
Huang Xinxin masih dilanda oleh dilema, apakah dia harus mengatakan hal ini pada Ayahnya atau Ming Yue, tapi sejujurnya dia tidak ingin memberitahu perihal ini kepada siapapun.
Ini seperti identitas aslinya sementara Huang Xinxin ini hanya samaran, atau sebaliknya. Ibarat, Xia Mei ini adalah identitas yang paling dia simpan dan dia jaga sebagaimana hanya dia sendiri yang mengetahuinya.
Seandainya bisa maka dia lebih senang mempercayakan hal ini pada orang asing, tapi bagaimana dia memastikan bahwa orang asing ini tidak akan mengkhianatinya ?
Huang Xinxin benar benar merasa pusing dengan kondisi saat ini dan memutuskan untuk berjalan keluar lagi.
Dia ingin mencari angin segar agar tubuhnya kembali menjadi lebih bugar. Dia tidak boleh terus merasa bingung seperti ini.
"Tahukah kamu, aku mendengar bahwa Nona Wu adalah seseorang yang sangat pandai dalam memainkan kecapi !" Seru salah satu orang disana.
"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya sementara Nona Wu saja jarang keluar ?" Tanya yang lain tidak percaya dengan ucapan wanita tua itu.
"Itu karena keponakanku berhasil bekerja disana sebagai pelayan. " Jawab wanita tua itu dengan bangga.
Huang Xinxin yang mendengar ini tiba tiba memikirkan untuk memberikan hadiah kecapi untuk Wu Ying.
Dia memang pernah mendengar bahwa permainan musik milik Wu Ying benar benar tiada taranya dan mampu membius seseorang.
Kemampuan inilah yang menyebabkan Wu Ying mampu memikat hati Jiu Rui, di pesta ulang tahun Jiu Rui sekaligus upacara kedewasaannya, Wu Ying menawarkan diri untuk mengeluarkan kemampuan bermain kecapi nya di hadapan semua orang.
Dikatakan bahwa angin berkobar dengan kencang dibawah cahaya bulan itu dan meniup cadar yang menutupi wajahnya sehingga ketika terbuka , semua orang langsung terpanah termasuk Jiu Rui.
Sementara itu, jika dicerita aslinya maka Jiu Rui berjanji padanya bahwa dia akan menemuinya di jembatan taman belakang.
Huang Xinxin asli benar benar dibutakan oleh cinta jadi menunggu disana selama semalaman tanpa kedatangan Jiu Rui sampai sampai kembali juga harus dipapah oleh pelayannya karena diterpa angin malam dan dinginnya malam.
Apakah Jiu Rui memikirkannya ? Tentu saja tidak. Keesokan harinya, Jiu Rui datang untuk membatalkan pertunangan. Seseorang seperti Huang Xinxin yang sudah terobsesi, bagaimana mungkin tahan ketika dicampakkan seperti itu oleh Jiu Rui ?
Dia melakukan segala cara untuk menjatuhkan Wu Ying, tapi dia tidak pernah tahu bahwa dengan cara itu malah mendekatkan Wu Ying dengan pria idamannya.
Huang Xinxin yang sudah memikirkan alur cerita kehidupan sebelumnya tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Aduh ! Maafkan aku, aku benar benar tidak sengaja. " Ucap Huang Xinxin sembari menundukkan kepalanya.
Pria di depan itu mengoceh lalu pergi dari sana lalu baru disadari olehnya, di depan itu berhenti dan orang orang berkumpul seperti mengelilingi sesuatu.
Berbeda dengan jalan sebelumnya yang lancar, pantas saja dia menabrak seseorang.
"Bibi, sebenarnya ada apa di depan sampai sampai semua orang berkumpul ?" Tanya Huang Xinxin.
"Ah, di depan katanya menangkap seorang anak yang mencuri roti dan dia sekarang telah dipukuli dengan keras. Kasihan sekali, anak itu memang sering berkeliling kesini, untuk mencari makanan." Jawab bibi itu dengan helaan nafas.
Huang Xinxin yang mendengar ini membelalakkan matanya dan langsung berusaha untuk maju ke depan.
"Permisi, Tuan. Permisi, Nyonya. Tolong izinkan aku lewat. " Ucap Huang Xinxin dan pada akhirnya bisa maju ke barisan paling depan.
Dia melihat anak wanita dengan wajah dan tubuh yang penuh darah, dipukuli oleh pria dewasa dengan wajah yang licik.
"Lihat bagaimana aku menghajarmu, bajingan kecil !" Teriak pria itu tapi ketika dia akan menginjak anak itu, kakinya ditendang oleh seseorang sampai dia jatuh ke belakang.
