Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
152. Mencari Pakaian


__ADS_3

Xia Xinxin justru penasaran dengan kondisi mereka apakah mereka masih seperti dulu, orang yang berkuasa dan mampu untuk menindas orang lain hanya karena memiliki teman ? Xia Xinxin benar benar penasaran dengan orang orang ini, mungkin tidak ada salahnya juga kata Hua Yin untuk ikut reuni ini. Dia akan datang dengan segala kemewahan agar menunjukkan ke depan orang orang ini bahwa dia bukan orang yang dapat dengan mudah di tindas.


Dia tidak harus terpuruk hanya karena kata kata buruk dari orang orang yang buruk juga ini. Xia Xinxin berpikir bahwa mereka tidak pantas untuk membuatnya terpuruk seumur hidup hanya karena kata kata jahat yang mereka keluarkan tanpa rasa bersalah itu.


"Kamu harus keluar dari ketakutanmu dan melihat mereka dengan berani. Kondisi sekarang dan dulu berbeda, jika dulu maka ditahan eh peraturan yang ada di sekolah tapi ini adalah dunia nyata. Siapa yang berkuasa dan memiliki uang adalah orang yang memimpin. Kamu cantik, berkuasa dan memiliki uang, orang orang itu pasti akan geram kepadamu. Balaskan dendammu dan tunjukkan kepada mereka bahwa tindakan mereka adalah sampah yang sesungguhnya. " Ucap Hua Yin dengan serius.


Xia Xinxin mempertimbangkan ini dengan hati hati dan penuh perencanaan, mengikuti dari pemikiran Huang Xinxin maka semuanya akan menjadi sederhana, tinggal jatuhi mereka hukuman mati dan semuanya akan selesai tapi ini adalah dunia yang berbeda dan pada saat ini dia bukan seorang Kaisar lagi.


Dia bukan orang yang memimpin dunia lagi, dia harus mengembangkan rencana dengan teliti dan penuh perhatian. Dengan begitu baru bisa membuat semua orang menghadap ke arahnya.


"Baik, aku akan datang. Aku akan datang dengan pakaian yang paling bersinar sampai semua orang akan kehilangan sinar. " Ucap Xia Xinxin.


"Aku mengerti. Aku pasti akan membuatmu aman kali ini, aku akan menjagamu. Aku akan melindungimu dari sekelompok orang jahat ini. Kamu tidak akan disakiti lagi oleh mereka. " Balas Hua Yin dengan serius dan penuh perhatian.


"Aku percaya padamu, aku berteman denganmu sudah lama, lebih dari tiga tahun. Jika termasuk dengan waktu ketika aku koma maka sudah enam tahun berlalu sejak kita menjadi sahabat. Sudah sangat lama dan aku tidak menduga hal ini. "Ucap Xia Xinxin.


"Aku melihat bahwa pada hari itu kamu duduk sendirian , tampak sangat kesepian tapi pada saat yang sama menggemaskan. Bagaimana mungkin gadis kecil yang begitu imut tapi tidak ada yang menemani ? Sampai sekarang juga sama, sejak dulu tubuhmu selalu lebih pendek dariku maka dari itu aku akan melindungimu. " Ucap Hua Yin.


"Aku tidak tahu apakah kamu ingin berniat baik atau berniat jahat. " Balas Xia Xinxin ketika Hua Yin mengatainya pendek.


"Ha ha ha, bukankah itu memang sebuah kenyataan ? Kenapa kamu tidak ingin menerima kenyataan seperti itu ?" Tanya Hua Yin dengan gemas.


"Jika kamu berani mengatakannya sekali lagi maka aku akan memukulmu. " Ancam Xia Xinxin dengan bercanda.


"Baiklah, baiklah. Aku takut dengan Nona Xia yang gagah dan perkasa , penuh dengan kekuatan. " Ucap Hua Yin.


"Ya , yang seperti itu baru benar. " Balas Xia Xinxin dengan puas.


"Tapi, sayang sekali bahwa dia pendek !" Tambah Hua Yin sembari tertawa lebar.


Xia Xinxin langsung berubah ekspresi ketika mendengar kata kata Hua Yin.


Xia Xinxin memukul mukul tangan Hua Yin dengan lembut dan memasang ekspresi kesal karena tindakan Hua Yin yang terus menerus mengejek tinggi tubuhnya.


Memang, dibandingkan dengan orang lain maka dia memang agak pendek. Hanya saja..... bukan

__ADS_1


berarti bahwa itu adalah alasan untuk mengejeknya.


Xia Xinxin cemberut dan membuang wajahnya ke jendela sementara tawa Hua Yin mulai reda.


"Xinxin.... kita sudah lama berteman tapi belum pernah liburan bersama, bagaimana jika kita liburan bersama ?" Tanya Hua Yin.


Xia Xinxin tidak menjawab dan masih cemberut, hal ini membuat Hua Yin ikut gemas dan kembali tertawa melihat tingkah laku dari Xia Xinxin.


"Ayolah, jangan diam saja ! Aku sangat sedih dan akan menangis sekarang , jika aku menangis dan tidak sengaja menabrak pembatas jalan maka kita berdua akan tamat. " Canda Hua Yin.


"Benar juga, kemana menurutmu kita akan pergi ? " Tanya Xia Xinxin sembari menoleh.


"Kemana kamu ingin pergi ?" Tanya Hua Yin.


