
Kondisi Huang Shangyue sama sekali tidak membaik , Huang Xinxin terus memegang tangan Huang Shangyue dan berharap bahwa dia bisa mengalirkan kehangatan pada tubuh Huang Shangyue yang sudah sangat dingin dan kaku.
Huang Shangyue memberikan senyum padanya sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, untuk sesaat semua orang tidak bisa menyatakan apa apa.
Huang Xinxin duduk bersimpuh di samping Huang Shangyue dan mulai mengalirkan air mata bagaikan anak sungai.
"Nona ini kehilangan terlalu banyak darah. Aku menyesal karena kemampuanku yang terbatas ini. " Ucap tabib itu menyesal.
"Tuan telah melakukan yang terbaik untuk menolongnya, terima kasih. " Ucap Huang Xinxin dengan pelan.
Huang Xinxin memeluk tangan Huang Shangyue dan tidak menyangka bahwa dia akan melihat kepergian Huang Shangyue.
Huang Shangyue masih sangat muda, dia selalu pendiam dan tampak tertutup. Meskipun begitu , dia memiliki hati yang baik. Huang Xinxin masih tidak menyangka hal ini dan terus menangis.
Bahkan Huang Lixin tidak bisa menahan tangisannya, Yue Zhang sendiri tidak dalam kondisi yang lebih baik dari mereka semua. Selama ini dia selalu berada di medan perang dan memiliki segudang pengalaman.
Tapi, pada akhirnya masih tidak berhasil untuk menjaga mereka semua. Yue Zhang merasa bahwa dia benar benar lemah dan tidak berguna.
Semua orang pada saat ini merasa buruk karena kepergian Huang Shangyue, Huang Xinxin menangis tanpa suara tapi semua orang tahu berapa banyak air mata yang sudah mengalir.
Seluruh pakaiannya telah basah oleh air mata dan darah. Huang Lixin mengelus kepala putrinya dan berusaha untuk membantu Huang Xinxin.
Tapi, Huang Xinxin merasa bahwa seluruh indera nya, telah tertutup. Yang ada di pikirannya hanya ada Huang Shangyue.
Dia bahkan tidak bisa mendengar kata kata dari orang lain lagi, Huang Xinxin mengepalkan tangannya erat erat.
"Aku pasti akan membalaskan dendam ini untukmu. " Ucap Huang Xinxin dengan pelan, tapi siapapun yang mendengarnya pasti akan tahu bahwa dia mengatakannya dengan penuh keseriusan.
Huang Xinxin memilih untuk bangkit dan menyeka air matanya, dia memutuskan untuk fokus pada Keluarga Yue dan orang misterius ini. Sebagaimana permintaan terakhir Shangyue adalah membalaskan dendam keluarganya dengan Keluarga Yue.
__ADS_1
Maka, Huang Xinxin akan memenuhi permintaan terakhir Shangyue tersebut agar jiwanya dapat beristirahat dengan tenang. Huang Xinxin membasuh wajahnya dengan air bersih dan membuat dirinya seolah olah tidak pernah menangis.
"Ayah, kamu uruslah dulu di Desa Wei lalu kita akan kembali ke Ibukota dan membawa Shangyue. " Ucap Huang Xinxin.
"Baik."Balas Huang Lixin.
Yue Zhang membantu memberikan uang ke kepada tabib itu dan menggendong Huang Shangyue di punggungnya.
"Nona Huang, apakah tidak sebaiknya kamu mencari pakaian ganti terlebih dahulu ?" Tanya Yue Zhang.
"Tidak perlu, kita bisa melakukannya nanti. Jangan menunda waktu terlalu lama , pada saat ini Ibukota diserang oleh siluman dan Minggu Yue mencoba untuk menahannya sementara waktu. "Jawab Huang Xinxin.
Mereka pada saat ini sedang dalam kondisi yang tidak stabil sehingga dua orang ini melupakan bahwa ingin bertanya terkait dengan kondisi ekor Huang Xinxin.
Huang Xinxin sendiri memikirkan langkahnya yang selanjutnya, dia harus mempertimbangkan rencana yang baik untuk menjatuhkan Keluarga Yue.
