
Huang Xinxin yang sedang melukis, mendengar bahwa ada yang datang menuju ke arah kamarnya dan dia mengetahui siapa yang memiliki langkah yang begitu ringan dan cepat itu, siapa lagi jika bukan milik kekasih yang sangat dia cintai itu ? Ming Yue, tentu saja.
Huang Xinxin bahkan tidak perlu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang datang untuk menjenguknya pada saat ini.
"Apakah kamu ingin bertanya mengenai masalah Kediaman Wang ?" Tanya Huang Xinxin tanpa mengangkat kepalanya.
"Aku sudah menebak bahwa itu adalah kamu yang melakukannya. " Jawab Ming Yue.
"Ya, memang aku yang melakukannya. Jika kamu penasaran kenapa aku bisa meninggal di penjara gelap padahal aku hanya dikurung, maka kamu bisa menanyakan hal ini padanya. Ah, aku melupakannya, bukankah dia sudah mati ? Tidak akan bisa menjawab pertanyaanmu dengan baik." Ucap Huang Xinxin dengan tenang.
"Apakah dia penyebab seluruh luka di tubuhmu itu ?" Tanya Ming Yue dengan pelan.
"Jika , Ya, apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Huang Xinxin meletakkan kuasnya dan menatap Ming Yue.
Ming Yue tidak langsung menjawab dan memikirkan jawaban yang tepat untuk hal ini, sementara Huang Xinxin sendiri penasaran dengan reaksi yang akan di tunjukkan oleh Ming Yue.
"Kalau begitu maka aku akan berdiri disisimu. " Jawab Ming Yue secara tidak terduga.
Huang Xinxin yang mendapatkan jawaban ini , tidak bisa tidak tersenyum tipis. Jawaban ini memang agak diluar perkirananya.
Seperti yang diharapkan dari orang yang disukainya sudah bisa dipastikan bukan seseorang yang akan mengikuti arus yang ada.
"Kamu yang mengatakannya, jangan sampai menyesalinya. Diam diam disini, aku akan menyelesaikan lukisanku. " Ucap Huang Xinxin.
"Xinxin....... sebenarnya, kamu pada saat ini bukan manusia lagi, bukan ? Awalnya ketika aku mendengar soal Wang Ye, aku merasa agak curiga tapi setelah aku melihat lukisanmu hari ini membuatku semakin yakin. " Balas Ming Yue dengan nada pelan agar tidak di dengar orang lain.
Huang Xinxin membeku untuk sejenak sebelum akhirnya tertawa ringan, tapi dia tidak menjawab pertanyaan Ming Yue.
"Apakah kamu pada saat ini adalah seekor siluman rubah ?" Tanya Ming Yue dengan lebih berani.
__ADS_1
"Jika aku adalah seekor siluman, apakah kamu masih bersedia untuk mencintaiku ?" Tanya Huang Xinxin tanpa menoleh.
Orang orang berpikir bahwa dia terlalu cuek tapi pada kenyataannya, dia tidak berani untuk menatap mata Ming Yue, dia takut melihat kekecewaan dan penolakan dari pria itu.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku sejak awal ?" Tanya Ming Yue terdengar agak kecewa.
"Jadi, apakah kamu akan meninggalkanku ? Aku tidak akan memaksamu untuk tetap berada di sisiku. Bagaimanapun sekarang kamu sudah tahu bahwa aku adalah seekor rubah dan bukan-" Ucapan Huang Xinxin terputus ketika dia merasakan pelukan hangat dari Ming Yue.
"Tidak perduli apakah kamu adalah manusia, siluman , iblis, dewa ataupun peri. Aku masih akan tetap mencintaimu. Aku hanya terkejut sesaat, kamu tidak perlu menutupi hal ini dariku dan dari Ayahmu. Apa yang salah dengan menjadi siluman ?" Tanya Ming Yue.
"Aku mendengar bahwa kamu membenci siluman jadi aku memutuskan untuk menyembunyikan ini. " Jawab Huang Xinxin.
"Memang, ada banyak rekanku meninggal dalam peperangan melawan siluman tapi kamu tidak termasuk dalam peperangan itu, kenapa aku harus membencimu ?" Tanya Ming Yue.
