Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
182. Berbicara Langsung


__ADS_3

Mereka menyelesaikan makanan mereka dengan tenang dan damai tanpa ada pembicaraan di antara mereka , karena mereka semua di didik dengan cara yang terhormat dan memiliki haya hidup bangsawan maka mereka memahami tata krama di meja ini sehingga tidak ada satupun yang berbicara di meja makan sampai seluruh makanan orang orang habis dan makanan utama di singkirkan.


Piring piring dibawa ke belakang oleh pelayan dan diganti dengan makanan penutup, milik Xia Xinxin adalah pudding stroberi yang manis dan tampak sangat menggiurkan. Dia juga mendapatkan fla susu yang sangat enak. Dia memakan dengan semangat, dia selalu menyukai makanan yang manis dan menyegarkan seperti ini.


Bahkan jika dia sudah kenyang maka selalu akan ada tempat bagi makanan manis yang sangat di sukainya. Setelah semuanya selesai dan meja dibersihkan, semua orang masih diam sebelum akhirnya Nyonya Meng membuka suaranya.


"Sudah saatnya bagi kami para orang tua untuk berkumpul , kalian anak anak muda pergilah turun dan melihat pemandangan malam hari di taman sangat indah sekali. " Ucap Nyonya Meng.


"Baik." Balas Xia Xinxin dan adalah yang pertama berdiri dari sana untuk pergi keluar sembari membawa tas bahunya.


Tidak lama di ikuti oleh tiga orang lainnya sementara yang paling muda, duduk di lobi dan memainkan ponsel yang berisi semua game kesayangannya sehingga dia bahkan melupakan dunia nyata , itu adalah keponakan yang dia lihat sejak dia lahir.


Hanya saja dia sekarang sudah menjadi sangat dewasa, Xia Xinxin sebenarnya tidak ingin terlihat interaksi apa apa dengan dua orang lainnya hanya saja dia sendiri tidak bisa menghindari mereka selamanya dan sebagai seseorang yang memiliki jiwa pemberani maka dia harus maju dan menghadapi ketakutan yang dia miliki.


Jika selamanya dia berada di dalam ketakutan maka dia tidak akan pernah bisa maju, pada saat itu maka dia akan selamanya terkekang di dalam masa lalu ini sebagaimana dia merindukan Ming Yue tapi akal sehatnya mengatakan bahwa dia seharusnya tidak mendekati Ming Yue karena Ming Yue sekarang berstatus tunangan orang lain.


Hal ini adalah hal yang di pahami bahkan oleh anak anak, bagaimana mungkin dia ketika dewasa sekalipun tidak bisa memahami hal ini ? Maka semua pembelajaran yang dia dapatkan dalam kehidupan sebelumnya akan menjadi sia sia.


Xia Xinxin menatap ke arah Xu Man dan Meng Rui yang juga sedang menatapnya.


"Ada yang harus aku bicarakan dengan kalian. " Ucap Xia Xinxin dan mereka berjalan keluar dari taman.


"Xinxin, kamu tahu bahwa aku akan menunggumu baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan lalu. " Ucap Xu Man buka suara.


"Baik, kalau begitu. Tapi bagaimana jika aku tidak bisa melupakan Ming Yue ? Apakah kamu masih akan menungguku ?" Tanya Xia Xinxin dengan tenang.


"Aku akan membuatmu melupakan dia selamanya dan tidak akan menoleh kembali ke belakang. " Jawab Xu Man.


"Aku harap seperti itu, tapi bagaimana jika gagal ? Bukankah hanya akan melukai kita berdua ? Meng Rui, ini juga sama dengan sebelumnya. Mari jalani kehidupan yang baru dan aku berharap bahwa aku tidak akan ingat apapun dengan kehidupan lalu, dengan begitu maka kehidupanku akan menjadi tenang dan damai. " Ucap Xia Xinxin dengan tegas.


