Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
21. Mencari Huang Lixin


__ADS_3

Untungnya, ini bukan pertama kalinya dia menunggangi kuda, karena Ayahnya suka berkuda maka mereka memiliki lapangan sendiri untuk latihan sehingga dia sudah berlatih bahkan ketika dia belum bisa berjalan dengan lancar.


Kuda adalah hewan yang penurut menurutnya, asalkan tidak menunjukkan kelemahan, Huang Xinxin mengendarai kudanya dan melewati tebing yang curam dan licin untuk mencapai Pulau Lingyue hanya berdasarkan satu peta yang sudah kabur.


Pada akhirnya, dia tiba di depan bukit setelah berkuda selama beberapa jam dan dia mencari cari Pantai Lingyue yang sedang di urus oleh Huang Lixin.


Tapi, tidak ada tanda tanda bahwa seseorang pernah tiba disini. Huang Xinxin turun dari kudanya dan meraba raba bagian tebing sebelum akhirnya menemukan bahwa ada bagian tebing yang lebih halus, itu adalah pintu masuk menuju Pantai Lingyue.


Ketika Huang Xinxin masuk, dia menemukan Pantai dengan pemandangan yang seindah surga disini.


Dia tidak bisa tidak merasakan semilir angin dingin yang sangat nyaman dan menghibur dirinya.


Hanya saja, dimana Ayahnya ? Kenapa sampai saat ini Ayahnya belum tiba juga ? Apakah ada yang salah dengan perjalanan Ayahnya ? Apakah ada yang mencegat Ayahnya untuk datang kemari ?


Bagaimana dengan utusan yang menjemput Ayahnya itu ? Apakah dia bermarga Xiao juga ? Huang Xinxin tiba tiba merasa bahwa tubuhnya menjadi dingin dan dia merasa khawatir akan kondisi Ayahnya.


Huang Xinxin tidak perduli bahwa hari telah mulai gelap, dia mengendarai kudanya untuk pergi ke jalur yang harusnya dilewati oleh Ayahnya.


Tapi, Huang Xinxin tidak menemukan jejak apapun, dia membeli sebuah topi bambu untuk menutupi wajahnya.


Lalu hujan deras tiba tiba datang, untung sekali dia menggunakan topi bambu ini sehingga air tidak langsung membasahi wajahnya.


Dia pergi ke penginapan terdekat dan mencari cara untuk berhubungan dengan Jiu Rui, hanya saja sebenarnya dia masih merasa curiga dengan Jiu Rui.


Apakah Jiu Rui benar benar bersih dalam kasus ini atau Jiu Rui hanya menggunakan topeng ? Sama seperti yang dia lakukan pada saat ini.


Huang Xinxin memarkirkan kudanya dan masuk ke penginapan, ada banyak sekali pedagang yang datang kemari.


"Tuan, apakah ada seorang pedagang kaya raya yang gemuk datang kemari hari ini atau kemarin ?" Tanya Huang Xinxin.

__ADS_1


"Ehm, tidak ada seharusnya ? Kami tidak terlalu yakin , apakah ini hal yang penting, Nona ? Jika Nona ingin membayar maka kami bisa mencari lebih dalam lagi. " Jawab pelayan itu.


Huang Xinxin mengeluarkan satu Tael Emas dan pelayan itu langsung terdiam dan siap untuk membantu dirinya.


"Aku ingin mencari pedagang kaya dengan tubuh yang gemuk dan kereta kuda bertuliskan Huang. Aku ingin tahu apakah dia lewat sini atau tidak. " Ucap Huang Xinxin lalu naik ke lantai atas penginapan.


Dia masuk ke dalam kamarnya dan melepaskan topi bambu miliknya, dia duduk di tepi jendela dan menghela nafas sambil melihat hujan yang melanda Kota.


"Jiu Rui, apakah kamu benar benar orang yang bisa diandalkan atau tidak ?" Tanya Huang Xinxin dengan helaan nafas.


Dia tidak tahu apakah harus mengirim surat pada Jiu Rui atau tidak , sifat seseorang mungkin berubah hanya saja tidak mengubah fakta bahwa Jiu Rui telah membunuh Huang Xinxin di kehidupan lalu.


