
"Kamu ingin tahu kenapa aku tidak mempercayaimu ?" Tanya Huang Xinxin.
Xian Jinmei menatapnya dengan tatapan penasaran tapi pada saat yang sama penuh dengan kebencian, jika menatap dari dekat seperti ini maka bisa melihat bahwa Xian Jinmei memiliki mata bunga Persik yang sama dengan Xian Liwei.
Mata yang begitu indah , begitu mempesona dan pada saat yang sama tampak begitu polos. Hanya saja mata yang tampak polos itu telah ternoda oleh kebencian.
Huang Xinxin juga tidak bisa bertindak terlalu kejam jika memikirkan dengan hati hati maka mereka memiliki musuh yang sama.
Kaisar, orang itu telah menyebabkan berbagai bencana beruntun ini hanya karena dia terlalu pengecut.
Jika dia ingin membunuh Kaisar..... maka takutnya tidak akan mudah, bukan karena sesuatu melainkan karena seseorang yang baik padanya dan tulus padanya.
Hanya saja ada satu hal yang aneh, bagaimana Xian Jinmei tahu bahwa dia adalah Huang Xinxin sementara dia sendiri tidak menyebutkan apa apa ?!
"Ngomong ngomong, bagaimana kamu bisa mengetahui namaku ? Bagaimanapun aku hanyalah orang yang telah mati. " Ucap Huang Xinxin dengan nada yang acuh tak acuh.
"Ha ha ha, itu mudah untuk menebakmu seperti memainkan teka teki anak anak. Orang yang begitu ingin tahu akan kematian Xing Yunlai dan siapa yang meracuni Jiu Rui seharusnya hanya ada dua orang , itu adalah kamu dan Ming Yue. Kalian berdua tidak mudah untuk dikelabui, seorang tabib biasa tidak akan mampu melakukan sebanyak itu. " Ucap Xian Jinmei dengan nada mengejek.
"Benar juga, di dunia ini berapa banyak orang yang sepertiku ini. Aku benar benar terharu bahwa kamu bahkan bisa menebakku dengan begitu mudah. Apakah kamu tidak penasaran kenapa aku bisa bangkit kembali ?" Tanya Huang Xinxin.
"Aku tidak penasaran, terutama ketika kamu adalah siluman. Benar benar seperti yang dikatakan bahwa Ibumu adalah seorang Siluman. Seluruh keluargamu adalah siluman yang berhati jahat, kalian benar benar menyembunyikan diri dengan baik !" Teriak Xian Jinmei.
Huang Xinxin menaikkan salah satu alisnya dengan tatapan aneh, tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan kata kata lucu seperti itu.
__ADS_1
Huang Lixin siluman ? Maka dia tidak akan hampir mati pada saat itu , entah apa yang dikatakan oleh Xian Jinmei ini.
"Baiklah kalau kamu tidak penasaran maka aku tidak akan mengatakannya, tapi aku penasaran, bagaimana perasaanmu ketika kamu membunuh kakakmu sendiri ? Apakah kamu benar benar bahagia dengan kepergiannya ? Aku padahal sering mendengar dia menceritakanmu padaku. " Ucap Huang Xinxin dengan wajah acuh tak acuh.
"Jangan gunakan kakakku untuk menyerangku ! Kamu tidak akan berhasil hanya dengan menggunakan.... pendosa itu !" Seru Xian Jinmei , dia sempat ragu untuk mengatakan kata kata kasar.
Huang Xinxin tidak terlalu perduli pada Xian Jinmei sementara dia sendiri mengingat hari harinya yang ada di penjara.
"Pada malam kelima aku di penjara, dia mengatakan, jika aku berhasil keluar maka aku pasti akan membangun papan peringatan yang megah untuk seluruh keluarganya. Tapi, tampaknya sekarang aku hanya bisa melanjutkan tugas ini. " Ucap Huang Xinxin menggelengkan kepalanya dengan miris.
