
Xian Liwei memandang orang yang ada di depannya dengan tatapan terkejut, tampak tidak menyangka dengan kedatangan orang di depannya. Itu sama sekali wajah yang tidak asing bahkan setelah sepuluh tahun berlalu.
"Adik Jinmei..... kamu masih hidup ?" Tanya Xian Liwei dengan antusias dan langsung berjalan mendekati orang di depannya.
Itu adalah Xian Jinmei, adik kedua dari Xian Liwei yang seharusnya sudah meninggal sepuluh tahun lalu tapi ternyata kembali muncul kemari entah bagaimana.
Xian Liwei tampak masih tidak percaya dengan apa yang telah di lihatnya kali ini, dia memandang Xian Jinmei dengan tatapan terkejut.
Xian Liwei berjalan mendekati Xian Jinmei dan memegang kedua bahu adiknya dan masih tampak sangat terkejut.
"Aku pikir..... aku sudah sendirian, tapi tidak menyangka bahwa kamu akan kemari. Langit benar benar baik hati padaku. " Ucap Xian Liwei dengan terharu.
"Kakak benar, langit benar benar baik hati padamu tapi tidak dengan keluarga kita. Semuanya mati, baik tua dan muda, semuanya mati hanya karena kesalahan yang tidak mereka lakukan. Bahkan putra dari kepala pelayan yang baru bisa berdiri sekalipun tidak dilepaskan oleh Kaisar. " Balas Xian Jinmei setelah diam sejak tadi.
"Aku bersumpah atas namaku, Xian Liwei. Aku pasti akan membalaskan dendam ini. " Ucap Xian Liwei dengan penuh kemarahan. Setiap kali memikirkan kejahatan yang diberikan oleh Kaisar padanya, masih membuatnya akan menjadi sangat marah.
"Tapi kakak, pada saat ini sekalipun, Kaisar masih duduk di atas tahktanya dengan nyaman sementara kita bersembunyi di lumpur dan berusaha untuk melindungi diri, atas dasar apa dia bisa menikmati hidup yang sangat nyaman ?"Tanya Xian Jinmei dengan ekspresi yang datar.
Bahkan ketika mengatakan sesuatu yang sangat emosional sekalipun dia mengatakannya dengan hati yang sangat dingin.
Tampak begitu dingin dan keras, seolah olah itu bukan orang yang sama lagi dengan orang yang ada di dalam ingatannya.
Adiknya yang manis dan lembut, yang selalu berkata jujur, entah bagaimana telah berubah sangat banyak.
Xian Liwei tidak bisa menyalahkan hal tersebut, sementara dia sendiri sebagai kakak justru tidak bisa melakukan apapun bahkan menyebabkan kekacauan.
__ADS_1
"Kalau begitu, apakah kamu memiliki rencana ?" Tanya Xian Liwei.
"Aku memiliki banyak rencana setelah sepuluh tahun berlalu, aku hanya perlu menunggu waktu." Jawab Xian Jinmei dengan tenang.
"Jinmei..... sebenarnya apa yang akan kamu lakukan ?"Tanya Xian Liwei dengan penasaran dan tampak agak cemas.
Entah bagaimana, dia merasakan kecemasan mendalam oleh tindakan pendiam yang di lakukan oleh adiknya ini, walaupun mereka berbeda ibu, tapi mereka tumbuh bersama dan memiliki hubungan yang baik.
Ibu dari Xian Jinmei adalah selir yang pendiam tapi memiliki hati yang baik, hampir semua orang menyukainya tapi hanya saja dia tidak banyak bereaksi dengan orang lain, berbeda dengan Xian Jinmei yang sangat aktif dalam bersosialisasi sehingga dengan mudah langsung menyatu bersama dengan Xian Liwei yang hanya lika tahun lebih tua.
Di kediaman mereka yang luas, hanya mereka berdua Nona muda dari Kediaman Xian sementara yang lainnya adalah Tuan Muda dari Keluarga Xian.
Semula, Xian Jinmei adalah orang yang akan di nikahkan dengan Kaisar tapi dia tidak menyukainya berbeda dengan Xian Liwei yang mencintai Kaisar sehingga mereka ditukarkan.
