Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
57. Menjebak Jiu Rui


__ADS_3

"Xinxin....... bukan itu maksudku, aku datang kemari benar benar tulus. " Ucap Jiu Rui tidak berdaya.


"Aku menyadari ketulusan Putra Mahkota hanya saja pada saat ini keluarga kami sedang terguncang akan hal ini, mohon pengertian dari Putra Mahkota. " Ucap Huang Xinxin.


"Xinxin, aku mendengar bahwa Jenderal Ming datang kemari..... dia bukan pria yang baik. " Ucap Jiu Rui.


"Apa yang dimaksud oleh Putra Mahkota ? Apakah mengunjungi untuk mengucapkan terima kasih adalah tindakan yang salah ? Apakah Putra Mahkota datang kemari untuk mengatakan hal ini padaku dan mempermalukan ku ? Sebelumnya Jenderal Ming datang kemari untuk melihat kondisi ku karena rasa bersalah dan juga untuk mengucapkan rasa terima kasih. Apakah ini adalah hal yang salah di mata Kekaisaran ?" Tanya Huang Xinxin dengan nafas yang memburu seolah olah dia benar benar marah dengan situasinya saat ini.


Jiu Rui tampak ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan di tenggorokannya dan menatap Huang Xinxin dengan tatapan tidak berdaya.


"Putra Mahkota, aku tidak pandai menahan diri. Tolong kembali terlebih dahulu, pada saat ini aku tidak memiliki pengendalian diri yang baik takut bahwa aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri di hadapan Putra Mahkota. " Ucap Huang Xinxin dengan dingin.


Jiu Rui tidak mengatakan apa apa lagi dan hanya menatap Huang Xinxin dengan perasaan bersalah sebelum akhirnya berjalan keluar.


Setelah Jiu Rui keluar, Huang Xinxin mencari dua orang pelayan yang ditempatkan oleh Jiu Rui padanya.


Bahkan jika Jiu Rui mungkin berniat baik untuk menugaskan mereka agar menjaga Huang Xinxin tapi Huang Xinxin selalu merasa waspada kepada orang lain dan tidak pernah percaya sepenuhnya.


Huang Xinxin mengirim kembali seluruh pelayan yang diberikan oleh Jiu Rui, hal ini juga dengan cara memukul dua burung dengan satu batu.


Yang pertama, dengan menyingkirkan para pelayan dan pengawal ini maka Jiu Rui akan melihat bahwa dia benar benar marah dan merasa putus asa dalam kondisi ini dan tidak tahu bagaimana harus mengambil tindakan.


Yang kedua, dia juga bisa mencegah adanya mata mata di keluarganya yang langsung menyampaikan hal ini kepada Kaisar.


Menurutnya, pada saat ini, Kaisar pun layak untuk dicurigai oleh mereka. Curiga bahwa Kaisar telah bekerja dengan orang yang berada di balik layar ini.

__ADS_1


Atau mungkin, Jiu Rui juga telah masuk ke dalam jebakan ini. Orang dibalik layar ini menggunakan orang lain bagaikan bidak yang siap untuk dikorbankan, Huang Xinxin bertanya tanya siapa yang mampu untuk melakukan semua ini dengan begitu rapih.


Huang Xinxin duduk di tepi jendela dan menyesap tehnya dengan hati hati karena masih beruap.


"Maafkan aku Jiu Rui, pada saat ini kita hanya bisa memulai hubungan kita seperti ini. " Ucap Huang Xinxin dengan ekspresi datar.


Hatinya benar benar dingin, Jiu Rui telah membantunya selama ini tapi dia masih menggunakan Jiu Rui sebagai batu pijakan nya.


Huang Xinxin tahu bahwa tindakannya tidak benar tapi jika ingin membuat Kaisar menyesal, hanya bisa menggunakan dari Jiu Rui.


Disisi lain, Jiu Rui benar benar frustrasi seperti yang dipikirkan oleh Huang Xinxin. Ketika dia tiga di Istana Timur, dia membanting seluruh benda yang ada di kediamannya bahkan vas bunga berharga ratusan ribu emas juga dihancurkan olehnya.


"Putra Mahkota, jangan marah. Ini tidak akan baik untuk kesehatanmu. " Ucap salah satu pelayan.


