Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
117. Perang Perbatasan Barat Daya


__ADS_3

Huang Xinxin tampaknya mampu mengendalikan situasi untuk saat ini, hanya saja jimat yang dia miliki semakin sedikit, dia bisa saja menulis jimat hanya saja waktunya terlalu sedikit. Dia harus memiliki orang lain yang bisa menulis jimat, hanya saja Ming Yue sendiri sedang bertarung sengit dengan Penyihir Agung.


Tidak lama kemudian, bantuan benar benar datang. Zhou Man datang dan melemparkan beberapa jimat ke arah prajurit yang ingin naik ke atas benteng. Selain itu, prajurit musuh juga menembakkan anak panah sehingga beberapa prajurit mereka terkena panah.


"Zhou Man ! Aku tidak menyangka bahwa kamu akan datang kemari. " Ucap Huang Xinxin dengan terkejut.


"Sekarang, aku sudah tahu bagaimana caranya menulis jimat. Aku ingin bisa membantu menjaga perbatasan , dengan adanya ayahku dan Paman Huang maka seharusnya perbatasan barat daya akan baik baik saja. " Balas Zhou Man.


"Kalau begitu, maka aku harus merepotkan kamu untuk membantuku. " Ucap Huang Xinxin merasa senang karena bantuan ini.


Huang Xinxin melihat setumpuk kertas yang dikeluarkan oleh Zhou Man, kertas kertas itu adalah jimat yang telah ditulis oleh Zhou Man.


Huang Xinxin agak canggung ketika melihatnya ternyata lukisan itu agak berantakan hanya saja jika dilihat lagi maka masih bisa digunakan sebagai jimat.


Huang Xinxin berusaha untuk tidak terlalu menunjukkan sikapnya, mungkin akan membuat Zhou Man tersinggung dengan sikapnya.


Hanya saja ternyata Zhou Man telah mengetahui apa yang dia pikirkan hanya dengan melihat dari tatapan nya.


"Maafkan aku tapi aku baru saja berlatih satu jam belakangan ini sehingga kemampuanku benar benar terbatas. Tapi, aku telah menanyakan hal ini pada kakek buyutku dan dia mengatakan bahwa jimat jimat ini bisa digunakan. " Ucap Zhou Man dengan panik.


Zhou Man menjelaskannya dengan cepat, seolah olah takut bahwa Huang Xinxin akan kecewa dengan jimat hasil buatannya.


Tapi, Huang Xinxin juga mengerti dengan kesulitan Zhou Man. Selama jimat bisa digunakan maka tampilan luar tidak perlu terlalu di pikirkan.


"Tidak masalah, kamu bisa belajar untuk membantu adalah hal yang sangat baik. " Ucap Huang Xinxin memujinya.


"Nona Huang, kamu memiliki tulisan dan lukisan yang baik. Bagaimana jika kamu yang melukis jimat dan aku yang akan mencegah musuh ?" Tanya Zhou Man.


Huang Xinxin menaikkan salah satu alisnya, dia awalnya memang berpikir seperti itu tapi bisa saja Zhou Man keberatan untuk melawan langsung musuh musuh ini.

__ADS_1


Tapi karena Zhou Man telah menawarkan diri maka Huang Xinxin tidak akan sungkan dengan bantuan yang diberikan ini.


"Apakah kamu baik baik saja dengan hal itu ?" Tanya Huang Xinxin dengan tidak yakin.


"Aku bisa membantu. " Jawab Zhou Man dengan yakin.


Dia takut bahwa Huang Xinxin akan memandangnya dengan sebelah mata karena hubungan masa lalu mereka yang kurang baik, terutama mengingat pertemuan pertama mereka di pelelangan Aula Shuiyun.


Hal ini membuat Zhou Man agak gugup, terutama setiap kali dia bertemu dengan Huang Xinxin.


Sementara Huang Xinxin sendiri sebenarnya tidak memiliki pemikiran semacam itu. Dia tahu karakter sebenarnya dari Zhou Man, melihatnya seperti sekarang membuatnya agak terkejut.


Perubahan karakter yang begitu drastis membuatnya terkejut. Tapi, Huang Xinxin merasa senang juga dengan hal ini dan menganggukkan kepalanya.