Huang Xinxin tidak menjawab dan hanya membenamkan kepalanya di dada Ming Yue. Tidak lama kemudian, pintu diketuk dan Huang Lixin berjalan masuk.
"Apa yang terjadi Ayah ?" Tanya Huang Xinxin ketika melihat wajah tegang Huang Lixin.
"Kalau begitu maka aku akan ikut Ayah, sangat beresiko karena kamu berjalan sendirian. " Ucap Huang Xinxin.
"Tidak boleh, kamu harus tetap disini dan menjaga kediaman. Pada saat ini tampaknya ada saingan yang tidak senang dengan kita. " Balas Huang Lixin.
"Kalau begitu maka izinkan aku untuk ikut. Dengan kemampuannya maka Xinxin akan baik baik saja disini sendirian. " Ucap Ming Yue.
Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan setuju dengan kata kata yang diucapkan oleh Ming Yue.
"Tidak, terlalu bahaya. Dengan kondisi kemarin maka Xinxin tidak akan bisa bertahan sendirian, kamu temani dia dengan baik. " Ucap Huang Lixin.
"Kalau begitu maka izinkan Huang Shangyue dan Yue Zhang menemanimu, Paman Huang. " Balas Ming Yue.
__ADS_1
Huang Lixin memikirkan hal ini dan akhirnya menyetujuinya , memang tidak buruk untuk itu terutama ketika walaupun Huang Shangyue tidak memiliki kemampuan bela diri yang baik tapi dia memiliki kecerdasan di atas rata rata dan tahu bagaimana harus bersikap.
Seperti yang diharapkan dari seorang putri bangsawan, Keluarga Ling sendiri cukup terkenal di Desa Wang.
Hanya saja dibandingkan dengan Keluarga Yue, tentu saja masih kalah. Sayang sekali bahwa mereka harus menderita begitu banyak karena iblis dari Keluarga Yue.
Keluarga Yue benar benar mengerikan dan dipenuhi dengan Iblis, secara tidak langsung, Huang Xinxin sekalipun meninggal karena keluarga Yue di cerita aslinya.
Hanya saja, Huang Xinxin mencurigai keterlibatan Wu Ying di dalam hal ini. Seperti yang dilihat, Wu Ying tidak seputih yang terlihat.
Sepertinya ada satu hal yang telah dilewatkan, masa kedewasaan Jiu Rui akan segera tiba dimana sudah sebulan berlalu sejak hari terakhir dia mengingat.
Jika menghitung tanggal, bukankah seharusnya sudah dilaksanakan dua hari lalu ? Tapi kenapa belum ada kabar sampai saat ini ?
"Bagaimana dengan upacara kedewasaan Jiu Rui ? " Tanya Huang Xinxin secara tiba tiba.
"Upacara kedewasaan ? Ah, hal ini ditunda sampai minggu depan karena kondisi yang tidak memungkinkan. "Jawab Huang Lixin.
Huang Xinxin mendengar hal ini dan menganggukkan kepalanya, Jiu Rui baru saja diracuni dan tentu saja harus memulihkan kondisinya dengan baik.
"Kalau begitu maka Ayah akan pergi, jaga dirimu baik baik dan bantu Ayah untuk awasi kondisi di Ibukota selama Ayah pergi . " Ucap Huang Lixin.
"Aku mengerti, Ayah bisa menyertakan hal ini padaku. " Balas Huang Xinxin.
Selama Yue Zhang dan Huang Shangyue ikut maka itu akan membuat Huang Xinxin merasa lebih tenang terutama ketika tidak hanya mereka yang pergi melainkan ada beberapa ahli bela diri yang terlatih ikut untuk mengawal mereka pergi.
Huang Xinxin dan Ming Yue sendiri masih merasa tenang, bagaimanapun dengan kekuatan Huang Xinxin sekarang maka takutnya tidak akan mudah untuk di serang terutama dari jarak dekat.
"Seandainya jika terjadi peperangan, apa yang harus dilakukan ? Apakah kamu benar benar akan melepaskan hal ini ?" Tanya Huang Xinxin.
__ADS_1
"Kenapa kamu menanyakannya ?" Tanya Ming Yue dengan bingung.