Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
155. Suami atau Bukan


__ADS_3

Mendengar ini membuat Hua Yin mengamati lebih dalam mengenai tatapan yang diberikan oleh Ming Yue pada mereka dan menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh Xia Xinxin sama sekali tidak salah. Ming Yue sedang menatap mereka seolah olah sedang melihat musuh bebuyutan. Ini adalah hal yang aneh sementara mereka bahkan tidak saling bersinggungan satu sama lain.


"Aku ingat bahwa kita tidak membuat masalah apapun dengannya yang ada dia yang membuat masalah dengan kita, membuatmu foto dengan canggung seperti itu sama saja dengan menghinamu. Kamu seharusnya tidak diam saja jika aku jadi kamu maka aku pasti akan memukulnya atau menulis ulasan di media sosial. " Ucap Hua Yin dengan berapi api.


"Sudahlah, kamu terlalu bersemangat. Kamu memandang semua orang adalah musuhmu, lama lama semua dunia ini akan menjadi musuh mu karena tindakanmu ini. " Balas Xia Xinxin dengan santai dan diam diam berusaha untuk menenangkan hatinya.


Dia tidak boleh tampak buruk di hadapan Ming Yue jika tidak maka dia mungkin tidak akan berhasil untuk mendekati Ming Yue yang ini atau bahkan kenal dekat dengannya saja mungkin akan menjadi hal yang sulit jika dia ingin melakukannya pada saat ini.


Karena sejak awal mereka bertemu, tatapan dari Ming Yue tidak tampak bersahabat. Hal ini membuatnya merasa agak canggung dengan hal ini.


Ming Yue yang tampak tidak ramah semacam ini membuat orang lain menjadi salah tingkah terhadapnya.


"Jangan jangan aku memiliki ide kenapa dia tampak membencimu dan menatap mu dengan penuh dendam seperti itu. Jangan jangan dia adah suami palsu milik Xi Niang yang kamu hina sehingga dia diam diam marah dan menyimpan dendam padamu dan diam diam merencanakan balas dendam padamu. " Bisik Hua Yin dengan wajahnya yang terkejut.


Xia Xinxin berpikir bahwa Hua Yin benar benar menemukan ide kenapa Ming Yue tampak membencinya ternyata semuanya adalah khayalan Hua Yin yang tidak lebih dari imajinasi liarnya itu.


Hal ini membuat Xia Xinxin geleng geleng kepala karena lelah menghadapi tingkah laku Hua Yin yang berulang kali membuatnya tidak habis pikir ini.


Sejujurnya jika memang benar Ming Yue adalah suami Xi Niang maka dia akan lebih senang untuk tidak berhubungan lagi dengan Ming Yue di kehidupan ini.


Memilih seseorang seperti Xi Niang untuk menjadi istri sama saja dengan menunjukkan bahwa dirinya juga memiliki kualitas yang sama dengan Xi Niang.


Memikirkan ini saja membuat Xia Xinxin merasa mual sampai sampai dia akan muntah sekarang. Jika benar bahwa Ming Yue bersama dengan Xi Niang dan menjadi pengusaha minyak yang dimaksud Xi Niang maka itu sama saja dengan menghina nama Ming Yue.


Xia Xinxin tidak akan terima bahwa nama Ming Yue dirusak begitu oleh orang ini, dia akan membunuh orang ini dengan tangannya sendiri jika dia benar benar bersama Xi Niang.

__ADS_1


"Hei, apa yang sedang kamu pikirkan ? Kenapa kamu tiba tiba terdiam ? Apakah kamu juga merasa bahwa kata kataku sebelumnya masuk akal dengan keadaan saat ini ?" Tanya Hua Yin.


"Sejujurnya, jika memang dia bersama dengan Xi Niang maka aku bisa mengerti kenapa dia menghindariku. Memiliki seorang istri seperti dia sudah pasti akan cemburu dengan wanita lain bahkan jika wanita lain tidak suka dengan suaminya sekalipun akan menjadi sasaran kebenciannya. Xi Niang akan membenci semua orang yang lebih baik darinya. Salah satu contoh bahwa dirimu lebih baik darinya adalah dia membenci dirimu. Jadi, cara kamu mengetahui Xi Niang lebih baik dari dirimu atau tidak harus melihat sikapnya terlebih dahulu. Jika dia baik padamu maka itu berarti bahwa kamu dibawah dirinya dan jika dia jahat padamu maka itu menunjukkan bahwa kamu jauh di atasnya. " Ucap Xia Xinxin panjang lebar.


"Aku tidak pernah melihatmu berbicara dengan begitu banyak sejak kamu sadar, ada baiknya aku mengajakmu untuk datang kemari. Tapi, memang ada benarnya juga kamu mengatakan. Pria tampan ini akan sangat sia sia jika bersama dengan Xi Niang tapi selera orang berbeda beda. Jika dia memang bersama dengan Xi Niang apa boleh buat ? Itu berarti pandangannya rusak dan dia juga bahkan tidak berani untuk berdiri membela istrinya. " Ucap Hua Yin.