"Aku ingin pergi ke sebuah negara yang jauh dan melihat dunia luar. Bagaimana menurutmu ?" Tanya Xia Xinxin.


"Bagaimana jika kita pergi ke Eropa dan mengelilingi beberapa Negara yang bersalju ? Walaupun disini juga ada salju tapi aku ingin melihat Negara lain. " Jawab Hua Yin.


"Bagus juga, kapan kita akan pergi ? Bagaimana jika menyisakan waktu satu bulan untuk berjalan jalan ? Tapi saat ini kamu sedang melanjutkan studimu, kamu mungkin harus pulang sebentar lagi. Bagaimana dengan ini ?" Tanya Xia Xinxin.


"Kapan kamu akan kelulusan ? Aku ingin datang ke tempatmu, kamu mengatakan bahwa kamu kuliah di luar negeri tapi tidak mengatakan di Negara mana kamu menempu pendidikan ?" Tanya Xia Xinxin.


"Aku menempuh pendidikan di Amerika Serikat mendapatkan beasiswa, aku berpikir akan sayang sekali jika aku tidak mengambilnya setelah aku kuliah disini aku melanjutkan kuliah disana dan seharusnya akan lulus tahun depan. " Jawab Hua Yin.


"Jurusan apa yang kamu ambil ?" Tanya Xia Xinxin.


"Hukum." Jawab Hua Yin dengan bangga.


Xia Xinxin menatap Hua Yin dengan bangga dan menganggukkan kepalanya dengan penuh kekaguman.


Xia Xinxin tiba di rumah dan dia mengungkapkan niatnya untuk pergi reuni, orang tuanya sudah berubah dan tidak melarangnya untuk pergi. Sehingga keesokan harinya, dia pagi pagi sekali membawa mobilnya sendiri ke butik.


Mobil yang sudah lama tidak digunakan ini bahkan bagian dalamnya terasa dingin dan asing, ketika dia duduk di dalamnya, itu terasa sangat nyaman.


Xia Xinxin menyalakan mesin mobilnya dan mulai berjalan pelan keluar dari garasi. Tubuhnya masih kaku dan tidak terbiasa tapi dia bisa. Dia membawa dengan hati hati dan perhatian penuh sampai akhirnya dia tiba di butik.

__ADS_1


Tidak semua orang bisa masuk kesini, hanya orang orang yang memiliki kartu khusus yang boleh datang ke butik yang ada di cabang ini.


Ketika dia turun dari mobil, pelayan menyambutnya dan Xia Xinxin menunjukkan kartu khusus miliknya.


"Silakan masuk Nona Xia. Kebetulan sekali bahwa kami memiliki koleksi baru dari gaun yang sederhana tapi elegan. " Ucap pelayan itu mengenalinya dan mengetahui seleranya.


"Sayang sekali bahwa kali ini agak berbeda, karena untuk situasi khusus maka aku tidak mencari gaun yang sederhana. Aku ingin gaun yang bersinar dengan cerah sehingga membutakan orang lain. " Canda Xia Xinxin.


"Nona Xia benar benar memiliki candaan yang lucu, aku akan membawa Nona Xia untuk datang kesana dan melihat. Bagaimanapun kami akan menunjukkan gaun yang cerah ini. " Ucap Pelayan itu.


Dia masuk ke dalam dan melihat gaun yang begitu indah, dia melihat banyak jenis gaun sampai akhirnya pelayan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam rak yang ditutup dengan rapat.


Itu adalah sebuah gaun yang dipenuhi dengan berlian, tampak bersinar cerah tapi tidak terlihat terlalu berlebihan dan juga tampak sangat elegan.


"Dengan gaun ini pasti akan mampu untuk memancarkan aura yang dimiliki oleh Nona Xia. " Ucap Pelayan itu.


Xia Xinxin mencoba gaun itu, gaun yang di bagian atasnya terbuka sehingga menunjukkan bahunya yang putih bersih seperti salju.


Ini sangat bagus sekali dan juga membentuk lekuk tubuhnya dengan indah.


"Gaun ini di seluruh Negeri ini hanya ada satu ini dan baru saja tiba siang ini, seluruh bahan yang digunakan adalah berlian. Pembuatan ini semuanya menggunakan tangan dan membutuhkan satu bulan hanya untuk membuat satu ini. Nona , ini sangat cocok untukmu. " Ucap Pelayan.


"Baiklah, bungkus kan untukku. " Balas Xia Xinxin setuju.


"Baik, Nona ! Apakah Nona ingin langsung menggunakannya atau untuk membawanya pulang ?" Tanya Pelayan.


Xia Xinxin melirik ke jam tangannya dan menemukan bahwa sekarang sudah pukul 12 , sayang sekali jika dia harus pulang lagi.


"Langsung digunakan saja sekaligus aku ingin melihat perhiasan kalian. " Ucap Xia Xinxin.


"Baik, baik, aku akan menunjukkannya kepada Nona !" Seru pelayan itu dan mengajak Xia Xinxin untuk duduk dengan gaun yang baru saja dibeli itu.


Mereka duduk di depan cermin dan tampak begitu cantik bahkan tanpa perhiasan apapun. Seorang pelayan membawakan sebuah perhiasan yang sederhana dengan warna perak tapi di tengahnya menggunakan batu biru yang bersinar dengan cerah dan juga sepasang anting yang senada.


Ketika digunakan pada Xia Xinxin maka terlihat begitu cantik layaknya seorang Dewi.

__ADS_1


__ADS_2