Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
144. Persiapan Festival Budaya


__ADS_3

Xia Xinxin bangun pagi pagi sekali dan untuk pertama kalinya sejak dia keluar dari rumah sakit, dia tidak mengalami mimpi buruk sama sekali dan tidur dengan sangat nyenyak. Mungkin karena dia begitu antusias dan bahagia untuk pergi menuju Festival Budaya.


Jadi, ketika dia memikirkan hal ini maka yang muncul hanya kenangan kenangan baik dan indah miliknya dengan Ming Yue. Berharap bahwa Ming Yue juga bereinkarnasi ke dunia ini sama sepertinya sehingga mereka bisa bertemu lagi dalam kehidupan ini.


Xia Xinxin mandi pagi pagi sekali dan menatap rambutnya lalu melihat bahwa ponselnya berdering yang menunjukkan nama Hua Yin dibagian atasnya.


"Halo" Ucap Xia Xinxin membuka speaker sementara dia sendiri sedang mengeringkan rambutnya.


"Pukul berapa aku menjemputmu ?" Tanya Hua Yin.

__ADS_1


"Seperti kemarin saja, pukul dua belas. Aku akan makan di rumah jadi aku tidak makan diluar. " Jawab Xia Xinxin.


"Kalau begitu maka aku akan datang lebih awal ke rumahmu agar kita tidak mengantre. Aku mendengar bahwa bukan hanya kita yang antusias, ada banyak orang lain yang antusias untuk datang. " Ucap Hua Yin.


"Tentu saja, ini adalah hal yang sangat seru. Akh jarang melihat Festival semacam ini, sudahlah nanti kita akan melanjutkan berbicara. Aku ingin sarapan dulu dan bersiap untuk nanti siang. " Balas Xia Xinxin.


"Tidak biasanya kamu sangat suka untuk mengikuti sebuah Festival semacam ini padahal kamu sendiri tidak suka dengan keramaian. Apakah ada satu hal yang ingin kamu tuju di dalam Festival ini atau sebenarnya kamu penasaran dengan pewaris terakhir dari Kekaisaran terakhir ?" Tanya Hua Yin menggodanya.


"Kamu benar benar tahu bagaimana cara untuk membalas perkataan orang lain, baiklah aku anggap kamu menang dalam hal ini. Jangan lupa untuk bersiap siaplah, bawalah semua obatmu kalau kalau kamu membutuhkannya disana. " Balas Hua Yin mengingatkan.

__ADS_1


"Tenang saja, aku mengetahuinya. Aku memang semangat tapi aku tidak kehilangan akal sehat. " Ucap Xia Xinxin menenangkan sahabatnya dan pada akhirnya sambungan telepon mereka terputus.


Xia Xinxin turun untuk sarapan dan berolahraga lalu meluangkan waktunya untuk meditasi selama satu jam lalu membaca buku dan menyesap teh seperti yang dia lakukan ketika dia masih menjadi Huang Xinxin.


Bahkan orang tuanya sekalipun bingung dengan perubahan kepribadian yang dia alami bagaimanapun terasa terlalu ekstrem. Dia yang sebelumnya sangat suka melukis tiba tiba menjadi tidak suka melukis dan justru meluangkan waktunya untuk membaca buku.


Ada yang aneh, ketika Xia Xinxin bertanya kepada Ibunya tentang buku Pendekar Pelukis Abadi, Ibunya sama sekali tidak mengetahui tentang hal ini seolah olah buku ini tidak pernah ada. Sementara buku itu sendiri , Ibunya yang memberikannya buku itu.


Xia Xinxin merasa ada yang aneh dengan semua ini tapi dia tidak tahu jika ingin mencari maka harus mencari dari mana tapi pada saat yang sama dia tidak bisa mendesak Ibunya terkait dengan Buku Pendekar Pelukis Abadi ini.

__ADS_1


Jika tidak maka itu akan menimbulkan kecurigaan bagi ibunya dan itu tidak akan berdampak baik baginya.


Pada saat ini satu satunya hal yang ingin dia lakukan adalah tetap bersikap seperti biasa seolah olah dia tidak mengalami hal aneh apapun, Xia Xinxin merasa bahwa ini adalah hal yang cukup sulit baginya.


__ADS_2