Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
139. Kematian


__ADS_3

Setelah memberikan nama kepada Wu Ming , dengan nama yang baru yaitu Ming Xin dengan begitu maka di masa depan keturunan dari Dinasti Xia akan memiliki keturunan yang bermarga Ming. Hitung hitung untuk mengingat jasa Keluarga Ming dan juga........... Ming Yue.


Perlahan lahan , Huang Xinxin tersenyum dan merasa bahwa nafasnya menjadi agak berat sebelum akhirnya benar benar memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Zhou Man langsung memanggil tabib dengan panik tapi tabib menghela nafasnya dengan pasrah.


"Yang Mulai sudah menderita secara jiwa sejak beberapa puluh tahun belakangan ini, ini sudah mencapai ke titik dimana dia tidak bisa menahan penderitaan itu lagi sehingga dia benar benar lelah. Menteri Zhou, tolong relakan Yang Mulia. " Ucap tabib itu dengan nada memohon.


Zhou Man duduk bersimpuh di samping tubuh Huang Xinxin yang masih tampak cantik sebagaimana ketika mereka baru pertama kali bertemu.


"Kita akan segera bertemu lagi di masa depan. " Ucap Zhou Man dengan helaan nafas.


Ming Xin bersujud di hadapan Huang Xinxin berulang kali. Dia mengingat semua kebaikan Huang Xinxin dan akan melaksanakan tugas terakhir yang diberikan oleh Huang Xinxin kepadanya.


"Yang Mulia, aku tidak akan melupakan bagaimana kamu membawaku dari timbunan salju. " Ucap Ming Xin.


"Aku juga tidak akan melupakan bagaimana kamu mengajariku menulis, mengajariku membaca dan mengajariku seluruh buku buku kebajikan. "


"Kamu membawaku berkeliling dunia untuk melihat perbatasan dan melihat sisi lain dunia, kamu mengajarkanku banyak hal . Aku akan menjalankan tugas terakhir darimu dengan penuh tanggung jawab, tenang saja. Yang Mulia , aku mendoakan agar kamu selalu bahagia dan tidak menangis lagi. " Ucap Ming Xin bersujud berulang kali sampai dahinya memerah.


Kali ini, seluruh Kekaisaran benar benar sedang berduka. Huang Xinxin selalu rendah hati dan hidup dengan sederhana sehingga membuatnya dicintai oleh banyak orang.


Semua orang kompak untuk menggunakan pita putih di kediaman mereka, bahkan para bangsawan yang semula keras kepala sekarang menjadi tunduk sepenuhnya padanya karena hormat.

__ADS_1


Mereka hidup dengan sederhana dan berkabung untuknya selama 3 bulan tanpa pemimpin dan anehnya semuanya berjalan lancar seolah olah Huang Xinxin masih duduk disana.


Tubuh Huang Xinxin dibakar dan abunya dituang di laut menyatu dengan alam, sebagaimana Ming Yue dan lainnya juga seperti itu. Setiap hari, Ming Xin akan mendatangi papan nama itu dan memberi hormat kepada Nyonya nya.


Dalam kehidupan ini, dia mengalami banyak kesialan tapi satu satunya keberuntungannya adalah bertemu dengan Huang Xinxin yang sangat murah hati.


Keberuntungan sebesar ini adalah sesuatu yang tidak akan bisa dibayar olehnya bahkan di kehidupan selanjutnya. Selama beberapa kehidupan, Ming Xin akan menjadi pelayannya.


Huang Xinxin sendiri seperti tenggelam ke dalam mimpi yang dalam, dia merasa seperti ini bukan kematian yang sesungguhnya. Apakah dia akan benar benar menemui kematian atau dia akan kembali ke tempat asalnya ?


Sudah 30 tahun berlalu, apakah orang orang masih mengingatnya jika dia kembali ke dunia nyata ? Huang Xinxin merasa putus asa dengan hal ini.


Dia tidak tahu, hanya saja semakin lama dia merasa bahwa dia tenggelam ke dalam suatu jurang yang dalam dan gelap. Dia sudah sangat lama kesepian, semoga setelah ini dia tidak akan kesepian lagi.


