
Mereka terus bertarung dengan sekuat tenaga, Ming Yue memiliki keuntungan karena tubuhnya lebih kecil dan ramping dibandingkan Xing Fenghuang yang memiliki tubuh kekar dan tinggi lebih dari 2 meter.
Sehingga dia lebih lincah dan mengambil keuntungan dari gerakan kaku milik Xing Fenghuang, hanya saja ini memakan banyak tenaga dan tidak akan bertahan lama.
Bahkan prajuritnya sudah tidak bisa bertahan lagi, hanya saja tidak ada jalan bagi mereka untuk mundur.
"Lihatlah, bahkan ketika kamu mempersembahkan tubuh dan jiwamu, orang orang munafik itu masih tidak menghargaimu. Serendah rendahnya kami, Suku Bar bar, kami masih akan menghormati pahlawan kami yang telah berani berjuang dan melindungi Suku. "Ejek Xing Fenghuang.
"Apakah dihargai atau tidak bukanlah urusanmu ! Lebih baik mengurus apakah kamu bisa kembali hari ini atau tidak !" Teriak Ming Yue.
Mereka terus bertarung banyak orang yang telah kehilangan nyawa baik dari suku bar bar maupun Kekaisaran Jiu.
Ming Yue sendiri terluka di beberapa sisi, mereka terus bertarung satu sama lain sampai malam hari bahkan sampai keesokan harinya, sampai matahari terbit lagi masih terjadi peperangan tanpa henti.
Tubuh Ming Yue sudah penuh dengan luka dari ujung rambut sampai ujung kaki, semuanya penuh dengan luka, kakinya bahkan sudah hampir tidak kuat untuk menopang tubuhnya lagi.
Brukkkk!
Tubuh Ming Yue terlempar ke belakang ketika ditendang oleh Xing Fenghuang, tapi Xing Fenghuang juga tidak dalam kondisi yang baik.
Dia kehilangan tangan kirinya dan tubuhnya penuh dengan luka terbuka, bisa dikatakan bahwa mereka sama sama sekarat.
Darah mengalir dari sudut bibir Ming Yue, Ming Yue berusaha untuk berdiri menggunakan pedang sebagai tumpuan dengan seluruh sisa sisa tenaganya yang masih tersisa.
Ming Yue menatap ke arah Xing Fenghuang dengan tatapan dingin, bahkan jika dia sudah hampir kalah tapi harga dirinya tidak mengizinkan dia untuk tunduk.
"Xing Fenghuang, kamu tidak akan lolos hari ini. Bahkan jika aku mati disini, aku akan mengajakmu untuk mati bersama !" Ucap Ming Yue dengan tawa gilanya.
Dia mengeluarkan satu kertas jimatnya yang merupakan Jimat Peledak Diri, dimana penggunanya akan mati bersama dengan musuhnya.
"Kau ingin membawaku untuk mati bersama , apakah kamu memiliki kemampuan untuk itu ? Lihatlah keselilingmu, pasukanmu yang biasanya sangat gemilang pada saat ini hanya tersisa paling tidak seribu orang. " Ucap Xing Fenghuang dengan sombong karena tidak tahu jimat apa itu.
"Ha ha ha, orang yang tidak memiliki pengetahuan sepertimu memang memiliki kata kata yang besar , bahkan jika aku lemah, aku masih memiliki banyak cara agar menarikmu ke Neraka bersama denganku. " Balas Ming Yue.
Xing Fenghuang yang mendengar ini marah dan menerjang ke depan, Xing Fenghuang ingin menikam Ming Yue dan Ming Yue memejamkan matanya untuk bersiap siap mengaktifkan Jimat Peledak Diri ini.
__ADS_1
Tapi, tiba tiba Xing Fenghuang meraung ketika sebuah anak panah menancap di matanya.
"Tidak akan ada yang bisa melukainya !" Seru seorang gadis dari balik Gunung mayat dan sungai darah itu.
"Siapa gadis kecil sialan ini ?! Akan ku bunuh kau !" Teriak Xing Fenghuang.
Huang Xinxin yang baru saja tiba mengeluarkan tiga jimatnya.
"Keluar !" Sembilan anak panah keluar dari jimat itu dan mengejar Xing Fenghuang tapi sembilan anak panah itu bukan apa apa.
"Jimat Peledak !" Teriak Huang Xinxin.
Jimat Peledak itu dilemparkan ke arah Xing Fenghuang dan meledak seperti bom di sekitar Xing Fenghuang.
Huang Xinxin mendekati Ming Yue yang sudah babak belur dan mengulurkan tangannya. Ming Yue memandang dengan tatapan tidak percaya.
