
Huang Xinxin kembali ke ibukota sambil menunggang kuda, tapi dia tidak kembali sendirian. Dia membawa seseorang dengan tudung yang menutupi wajahnya.
Ketika dia sampai di rumah, itu sudah sore hari dan kebanyakan orang sudah selesai beraktivitas sehingga jalanan menjadi sepi.
Huang Xinxin masuk ke dalam kediaman Bangsawan Huang tanpa ada yang berani untuk menghalangi.
"Tolong rawat wanita tua ini, aku menemukannya di jalan. " Ucap Huang Xinxin pada Pelayan.
"Ya, Nona. " Balas pelayan itu dengan sopan dan membawa Bibi Guan Ye.
"Siapa yang baru saja kamu bawa itu ? Apakah kamu mengenalnya ?" Tanya Huang Lixin agak waspada setelah kejadian yang kemarin.
"Ayah tenang saja, orang ini adalah orang yang ku temukan secara tidak sengaja. Aku merasa kasihan padanya dan ingin merawatnya. " Ucap Huang Xinxin.
"Baiklah, kalau kamu sudah berkata begitu maka Ayah akan percaya padamu. " Balas Huang Lixin.
Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan setuju dengan kata kata Huang Lixin, dia bersiap siap untuk pergi ke Kediaman Bangsawan Zhou besok.
Keesokan harinya, Huang Xinxin telah bangun pagi pagi sekali untuk mempersiapkan masalah ini.
Dia bahkan tidak kembali dengan tangan kosong dan membawa dua buah lukisan, semua lukisan itu berwarna cerah tapi arti dibaliknya, benar benar terbalik dengan warnanya.
Satu adalah seorang wanita muda yang cantik , tampak mengenakan pakaian yang mewah, duduk di dinding sumur dengan wajah sedih.
Sementara yang satunya lagi adalah gambar suami istri yang sedang bertengkar dengan seorang gadis lain yang berdiri di belakang sang suami.
Mau tidak mau, Zhou Yan ini harus bisa tunduk padanya jika tidak maka dia akan memaksa Zhou Yan.
Dia naik kereta kuda dengan anggun dan duduk lalu ketika dia sampai, dua orang pelayan wanita yang dikirim Jiu Rui membantunya untuk turun.
__ADS_1
"Nanti , jangan terburu buru untuk mengambil keputusan. Jika aku tidak memberikan aba aba, maka jangan keluarkan senjata kalian. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum lembutnya.
"Tuan kami sudah menunggu anda, Nona Huang." Ucap Kepala Pelayan Kediaman Bangsawan Zhou.
"Nona Huang, tidak menyangka bahwa akan bertemu lagi. Apakah kamu akan mengemis meminta maaf padaku ?" Tanya Zhou Man yang baru saja keluar.
Huang Xinxin menoleh dan tersenyum kepada Zhou Man.
"Tampaknya , pelajaran yang aku berikan kepada Tuan Muda Zhou sebelumnya masih kurang. Apakah kita perlu untuk mengulangnya kembali ?" Tanya Huang Xinxin.
Senyumnya benar benar mematikan, membuat seluruh bulu kuduk Zhou Man berdiri dan merasa ketakutan sejak kejadian yang kemarin.
"Sebagai seorang gadis , kamu seharusnya berperilaku baik. Pada saat ini, pertunanganmu telah dibatalkan, takutnya tidak akan ada yang ingin menikah denganmu. " Ucap Zhou Man.
"Tuan muda Zhou, menikah atau tidaknya aku, bukanlah urusanmu. Apakah hubungan kita sedekat itu sampai sampai kamu harus mengurusi kehidupan pernikahanku ?" Tanya Huang Xinxin dengan sinis.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat Zhou Man terdiam dan tidak mampu mengatakan apapun lagi.
Jika tidak, maka Huang Xinxin pasti sudah melepaskan beberapa pukulan kepada Zhou Man.
"Jika tidak ada yang lain lagi, maka aku akan pamit. " Ucap Huang Xinxin dan pelayan kembali memandu jalan.
Kediaman Bangsawan Zhou tampak berbeda dengan Kediaman Bangsawan Huang , Kediaman ini memiliki dominasi berwarna cokelat, baik muda , tua atau sedang.