Hanya saja , ada yang aneh sekali, jika Huang Xinxin meninggal karena keracunan ini maka dia seharusnya tidak bangkit lagi. Apakah ada orang lain yang dapat menolongnya ?


Atau, apakah ada orang yang datang lebih dahulu darinya untuk masuk ke dalam dunia cerita ini ?


Huang Xinxin bertanya tanya tapi tidak mampu menemukan jawabannya sendiri, hal ini benar benar membingungkannya.


Tok tok


Pintu yang diketuk terdengar dan terlihat bahwa pelayan yang tadi tiba tiba datang untuk memberikan informasi yang dia miliki.


"Masuk." Ucap Huang Xinxin dan menggunakan topi bambu nya.


"Nona, kami mendapatkan informasi bahwa orang yang kamu cari ini adalah Bangsawan Ibukota, Huang Lixin. Jika melihat dari orang orang yang melihatnya maka dia tiba di Kota ini dua hari lalu, hanya saja setelah itu dia menghilang. " Ucap Pelayan itu.


"Apakah kamu tahu, kemana dia pergi ? Atau kemana dia terakhir mengarah ?" Tanya Huang Xinxin.


"Kami mendengar bahwa dia pergi ke utara hanya saja dalam keadaan terburu buru, bahkan kereta kudanya melalui dan menabrak beberapa benda lainnya. " Jawab Pelayan itu.

__ADS_1


"Terima kasih atas jawabanmu, aku sangat menghargainya. " Balas Huang Xinxin dan memberikan tael emas lainnya.


"Terima kasih banyak, Nona ! Jika ada informasi lain, aku pasti akan memberitahukannnya kepada Nona. " Ucap pelayan itu lalu jalan keluar.


Huang Xinxin melihat peta dan melihat arah ke utara, maka itu tidak sesuai dengan arah menuju ke Pantai Lingyue.


Sesuai dengan ketakutannya, utusan yang bersama dengan Huang Lixin itu adalah orang dari biro yang sama dengan Xiao Zhang dan yang lainnya.


Huang Xinxin tiba tiba menyadari bahwa dia sedang dijebak oleh seseorang, Huang Xinxin tertawa ringan ketika dia menyadari bahwa dia telah masuk ke dalam jebakan musuhnya.


Pada saat ini, dia telah berada di dalam dilema, besok adalah penghakiman Xiao Zi dan Kepala Pelayan.


Jika mereka dibunuh maka petunjuk akan terputus di Xiao Zhang, tapi kemungkinan Ayahnya juga tidak bisa bertahan lagi.


Dia harus memilih, apakah dia akan menarik ekor dari musuhnya atau menyelamatkan Ayahnya.


"Kamu yang tidak memberikanku pilihan, maka aku tidak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan orang ini. " Ucap Huang Xinxin dengan helaan nafas dan menuliskan surat yang disegel lalu dia kirimkan lewat pos merpati.


Dia tidak pernah bertemu dengan orang ini, hanya saja orang ini memiliki temperamen aneh, tidak tahu apakah berniat untuk membantunya atau tidak.


Tidak terlalu buruk bahwa dia mengetahui alur cerita secara garis besar dan dia mengetahui siapa saja yang bisa diandalkan.


Hanya saja, karakter yang muncul antara dicerita dan pada saat ini bener benar berbeda bagaikan langit dan bumi.


Pada saat ini dia berpacu dengan waktu dan menunggu balasan dari orang itu. Satu hal yang dia ketahui, orang itu sedang mencari musuh yang sama seharusnya.


Ketika pesan diterbangkan maka mereka harus mencari Huang Lixin, Huang Xinxin sedang menunggu pesan dengan cemas.


Dia memiliki waktu kurang dari 24 jam, sangat sulit sekali untuk melawan musuh karena musuh ini berada di dalam kegelapan sementara dia berada di tengah terang, dimana semua orang bisa melihatnya dengan jelas.

__ADS_1


Sementara dia sendiri tidak bisa melihat tindakan dari musuhnya ini.


__ADS_2