Meng Rui dan Xu Man sama sama menatapnya, kedua orang ini mencintainya dan berkorban untuknya, jika harus memilih salah satu maka siapa yang harus dia pilih ?


Xia Xinxin menolak untuk menghapus hubungan baik mereka hanya karena untuk asmara, lebih baik baginya untuk menjadi sendirian selama hidupnya dengan begitu maka mereka akan terus berada di posisi yang ambigu ini tanpa saling melukai.

__ADS_1


Tapi, Xia Xinxin juga tidak ingin memberikan harapan kepada mereka jika tidak maka mereka akan tersiksa karena menunggu sesuatu yang tidak memiliki kepastiannya.


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku tidak bisa melupakan mu bahwa aku selalu memimpikan mu setiap malam ?" Tanya Meng Rui.


"Apakah aku tidak sama ? Aku mencintai seseorang yang aku mimpikan setiap malam tapi sekarang dia akan segera menikah dengan gadis lain, apakah menurutmu aku baik baik saja ? Tentu saja tidak tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Mari lupakan masa lalu bersama. " Jawab Xia Xinxin.


"Apakah kamu bisa sekali saja memberikan kesempatan untukku ?" Tanya Xu Man.


Tentu saja siapapun yang mendengar suara Xu Man tentu saja menyadari bahwa dalam suara Xu Man terdapat kesedihan yang mendalam seolah olah dia kehilangan sesuatu yang sangat dia sayangi dan dia cintai, Xia Xinxin tidak bisa memaksanya untuk tidak merasa sedih akan hal ini hanya saja dia juga tidak bisa berbuat apa apa.


Orang orang ini memiliki hubungan yang baik dengannya dan menurut Xia Xinxin, dia berharap bahwa hubungan baik ini tidak hanya akan berhenti untuk beberapa tahun saja melainkan untuk berpuluh puluh tahun ke depan. Xia Xinxin berharap bahwa dirinya akan bisa menjadi sahabat bagi dua pria ini.


Dia akan selalu ada bagi mereka bahkan dalam kondisi apapun, dia menginginkan sahabat seperti itu di tambah lagi mereka tidak cocok untuk menjadi kekasih dengan tindakan mereka yang tidak sesuai.


Memang tidak perlu sesuai untuk bisa bersama tapi itu tidak sama dengan Xia Xinxin karena menurutnya, harus ada kesamaan terlebih dahulu baru bisa bersama jika tidak maka semuanya akan sia sia.


"Xu Man, aku akan sangat berterima kasih kepadamu karena telah menemaniku dalam kesepian selama lebih dari tiga puluh tahun. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu hanya saja dalam hal ini, kamu harus tahu bahwa aku tidak bisa memilihmu. Ke depannya, mari menjadi sahabat saja ya ? Kita akan ada untuk saling membantu di kemudian hari dan juga carilah seorang gadis yang lebih baik dan lebih cantik padaku. Dunia ini luas sehingga kamu pasti akan bisa menemukannya. " Ucap Xia Xinxin dengan senyum lembut.


Xu Man menatapnya dengan tatapan yang rumit tapi tidak langsung meledak dalam kemarahan atau tidak terima, justru dia tertawa ringan dan menundukkan kepalanya.


Xu Man mampu melepaskan ambisi ini maka itu adalah yang paling baik, Xia Xinxin juga merasa lega akan hal ini karena sampai kapanpun tidak akan bisa dia membalas perasaan yang di berikan oleh Xu Man padanya.


Karena di dalam hatinya, dia hanya menganggap Xu Man sebagai rekannya dan sahabatnya baik dalam kehidupan lalu maupun kehidupan sekarang.


"Xu Man, kita akan menjadi sahabat yang baik. Mari lepaskan ambisi satu sama lain, kamu sudah kelelahan menunggu selama ini. Sudah saatnya untuk berdiri dan melihat ke sekitar dan menghirup udara segar jangan sampai mencekik diri sendiri di dalam penjara yang kamu buat sendiri. " Ucap Xia Xinxin.


