Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
79. Tahanan Istana


__ADS_3

Pada saat ini, dia hanya seorang tahanan Istana yang bahkan tidak bisa melawan sama sekali. Pakaiannya diganti dengan pakaian putih polos dimana Kuas Giok Abadinya sekalipun telah di ambil dari sisinya, ini tentu saja memancing kemarahannya. Hanya saja apa yang bisa dia lakukan untuk hal ini ? Huang Xinxin menahan semuanya di dalam hati dan yakin bahwa suatu hari nanti dia pasti akan membalas dendam.


Baik apakah Kaisar terhubung dengan garis pembunuhan ini atau tidak, dia pasti akan tetap membunuh Kaisar dengan caranya sendiri. Huang Xinxin dirantai di bagian tangan dan kaki serta leher. Seluruh tubuhnya memerah karena gatal dan juga luka.


Dia berada di sel paling dalam yang gelap dan lembab, untuk pertama kalinya dia merasa takut dalam kehidupan ini. Sebelumnya, dia tidak pernah ada pengalaman duduk di tempat gelap seperti ini.


Bersama dengan orang orang yang tidak bisa di kendalikan olehnya, terutama ketika yang duduk di sampingnya ini adalah seorang wanita yang tampak setengah gila. Hal ini membuatnya merasa takut dan tidak berdaya.


Huang Xinxin benci ketika dia berada di posisi tidak berdaya, dimana dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan hanya bisa tunduk pada situasi yang berjalan. Hal ini benar benar tidak sesuai dengan kebiasaannya yang biasa.


Ketika dia berada disana untuk beberapa jam, dia melihat bahwa penjaga penjara mengantarkan makanan untuknya. Itu merupakan bubur yang hambar dan tampaknya mencurigakan. Entah bagaimana Huang Xinxin merasa bahwa di dalamnya ada racun.


Sementara disisi lain, Huang Lixin segera menghubungi seluruh rekan lamanya untuk membantunya dalam hal ini. Para pedagang sendiri telah mulai membantu Huang Lixin dan seluruh penjualan mulai di hentikan, hal ini membuat semua orang kesulitan.


Pada saat yang sama, Huang Lixin pergi pada Kediaman Ming untuk bertemu dengan Ming Yue yang sudah menjadi sahabat baik putrinya, dia ingin melihat apakah Ming Yue memiliki cara untuk menyelamatkan putrinya.


Ming Yue sendiri sedang merencanakan hal ini sepanjang hari dan kebetulan sekali bahwa Huang Lixin telah tiba disini.


"Untuk 24 jam pertama maka baik baik saja bagi dia sendirian tapi untuk selanjutnya maka akan sulit, terutama ketika dia mengidap Racun Sembilan Neraka. Pada saat ini pembunuh masih belum di ketahui. " Ucap Ming Yue.


"Apakah kamu tidak takut bahwa dia benar benar pembunuh yang sesungguhnya ? Apakah kamu benar benar percaya dengan apa yang di lakukannya ?" Tanya Huang Lixin.


"Ya, aku percaya padanya karena tidak ada orang jahat yang mempertaruhkan nyawanya untuk orang lain. Bahkan jika dia memang melakukan itu maka aku akan berdiri bersama dengannya, dia telah menguraikan banyak benang kusut di dalam hatiku, mulai dari kasus yang menimpa Wang Ziqi, kehidupan para prajurit ku sampai petunjuk tentang kematian dua orang tuaku. Aku bersedia untuk membayarnya dengan kesetiaan." Ucap Ming Yue dengan serius.

__ADS_1


"Bagus sekali, memiliki orang yang begitu mempercayai dia membuatku bangga. Dia semalam benar benar tidak melakukan apa apa karena semalam dia mendengar bahwa Jiu Rui sakit sehingga dia menemaninya, jadi ketika kembali dia membersihkan diri dan melukis bersama dengan adik angkatnya, Huang Shangyue. " Balas Huang Lixin.


"Adik angkat ?" Tanya Ming Yue dengan tatapan aneh.


"Ya, pada saat itu dia menyelamatkan anak dan inilah anak yang dia angkat menjadi adiknya. " Jawab Huang Lixin.


Sementara disisi lain, Huang Shangyue sendiri pergi ke sebuah tempat dengan perintah Huang Lixin. Sebelum pergi, Huang Xinxin memberikan sebuah petunjuk pada Huang Lixin.


Ketika akan pergi, Huang Xinxin memegang tangan Huang Lixin dan melukis sesuatu di tangannya, itu adalah tanda Zhou.