Lalu setelah itu, Huang Xinxin berganti posisi dan mulai menuliskan jimat dengan cepat. Untunglah bahwa dia membawa banyak kertas jimat.


Terutama kertas jimat yang dimiliki oleh Zhou Man juga tidak sedikit, dia menulis jimat api dan jimat air.


Huang Xinxin memandang dengan waspada ke sekitar, takut bahwa Penyihir Suci menggunakan kesempatan ini untuk menyelinap masuk ke dalam garis pertahanan mereka.


Huang Xinxin sudah pernah membaca tentang kedua Penyihir Suci yang kekuatannya hanya sedikit lebih rendah dari Penyihir Agung.


Dikatakan bahwa kedua orang itu sangat setia dengan Penyihir Agung, tidak ada yang mengetahui rupa dari kedua Penyihir Suci selain Penyihir Agung.


Sementara disisi lain, di perbatasan barat daya sendiri tidak sekacau di perbatasan Selatan. Mereka melawan para manusia bar bar yang masih ragu ragu untuk menyerang.


Terutama kedua pangeran mereka sendiri telah dibunuh oleh Kekaisaran Jiu, hal ini menurunkan semangat mereka.


Kali ini, dipimpin oleh wakil ketua orang bar bar yang bernama Wu Lian , itu adalah nama samaran sementara nama aslinya sendiri tidak diketahui.

__ADS_1


Dia memiliki tinggi sekitar 3 atau 4 meter dengan tubuh yang penuh otot. Ketika para manusia berdiri di depannya maka mirip seperti anak anak.


Hal ini membuat banyak prajurit Kekaisaran Jiu merasa patah semangat dengan kondisi ini , mereka merasa tidak diuntungkan.


Tapi, pemimpin mereka benar benar tidak mengenal takut. Itu adalah Zhou Yan dan Huang Lixin yang memimpin mereka sementara Keluarga Yue bahkan belum tiba sampai saat ini juga.


"Bagaimana dengan keluarga Yue ? Apakah perlu untuk mengirimkan surat kepada Istana ?" Tanya Huang Lixin.


"Aku menebak, seharusnya Kaisar bukannya tidak tahu akan hal ini tapi memutuskan untuk tetap membiarkan Keluarga Yue. Berarti dengan sengaja mengirim kita ke depan gerbang kematian. " Ucap Zhou Yan.


"Kalau begitu maka itu adalah rencana yang begitu cemerlang. " Balas Huang Lixin.


Zhou Yan menganggukkan kepalanya dan menuliskan pesan untuk Kaisar, ini bukan pesan pertama melainkan pesan kedua yang dia kirimkan untuk Kaisar mengenai Keluarga Yue yang tidak kunjung datang bahkan setelah tiga jam berlalu.


Bukankah ini adalah tindakan yang sangat disengaja oleh pihak Keluarga Yue ? Hal ini membuat semangat para prajurit menjadi menurun.


"Kedua Tuan, tampaknya peperangan akan segera dimulai. Dari pihak musuh sudah berulang kali mengirimkan pasukan mereka untuk memeriksa kondisi. " Ucap salah satu prajurit melaporkan situasi di depan.


"Bagaimana dengan prajurit kita ? Apakah mereka semua sudah siap untuk bertarung ?" Tanya Huang Lixin.


"Mereka semua sudah berada dalam posisi untuk bertarung hanya saja kepercayaan diri mereka telah menurun karena ketidak jadikan Keluarga Yue. " Jawab prajurit itu.


Tiba tiba mereka mendengarkan teriakan teriakan dari para prajurit di depan dengan begitu penuh semangat.


"Berjuang melindungi Kekaisaran !" Teriak para prajurit diluar.


Tidak lama kemudian ada prajurit lain yang berlari masuk ke dalam ruangan mereka dengan wajah yang sangat bahagia dan semangat.


"Wakil Jenderal Yue telah tiba untuk memimpin pasukan ! Para prajurit menjadi semangat untuk bertarung dan melawan musuh. " Ucap prajurit itu dengan bahagia.

__ADS_1


Huang Lixin dan Zhou Yan yang mendengar ini merasa lebih tenang dan lega.


"Baguslah dengan itu, katakan pada Wakil Jenderal Yue untuk kemari. " Balas Huang Lixin.


__ADS_2