Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
68. Ling Shangyue


__ADS_3

Pada saat yang sama, Huang Lixin menyadari kenapa sejak sadar dari saat itu, Huang Xinxin banyak berubah dan juga tidak menyukai Jiu Rui lagi, mungkin juga karena itu bukan Huang Xinxin lagi.


Hanya saja, rasanya seperti tidak berubah. Huang Lixin masih merasakan kasih sayang yang diberikan oleh putrinya untuknya.


Huang Lixin memikirkan, dia saja merindukan putrinya, bagaimana dengan orang tua dari Xia Xinxin ? Bukankah harusnya akan sangat merindukan putri mereka ?


Huang Lixin merasa egois karena menahan putri mereka disini untuk menggantikan putrinya, tidak perduli seberapa banyak dia membohongi dirinya sendiri, putrinya tidak akan kembali dan Xia Xinxin tidak harus hidup selamanya dan terkekang dalam identitas putrinya.


Tiba tiba ada seorang gadis kecil yang datang untuk melihat dirinya, gadis itu mungkin baru berusia 12 tahun.


Ketika dibawa pulang, tampak seperti anak berusia 8 atau 9 tahun tapi setelah makan di Keluarga Huang telah menjadi seperti 12 tahun.


Dia seperti menambah tinggi beberapa centimeter, tubuh Huang Xinxin pendek sehingga jika berdiri seperti ini maka tinggi mereka hampir sama.


"Siapa namamu ?" Tanya Huang Lixin.


Anak itu tampak takut tapi tetap duduk di depan Huang Lixin dengan patuh. Anak itu menggelengkan kepalanya dan mengambil kuas lalu menuliskan sesuatu di kertas Huang Lixin.


Itu menuliskan beberapa huruf yang tidak jelas tapi termasuk masih bisa dimengerti. Awalnya Huang Lixin agak bingung tapi setelah membaca lagi, dia akhirnya paham.


"Namamu Ling Shangyue ? Kamu berasal dari Keluarga Ling di Desa Wang ?" Tanya Huang Lixin menebak.


Sesuai dengan tebakannya anak itu menggelengkan kepalanya dengan keras dan tampak khawatir. Anak itu sepertinya bisa berbicara hanya saja mengalami trauma untuk bisa berbicara.


"Tenang saja, kamu akan baik baik saja. " Ucap Huang Lixin.

__ADS_1


Keluarga Ling dari Desa Wang adalah sebuah keluarga yang memimpin Desa Wang dan berada dibawah kepemimpinan Keluarga Yue.


Huang Lixin mendengar bahwa Nona muda dari Keluarga Ling memiliki wajah yang cantik dan perilaku yang berbudi luhur sehingga mengundang macan untuk datang ke kandang angsanya.


Keluarga cabang Yue, Yue Wang memiliki ketertarikan pada Nona muda Ling tapi Nona Ling ini tidak bisa membalas cintanya dan menolaknya berulang kali.


Sampai akhirnya Yue Wang kehilangan kesabaran dan melakukan hal hal tidak senonoh lalu membantai Keluarga Ling.


Sudah lebih dari 5 tahun sejak kasus itu dan Yue Wang masih berkeliaran sampai saat ini.


"Ling Shangyue, apakah kakakmu adalah Ling Yueji ?" Tanya Huang Lixin.


Anak itu tidak menjawab dan hanya menatap Huang Lixin dengan tatapan yang rumit tampak sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Apakah kamu akan membunuhku ?" Tanya Ling Shangyue akhirnya membuka suara dan suaranya terdengar bergetar.


"Tidak, selama kamu memutuskan untuk berbuat baik maka aku akan menerimamu dengan senang hati. " Jawab Huang Lixin.


"Aku tidak ingin berbuat baik, aku ingin membalas dendam tapi aku bisa bersumpah setia dengan Nona Huang. Ayah, Ibu dan kakakku harus mendapatkan penjelasan yang memuaskan agar mereka tidak merasa penasaran. " Balas Ling Shangyue dengan penuh kemarahan.


