
Kaisar langsung turun dari atas tahktanya ketika melihat Ibundanya. Dia berlari untuk melihat Ibundanya seolah olah ia adalah anak berusia 10 tahun.
"Ibu, kenapa kamu datang kemari ?!" Tanya Kaisar dengan bahagia dan ingin memeluk ibunya.
Plakkk !
Alih alih mendapatkan pelukan balasan, dia justru mendapatkan tamparan yang kuat di wajahnya.
"Dasar anak tidak berguna ! Apakah aku pernah mengajarkanmu untuk bertindak dengan begitu impulsif ?!" Tanya Ibu Suri dengan murka.
Sementara itu semua orang memandang dengan ketakutan, tidak ada yang pernah melihat Ibu Suri begitu marah, bahkan lebih tidak ada lagi yang pernah melihat Kaisar begitu ketakutan ketika bertemu seseorang.
Alih alih marah, Kaisar merasa takut karena kemarahan Ibunya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh Ibu Suri jauh lebih besar daripada Kaisar, bahkan ketika berada di dalam Istana.
Semua orang mengetahui ini dengan jelas hanya saja tidak berusaha untuk mengatakannya karena takut bahwa hal ini akan membuat Kaisar tidak senang, terutama ketika Ibu Suri memutuskan untuk mengasingkan diri di dalam kuil untuk mendoakan Mendiang Kaisar.
Semua orang diam diam pamit dan hanya menyisakan Ibu dan Anak itu.
"Ibu, apakah perlu sampai menamparku ? Aku sudah melakukan semua yang bisa aku lakukan." Ucap Kaisar dengan helaan nafas.
"Ini semua adalah yang bisa kamu lakukan ? Hanya sampai ke titik ini ?! Kamu bahkan tidak mencerminkan sikap seorang Kaisar ! Tahukah kamu ribuan orang itu memaksa untuk menurunkanmu dari tahkta ?! Kamu bahkan tidak berani untuk berjalan keluar dan menghadapi mereka !" Teriak Ibu Suri.
"Kenapa aku harus takut ? Aku adalah Kaisar sementara mereka adalah bawahan, kenapa aku harus takut dengan mereka ? Kenapa mereka bisa memaksa untuk menurunkanku dari tahkta ?! Aku adalah Kaisar !" Teriak Kaisar dengan putus asa.
"Kamu benar benar telah melupakan apa yang Ibu ajarkan padamu, benar benar sia sia. Tidak berguna !" Teriak Ibu Suri dengan murka.
"Jika bukan karena Ibu datang sendiri keluar dan menghadapi mereka, maka apakah mereka akan mundur dengan sendirinya ?!" Tanya Ibu Suri.
Ibu Suri begitu di hormati bukan tanpa alasan, hal ini karena dia bukan seorang wanita rumahan biasa yang hanya tahu bagaimana cara mengatur Istana Selir Kekaisaran.
__ADS_1
Melainkan adalah wanita yang tegas dan berpendirian teguh, dia mampu memegang kekuatannya sendiri. Ketika mendiang Kaisar meninggal, Kaisar baru saja berusia 16 tahun dan butuh waktu satu tahun lagi untuk bisa menduduki tahkta.
Selama itu, kacau sekali dan ada banyak pemberontak. Pada saat itu, Jenderal Ming juga sudah meninggal sehingga hanya ada Jenderal Lei sendirian yang menangani musuh.
Ribuan pasukan musuh datang, baik dari internal, yaitu keluarga Wen yang sudah sejak lama merencanakan pemberontakan untuk mengambil alih tahkta.
Juga ada dari Kerajaan Yu dan Kerajaan Yuwen, semuanya sangat kacau balau. Hanya mengandalkan Jenderal Lei sendiri tidak akan bisa bertahan.
Pada akhirnya, Ibu Suri pada saat itu yang menyandang gelar Permaisuri menggunakan pakaian zirah nya dan menaklukkan musuh.
Dia membunuh ribuan orang, disaat para bangsawan bersembunyi rapat rapat di dalam rumahnya, dia maju bersama dengan Huang Yingye , Kakek Huang Xinxin.
Pada akhirnya, Ibu Suri dihormati oleh banyak sekali orang dan seluruh Keturunan Keluarga Wen dibunuh tanpa sisa atas tuduhan pemberontakan.
Sampai pada saat ini sekalipun, Ibu Suri masih membuat semua orang merasa hormat, setelah mengalahkan musuh sekalipun banyak sekali kekacauan.