"Ayo naik !" Teriak Huang Xinxin dan menarik tubuh Ming Yue agar memeluk dirinya dari belakang.
Huang Xinxin memacu kudanya dan menarik busurnya sementara Xing Fenghuang sibuk dengan jimat peledak nya, dia memanah tubuh Xing Fenghuang beberapa kali.
Hanya saja, meski sudah terkena panah beberapa kali masih tidak membuatnya terluka parah.
"Aku ingin meminjam pedangmu sebentar. " Ucap Huang Xinxin.
"Jangan turun. "Ucap Ming Yue.
Huang Xinxin tidak mengatakan hal lain lagi dan memaksa mengambil pedang Ming Yue dengan Ukiran Naga di gagangnya.
Huang Xinxin melompat dari kuda dan melesat menuju Xing Fenghuang.
"Kamu memiliki tubuh yang besar tapi sayangnya tidak akan bisa melihatku yang kecil ini. " Ucap Huang Xinxin dan menusuk kaki Xing Fenghuang.
Huang Xinxin mengeluarkan banyak jimat, baik jimat api, jimat peledak dan jimat panah semuanya telah dikeluarkan untuk menahan Xing Fenghuang.
Xing Fenghuang ini masih begitu kuat bahkan ketika sudah dilukai oleh Ming Yue dan bertarung semalaman.
__ADS_1
Maka dari itu Huang Xinxin menggunakan cara yang diajarkan guru bela dirinya, serang dari kaki terlebih dahulu baru bagian lainnya.
Huang Xinxin menusuk kaki Xing Fenghuang sementara Xing Fenghuang meraung dan ingin menginjaknya, tapi pada saat yang sama Huang Xinxin memanjat dan menusuk jantung Xing Fenghuang dari belakang.
Xing Fenghuang perlahan lahan mulai tumbang dan Huang Xinxin berdiri di atas tubuhnya dengan wajah dingin.
Dia melihat masih ada banyak pasukan musuh jadi dia menarik pedang berdarah itu menuju lautan musuh dan membunuh musuh bersama dengan pasukan yang tersisa.
"Bertahanlah ! Bantuan telah tiba, makanan dan pakaian, semuanya sudah tiba !" Teriak Huang Xinxin menjadi penyemangat para prajurit.
Yue Zhang menoleh dan melihat siapa yang berteriak itu, ternyata itu adalah Huang Xinxin seorang gadis yang dikatakan manja dan bodoh tapi ternyata berani maju ke garis depan dan mengantarkan pasokan makanan bahkan mengalahkan Pangeran Suku Bar Bar.
"Pada saat ini, pangeran kalian telah mati ! Apakah kalian masih akan terus bertarung ?!" Tanya Huang Xinxin dengan lantang.
Para Suku Bar bar itu melihat bahwa pangeran mereka yang gagah perkasa saja sudah tumbang oleh wanita kecil ini membuat mereka merasa takut.
"Ayo mundur !" Teriak salah satu Prajurit Suku bar bar.
Mereka perlahan lahan mundur sementara Huang Xinxin mendekati para prajurit yang sedang terluka parah.
"Putri Huanxi, anda datang kemari apakah karena Yang Mulia ?" Tanya Yue Zhang.
"Yang Mulia ? Ha ha ha, Tuan Yue kamu seharusnya lebih tahu hal ini dibandingkan aku. " Jawab Huang Xinxin dengan datar lalu mematahkan Prajurit itu.
Para prajurit itu dipapah oleh Huang Xinxin dan pelayan Kediaman Huang, setelah memastikan bahwa semuanya sudah dirawat, tidak lama kemudian rombongan tabib juga telah tiba dengan obat obatan.
Para prajurit sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan oleh Huang Xinxin ini.
"Putri Huanxi, berkat baikmu ini tidak akan mampu kami balas. " Ucap Yue Zhang menundukkan kepalanya dan bersiap berlutut.
"Jangan merendahkan dirimu, aku hanya membantu sementara kalian mempersembahkan diri kalian untuk melindungi tanah ini. Aku akan pergi melihat Jenderal Ming." Balas Huang Xinxin.
Huang Xinxin merasa bahwa tubuhnya agak melayang layang seolah olah dia berjalan di atas awan, dia merasa tubuhnya menghangat.
Mantelnya sudah berubah menjadi penuh darah hanya karena melawan sebentar ini. Dia melihat bahwa Ming Yue duduk di atas kuda dalam kondisi lemah.
__ADS_1
"Jenderal Ming. " Panggil Huang Xinxin sebelum akhirnya Ming Yue jatuh ke arahnya.
Huang Xinxin menahannya dan dibantu oleh Yue Zhang, Ming Yue diturunkan dari kuda dan dibawa ke dalam kamp untuk diobati.