
Semua orang tidak menyangka bahwa Putra Mahkota akan berani untuk membentak Kaisar, selama ini Putra Mahkota adalah putra yang paling patuh dan paling bisa di atur dibandingkan Putra Kaisar yang lainnya.
Hanya saja, semua orang sekarang terkejut ketika mendengar kata kata Putra Mahkota. Orang yang dicintai oleh Putra Mahkota ? Siapakah itu ?
Semua orang tahu bahwa Huang Cincin dibatalkan pertunangan oleh Jiu Rui karena Jiu Rui membencinya tapi nyatanya, Jiu Rui mengemis padanya dalam hal cinta.
Tapi, Huang Xinxin sudah berubah dan dia telah memiliki seseorang yang dia simpan di dalam hatinya sendiri.
Jiu Rui tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Ming Yue di dalam hati Huang Xinxin karena sejak awal, selalu ada ketakutan di dalam hati Huang Xinxin terhadap Jiu Rui.
"Siapa yang kamu maksud ?" Tanya Kaisar.
"Ayah tidak perlu pura pura tidak tahu, aku mencintai Xinxin selama setahun belakangan ini ! Aku bahkan menunda Upacara Kedewasaanku !" Teriak Jiu Rui.
Semua orang terkejut ketika mendengar ini, karena ternyata mereka telah salah selama ini. Ternyata, Jiu Rui mencintai Huang Xinxin.
Pantas saja, Jiu Rui berani untuk melawan Kaisar demi membela Huang Xinxin di masa lalu. Ternyata semua itu karena perasaan yang di miliki oleh Jiu Rui. Semua orang berpikir karena Jiu Rui dan Huang Xinxin berteman satu sama lain sejak mereka masih sangat kecil.
Tapi , tidak ada yang menyangka bahwa Jiu Rui akan mencintai Huang Xinxin.
"Ayah, tolong jangan halangi aku lagi. Aku akan pergi ke perbatasan dan tidak akan ada yang bisa menghalangi ku lagi. " Ucap Jiu Rui dengan dingin.
"Baik, jika kamu ingin pergi maka pergilah. Pada saat itu, maka posisi Putra Mahkota mu akan dicabut. " Balas Kaisar mengancamnya.
Tapi, bukannya merasa takut, Jiu Rui benar benar tenang dan mengeluarkan sesuatu yang merupakan token Naga emas dari dalam jubahnya.
"Jika itu bisa membuat Ayah merasa lebih tenang maka aku akan mengembalikan nya kepada Ayah. " Ucap Jiu Rui membanting token Putra Mahkota miliknya.
"Berhenti disana ! Jiu Rui, apakah kamu sudah kehilangan akal ?!" Teriak Kaisar dengan murka.
Jiu Rui hanya melirik Kaisar dengan tatapan sinis nya sebelum akhirnya berlari dari dalam Aula Istana untuk pergi.
__ADS_1
"Pengawal, kejar dia !" Teriak Jiu Rui.
Jiu Rui melompat ke atas kuda yang telah dia siapkan dan memacu kudanya dengan kencang sehingga tidak ada satupun yang bisa menghalangi langkahnya pada saat ini.
Dia menolak untuk memelankan laju kudanya bahkan jika gerbang pada saat ini masih dalam posisi tertutup.
"Siapapun yang menghalangi ku, maka jangan salahkan aku karena bertindak kejam !" Teriak Jiu Rui dengan lantang.
Para pengawal juga takut bahwa dia akan terluka sehingga mau tidak mau membuka gerbang, jika Jiu Rui dengan sengaja menabrakkan kepala kudanya dengan gerbang maka akibatnya tidak akan tahu seperti apa.
Jiu Rui tersenyum miring ketika dia keluar dari Istana, pada saat ini sudah tidak ada lagi yang bisa menahannya. Jiu Rui sudah memutuskan bahwa dia akan pergi ke Perbatasan Selatan.
Dia sudah mendengar bahwa Perbatasan Timur memiliki Keluarga Wu dan Perbatasan Barat Daya memiliki Keluarga Huang dan Keluarga Zhou.