Kelaparan dan kemiskinan terjadi dimana mana, selama tiga tahun, Ibu Suri menemani Kaisar muda untuk menstabilkan ekonomi dan militer Kekaisaran.
Strategi perangnya juga tidak kalah dari seorang Menteri perang, dia memiliki kekuatan yang sama dengan Jenderal Perang. Bahkan jika dia sudah tua, dia masih menebar ketakutan bagi orang lain.
Itu juga dibantu oleh latar belakang keluarganya yang membuat semua orang takut, di dunia ini ada sebuah keluarga yang sudah hancur tapi masih menebar ketakutan.
Hal ini dikarenakan, Keluarganya adalah keturunan dari Raja di Kerajaan yang jauh di bagian Utara.
Kerajaan yang sangat jauh, tapi memiliki kekuatan beberapa kali lipat dibandingkan Kekaisaran Jiu.
Tapi, keluarganya, Keluarga Dan sudah lama musnah sejak kedua orang tuanya meninggal karena usia tua.
Dia hanya memiliki satu saudari, Ayahnya memiliki beberapa selir tapi hanya melahirkan mereka dua bersaudari.
__ADS_1
Ibu Suri adalah Putri Istri Sah sementara saudarinya adalah Putri dari Selir Kesayangan Ayahnya.
Tapi, sayang sekali bahwa saudarinya saja sudah meninggal dan hanya menyisakan dia yang masih bermarga Dan. Jika tidak maka seluruh Keluarga Dan akan benar benar musnah dari dunia ini.
Ibu Suri yang memiliki nama asli Dan Weiyang dan saudarinya, Dan Weihui. Ibu Suri membuka matanya dan menatap putranya yang mengecewakan.
"Apakah kamu tahu ? Huang Xinxin adalah sepupumu, dia adalah keponakanku ! Apakah kamu ingin mempermalukan ku ?!" Tanya Ibu Suri dengan marah.
Kaisar tampak terkejut ketika mendengar hubungannya dengan Huang Xinxin. Hal ini benar benar hal yang mengejutkan.
Selama ini, tidak banyak yang tahu saudara atau saudari dari Keluarga Dan, hanya tahu bahwa mereka memegang pengaruh besar dan membuat mendiang Kaisar takut.
"Kalau begitu.... apakah ibunya adalah saudari Ibu ? Bukankah Ibu mengatakan bahwa dia hanya putri Selir, apakah layak untuk dibandingkan ?" Tanya Kaisar tidak mengerti.
"Selama masih mengandung darah Keluarga Dan maka seluruh tindakannya adalah tindakan yang mulia, bahkan jika dia adalah hasil Selir, selingkuhan atau istri sah. Semuanya sama, dia juga memiliki kecerdasan yang cemerlang. " Jawab Dan Weiyang.
"Jangan merusak persaudaraan ku hanya karena keegoisan mu, tidak semua bisa diukur dengan latar belakang istri sah dan Selir. " Lanjut Dan Weiyang lalu berjalan pergi dari sana dan meningalkan putranya sendirian.
Disisi lain, Huang Lixin sendiri merasa canggung, dia mengingat pada hari itu bahwa Istrinya mengatakan bahwa Ibu Suri seperti kakaknya walaupun mereka berasal dari rahim yang berbeda.
Ibu Suri memiliki kebaikan yang luas, hanya saja dia berbeda umur terlalu jauh dengan Dan Weihui sehingga masih ada jarak di antara mereka.
Ketika Dan Weihui lahir, Dan Weiyang sudah ditunangkan dengan Mendiang Kaisar yang artinya usianya sudah 15 atau 16 tahun.
Selisih sejauh itu adalah jarak yang sangat jauh di antara kedua saudari itu, sayang sekali bahwa mereka tidak sempat mengucapkan salam perpisahan.
Huang Lixin sendiri tidak mengerti banyak tentang Keluarga Dan , Dan Weihui juga tidak ingin menceritakan banyak hal padanya tentang keluarganya.
Sebenarnya, Jiu Rui dan Huang Xinxin adalah bibi dan keponakan. Seandainya dia tahu maka Jiu Rui harus sangat terpukul. Memang, tidak ada larangan untuk menikah dengan saudara dari pihak Ibu.
__ADS_1
Hanya saja, mungkin akan sangat canggung setelah mengetahui hal ini.