Mereka berharap bahwa Huang Xinxin mampu untuk melewati roda reinkarnasi dengan cepat karena kebaikannya yang tidak terhitung jumlahnya. Dia dicintai oleh banyak orang, banyak anak anak muda yang mendengar ceritanya yang pemberani.


Banyak orang yang mengagumi dirinya, banyak orang yang menjadi penggemarnya. Semakin banyak juga orang yang mencari semua lukisan yang pernah dia buat semasa hidupnya.


Karena keahlian melukis dan bertarung miliknya membuatnya mendapatkan sebuah julukan dari orang orang, " Pendekar Pelukis Abadi "


Nama itu benar benar nama yang asing bagi mereka semua tapi tidak bagi Huang Xinxin , karena dia mengetahui dengan jelas apa maksud dari julukan itu.


Sayang sekali bahwa dia tidak bisa mendengar julukan itu sehingga dia tidak mengetahuinya dengan jelas, jika melihat dari kondisinya sekarang maka seolah olah penulis dari cerita ini dengan sengaja membuatnya menjadi pemeran utama. Tapi, bagaimana dengan itu ?

__ADS_1


Wu Ying dari Keluarga Wu bahkan sudah tidak bertahan lagi dan meninggal beberapa tahun lalu karena sakit setelah menikah dengan seorang pedagang kaya dari Kerajaan Yuwen.


Hal ini sangat berbeda dengan yang ada di cerita sementara Huang Xinxin sendiri seharusnya meninggal dipenggal oleh Jiu Rui tapi kali ini, Jiu Rui bahkan jatuh cinta padanya sampai ke titik mengorbankan dirinya sendiri.


Huang Xinxin merasa dilema dengan hal ini, terlalu banyak yang berubah seolah olah dia tidak pernah membaca yang versi asli dari cerita ini.


Dia memikirkan, seandainya dia memiliki sifat yang sama dengan Huang Xinxin. Apakah Jiu Rui akan mencintainya juga ? Tampaknya tidak.


Huang Xinxin dan Xia Xinxin, dia hampir melupakan bahwa dirinya bukan Huang Xinxin dan Huang Xinxin bukan dirinya. Dia melupakan bahwa dia bukan bermarga Huang melainkan Xia.


Dia adalah Xia Xinxin, seorang pelukis terkenal dari abad ke 21, dia adalah orang yang dihormati karena lukisannya bukan Huang Xinxin yang berasal dari Keluarga Huang, seorang putri pedagang kaya.


Dia bukan Huang Xinxin, yang menjadi seorang Kaisar wanita pertama dalam sejarah dan melakukan perubahan besar besaran terhadap sistem pemerintahan di Kekaisaran Xia.


Dia adalah orang yang pertama membentuk Kekaisaran Xia dan namanya dicatat ke dalam sejarah dan banyak orang yang mengaguminya, bahkan setelah ratusan tahun berlalu, orang orang masih akan mengingatnya.


Ada banyak orang yang akan mendengar cerita perjuangannya yang pemberani di kedai kedai dan diceritakan oleh para pendongeng.


Semua anak anak menyukainya dan ingin menjadi sepertinya tapi mereka tidak tahu bahwa orang yang mereka kagumi itu bukan berasal dari tempat mereka melainkan berasal dari tempat yang sangat jauh.


Setiap keturunan Keluarga Ming hanya menyembah satu orang, yaitu Huang Xinxin. Mereka semua mengabdikan diri untuk mengikuti cara memimpin Huang Xinxin, ini juga disebabkan oleh aturan ketat yang dimiliki oleh Keluarga Kekaisaran.


Semuanya sejak awal mengikuti tindakan Huang Xinxin yang sederhana sehingga Ming Xin mengikuti dan putranya juga sama sehingga semua keturunannya juga mengikuti tindakan itu.

__ADS_1


Mereka tidak dilahirkan dengan kemewahan melainkan dengan kehormatan dan juga kebanggaan , mereka semua diajarkan untuk hidup dengan sederhana dan mengasihi semua orang.


__ADS_2