
Disisi lain, Ming Yue sendiri kembali setelah selesai acara makan makan bersama dengan tunangan dan Xia Xinxin. Dia tiba tiba merasa bingung kenapa wajah Xia Xinxin agak berubah setelah bertemu dengan Wang Ziqi , entah karena perasaannya saja atau memang seperti itu hanya saja perasaan ini membuat Ming Yue merasa tidak senang. Ditambah lagi pada saat ini hujan deras, dia memutuskan untuk menepi dan meringankan pikirannya.
Dia mengendarai mobil dalam kondisi pikiran yang kacau seperti ini maka takutnya akan membahayakan orang lain terutama dalam kondisi jalan yang licin dan pandangan yang kabur karena hujan deras ini dan secara tidak sengaja dia melihat sesuatu yang berkilau di dekat tanaman.
Dia mengambil payung dari mobilnya dan turun untuk melihat benda itu lalu menemukan bahwa itu adalah sepatu yang sangat indah dan berkilau tampak megah dan mahal.
Ming Yue merasa tidak asing dengan sepatu ini lalu ketika dia memikirkannya lagi, dia tiba tiba mengingat bahwa ini adalah sepatu yang digunakan oleh Xia Xinxin tadi.
Tentu saja hal ini membuatnya merasa cemas, Xia Xinxin adalah tamu yang dibawa oleh nyesek tentu saja dia harus bertanggung jawab terhadap keselamatan Xia Xinxin dan sekarang sepatunya yang mahal tergeletak di tanah. Pikiran Ming Yue langsung berkelana jauh dan dia memikirkan sesuatu yang buruk.
Dia ingin menelpon Xia Xinxin hanya saja baru sadar bahwa dirinya tidak menyimpan nomor milik gadis itu, dia berjalan masuk ke dalam mobil dan menelpon Wang Zhang yang membutuhkan beberapa waktu untuk menunggu pria itu mengangkat teleponnya.
"Ada apa ? Menelpon ku hampir tengah malam seperti ini seolah olah kamu tidak ada pekerjaan ?" Tanya Wang Zhang dengan suara yang mengantuk.
"Apakah kamu ada nomor dari Xia Xinxin ? " Tanya Ming Yue.
"Kenapa kamu tiba tiba menanyakan nomornya ? Apakah sekarang kamu sudah berganti pasangan ? Hanya dengan satu kali makan ? " Canda Wang Zhang.
"Sebaiknya kamu tutup mulut ! Ini adalah hal yang penting ingin aku bicarakan padanya, sekarang aku benar benar ingin mencari dirinya. Katakan saja apakah kamu memilikinya atau tidak ?" Tanya Ming Yue.
"Aku memilikinya, akan segera aku kirimkan padamu. Jika kamu benar benar bersama dengannya maka kamu harus memberikan pesan padaku. " Jawab Wang Zhang sebelum akhirnya mematikan sambungan telepon.
Ming Yue tidak memiliki waktu untuk berbicara omong kosong dengan sahabatnya ini dan hanya bisa fokus dengan tindakannya saat ini yang masih harus mencari Xia Xinxin.
__ADS_1
Mungkin saja Xia Xinxin sengaja membuangnya hanya saja siapa yang rela untuk membuang sepatu lebih dari 100 ribu Yuan di pinggir jalan seolah olah itu bukan hal yang berharga.
Menurut Ming Yue, hanya orang gila yang akan melakukan itu dan tanpa dia sadari sebenarnya Xia Xinxin benar benar telah gila dan itu semua karenanya.
Xia Xinxin hampir menenggelamkan dirinya di dalam bak mandi kamarnya jika dia tidak mendengar suara dering telponnya, dia berada di dalam bak mandi ini selama satu jam dan merasa kedinginan.
Tapi kulitnya seolah olah sudah mati rasa dan dia masih memikirkan kata kata yang diberikan oleh Zhou Man padanya, entah bagaimana pernyataan cinta dari kedua orang ini benar benar membebani dirinya dan dia tidak tahu bagaimana cara untuk menghadapi mereka berdua.
Kenapa harus mereka berdua yang membawa ingatan masa lalu ? Disaat Xia Xinxin benar benar berhutang kepada kedua orang itu dan sekarang dia benar benar bertemu lagi dengan mereka di kehidupan ini, tentu saja hal ini membuat Xia Xinxin menghela nafas berang.