Kaisar bersedia untuk menukar Xian Jinmei dengan Xian Liwei asalkan Keluarga Xian bersedia untuk memberikan pusaka aneh milik Kerajaan Yu dan dari sanalah pemusnahan Klan Xian dilakukan.
Tapi, siapa sangka bahwa Kerajaan Yu menyadari bahwa pusaka mereka telah ditukar, tidak ada yang berani mengaku dan hal ini terjadi selama 6 bulan.
Sampai akhirnya Kerajaan Yu mengancam bahwa akan menghancurkan perbatasan Kekaisaran Jiu jika tidak ingin memberikan pusaka mereka.
Kaisar yang pada saat itu masih muda dan tidak berpengalaman serta baru saja menaiki tahkta, tidak berani untuk mengambil resiko seperti ini sehingga dia memutuskan untuk menyerahkan Keluarga Xian.
Xian Jinmei yang melihat ini tersenyum ringan dan berjalan mendekati Xian Liwei.
"Apa yang ingin aku lakukan ? Tentu saja membalas dendam dan membayarkan semua hutang ini, hanya saja aku juga ingin melepaskan rindu padamu. Kamu dan aku, kakak beradik yang telah dipisahkan selama sepuluh tahun. Bagaimana mungkin aku tidak rindu ?" Tanya Xian Jinmei.
__ADS_1
Xian Jinmei memeluk Xian Liwei dengan erat dan Xian Liwei membalas pelukan dari adiknya tersebut.
"Sayang sekali, bahkan orang yang aku cintaipun tidak mampu menampungku. Hari itu, aku sekarat dengan luka di leherku, aku merangkak menuju kediaman Adipati Wang dan mengatakan bahwa aku ingin bertemu dengan Wang Ling. Tapi, Wang Ling mengatakan bahwa dia takut mati sehingga ingin melaporkanku, dengan begitu maka dia akan mendapatkan kepercayaan Kaisar. " Ucap Xian Jinmei sambil menggelengkan kepalanya.
"Tepat ketika orang orang akan dipanggil, seorang wanita tiba dan membunuh seluruh Keluarga Wang di depanku dan dia mengulurkan tangannya padaku. Dia mengatakan, 'apakah kamu ingin balas dendam ?' Aku menjawab, Ya, aku ingin membalas dendam. Dia membawaku menuju ke hutan siluman dan selama aku bersedia untuk menyerahkan pusaka itu maka aku akan menjadi siluman dan menerima kekuatan siluman. " Ucap Xian Jinmei dengan tawa bangga.
"Jadi.... kamu pada saat ini adalah siluman ?" Tanya Xian Liwei dengan takut.
"Ya, apa yang kamu harapkan kakak ? Siapa lagi yang bisa menolongku kalau begitu ? Bahkan kamu saja tidak bisa menolongku. " Jawab Xian Jinmei dan memeluk semakin erat.
Krasss
Sebuah belati menancap di jantung Xian Liwei dari belakang dan darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Kenapa kamu melakukan ini ?" Tanya Xian Liwei dengan mata yang berkaca kaca.
"Aku melakukan ini karena untuk membalas dendam, kakak. Secara tidak langsung, sejak awal yang menyebabkan bencana ini adalah kamu. Seandainya kamu tidak jatuh cinta pada orang yang salah maka keluarga Xian kita tidak akan lebih rendah dari anjing. "Jawab Xian Jinmei dengan tatapan sedih.
"Jinmei, kalau begitu maka aku akan menunggumu. " Ucap Xian Liwei dengan senyum miris.
"Baik, aku pasti akan datang menyusulmu kakak." Balas Xian Jinmei.
"Maafkan aku..... "Gumam Xian Liwei sebelum akhirnya jatuh ke tanah dengan mata yang terpejam, di sudut matanya, mengalir air mata yang penuh dengan kesedihan.
Ternyata, sejak awal memang dia yang membunuh keluarganya sendiri dan dia menyalahkan orang lain dalam hal ini, seandainya dia tidak bertemu Kaisar dan tidak jatuh cinta, maka dia tidak akan seperti ini dan Keluarga nya masih akan baik baik saja.
__ADS_1
Cinta memang seperti bilah bermata dua, bisa melindungi dan bisa menyakiti.