"Aku paham dengan hal ini, kamu tidak perlu menjelaskannya padaku tapi aku sendiri menyadari bahwa aku tidak akan mendapatkan mu baik di kehidupan lalu maupun kehidupan saat ini karena aku adalah orang yang pengecut maka aku berpikir bahwa jika aku berdiri di sisimu tanpa pesaing lain maka kamu akan menoleh untuk melihat padaku tapi nyatanya aku salah dengan pemikiran ini tapi berkat dirimu maka aku menjadi berguna dan berhasil membanggakan Keluarga Zhou menjadi sebuah Keluarga yang Agung dan di puja oleh banyak orang. " Ucap Xu Man.


"Kamu tidak pengecut, hanya saja kita tidak di takdirkan untuk bersama. Aku senang dengan perubahanmu dan itu akan terbawa sampai sekarang ini, aku akan selalu ada untukmu karena kita adalah sahabat. " Ucap Xia Xinxin tersenyum dan melangkah ke depan untuk memeluk Xu Man dengan erat.


Dia bisa merasakan bahwa Xu Man enggan untuk melepaskannya tapi menyadari jika di paksakan maka mereka juga tidak akan berakhir baik karena semua hal yang dipaksakan akan berakhir buruk.


Hal ini adalah hal yang ditanamkan oleh Xu Man pada dirinya sendiri dan karena itulah dia tidak berharap lagi pada Xia Xinxin dan berusaha untuk menata kehidupannya sendiri dan Xia Xinxin sendiri mendukung tindakan Xu Man.

__ADS_1


Seperti kata katanya sebelumnya dia akan mendukung seluruh tindakan Xu Man bahkan jika berarti dia harus membantu Xu Man untuk mencari seorang gadis yang lebih baik dari dirinya.


"Xu Man, sekali lagi aku ucapkan terima kasih padamu atas tiga puluh tahun itu atau bahkan aku tidak akan bisa menjadi ratu dalam sejarah yang dipuja banyak orang. " Ucap Xia Xinxin.


"Semua itu karena usahamu dan tekad yang kamu miliki sendiri, kenapa mengatakan hal ini kepadaku ? Kamu justru harus berterima kasih kepada dirimu sendiri ? Jika bisa menjadi seorang Menteri kepercayaan dari seorang ratu yang luar biasa sepertimu maka itu adalah keberuntungan besar bagiku yang akan bisa membuat orang lain iri pada kemampuan ku ini. " Ucap Xu Man.


Xia Xinxin tertawa ringan dan menganggukkan kepalanya dengan mata yang berkaca kaca, ketika mengingat saat saat itu maka sulit baginya untuk tidak merasakan kesedihan yang mendalam. Dia tahu betapa sulitnya pada saat itu dan dia hampir bunuh diri di depan altar peringatan Keluarga Huang.


Tapi Zhou Man selalu datang padanya dan memberikan semangat padanya atau bahkan merawatnya dengan baik dan mendengarkan kata kata yang kurang pantas yang keluar dari mulutnya.


Pada saat itu dia bahkan tidak bisa mengendalikan bibirnya dengan baik, sehingga dia mengatakan sesuatu yang menyakitkan tapi Zhou Man dengan sabar menasehati nya dan mengatakan bahwa ada banyak orang yang menunggu dirinya dan dunia sedang kacau, membutuhkan dirinya untuk memerintah.


Xia Xinxin masih ingat sekali suasana hatinya yang kacau pada saat itu tapi melupakan bahwa Zhou Man juga sama rapuhnya dengan dia, dia kehilangan Ayahnya pada peperangan tapi masih berusaha untuk menguatkan dirinya.


"Maafkan aku pada hari itu.... ini selalu menjadi penyesalan di dalam hatiku karena tidak sempat untuk mengatakan hal ini kepadamu secara langsung. " Ucap Xia Xinxin.