"Tahukah kamu, apa pendapat yang dia miliki tentangmu ? Dia mengatakan bahwa kamu begitu cantik, manis, dan pintar dalam segala hal, membuatnya benar benar iri tapi pada saat yang sama dia benar benar menyayangimu. Dia mengatakan bahwa pada malam terakhir dia duduk bersama dengan Keluarga Xian sebelum akhirnya dikepung oleh pengawal Istana, dia ingin memberikanmu sebuah hadiah. Dia mengatakan bahwa sejak muda kamu selalu suka dengan sapu tangan tapi tidak bisa menjahit dengan baik sehingga dia menghabiskan 10 malam untuk membuatkan sapu tangan yang sempurna. Tapi, dia mengatakan bahwa sapu tangan itu telah ternoda darah dan tersimpan di bagian bawah rak kediaman keluarga Xian. " Ucap Huang Xinxin.
Xian Jinmei yang mendengar ini tentu saja tidak percaya tapi pada saat yang sama dia mengingat bahwa ketika malam itu , sebelum terjadi kekacauan.
Tapi, ternyata semua itu hanya kebohongan, semua itu hanya penipuan. Bahwa bekas luka itu.... sebenarnya karena Xian Liwei ingin memberikannya hadiah.
Siapa yang menyangka bahwa dia bahkan tidak mampu memberikannya kepada adiknya, semuanya karena Kaisar !
"Aku..... ha ha ha, aku benar benar berhutang terlalu banyak padamu. Pada saat ini dendam masih belum terbalaskan tapi aku sudah disini dan ingin bertemu denganmu. Aku berdosa kepada seluruh keluarga Xian dan leluhur keluarga Xian. " Gumam Xian Jinmei menatap ke atas dengan tatapan kosong , air mata mengalir tanpa henti layaknya anak sungai.
Tiba tiba, Xian Jinmei jatuh ke belakang dengan pandangan mata yang sendu. Ketika Zhou Man memberanikan diri untuk memeriksa, ternyata Xian Jinmei sudah meninggal.
"Kenapa kita tidak hentikan dia ?" Tanya Zhou Man.
__ADS_1
"Bahkan jika ingin hentikan dia juga masih tidak bisa menghentikan dia dari kematian. Dia sudah menderita sepanjang hidup ini, ini juga bukan keinginannya. " Jawab Huang Xinxin dengan helaan nafas.
"Kenapa kamu begitu pemaaf ?" Tanya Zhou Man dengan bingung.
"Karena..... kami semua hanya korban sementara pelaku yang sesungguhnya masih berdiam diri dibalik layar sementara pelaku yang lain sedang duduk menikmati gelimang harta. " Jawab Huang Xinxin dengan tatapan tajam.
"Apakah maksudmu, Kaisar ?" Tanya Zhou Man dengan suara rendah.
Huang Xinxin berbalik untuk menatap wajah Zhou Man dengan serius, Zhou Man yang mendapatkan tatapan intens dari Huang Xinxin tiba tiba merasakan bahwa wajahnya memerah.
Ini adalah hal yang memalukan, dia memiliki banyak sekali pasangan. Tapi ketika ditatap oleh seorang Huang Xinxin maka dia akan merona.
"Hal ini hanya ada di antara aku dan kamu , jika ada yang mengetahuinya selain aku dan kamu maka itu hanya bisa keluar dari kamu. Kamu akan tahu apa akibat dari kemarahanku. " Ucap Huang Xinxin dengan nada mengancam yang membuat Zhou Man ketakutan.
"Baik, baik, kalau begitu maka bagaimana kita harus mengurus Xian Jinmei ini ?" Tanya Zhou Man dengan ragu.
"Minta seseorang untuk mengurusnya dengan baik. " Jawab Huang Xinxin.
"Kalau begitu maka yang tahu tidak hanya aku dan kamu..... " Ucap Zhou Man.
"Bukan itu yang ku maksud, melainkan yang harus kamu sembunyikan adalah fakta bahwa aku adalah rubah. Kamu tidak boleh mengatakan ini bahkan kepada Ayahmu atau kakek buyutmu, jika tidak maka kamu akan tahu apa akibatnya. " Balas Huang Xinxin.
Zhou Man menutup mulutnya rapat rapat dan mengangguk dengan wajah takut lalu berjalan ke depan untuk mengurus Xian Jinmei dengan baik agar bisa dibawa ke Ibukota sembari mengirimkan pesan kepada Ming Yue.
__ADS_1