Jadi Huang Lixin mengira bahwa ada hubungan khusus antara putrinya dengan kediaman Zhou sehingga dia mengirim Huang Shangyue untuk memutuskan hal ini.


"Siapa yang kamu cari, gadis kecil ?" Tanya Zhou Man dengan tatapan aneh.


Zhou Man tidak seperti biasanya, biasanya Zhou Man akan langsung tertawa mesum ketika melihat seorang gadis tapi pada saat ini bahkan tidak tersenyum sedikit saja dan sibuk pada Huang Shangyue.


"Aku ingin mencari Tuan Zhou, Nona mengatakan bahwa aku harus mencari Tuan Zhou dan mengatakan padanya bahwa dia harus melakukan apa yang telah dikatakan sebelumnya. " Ucap Huang Shangyue dengan ringan.


"Apakah kamu bermarga Huang ?" Tanya Zhou Man.


"Hm." Jawab Huang Shangyue.


"Baik, aku akan memberi tahu hal ini pada Ayah, apakah kamu akan duduk disini atau langsung kembali ?" Tanya Zhou Man dengan canggung dan hati hati karena takut menyinggung perasaan pihak lain.

__ADS_1


"Tidak, aku akan segera kembali. Aku berharap bahwa kalian bisa bergerak secepat mungkin, Nona ku mungkin tidak bertahan. Jika Nona ku tidak bertahan maka itu juga sama seperti kalian. " Jawab Huang Shangyue dengan datar lalu berjalan pergi dari sana untuk kembali.


Tiba tiba ketika keluar, wajah tegang Huang Shangyue menghilang. Sebenarnya dia hanya berpura pura tentang apa yang disuruh oleh Huang Xinxin.


Huang Xinxin tidak meninggalkan perintah apapun untuk dikatakan dengan Zhou Yan tapi pada saat yang sama dia ingin Huang Shangyue mengatakan hal ini pada Zhou Yan.


Tampaknya Huang Xinxin sekaligus ingin melihat kesetiaan Zhou Yan dengan ini, jika Zhou Yan mengkhianatinya maka tidak akan terlambat untuk menghancurkannya.


Sementara ketika Zhou Yan mendapatkan informasi ini, tiba tiba dia merasa bingung. Apakah Huang Xinxin ada meninggalkan suatu rencana padanya ?


Apakah dia yang telah melupakan kata kata Huang Xinxin ? Zhou Yan sendiri bingung dengan hal ini dan tiba tiba berpikir keras untuk memikirkan kata kata Huang Xinxin sebelumnya.


"Apakah dia meninggalkan pesan lain ?" Tanya Zhou Yan.


"Tidak , dia tidak mengatakan hal lain lagi. Hanya saja dia mengatakannya dengan sangat yakin tadi. Apakah Ayah benar benar tidak melupakan sesuatu yang telah di katakan olehnya ?" Tanya Zhou Man dengan cemas.


"Biarkan Ayah berpikir sejenak lagi. " Jawab Zhou Yan ikut cemas dan memikirkan dengan hati hati tapi masih tidak mampu memikirkan apa yang telah ditinggalkan oleh Huang Xinxin padanya.


"Mungkin dia ingin kita mencari bukti untuk membebaskannya , tapi kau merasa dengan perangaiannya maka dia seharusnya tidak akan begitu ceroboh jika dia memang orang yang membunuh. " Ucap Zhou Man.


"Sejak kapan kamu menjadi semakin pintar ? Sebenarnya, di dunia ini semua orang tahu bahwa dia bukan orang yang membunuh tapi apakah ada orang lain yang bisa di jadikan kambing hitam ?" Tanya Zhou Yan.


"Kalau begitu.... apa yang akan Ayah lakukan ?" Tanya Zhou Man.

__ADS_1


"Kita hanya bisa membantunya mengumpulkan bukti, jika membuatnya tidak senang maka takutnya tidak akan berdampak baik. Dengan dukingan Ming Yue maka seharusnya dia tidak akan berad ada penjara lebih dari seminggu. " Jawab Zhou Yan.


"Bagaimana jika kita mengirimkan tabib untuk memeriksa kondisi Jiu Rui ? Jika Jiu Rui sembuh maka ini akan bisa memberikan kesaksian bahwa Huang Xinxin tidak bersalah. Dengan begitu maka Huang Xinxin tidak akan di salahkan lagi oleh Kaisar dan tidak ada cara bagi Kaisar untuk menuduhnya. " Balas Zhou Man dengan idenya.


__ADS_2