"Kalau begitu bukankah seharusnya kita yang memandang rendah dia ? Kenapa sekarang terbalik dan dia yang memandang rendah kita ?" Tanya Xia Xinxin dengan bingung.


"Kamu lihat seperti Istrinya, Xi Niang. Apakah dia seharusnya memandang rendah orang lain ? Bukankah seharusnya orang lain yang memandang rendah dirinya ? Aku bukan orang yang suka menghina orang lain tapi dia memang sangat terkenal suka menghina orang lain. Dia tidak kaya, juga tidak cantik dan tidak pintar, satu satunya yang mendukungnya adalah mulut berbisanya itu dan kemampuannya untuk mengendalikan orang lain menggunakan ototnya. " Jawab Hua Yin.


"Kamu benar juga dan sekarang sudah terasa lebih masuk akal. Disebut sebut bahwa pasangan adalah cerminan diri, maka seharusnya orang ini juga sama dengan Xi Niang jika dia memang adalah suaminya. " Balas Xia Xinxin.


"Setelah membahasnya denganmu sekarang membuatku semakin yakin dengan penebakanku sebelumnya. Aku jarang membuat tebakan yang salah dan aku yakin bahwa kemungkinan besar , benar. Jika tidak kenapa dia harus memandangmu dengan tatapan tidak senang seperti itu sementara kita dengannya hampir tidak saling mengenal satu sama lain ? Lagipula yang memilih kemarin adalah panitia dan dirinya sendiri, itu tidak seperti kita memaksanya untuk memilihmu. " Cibir Hua Yin.


Entah sejak kapan, Xia Xinxin mulai mempercayai bahwa Ming Yue benar benar menjadi suami rahasia dari Xi Niang. Semua ini karena hasutan dari Hua Yin membuatnya benar benar percaya.


Setelah selesai acara, Xia Xinxin berkenalan dengan beberapa orang dari kelas Hua Yin. Ternyata tidak semuanya murid jahat, dia hanya tidak beruntung untuk berasal pada kelas yang sama dengan Xi Niang.


Xi Niang yang suka menghasut orang lain untuk membenci orang yang lebih baik darinya, Xia Xinxin mungkin tidak beruntung tapi dia tidak akan selamanya untuk terpuruk hanya karena kata kata jahat yang dikatakan oleh Xi Niang.


Semakin dia terpuruk maka semakin Xi Niang merasa bahagia, tapi jika dia bersedia meninggalkan zona nyamannya dan berjalan keluar untuk memberikan pukulan secara langsung kepada musuhnya, Xi Niang maka semuanya akan menjadi jelas dan orang orang juga tidak akan menakutinya lagi.


Semua orang pulang dan Hua Yin juga pulang lebih dulu baru Xia Xinxin berjalan masuk ke mobilnya dan melihat ke arah Ming Yue yang baru saja keluar dari gedung.


Xia Xinxin kembali turun dari mobil dan berlari ke arah Ming Yue dengan langkah yang pasti.

__ADS_1


"Tuan muda Ming. " Panggil Xia Xinxin.


Ming Yue menghentikan langkahnya dan menoleh padanya dengan tatapan yang tampak menghina. Xia Xinxin benar benar membenci tatapan ini tampak seolah olah dia ingin mencongkel mata Ming Yue !


Bahkan jika dia dan Ming Yue memiliki ikatan yang mendalam di masa lalu tapi bukan berarti Ming Yue di kehidupan ini mampu untuk merendahkannya.


"Aku ingin bertanya, apakah aku menyinggung Tuan Muda Ming sebelumnya ? Aku ingat bahwa aku tidak menyinggung Tuan Muda Ming sebelumnya tapi kamu memandangku tidak senang, ini membuatku merasa tidak nyaman. " Ucap Xia Xinxin.


Bahkan jika tubuhnya kecil dan mungil , tapi bukan berarti dirinya bisa ditindas seenaknya oleh pria ini.


"Aku tidak melakukannya. " Balas Ming Yue dengan dingin.


"Aku akan jujur, apakah Tuan Muda Ming adalah suami dari Xi Niang yang aku hina ?" Tanya Xia Xinxin.


Wajah Ming Yue agar berubah ketika mendengar ini.


"Jangan sembarangan mengatakan sesuatu. Jika tidak maka aku akan melaporkan ini atas pencemaran nama baik. " Jawab Ming Yue dengan kesal.


"Kalau begitu maka tolong jelaskan apa penyebab Tuan Muda Ming membenciku ?" Tanya Xia Xinxin dengan penuh penekanan.


Pada saat ini dua orang yang penuh dengan kekeras kepalaan sedang berdiri berhadapan seolah olah seperti anjing dan kucing.


Xia Xinxin sama sekali tidak ingin mengalah sedikitpun sementara Ming Yue juga sama dengan Xia Xinxin, enggan untuk menyatakan alasannya.


"Jika Tuan Muda Ming membenciku tanpa alasan maka itu tidak masuk akal karena membuat orang lain tidak nyaman hanya karena alasan yang tidak jelas. " Tambah Xia Xinxin.

__ADS_1


__ADS_2