Sebelum itu, di bagian tengah terdapat jembatan kecil yang berdiri di atas kolam ikan koi dan pohon buah persik di bagian kanan.
Sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah ruangan yang indah dengan ukiran naga di sebelah kanan dan kiri pintu.
"Tuan, Nona Huang datang untuk berkunjung. " Ucap pelayan itu dari depan.
__ADS_1
"Biarkan dia masuk. " Ucap Zhou Yan dari dalam.
Pintu dibuka dan terlihat bahwa Zhou Yan sedang ditemani oleh banyak gadis gadis yang masih muda dan cantik.
"Huang Xinxin memberikan salam kepada Tuan Zhou. " Ucap Huang Xinxin sambil menundukkan kepala.
"Nona Huang terlalu sungkan, tapi ruangan ku ini menyimpan banyak berkas penting. Lebih baik jika Pelayan Nona Huang berada di luar saja. " Balas Zhou Yan.
"Tuan Zhou benar, aku kurang pertimbangan. Bagaimanapun, disini adalah tempat dimana para berkas yang tidak bisa di dapatkan di tempat lain disimpan. Kalian berdua sudah mendengar kata kata Tuan Zhou, tunggulah aku di depan. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum polosnya.
"Nona, tapi berbahaya bagimu untuk berada sendirian disini. " Bisik seorang pelayannya.
"Bagaimana mungkin berbahaya ? Bukankah Tuan Zhou adalah Pejabat senior di Istana ? Aku yang masih muda ini harus membangun hubungan baik dan belajar banyak dari senior senior. " Balas Huang Xinxin dengan lantang sehingga semua orang bisa mendengarnya.
"Apa yang dikatakan Nona Huang benar, masa depan Nona Huang sangat cerah dan masih banyak hal yang harus dilakukan. " Ucap Zhou Yan.
Kedua pelayan itu keluar sementara itu Huang Xinxin duduk di depan Zhou Yan yang sedang bersenang senang dengan para selirnya.
"Sebelumnya aku datang kemari tanpa hal yang jelas mungkin akan mengganggu Tuan Zhou, tapi kebetulan aku baru saja akan bergabung dan menggantikan Ayahku sehingga aku perlu banyak belajar dan membangun hubungan baik." Ucap Huang Xinxin.
"Bagaimana hal ini bisa dianggap menganggu ? Seperti yang dikatakan oleh orang orang , kecantikan Nona Huang benar benar tiada taranya. Pada saat ini, Nona Huang telah diputuskan oleh Putra Mahkota maka takutnya akan sulit untuk mencari suami. Aku pikir, Nona Huang harus puas dengan menjadi selir di masa depan, sangat disayangkan sekali. " Ucap Zhou Yan.
Mendengarkan kata kata yang merendahkan dirinya ini membuat Huang Xinxin tidak marah, justru tertawa dengan santai.
Jelas jelas maksud dari kata kata Zhou Yan adalah dia ingin Huang Xinxin menjadi selirnya. Benar benar tidak tahu malu, pada saat ini, Zhou Yan bahkan seumuran dengan Ayahnya dan Zhou Yan memiliki wajah untuk memintanya menjadi selir ?
"Apa yang dikatakan oleh Tuan Zhou benar, bagaimanapun menjadi selir tidak seburuk itu. Yang penting bisa mempertahankan nyawa, bukan ? Jika menjadi Nyonya Rumah juga tidak terlalu baik, takutnya akan dibunuh karena keegoisan suami. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum miring nya.
Wajah Zhou Yan langsung berubah ketika mendengar kata kata Huang Xinxin yang mengingatkannya pada satu hal di masa lalu.
__ADS_1
"Apa maksud dari kata kata Nona Huang ini ?" Tanya Zhou Yan dengan alis yang berkerut.
"Kenapa begitu tegang , Tuan Zhou ? Aku hanya mendengar cerita ini dari orang orang. Oh ya, aku juga membawakan lukisan untukmu, ini adalah lukisan yang ku buat sendiri, mungkin tidak terlalu bagus tapi tolong perhatikan arti dibaliknya, alih alih gambarnya. "Jawab Huang Xinxin masih dengan raut wajahnya yang tanpa beban.