Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
116. Perang Perbatasan Selatan


__ADS_3

"Bagaimana cara kamu membujuk mereka agar mundur ?" Tanya Ming Yue dengan penasaran pada Huang Xinxin.


"Aku memiliki caraku sendiri tapi pada akhirnya, itu semua karena para siluman itu sendiri datang kemari bukan karena niat mereka yang buruk melainkan karena ada seseorang yang sengaja menggunakan nama Ratu Siluman agar mereka datang kemari dan membuat keributan. " Jelas Huang Xinxin.


Dia sendiri tidak memiliki pandangan yang buruk pada para siluman, terutama karena ada Xu Liang yang membantunya berulang kali.


Tanpa bantuan Xu Liang maka dia tidak akan pernah bisa membawa Yue Zhang dan Huang Lixin untuk kembali ke Ibukota, jika tidak ada bantuan Xu Liang, maka dia mungkin tidak berhasil untuk meyakinkan Guru Wei untuk menarik pasukannya.


Hal ini benar benar bisa dikatakan dibantu oleh Xu Liang, tanpa Xu Liang maka semuanya akan kacau. Karena itulah, Huang Xinxin secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Xu Liang.


Awalnya, ketika dia baru saja sadar, dia merasa bahwa Xu Liang menyebalkan karena selalu mengikutinya kemanapun dan dia takut bahwa identitasnya yang bukan merupakan Wei Qian Ming akan ketahuan.


Tapi, siapa yang menyangka bahwa Xu Liang sangat baik padanya bahkan jika dia tahu kalau dia bukan Wei Qian Ming, ini membuatnya merasa agak bersalah karena telah memandang Xu Liang dengan buruk di masa lalu.


Semua orang memandangnya dengan bingung, orang orang di atas tidak bisa mendengar percakapannya dengan para siluman itu hanya tahu bahwa dia sedang berlutut di hadapan para siluman.


"Pada saat ini, musuh sedang menunggu. " Ucap Huang Xinxin.


Penyihir Agung berjalan maju dan mengayunkan tangannya, sekelompok pasukan maju ke depan dan mulai bahu membahu untuk menjadi jembatan.


"Ini adalah hasil dari kerja kerasku. " Ucap Penyihir Agung dengan tawa kecil.


Hal ini membuat perhatian Huang Xinxin tertuju padanya dan melihat Penyihir Agung itu. Dia merasa bahwa tatapan Penyihir Agung itu agak familiar, dimana dia mungkin pernah bertemu dengan pemilik tatapan itu.


Anak panah mulai dilepaskan tapi para prajurit itu tampak seperti terbuat dari besi, anak panah yang menuju tubuh mereka langsung patah. Bahkan pedang juga tidak bisa menembus tubuh mereka, hal ini membuat semua orang merasa waspada dengan para prajurit ini.


"Mereka tidak bisa dikalahkan dengan senjata biasa, hanya bisa dengan jimat. " Ucap Ming Yue menganalisis.


"Benar sekali, kita hanya perlu melihat apakah prajurit besi ku yang lebih banyak atau jimat kalian yang lebih banyak !" Teriak Penyihir Agung dengan bangga.


Huang Xinxin menatap musuh yang mulai menumpuk di depan gerbang mereka dengan tenang, dia tidak boleh panik dalam hal ini.


Di cerita aslinya, hampir tidak ada cerita semacam ini. Tunggu sebentar ! Di cerita aslinya..... dalam peperangan singkat melawan Kerajaannya Yu seratus tahun lalu, dikatakan bahwa memang ada hal semacam ini yang terjadi.

__ADS_1


Hanya saja seratus tahun yang lalu berada dalam jumlah yang kecil, para prajurit ini memiliki tubuh sekuat besi dan bisa melawan banyak sekali senjata, baik terbuat dari kayu,besi ,tembaga atau benda lainnya. Maka dari itu mereka mendapatkan julukan Prajurit Besi.


Dikatakan bahwa mereka memiliki kecerdasan layaknya manusia biasa dan memiliki fisik yang lebih kuat dari manusia barbar.Kelemahan mereka hanya takut akan dua hal, yaitu jimat dan yang terakhir adalah air !


Tidak sia sia dia membaca cerita berulang kali dan dia akhirnya mengingat dengan sangat baik, hanya saja perbatasan Selatan sendiri sangat terbatas dengan air.


Huang Xinxin menarik salah satu kantong kulit sapi yang berisi arak dan menuangkannya di atas para prajurit itu.


Para prajurit itu berjatuhan satu persatu karena hal ini. Ming Yue memandangnya dengan terkejut untuk kesekian kalinya.


