
"Pokoknya, kamu hitung saja semua biayanya dan aku ingin dia mendapatkan yang terbaik. Masalah uang sejak lama tidak pernah menjadi masalahku. Aku bisa menyelesaikannya. " Ucap Xia Xinxin.
"Sudah, jangan di ulangi terus menerus. Aku bosan mendengarnya. Bahkan anak anak juga tahu bahwa kamu bisa menyelesaikannya. Siapa yang tidak mengenal pelukis Xia ? Kamu tinggal membuat sebuah lukisan dan semua biaya ini akan tertutupi. " Ucap Wu Ling dengan agak sarkasme.
"Kenapa aku merasa bahwa kamu keberatan dengan pujian ini ?" Tanya Xia Xinxin bercanda.
"Keberatan ? Tentu saja tidak, tenang saja aku adalah orang dengan hati yang luas. Kamu kirimkan dulu padaku data data yang dia miliki. " Jawab Wu Ling.
"Bukankah kamu sudah memilikinya ? Jangan sampai ketahuan olehnya dulu, aku ingin menjadikan ini sebagai hadiah. "Keluh Xia Xinxin.
"Haduhhh, bukankah kamu merasa bahwa dirimu ini terlalu banyak permintaan ?" Tanya Wu Ling.
"Karena itulah aku langsung menghubungimu, jika itu orang lain maka aku akan merasa sungkan tapi berhubung ini adalah dirimu maka aku tidak akan sungkan lagi. " Jawab Xia Xinxin tertawa.
"Jadi jika orang lain kamu sungkan dan jika denganku kamu tidak sungkan ? Kamu benar benar hebat Nona Xia, lihat bagaimana aku akan memberimu pelajaran ketika kita bertemu !!" Teriak Wu Ling dengan marah yang membuat Xia Xinxin tertawa terbahak bahak.
"Sudahlah, pokoknya kamu sebutkan saja harganya. Aku akan mengirimkannya secara langsung hari ini. " Balas Xia Xinxin dengan santai.
"Kenapa kamu ingin membantunya ?" Tanya Wu Ling penasaran.
"Entahlah, ketika melihatnya hatiku tiba tiba tergerak. Anggap saja bahwa itu adalah rezekinya, dia tampak pekerja keras. Ditambah lagi dia masih muda. " Jawab Xia Xinxin.
"Aku agak heran ketika melihatmu berbuat baik seperti ini, bagaimanapun kamu terdengar mencurigakan. "Balas Wu Ling.
"Kamu saja yang tidak tahu bahwa aku sering berbuat baik, apakah kamu iri ?" Tanya Xia Xinxin.
"Iri ? Padamu ? Kamu benar benar sedang bermimpi ! Kehidupanku yang nyaman ini, apa yang harus membuatku merasa iri padamu ? Oh ya, aku akan menikah sebentar lagi mungkin dalam waktu tiga bulan. Jadi kapan kamu dan Hua Yin akan memiliki kekasih ?" Tanya Wu Ling.
"Kamu juga mengatakan hal yang sama tiga tahun lalu. " Jawab Xia Xinxin.
"Sialan ! Hari itu aku benar benar batal menikah tiga tahun lalu, jangan sampai kali ini seperti ini lagi. " Balas Wu Ling dengan kesal.
"Pokoknya kamu beritahukan aku ketika kamu sudah pasti menikah saja. Jika tidak maka jangan beritahu aku, jika tidak maka aku sudah membeli gaun ternyata kamu tidak jadi maka itu akan menjadi kesialan ku. " Keluh Xia Xinxin.
"Kamu ini benar benar kaku dan tidak fleksibel, pantas saja tidak ada yang menyukaimu. Jika aku menjadi pria maka aku akan mengajak orang lain berkencan paling tidak yang bisa diajak bercanda. " Ucap Wu Ling.
"Itukan menurutmu tapi nyatanya ada banyak orang yang mengantre untuk menjadi kekasihku, aku banyak uang, cantik, dan berbakat. Siapa yang tidak suka dengan diriku ini ?" Tanya Xia Xinxin.
"Ada satu kekuranganmu, yaitu kamu sudah tua sekarang. Usiamu sudah lebih dari dua puluh lima tahun, sekarang orang orang se usiamu paling tidak sudah tiga kali berkencan. " Jawab Wu Ling.
