegas.


"Jangan menolak, pada saat ini kamu terluka parah. Kamu sudah berhasil menakuti Xing Yunlai, dia pasti akan berada di bawah tekanan beberapa waktu belakangan ini. " Ucap Ming Yue.


"Jenderal Ming, aku tahu bahwa kita memiliki beberapa hubungan baik sebelumnya tapi kita tidak dekat. Mohon menjaga formalitas di antara kita. " Ucap Huang Xinxin.


Alasan kenapa dia bertindak dengan sangat tegas, lebih tegas dibandingkan ketika dia bertemu dengan Jiu Rui yang akan membunuhnya adalah karena satu hal yang sangat sederhana, yaitu Ming Yue masih belum bisa melepaskan masa lalunya.


Huang Xinxin tidak ingin bergantung pada orang yang memandang dirinya sebagai orang lain, Huang Xinxin benci bertindak sebagai duplikasi atau pelampiasan orang lain.


Menurutnya, lebih baik tidak sama sekali dibandingkan berhubungan dengan orang semacam ini.


Ini bukan berarti Ming Yue buruk, tentu saja tidak hanya saja itu adalah tipe orang yang tidak bisa ditanggung olehnya.


Huang Xinxin lebih senang menggaris batasan yang jelas antara dia dan Ming Yue terutama ketika Ming Yue melihatnya sangat mirip dengan Wang Ziqi.


"Putri Huanxi benar, aku telah tidak sopan. Aku seharusnya memanggilmu dengan gelarmu. " Ucap Ming Yue.


"Terima kasih karena telah mengalah padaku. " Ucap Huang Xinxin dan menaiki tangga untuk naik ke atas.


Di bagian atas, sudah ada Huang Lixin yang menunggunya.


"Apakah sudah mendapatkan penawarnya ?" Tanya Huang Lixin.


"Tidak perlu penawar, racun itu sudah musnah dari tubuhku. Ayah, pada saat ini situasi Istana sedang kacau, ada baiknya untuk kembali terlebih dahulu. " Jawab Huang Xinxin.


Huang Lixin memegang lengan putrinya agar dia tidak jatuh, pada saat ini serangan dari racun membuat tubuhnya melemah dan membuatnya hampir tidak tahan dengan terpaan angin.


"Xinxin merepotkan Ayah untuk membantu. " Gumam Huang Xinxin.

__ADS_1


"Putriku, kamu sudah tumbuh dewasa. Kamu bahkan sudah tahu bagaimana cara melindungi orang lain, jika Ibumu bisa melihat ini maka dia pasti akan sangat bangga padamu. " Balas Huang Lixin hampir tidak bisa menahan air mata.


"Ayah pada saat ini pasti sedang terguncang, ayo kita kembali. "Ucap Huang Xinxin menenangkan Ayahnya.


Dia bukan anak berusia 16 tahun lagi, dia adalah anak berusia 20an tahun, dia sudah dewasa dan tahu bagaimana cara menghibur orang lain.


Kekhawatiran yang dimiliki Huang Lixin sebenarnya agak sia sia karena tidak semudah itu bagi Huang Xinxin untuk terguncang.


"Aku akan mengantar kalian berdua karena pada saat ini sedang tidak aman maka akan lebih baik jika aku yang mengantar kalian. " Ucap Ming Yue.


"Terima kasih banyak, Jenderal Ming. " Ucap Huang Lixin.


Mereka berjalan ke kereta kuda dan Huang Xinxin pergi untuk naik terlebih dahulu sebelum akhirnya Huang Lixin ikut naik.


Setelah itu Ming Yue dan Yue Zhang pun mengawal dari belakang. Huang Xinxin menghabiskan banyak waktunya untuk berpikir.


Siapa orang yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan Pangeran dari Suku Barbar ? Dia pasti adalah orang dengan kemampuan yang sangat tinggi dan memiliki status yang terhormat.


Untungnya penjaga Istana dengan cepat masuk jika tidak maka takutnya hanya mengandalkan dirinya sendiri untuk mengalahkan tiga hewan buas maka dia tidak akan selamat.