Huang Lixin pergi untuk mengurus masalah di toko cabang seperti rencana semula sebelum akhirnya mereka naik ke kereta kuda untuk pergi menuju Ibukota.
Sementara disisi lain, Ming Yue sendiri menggunakan topeng dan berjalan untuk maju ke perbatasan selatan dan menghadang musuh dari Kerajaan Yuwen.
Seluruh siluman berasal dari Hutan yang ada di Kerajaan Yuwen, sehingga mereka harus memindahkan seluruh pasukan ke perbatasan selatan.
Hanya saja pada saat yang sama mereka takut bahwa ada pihak lain yang memanfaatkan kondisi ini untuk menyerang mereka dan pada saat itu maka mereka tidak akan siap.
Kondisi di Perbatasan Selatan sendiri mengerikan dan hampir bisa dikatakan bahwa sudah tidak tertahankan lagi.
Ming Yue bagaikan pahlawan misterius yang membawa segudang jimat dan membakar jembatan antara Gerbang dengan musuh.
Mereka dipisahkan oleh satu jurang dan biasanya akan menggunakan jembatan yang dibuat. Tapi kali ini jembatan telah diputuskan tapi para siluman ini saling mendukung satu sama lain dan membentuk jembatan.
__ADS_1
Sehingga para prajurit merasa kesulitan, tapi dengan jimat bantuan Ming Yue, itu menjatuhkan para siluman yang berada di atas jembatan buatan mereka ke dalam jurang yang dalam itu.
Jurang itu sangat dalam, mustahil bagi mereka untuk bisa merangkak naik lagi ke atas. Ming Yue menjadi pusat perhatian semua orang ketika dia melakukan hal ini.
Semua orang memandang Ming Yue dengan tatapan memuja seolah olah mereka baru saja melihat Dewa yang turun ke dunia tanah ini untuk menyelamatkan mereka.
"Terima kasih, Dewa !" Seru para prajurit itu dengan tatapan sangat bahagia.
"Aku bukan Dewa, ini hanya sementara dan mereka pasti akan memiliki cara untuk mencapai ke sini lagi. Kota harus mencari cara untuk memperkuat. " Ucap Ming Yue dengan tegas.
Sementara mereka yang mendengar ini merasa tidak asing dengan suara Ming Yue hanya saja masih tidak menemukan siapa yang ada di balik topeng ini sampai akhirnya ada seorang jenderal yang sudah berada di medan perang selama 30 tahun mengikuti Ming Yue berjalan ke depan.
"Jenderal Ming, tolong pimpin kami. Meskipun kamu bukan Jenderal secara resmi tapi akan selalu menjadi Jenderal di dalam hati kami. " Ucap Jenderal kecil itu berlutut di depannya.
Semua orang yang mendengar ini terkejut dan membicarakan hal ini. Ming Yue menghela nafas dengan lembut.
"Lao Yi, tahukah kamu hukuman apa yang akan diterima bagi prajurit yang mematuhi kekuatan luar ?" Tanya Ming Yue.
"Aku tahu dengan jelas, Jenderal ! Tapi aku tidak takut, aku percaya selama kamu memimpin maka Ibukota akan diselamatkan. " Ucap Lao Yi.
"Kami memohon kepada Jenderal Ming untuk memimpin kami melindungi Ibukota !" Seru Lao Yi.
"Kami memohon kepada Jenderal Ming untuk memimpin kami melindungi Ibukota !" Teriak yang lain mengikuti langkah Lao Yi.
Setelah Ming Yue tidak menjadi Jenderal besar lagi, Lao Yi adalah orang yang memimpin mereka semua.
Sementara Lao Yi sendiri adalah pengikut setia Ming Yue. Ming Yue tidak langsung menjawab tapi menurunkan topeng miliknya.
"Baiklah, aku akan memimpin kalian melawan musuh dan melindungi Ibukota. " Ucap Ming Yue dengan pelan tapi tegas sehingga semua orang bersorak.
__ADS_1
"Lawan musuh, lindungi Ibukota !" Teriak mereka dengan penuh semangat.