"Bagaimana mungkin aku tidak marah ?! Selama ini aku sudah berbaikan dengan Xinxin tapi karena tindakan Ayah membuatku kembali menjauh dengannya !" Teriak Jiu Rui dengan marah.


"Apakah aku takut ? Ayah bahkan berani mencopot posisi Jenderal Ming, tahukah Ayah apa yang dibicarakan oleh orang orang tentang dia diluar sana ?!" Tanya Jiu Rui dengan kesal lalu tidak lama kemudian ada seorang pengawalnya yang berjalan masuk.


"Putra Mahkota, seluruh pelayan yang Anda tugaskan untuk menjaga Nona Huang dan Tuan Huang telah dikembalikan oleh Nona Huang dan dia berpesan bahwa dia memiliki lebih dari cukup pelayan di kediamannya. " Ucap pengawal itu dengan takut takut.


Mendengar ini membuat Jiu Rui menjadi semakin marah lagi dan tidak bisa menahan diri untuk pergi ke Aula Istana dan mencari Kaisar.


"Putra Mahkota, Kaisar sedang beristirahat. " Ucap Kasim menghentikannya.


"Jangan halangi aku !" Bentak Jiu Rui lalu mendorong Kasim itu dan berjalan masuk ke dalam aula.

__ADS_1


Dia melihat Ayahnya yang sedang bersantai santai dengan selirnya yang baru saja diangkat.


"Ayah, aku ingin Ayah berpikir lagi tentang pencabutan Jenderal Ming. " Ucap Jiu Rui berlutut di hadapan Ayahnya.


"Kenapa begitu ? Kenapa ? Kamu tidak mendukung tindakan Ayahmu ?" Tanya Kaisar dengan acuh tak acuh.


"Ayahanda, pada saat ini rumor yang menyebar tentang dirimu telah berubah menjadi tidak terkendali. Aku berpikir bahwa hal ini tidak terlalu baik terutama Huang Xinxin sendiri telah membantu ke perbatasan. " Jawab Jiu Rui.


"Jadi, kamu datang kemari untuk membela gadis itu ? Apakah kamu lupa siapa yang memegang tanganmu dan mengajarimu menulis dan sekarang kamu datang untuk melawan ku hanya untuk seorang gadis yang sudah kamu tolak ?" Tanya Kaisar.


"Aku tidak menolaknya ! Ayahanda, tolong pikirkan lagi langkahmu selanjutnya. " Jawab Jiu Rui.


"Kamu benar benar menjadi tidak terkendali belakangan ini, tahukah kamu bahwa kamu adalah putra yang paling kusayang diantara saudara saudarimu yang lain karena kamu paling muda dan paling cerdas diantara yang lain. Jadi aku memilihmu sebagai putra mahkota. Selain itu, kamu juga yang paling mirip denganku ketika muda tapi sejak wanita itu datang kamu telah berubah. " Ucap Kaisar dengan tempo yang pelan tapi kata katanya benar benar mencekam.


"Kalau begitu maka kembalilah menjadi putraku yang membanggakan, dengan begitu maka aku akan melarang pertemuan kalian. Berdiam dirilah di dalam kamarmu dan merenungkan kesalahanmu. " Lanjut Kaisar.


Jiu Rui yang mendengar ini tampak tidak percaya , Ayahnya tampaknya telah berubah terlalu banyak.


"Tidak ! Aku tidak ingin dikurung ! Aku ingin bertemu dengannya !" Teriak Jiu Rui dengan murka.


"Pengawal, bawa Putra Mahkota. Dia telah kehilangan akalnya karena di sihir oleh penyihir jahat !" Perintah Kaisar.


Jiu Rui pun diseret keluar dari Istana sementara dia terus menerus memberontak dengan marah.


"Tidak ! Tidak !" Teriak Jiu Rui dengan murka.

__ADS_1


Jiu Rui merasa tidak senang, posisinya sebagai Putra Mahkota ternyata benar benar tidak bernilai, ini hanyalah posisi yang terlihat indah diluar tapi kosong dibagian dalam.


Jiu Rui merasakan kemarahan yang berkecamuk di dalam dirinya mulai tumbuh terhadap Ayahnya , hal inilah yang diinginkan oleh Huang Xinxin.


__ADS_2