"Tenang saja, siapa yang tidak pernah lepas kendali ? Aku percaya pada dirimu, kamu mencintai dirinya maka dia harus memiliki sesuatu kemampuan yang hebat. Karena seseorang yang kamu pilih untuk menjadi penerusmu saja adalah orang yang sangat hebat. " Puji Xu Man.


Xia Xinxin menundukkan kepalanya dan mendengarkan kata kata ini sebelum akhirnya terfokus pada orang yang kedua, yaitu Meng Rui. Orang yang satu ini lebih sulit untuk di tangani di bandingkan dengan Xu Man karena memiliki pemikiran yang lebih keras kepala di bandingkan Xu Man jadi sulit untuk mengubah pemikiran yang ada di kepalanya.


"Meng Rui, aku juga akan mengatakan hal yang sama. Aku tidak akan lupa akan penebusan yang kamu lakukan untuk membayar seluruh hutang yang ada di antara kita tapi pada saat yang sama aku tidak bisa membayarkan hutan perasaan ini padamu. Sejak aku membatalkan pertunangan kita hari itu maka pada saat itu benang jodoh di antara kita ikut terputus dan kita hanya bisa menjadi sahabat yang saling membantu alih alih menjadi sepasang kekasih. " Ucap Xia Xinxin.


Meng Rui tidak langsung menjawab dan menundukkan kepalanya lalu mengepalkan tangannya erat erat dan Xia Xinxin menyadari hal ini, dia juga tahu bahwa Meng Rui pasti memberikan reaksi yang ber balikan dengan Xu Man tadi. Dia pasti akan meledak dalam kemarahan karena hal ini.


"Kenapa kamu enggan untuk menerimaku padahal aku sudah bertemu denganmu lebih dulu ! Kenapa aku tidak bisa bersama denganmu ? Apakah karena kamu masih marah ketika dulu aku menolakmu ? Aku minta maaf, apakah kamu bisa memaafkan ku ?" Tanya Meng Rui dengan putus asa.


"Tidak sesederhana itu, semuanya tidak semudah itu. Meng Rui, mari temukan jalan hidup masing masing. " Jawab Xia Xinxin dengan lembut.


"Aku tidak mau ! Dalam kehidupan ini aku hanya bisa mencintaimu, apakah kamu tidak memahami hal ini ?! Kenapa kamu tidak ingin memahami perasaan ku ?!" Teriak Meng Rui.


"Aku tidak ingin memahami perasaanmu ? Tapi apakah kamu sudah mencoba untuk memahami perasaanku ? Cinta adalah hal yang tidak bisa dipaksakan. Kamu terus menerus memaksa untuk aku mencintaimu tapi apakah kamu pernah berpikir bahwa aku sulit untuk menerima rasa cinta ini ? Pernahkah kamu berpikir bahwa rasa cinta yang kamu berikan padaku ini akan membebani ku ? Pernah kah kamu sekali saja berpikir seperti ini ?" Tanya Xia Xinxin tidak tahan untuk sabar lagi.


Mereka semua tersulut oleh emosi dan sama sama tidak bisa mengendalikan kata kata mereka sehingga saling menyakiti satu sama lain.

__ADS_1


"Aku tidak pernah bisa memahami kenapa kamu selalu mencintai dia dan memilih dia sementara aku melakukan banyak hal untukmu, apakah pengorbanan yang aku lakukan tidak sebanding dengan yang dia lakukan ? Apakah semua hal yang aku lakukan adalah hal kecil di matamu dan aku tidak berharga ? Apakah aku tidak layak untuk dicintai olehmu ?!" Tanya Meng Rui dengan putus asa sekaligus marah.


Xia Xinxin juga putus asa ketika mengingat kembali tentang pengorbanan satu sama lain, mereka sama sama berkorban maka dari itu Xia Xinxin harus mengambil langkah tegas dibandingkan dia menahan penderitaan ini terus menerus.


__ADS_2