__ADS_1
Xia Xinxin menolak untuk menerima kekalahan ini sehingga memutuskan untuk berdebat dengan Wu Ling hanya untuk mempertahankan harga dirinya yang sangat tinggi ini.
"Bukankah itu semua hanya berdasarkan standar mu yang rendah sehingga semua pria kamu ajak menjadi kekasih ? Buktinya Hua Yin baru saja memiliki satu mantan kekasih dan aku tidak ada sama sekali. " Ucap Xia Xinxin membantah.
"Itu adalah kalian berdua yang memiliki standar tidak nyata ! Kalian harus melihat ke bawah dan melihat kenyataan !" Seru Wu Ling.
"Untuk apa melihat ke bawah dan melihat kenyataan ketika ada pria sesuai di depan mata ?" Tanya Xia Xinxin dengan santai.
"Kamu sudah memiliki seseorang yang kamu sukai ?" Tanya Wu Ling dengan heboh.
"Apakah kamu mengetahui Keluarga Jiu yang berfokus pada pertambangan dan Keluarga Zhou yang memiliki bisnis perhotelan terbesar ?" Tanya Xia Xinxin.
"Tentu saja aku mengetahui mereka. Aku juga pernah bertemu dengan mereka beberapa kali, mereka adalah sepupu, bukan ?" Tanya Wu Ling semangat.
"Ya mereka adalah sepupu dan sekarang mereka berdua mengejarku, apakah kamu puas ?! Mereka berdua memintaku untuk memilih salah satu dari mereka. " Jawab Xia Xinxin dengan puas.
"Jadi ?! Kamu akan memilih yang mana ? Aku mendengar bahwa Tuan Muda Jiu memiliki kepribadian yang halus dan baik hati sementara Tuan Muda Zhou lebih nakal tapi memiliki ketampanan yang luar biasa. " Balas Wu Ling.
"Tapi aku tidak pernah mendengar bahwa kamu dekat dengannya, apakah kamu sedang membohongiku ?" Tanya Wu Ling dengan curiga.
"Terserah kamu akan percaya padaku atau tidak, hanya saja satu hal yang harus kamu ketahui. Aku tidak akan memilih mereka berdua. " Jawab Xia Xinxin dengan jujur.
"Ya..... ada seseorang yang lebih baik dari mereka berdua. " Jawab Xia Xinxin dengan ragu.
Bagaimanapun Ming Yue akan segera menjadi suami orang lain sementara disini hanya dia sendirian yang terjebak dengan ingatan masa lalunya, mungkin bukan dia sendirian melainkan juga ada Jiu Rui dan Zhou Man.
Dia memahami satu hal yang penting, di antara Zhou Man dan Jiu Rui pasti akan ada satu yang mampu membantunya untuk melupakan Ming Yue, hanya saja yang membuatnya berat adalah di antara kedua itu, siapa yang harus dia pilih ?
Keduanya adalah sepupu, jika Xia Xinxin menjadikan salah satu dari mereka menjadi kekasih maka itu akan terjadi pertengkaran selain itu jika mereka putus maka mereka tidak akan bisa menjadi sahabat lagi.
Xia Xinxin mempertimbangkan banyak aspek dalam hal ini terutama karena keduanya berkorban banyak untuk dirinya sementara dirinya hanya bisa memilih salah satu.
Xia Xinxin juga tidak yakin bahwa dirinya bisa melepaskan masa lalu jika dia tidak bisa maka yang terluka adalah mereka berdua juga yang dia pilih.
Selain itu, Zhou Man menemaninya di masa masa sulitnya selama tiga puluh tahun menghiburnya. Zhou Man menceraikan semua selirnya dan tidak menikah sampai akhir hayatnya.
Itu tentu saja bukan hal yang mudah dilakukan, selama tiga puluh tahun rasa mungkin berubah tapi Zhou Man masih berdiri disana dengan tenang menunggunya. Sementara Jiu Rui lebih sulit lagi, dia membantunya untuk menangani Dan Wei Yang dan dia membunuh dirinya sendiri untuk menebus kesalahan yang sama sekali tidak ada campur tangannya.