Tidak menyangka bahwa Racun Sembilan Neraka mampu mengalahkan racun lainnya, ini tidak bisa dikatakan sebagai murni kerugian baginya.


Sesampainya di kediaman Huang, sudah ada pelayan yang menyambut mereka berdua. Huang Xinxin meminta pelayan untuk mengantar Ayahnya terlebih dahulu sementara dia akan berbincang dengan Ming Yue.


"Udara pada saat ini dingin, kamu harus mengenakan mantel. " Ucap Ming Yue.


"Tidak perlu, terima kasih banyak atas perhatian yang diberikan oleh Jenderal Ming. Xinxin pasti akan memikirkan cara untuk membalasnya. " Ucap Huang Xinxin sambil menundukkan kepalanya dan menjauh.


Melihat jarak yang digambar oleh Huang Xinxin dengan jelas membuat Ming Yue merasa canggung.


Ming Yue berdeham dan menatap mata Huang Xinxin , bagaimana tubuh seseorang yang sama persis tapi tidak memancarkan aura yang sama ?

__ADS_1


Tubuh Huang Xinxin dilihat dari mana saja sangat mirip dengan Wang Ziqi tapi sifatnya sangat berbeda jauh.


Wang Ziqi adalah seorang gadis yang lemah lembut bahkan tidak tega melukai hewan tapi Huang Xinxin berbeda dan Ming Yue sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Jenderal Ming, aku mengetahui hubunganmu dengan Nona Wang tapi kamu salah, aku tidak rapuh sepertinya. " Ucap Huang Xinxin.


"Aku tahu, tapi aku hanya mencoba untuk bersikap baik. " Balas Ming Yue.


"Yang membuatmu ingin bersikap baik bukanlah karena aku melainkan karena wajahku. Jenderal Ming, izinkan aku mengatakan beberapa hal, aku dan Nona Wang adalah orang yang berbeda dan aku benci disamakan dengan orang lain, jadi tolong berhentilah melakukan itu. Mohon maaf jika aku terkesan tidak sopan tapi aku berpikir bahwa Jenderal Ming harus menyadari bahwa Nona Wang telah pergi dan ini adalah aku, Huang Xinxin. " Ucap Huang Xinxin dengan suara yang jernih bahkan jika tubuhnya lemah.


"Karena aku, bukanlah dia. " Lanjut Huang Xinxin dengan tegas karena dia tidak ingin hal ini menjadi kesalah pahaman di masa depan.


Ming Yue tampaknya agak terpukul tapi Huang Xinxin tidak perduli karena dia yakin bahwa hal ini adalah hal yang baik bagi masa depan mereka.


Dia menolak untuk menjadi bayangan bagi orang lain, terutama ketika Wang Ziqi adalah tipe kecantikan yang tertinggal di dalam ingatan orang orang.


Huang Xinxin sendiri menyadari bahwa dia tidak memiliki tata krama dan kesopanan yang dimiliki oleh wanita wanita disini jadi dia memilih untuk menegaskan hal ini.


Huang Xinxin berjalan masuk dan meninggalkan dua orang pria itu berdiri di depan.


"Dia sangat mirip dengan Nona Wang. " Gumam Yue Zhang yang masih tidak percaya dengan penampilan Huang Xinxin.


"Jangan sembarangan bicara, dia sudah mengatakan bahwa dia tidak suka dengan hal ini. " Balas Ming Yue.


Pada akhirnya keduanya masih terjebak di masa lalu.


"Di masa depan jangan menyebutkan hal ini lagi, karena dia tidak ingin berhubungan maka aku akan menjaga jarak yang dia inginkan. " Lanjut Ming Yue sebelum akhirnya menaiki kudanya.


Ming Yue langsung melaju kembali ke kediamannya sementara Yue Zhang sendiri tertinggal di depan kediaman Bangsawan Huang.


"Hei ! Tunggu aku !" Teriak Yue Zhang.

__ADS_1


__ADS_2