Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
109. "Shangyue..... "


__ADS_3

Huang Xinxin menarik mereka bertiga untuk pergi dari sana sementara itu ketika dia akan kabur, ada sekelompok orang yang menghalangi jalannya. Huang Xinxin menatap dengan tajam ke arah mereka dan bersiap untuk menyerah.


"Tuan Yue, apakah kamu bisa melindungi yang lain sementara aku melawan mereka ?" Tanya Huang Xinxin.


"Tentu saja, Nona Huang bisa tenang. " Jawab Yue Zhang.


"Kamu tidak akan bisa lolos dari sini, Huang Xinxin. " Ucap wanita di belakangnya itu.


Ketika orang di depan maju lebih jelas ternyata terlihat dengan jelas siapa yang memimpin sekelompok siluman itu.


Itu adalah seseorang yang dia kenal, orang yang pertama kali dilihatnya ketika dia menjadi siluman.


Siapa lagi jika bukan Xu Liang ? Siluman yang banyak membantunya karena menganggapnya sebagai Wei Qianming.


"Xinxin ?" Tanya Xu Liang dengan tatapan tidak percaya.


"Xu Liang, aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi di posisi ini. Sayang sekali bahwa kita akan menjadi musuh. " Jawab Huang Xinxin berjalan maju.


"Kenapa kamu bisa ada disini bersama dengan manusia manusia ini ? Aku telah mencarimu kemana mana. " Balas Xu Liang.


"Mereka adalah keluargaku, jika kamu ingin menyakiti mereka maka kamu harus melewati aku terlebih dahulu. " Ucap Huang Xinxin.


Huang Xinxin melihat beberapa harimau putih di balik punggung Xu Liang yang memandang mereka dengan mata merahnya.


Huang Xinxin mengeluarkan cakarnya dan bersiap siap untuk membalas apabila benar benar terjadi pertarungan.


Pada saat ini, dia tidak tahu bagaimana tanggapan Xu Liang padanya. Jika Xu Liang memutuskan menyerang maka mungkin dia akan kalah.


"Klan harimau putih sudah berjanji akan membantuku. " Ucap wanita misterius itu.


Xu Liang tidak menjawab dan menatap Huang Xinxin dengan tatapan yang rumit sebelum akhirnya menghela nafasnya dan mengangkat tangannya.


"Pergilah, aku tidak akan menghalangimu. " Ucap Xu Liang.


"Bagaimana mungkin ?! Ini melanggar perjanjian !" Teriak wanita misterius itu dengan marah.


"Aku akan mengurus hal ini denganmu nanti, tapi dia.... harus kembali dengan selamat. " Balas Xu Liang.

__ADS_1


Huang Xinxin menundukkan kepalanya sebagai bentuk terima kasih kepada Xu Liang lalu mengajak teman temannya untuk pergi.


"Hati hati !" Teriak Huang Shangyue dengan mengejutkan.


Sebuah anak panah melesat menuju tubuh Huang Xinxin dengan kecepatan penuh, menuju jantungnya dengan ketepatan yang tinggi.


Bahkan Huang Xinxin sekalipun tidak bisa menghindar dengan posisi ini, dia menunggu sampai anak panah itu menembus tubuhnya.


Tapi, hal itu tidak kunjung terjadi. Justru, dia melihat Huang Shangyue yang berdiri di belakangnya dengan tubuh yang berlumuran darah dan tersenyum ke arahnya.


"Hidup ini diberikan olehmu maka akan ku kembalikan lagi kepadamu. " Ucap Huang Shangyue.


"Shangyue...... " Gumam Huang Xinxin dan memegang tangan Huang Shangyue.


"Ayo, kita harus pergi !" Ajak Yue Zhang ketika melihat kelompok wanita misterius dan Xu Liang mulai bertengkar satu sama lain.


Huang Xinxin mengangguk dan membawa Huang Shangyue di punggungnya.


"Tinggalkan aku disini, aku akan menghambat kalian. " Ucap Huang Shangyue.


Dia tidak menyangka bahwa dia akan benar benar tidak berguna sampai sampai dia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dari anak panah dan membiarkan Huang Shangyue untuk menerima anak panah atas dirinya sendiri.


Huang Xinxin benar benar merasa bahwa dirinya tidak berguna, betapa menyedihkan nya. Bahkan ketika dia telah menjadi siluman sekalipun masih membuatnya tidak berdaya.