"Mereka tidak takut pada apapun kecuali jimat dan air. Bahkan jika tidak ada jimat, kita juga bisa menggunakan air. " Ucap Huang Xinxin.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui hal ini ?" Tanya Ming Yue.


"Ceritanya panjang, kita harus mengurus hal ini dulu. " Jawab Huang Xinxin.


"Kamu awasi para prajurit ini dan aku akan melawan Penyihir Agung. " Ucap Ming Yue.


Alasan kenapa orang ini bisa disebut Penyihir Agung karena, orang ini sudah hidup selama ratusan tahun dan mendapatkan kekuatan melalui menyerap manusia.


Dikatakan, Kerajaan Yu dipenuhi dengan sihir sihir yang berbahaya semacam ini. Maka dari itu, tidak ada yang berani untuk masuk kedalam Kerajaan Yu secara langsung.


Hanya saja kekuatan Kerajaan Yu terpecah belah dan mereka hanya mengikuti satu orang, yaitu Penyihir Agung. Di dalam Kerajaan Yu, hanya ada satu Penyihir Agung.


Karena Penyihir Agung sudah secara pribadi turun tangan maka ini bisa dianggap sebagai peperangan kekuatan penuh.


Biasanya, peperangan Kerajaan Yu dipimpin oleh Penyihir Suci, yang merupakan dibawah Penyihir Agung.


Huang Xinxin memandang dengan waspada, dia tidak bisa menemukan kedua Penyihir Suci yang biasanya selalu mengikuti Penyihir Agung. Dimana mereka saat ini ? Apakah mungkin ini hanya pengalihan ?!


Ming Yue juga menyadari hal ini, Penyihir Agung adalah seorang pria dengan kemampuan berpedang yang sangat baik.


Berbeda dengan warna pakaian prajurit dan keretanya yang berwarna hitam, pakaian Penyihir Agung berwarna biru langit dengan garis garis biru laut di bagian dekat kaki , tampak sangat mencolok sekali.

__ADS_1


"Dimana kedua Penyihir Suci, apakah mereka sudah mati ?" Tanya Ming Yue.


"Kenapa kamu mencari mereka ?" Tanya Penyihir Agung.


Ming Yue menghindari serangan Penyihir Agung, gerakan Penyihir Agung sangat ringan. Pedangnya mengayun dari atas ke bawah dengan kecepatan kilat.


Ming Yue menahannya dengan pedang dan mundur ke belakang beberapa langkah. Ming Yue menerjang ke depan dengan pedang yang agak turun ke bawah.


Tubuhnya agak membungkuk ke depan sementara pedang Penyihir Agung melewati kepalanya sementara pedangnya melewati tangan Penyihir Agung dan berhasil untuk menggores pakaiannya.


Pedang Penyihir Agung tampak spesial dengan gagang hitam yang berbentuk tubuh Naga dan bagian bilah pedangnya merupakan tampak seperti sulur sulur anggur yang tajam.


Sulur sulur itu saling melilit dengan bagian ujung yang lancip dan ada duri duri kecil di sekitar sulur sulur itu. Pedang Penyihir Agung ini benar benar tiada duanya.


Ming Yue menghindar dari serangannya dan memutar pedangnya sehingga tubuh Penyihir Agung di dorong mundur dengan pedangnya.


Ming Yue berlari ke kiri tiga langkah dan berlutut untuk mengincar kaki Penyihir Agung, tapi Penyihir Agung tidak bodoh dan melompat ke atas bilah pedangnya.


Ming Yue menarik kembali bilah pedangnya dan menahan pedang Penyihir Agung dengan satu tangan sementara tangannya yang lain menarik sebuah jimat.


Bola Api terbentuk dan Penyihir Agung langsung menghindar, seorang prajurit yang mendekat dan ingin menyerang diam diam langsung terbakar habis oleh Bola Api itu.


"Jenderal Ming benar benar hebat. " Puji Penyihir Agung bertepuk tangan padanya.


"Kemampuan Penyihir Agung juga jauh lebih baik dibandingkan yang ada di cerita. " Balas Ming Yue.


"Aku pernah melawan leluhurmu sebelumnya, Ming Fang dan pada akhirnya aku mengalami luka parah sehingga aku tidak keluar dari pertapaan sampai akhirnya hari ini tiba. Sayang sekali bahwa dia telah tiada. " Ucap Penyihir Agung dengan agak sinis.


...----------------...


Bonus up like 8 k : 3 / 3


jangan lupa like, komen dan vote ya!!

__ADS_1


__ADS_2