Lalu , di antara kedua orang ini, siapa yang harus dia pilih ? Keduanya sama sama berkorban, bukankah lebih baik jika tidak dengan keduanya ?
__ADS_1
Xia Xinxin merasa bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan percakapan ini jadi langsung mematikan sambungan telepon dengan Wu Ling. Xia Xinxin duduk dan bersandar di tiang tangga sembari memejamkan matanya.
Tiba tiba dia melihat bahwa Ibunya mengirimkan pesan padanya dan hal ini membuat Xia Xinxin bingung.
'Xinxin, Ibu akan mengajakmu mengikuti perjamuan makan malam bersama dengan teman teman Ibu. ' Tulis Ibunya.
'Aku ada pesanan dari luar negeri, tidak bisa keluar. ' Tulisnya.
'Kamu bisa menunda semua itu, ini adalah hal yang penting. ' Tulis Ibunya.
Xia Xinxin menghela nafas melihat ini dan merasa bahwa dirinya tidak mungkin membantah ibunya lagi jika sudah begini maka dia tidak memiliki pilihan lain selain menerima saja apa yang dikatakan oleh Ibunya.
Xia Xinxin makan sembari menjahit kain sutra dengan benang yang sangat halus dan lembut. Dengan begitu maka itu tidak tampak seperti dijahit , bisa saja menggunakan lem hanya saja tidak tampak bagus. Setelah itu dia mulai menaruh kain bordir dan melihat bahwa sekarang sudah larut, sudah pukul 7.
Sementara dia akan pergi dalam setengah jam lagi, dia menghentikan kegiatannya dan mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun putih sutra yang tampak polos tapi agak terbuka di bagian dada.
Ditambah dengan kalung mutiara dan dia menggunakan high heels putih tulang, hal ini membuatnya tampak anggun.
Dia bahkan bisa pergi hanya dalam lima menit persiapan, dia hanya perlu menggunakan riasan sederhana yang bisa digunakan dalam waktu kurang dari lima menit.
Dia melepas ikatan rambutnya yang membuat rambutnya tampak bergelombang, Xia Xinxin berkaca dan melihat bahwa dia sudah tampak sempurna hanya dengan penampilan ini.
Xia Xinxin tidak bisa tidak kagum dengan dirinya sendiri. Xia Xinxin membawa sebuah sling bag perak yang hanya bisa memuat dompet dan ponselnya.
Lalu dia berjalan keluar dan melihat Ibunya yang belum keluar sampai sekarang yang menandakan bahwa Ibunya bahkan belum selesai berias.
Lima menit lainnya, Ibunya keluar dengan pakaian yang berkebalikan dengannya. Ketika dia menggunakan serba putih,Ibunya menggunakan serba hitam.
"Kamu menggunakan riasan uang begitu tipis, apakah kamu sudah tidak memiliki uang lagi untuk membeli riasan ?" Tanya Ibunya dengan heran.
"Jelas jelas seperti ini sangat bagus , Ibu tidak tahu dengan selera anak muda. " Jawab Xia Xinxin.
"Sudah sudah, atur saja sesukamu. Baik riasan tebal atau tipis, semuanya bagus untukmu. Karena kamu adalah putri ibu maka kamu adalah gadis paling cantik, hari ini Ibu akan mengajakmu untuk menemui pria seusiamu yang lajang dan tentunya tampan. Ibu akan membiarkanmu sendiri yang memilih mereka. " Balas Ibunya.
Xia Xinxin hanya memutar matanya, karena dia sudah berias maka dia harus ikut dan dia duduk di mobilnya dengan santai.
Xia Xinxin dan Ibunya diam di sepanjang perjalanan karena mereka berdua bingung harus membahas apa.
"Kenapa sejak kamu kembali dari Festival itu kamu sudah tidak mimpi buruk lagi ?" Tanya Ibunya.
__ADS_1
"Bukankah itu adalah hal yang baik ? Apa salahnya untuk seperti itu ? Mungkin juga karena aku merasakan kebebasan ketika aku keluar dari rumah dan rumah sakit sehingga emosi terpendam ku belakangan ini menjadi lebih dapat di lampiaskan. "Jawab Xia Xinxin.