"Aku tidak mampu membalas dendam, hanya mampu meminta bantuanmu untuk membalaskan dendam atas namaku. Aku tidak banyak membantu tapi aku harus mengatakan bahwa hari hari bersama denganmu, dengan Tuan Huang adalah yang terbaik. " Bisik Huang Shangyue.


"Jangan sembarangan berbicara. Kamu pasti akan bisa diobati. " Balas Huang Lixin memegang tangan Huang Shangyue.


Hanya saja, Huang Shangyue kehilangan banyak darah sementara mereka tidak ada satupun yang memahami pengobatan.


"Tuan Huang, kamu benar benar baik padaku. Walaupun kamu mengatakan bahwa aku adalah pelayan tapi kamu memperlakukan ku seperti putrimu sendiri. Di kehidupan ini, selain keluargaku , tidak ada orang lain yang memperlakukan ku sebaik kalian. " Ucap Huang Shangyue.


"Balas budi ini tidak bisa ku bayarkan pada kehidupan ini, di kehidupan masa depan maka aku pasti akan melayani kalian dengan tulus. " Lanjut Huang Shangyue.


"Shangyue ! Berhenti mengatakan omong kosong, kamu pasti bisa bertahan. " Ucap Huang Xinxin dengan mata yang memanas.


Huang Xinxin hampir tidak bisa melihat ke depan karena kabur, dia bisa merasakan pakaiannya yang basah oleh darah Huang Shangyue.

__ADS_1


Tangan Huang Shangyue juga sudah mendingin dan wajahnya sudah sepenuhnya pucat, Huang Xinxin sekalipun sudah merasa putus asa.


"Kakak, kamu sangat baik padaku. Apa alasanmu sangat baik padaku ?" Tanya Huang Shangyue.


"Kamu baru ingin memanggilku kakak sekarang ? Bukankah kamu terlambat ? Kamu harus bertahan lebih lama untuk memanggilku kakak. " Jawab Huang Xinxin.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku. " Ucap Huang Shangyue.


"Itu karena kamu menggemaskan. " Balas Huang Xinxin asal asalan.


Mereka sudah keluar hutan dan sudah dekat dengan desa, selama mereka mencapai desa maka mereka akan segera menemukan tabib.


"Terima kasih, aku merasa sangat bersyukur pada hari itu bertemu denganmu. Jika tidak maka mungkin aku sudah mati karena kedinginan , kelaparan atau bahkan dipukul. " Ucap Huang Shangyue.


Huang Xinxin merasa bahwa air matanya mulai jatuh secara tidak terkendali. Dia benar benar tidak bisa menahan air matanya lagi, baginya Huang Shangyue sudah seperti adiknya sendiri.


Walaupun mereka tidak bertemu dalam waktu yang lama tapi kedekatan mereka tidak kalah seperti saudara yang tumbuh bersama.


Huang Shangyue mulai melemahkan pelukannya dan ini membuat Huang Xinxin menjadi lebih cemas.


"Jika kamu bertahan maka aku akan memberikan banyak kue kacang kesukaan mu. " Ucap Huang Lixin mengelus kepala Huang Shangyue.


Ketika Huang Xinxin pergi, Huang Lixin kesepian dan tidak ada yang menemani. Itu adalah Huang Shangyue yang menemani dan menghiburnya dengan perlahan.


Walaupun tidak mengucapkan banyak kata kata tapi dia membuktikannya dengan tindakan, Huang Shangyue bekerja dengan sangat baik.


Huang Shangyue tidak membalas dan hanya tersenyum tipis saja menanggapi Huang Lixin.


"Shangyue, kamu harus bertahan. " Ucap Huang Xinxin.


Dia tidak tahu harus mengatakan apa, dia benar benar tidak bisa berpikir dengan jernih lagi pada saat ini.


Mereka tiba di desa dan Yue Zhang berlari untuk mencari tabib sampai akhirnya masuk ke dalam rumah seorang tabib itu dan membaringkan Huang Shangyue.


Panah dengan perlahan dilepaskan dan wajah Huang Shangyue sudah pucat pasi, tampak sangat kekurangan darah.


Huang Xinxin membantu mencuci kain yang digunakan untuk mengelap darah di tubuh Huang Shangyue, bahkan tabib itu sekalipun merasa hati hati dengan kondisi Huang Shangyue.

__ADS_1


__ADS_2