Hanya Perbatasan Selatan yang paling lemah dengan begitu maka dia bersedia untuk membantu Ming Yue.
Sebelumnya, dia dan Ming Yue tidak memiliki hubungan yang terlalu baik tapi pada saat yang sama dia juga harus mengesampingkan itu dan fokus pada tujuan besar milik Kekaisaran.
Butuh waktu beberapa jam bagi Jiu Rui untuk menempuh Perbatasan Selatan, ketika dia tiba disana, kondisi sudah sangat kacau sekali dan orang orang kabur ke Ibukota.
Jiu Rui langsung naik ke atas benteng untuk melihat langsung siapa itu, ketika dia melihat ternyata itu adalah Zhou Man dan seorang gadis yang asing.
"Tuan muda Zhou. " Panggil Jiu Rui.
"Putra Mahkota ? Lama tidak bertemu denganmu. " Balas Zhou Man.
"Tetap fokus !" Teriak Huang Xinxin ketika ada orang yang akan naik ke atas.
Zhou Man langsung kembali ke posisinya dan fokus pada pekerjaannya.
"Apa yang membawa Putra Mahkota datang kemari ?!" Teriak Zhou Man karena panik dengan kondisi saat ini.
__ADS_1
"Aku datang kemari untuk membantu !" Balas Jiu Rui.
Zhou Man menganggukkan kepalanya dan memberikan beberapa jimat untuk digunakan oleh Jiu Rui. Jiu Rui melihat ke depan dan menemukan Ming Yue yang sedang bertarung imbang dengan Penyihir Agung.
Meraka sudah bertarung selama hampir 12 jam penuh, tidak tahu bagaimana Ming Yue masih bisa memiliki tenaga untuk bertarung bahkan setelah beberapa jam ini.
Huang Xinxin juga melihat beberapa celah yang berusaha ditutupi oleh Ming Yue, menandakan bahwa dia sudah lelah.
"Zhou Man, Jiu Rui, kalian berdua jaga disini dan salah satu menulis jimat. Aku akan pergi membantu Ming Yue. " Ucap Huang Xinxin langsung melompat ke depan.
Jiu Rui menatap wanita itu dengan tatapan aneh, tidak menyangka bahwa wanita itu berani menyebut namanya secara langsung.
"Tuan muda Zhou, siapa gadis itu ?" Tanya Jiu Rui dengan penasaran sembari melukiskan jimat.
"Huang Xinxin. " Jawab Zhou Man dengan langsung yang membuat Jiu Rui tersedak.
"Jangan bercanda. " Balas Jiu Rui.
"Siapa yang bercanda ? Itu benar benar Huang Xinxin. " Balas Zhou Man dengan aneh.
Zhou Man tidak tahu bahwa Jiu Rui belum mengetahui bahwa Huang Xinxin telah kembali. Sementara Huang Xinxin sendiri fokus untuk bertarung membantu Ming Yue.
Dia mengeluarkan cakarnya yang tajam dan menyerang Penyihir Agung secara tiba tiba sehingga jubah Penyihir Agung robek.
"Kamu datang kemari ? Bagaimana dengan benteng ?" Tanya Ming Yue dengan terkejut.
"Serahkan hal semacam ini padaku dan kamu bisa beristirahat sebentar, disana ada Jiu Rui dan Zhou Man yang berjaga. " Jawab Huang Xinxin tanpa menoleh.
Ming Yue terkejut ketika mendengar nama kedua pemuda itu, tidak pernah diduga duga olehnya bahwa dia akan dibantu oleh sekelompok anak anak ini.
Tapi, Ming Yue tidak menolak dan mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas sementara Huang Xinxin mengambil alih tugasnya untuk melawan Penyihir Agung.
__ADS_1
Secara kekuatan, tentu saja mereka imbang. Huang Xinxin adalah seekor siluman yang kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan manusia biasa.
Huang Xinxin berusaha untuk menggunakan kekuatan matanya, tapi Penyihir Agung ini tidak mendapatkan efek apapun. Selain itu, dia juga berusaha untuk mengeluarkan seluruh kekuatan dari Siluman Rubah tapi Penyihir Agung ini benar benar kuat sekali !