Selama lima tahun dia telah menunggu dan kali ini ada kesempatan emas maka dia menolak untuk bersabar lagi.


"Kalau begitu maka kamu tidak boleh mengecewakan putriku, aku bukan orang baik hati yang akan membantu semua orang tapi Putriku seperti itu. Dia merasa kasihan padamu dan ingin kamu hidup dengan baik. " Ucap Huang Lixin.


Ling Shangyue yang mendengar ini tampak terkejut tapi pada saat yang sama juga tidak heran, Huang Xinxin berdiri selama berjam jam untuk membantu orang orang tidak perduli walaupun keringatnya telah mengalir. Hal ini adalah hal yang tidak mampu dilakukan oleh kebanyakan bangsawan lain.

__ADS_1


Ini menunjukkan sifat Huang Xinxin yang sesungguhnya bahwa itu benar benar niat yang dimiliki olehnya untuk membantu orang orang itu. Bahkan jika tidak bisa digunakan untuk membantu rencananya sekalipun, dia masih akan melakukan hal tersebut.


Bisa dibilang bahwa hal ini adalah salah satu kebiasaannya dan merupakan niat awalnya yang sudah tertanam dengan dalam sejak dia datang kemari.


"Aku bersedia untuk mengabdikan hidupku pada Nona Huang asalkan Nona Huang bersedia untuk membantuku. Aku tidak memiliki hal lain lagi untuk di persembahkan tapi kalung yang aku gunakan ini adalah kalung dengan 12 permata yang berbeda jenis dan memiliki beberapa nilai. " Ucap Ling Shangyue mengeluarkan pusaka Keluarg Ling, Kalung 12 Warna.


Itu terbuat dari 12 batu permata yang berwarna warni dan tentunya memiliki kualitas yang luar biasa.


Jika dijual maka pasti akan mendapatkan puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu emas , jika mengandalkan ini maka Ling Shangyue seharusnya bisa hidup dengan enak dan membangun bisnis baru keluarganya dan dia juga melupakan kenangan masa lalunya.


Tapi, melihat bahwa Ling Shangyue lebih rela untuk menerima pukulan dibandingkan penjualan benda benda ini maka seharusnya Ling Shangyue sangat menghargai barang ini dan merasa bahwa ini adalah satu satunya peninggalan dari Keluarga Ling untuknya.


Memang tidak mudah untuk mendapatkan kesempatan tapi pada akhirnya kesabaran tiga pada tahun Ling Shangyue bergabung dengan Keluarga Huang.


Hanya saja harus menunggu sampai Huang Xinxin sadar dari pingsannya terlebih dahulu baru bisa memutuskan apakah akan menerima Ling Shangyue atau tidak.


Huang Lixin melirik sedikit ke arah Kalung 12 Warna itu dan menggelengkan kepalanya dengan ringan.


"Jika kamu menjual itu maka kamu akan bisa mendapatkan banyak sekali uang, kenapa memberinya kepada orang lain dan sia sia tanpa ada tindakan langsung ?" Tanya Huang Lixin.


Wajahnya Ling Shangyue tidak berubah dan masih tenang seperti biasa yang menunjukkan bahwa dia tidak terkejut sama sekali dengan pertanyaan yang diberikan oleh Huang Lixin dan dia tersenyum tipis di hadapan Huang Lixin untuk menjawab pertanyaan dari Huang Lixin itu.


"Karena aku mendapatkan mimpi untuk mendatangi Kediaman Huang sebelum. nya jadi aku memutuskan untuk datang kemari dan memastikan apakah itu hanya mimpi keputusan asaan atau benar benar petunjuk yang diberikan oleh langit padaku ? " Ucap Ling Shangyue dengan tenang dan menjawab semua pertanyaan itu tanpa keraguan sama sekali.


Melihat bahwa semuanya sudah baik baik saja maka Huang Lixin akan semakin penasaran dengan apa kata kata putrinya hanya saja melihat bahwa Ling Shangyue sudah membuat Huang Lixin yakin bahwa pilihannya tidak akan salah untuk kali ini terutama untuk menilai seseorang.

__ADS_1


__ADS_2