Huang Xinxin yang menatapnya hanya mendelik dengan tatapan tajamnya.
"Nona, hati hati. Dia memang keponakan jauh dari Bangsawan Huang, takut jika menyinggung nya akan berakibat tidak baik. " Bisik seseorang di dekatnya.
"Berapa kerugian yang disebabkan oleh anak ini ? Aku akan menggantinya dua kali lipat. " Ucap Huang Xinxin.
"10 Tael Emas. " Ucap pria itu dengan wajah jahat.
Huang Xinxin membantu anak itu berdiri tapi anak itu terlalu lemah jadi dia meminta tolong seseorang untuk memegang anak itu sebentar sementara dia menghadapi orang tamak ini.
"Aku akan membayarnya dua kali lipat. " Ucap Huang Xinxin datar.
"Kalau begitu 100 Tael Emas. " Ucap pria itu.
"Aku akan membayarnya. " Balas Huang Xinxin.
__ADS_1
"Ha ha ha ha, kamu ingin kasus ini cepat selesai bukan ? Jika tidak maka akan kubawa kamu dan anak itu ke hakim daerah , aku mengenal mereka dengan baik dan kamu tidak akan menang. Bagaimana jika memberiku 500 tael dan kamu tidur semalam denganku, aku pasti akan menganggap hal ini sudah lunas. " Ucap pria itu dengan genit.
Huang Xinxin yang mendengar ini tertawa ringan sebelum akhirnya menendang kepala pria itu dengan kuat.
"Aku adalah keponakan bangsawan Huang ! Jika kamu berani menyakitiku maka aku akan memastikan kematianmu !" Teriak pria itu lalu tidak lama datang orang orang dari Hakim Daerah.
"Dilarang membuat keributan disini. " Ucap pria itu.
Huang Xinxin mengangguk dan menggendong anak itu menuju tempat hakim daerah, hal ini menjadi lebih mudah untuk diselesaikan. Sebelumnya dia menahan diri di depan banyak orang tapi disini, dia tidak perlu menahan diri.
Ada banyak orang yang berada disini untuk melihat hasil dari kejahatan ini. Hakim Daerah yang sedang bersantai melihat pria ini lagi dengan bosan tapi ketika dia melihat siapa yang ikut dengannya, hakim daerah itu langsung berdiri dengan ketakutan.
Dia sudah pernah melihat betapa kejamnya Huang Xinxin dalam menangani penjahat. Itu hampir tidak seperti manusia lagi.
"Tuan Hakim, lama tidak bertemu. Tidak menyangka bahwa aku akan datang lagi ke tempatmu. Apakah di tempatmu tidak ada tempat duduk ?" Tanya Huang Xinxin dengan angkuh.
"Maaf, Nona. Cepat siapkan bangku untuk Nona Huang !" Perintah Hakim itu ketika mendengar kata kata hakim itu semua orang langsung ketakutan.
Pantas saja wanita ini begitu berani, ternyata ini adalah Huang Xinxin yang berani untuk menerobos lautan musuh dan mengantarkan pasokan makanan untuk pasukan di barat daya.
Pria yang berlutut di bawah itu tampak ketakutan, dia semula memang keponakan jauh dari bangsawan Huang hanya saja dia bahkan tidak pernah melihat Bangsawan Huang sendiri.
Dia juga melihat hal ini sebagai peluang untuk membuatnya bertindak semena mena, siapa yang menyangka bahwa dia benar benar tidak beruntung untuk menyinggung Nona muda keluarga Bangsawan Huang.
"Tuan hakim, kamu seharusnya tahu atas alasan apa aku datang. Aku mendengar bahwa kamu dan Tuan ini berteman dekat tapi dia membuatku tidak senang, bagaimana menurutmu ?" Tanya Huang Xinxin dengan acuh tak acuh.
"Ha ha ha, pertemanan dekat apanya ? Aku bahkan tidak pernah berbicara dengannya. " Jawab Hakim Daerah itu berkeringat dingin.
"Kalau begitu maka hukum lah dia, dia memukul anak dibawah umur karena mencuri untuk bertahan hidup. Aku menawarinya ganti rugi dua kali lipat tapi dia semena mena, dia juga menjual nama Keluarga Huang untuk melakukan kejahatan. Dia juga menawari ku untuk tidur bersama bukan ?" Tanya Huang Xinxin dengan senyum manis yang mematikan.
...----------------...
Bonus Up Like 3,5 k : 1 / 3
__ADS_1