Dia sangat kesal dan tidak tahu siapa yang sekarang sedang menelponnya dia membuka ponselnya dan melihat bahwa ini adalah nomor yang tidak dia kenali lalu dia mengangkat telpon itu dengan malas.
"Nona Xia, apakah sekarang kamu baik baik saja ?" Tanya suara di seberang sana.
Xia Xinxin terkejut dan merasa bahwa dia seperti sedang bermimpi ternyata itu benar benar Ming Yue yang sedang menelponnya.
"Wang Zhang yang memberikannya padaku, ini adalah kesalahanku karena melakukan hal ini tanpa izin mu tapi ini adalah hal yang sangat mendesak. Aku baru saja pulang dari restoran tadi dan tidak sengaja menemukan sepatu Nona Xia terjatuh di tengah jalan, aku takut bahwa sesuatu telah terjadi pada Nona Xia. Bagaimanapun aku adalah orang yang membawa Nona Xia maka aku adalah orang yang bertanggung jawab pada Nona Xia. " Ucap Ming Yue.
"Oh sepatu itu, aku membuangnya karena aku merasa bahwa itu tidak nyaman. Tuan muda Ming, buang saja sepatu itu. " Balas Xia Xinxin.
"Di buang saja ? Apakah baik baik saja untuk membuang sepatu semahal ini ?" Tanya Ming Yue.
"Aku tidak membutuhkannya lagi. " Jawab Xia Xinxin.
__ADS_1
"Nona Xia, apakah sesuatu terjadi padamu ?" Tanya Ming Yue.
"Aku baik baik saja sekarang, sekarang sudah larut malam aku akan mematikan telepon. Takutnya jika hal ini di ketahuilah oleh Non Wang maka akan membuatnya malah salah paham pada kita berdua karena Tuan Muda Ming menelpon malam malam. " Jawab Xia Xinxin dengan nada yang acuh tak acuh.
"Nona Xia...... apakah aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaanmu ? Aku merasa bahwa kamu tampak memiliki perasaan yang buruk setelah bertemu dengan tunangan ku. " Balas Ming Yue masih cemas.
Xia Xinxin merasa bahwa darahnya mendidih ketika dia mendengar kata kata 'tunangan ku ' dari mulut Ming Yue tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Tidak ada yang salah itu semua hanya perasaan Tuan Muda Ming. Sekarang sudah larut, aku izin untuk mematikan sambungan telepon, selamat tinggal. " Balas Xia Xinxin dan mematikan sambungan telepon sementara Ming Yue merasakan kebingungan.
Dia tidak mengingat bahwa dia melakukan suatu kesalahan tapi tampaknya pihak lain menyimpan dendam pada dirinya. Ming Yue memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dan sesampainya di rumah dia merasakan kebingungan yang mendalam dan memutuskan untuk menuang anggur agar membuat hatinya menjadi lebih tenang.
Ming Yue minum sampai dia mabuk dan kepalanya tergeletak di meja dapur, dia tampak menyedihkan tapi tidak ada yang melihatnya.
Dia memasuki mimpi yang mendalam, Ming Yue merasa aneh dengan tempat yang dia masuki ini. Dia seharusnya tidak pernah datang ke tempat ini.
Tempat ini seperti tempat bersejarah dimana merupakan sebuah paviliun yang indah dan tampak begitu luas di bagian depan memiliki papan nama yang menuliskan 'Keluarga Ming'.
Dengan begini maka menjelaskan bahwa ini adalah kediaman Ming, Ming Yue berjalan ke dalam kediaman ini dan merasa bahwa dia memiliki ikatan yang erat dengan dirinya.
Karena ketika dia masuk, dia sama sekali tidak merasa asing dengan tempat ini tentu saja hal ini membuat Ming Yue merasa kesulitan untuk mengidentifikasi tempat ini.
Dia masuk ke dalam dan merasa bahwa ini adalah suatu tempat yang sudah pernah dia tempati sebelumnya sehingga tidak memberikan perasaan yang asing padanya. Ming Yue merasa ragu dengan perasaannya ini.
__ADS_1
Lalu dia berjalan masuk dan melihat bahwa di depannya ada sepasang manusia yang sedang saling bergandengan satu sama lain dengan penuh cinta.
Mereka berdua tampak menunjukkan cinta yang mendalam hanya saja juga membawa kesedihan, Ming Yue ingin berjalan mendekat tapi kakinya terasa berat dan dia tidak bisa melangkahkan kakinya lagi ke depan sehingga hal ini membuatnya merasa berat.