Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
122. Wang


__ADS_3

"Ha ha ha, seperti yang diharapkan dari Huang Xinxin. Kamu benar benar cerdas sekali, aku sebenarnya sangat menyukai lukisanmu , tapi kamu ditakdirkan untuk menjadi musuhku. Aku memang sebentar lagi akan mati, tapi aku yakin bahwa aku pasti akan mengalahkan kalian. " Ucap Liu Chang Ming dengan tawa jahatnya.


"Aku tidak yakin kamu bisa mengalahkan kami, kamu hanya sendirian sementara kami berempat. Kamu tidak akan bisa menang melawan kami. " Balas Huang Xinxin.


"Sendirian ? Ha ha ha, sayang sekali bahwa aku mengecewakanmu karena aku memiliki seseorang yang bisa aku andalkan. Takutnya pemuda di sampingmu itu akan beralih. " Ucap Liu Chang Ming.


Huang Xinxin menaikkan salah satu alisnya dengan bingung dan memandang Ming Yue dengan rasa penasarannya. Siapa yang bisa membuat Ming Yue beralih dari Kekaisaran Jiu yang sangat dia jaga ?


Bahkan Huang Xinxin tidak bisa membuatnya untuk beralih dari Kekaisaran Jiu yang sangat dia cintai ini.


Lalu siapa orang yang di maksud oleh Liu Chang Ming ini ? Tampaknya Ming Yue juga merasa kebingungan dengan orang yang di maksud oleh Liu Chang Ming.


Liu Chang Ming bertepuk tangan beberapa kali dan seorang gadis dengan tudung yang menutupi kepalanya datang ke samping Liu Chang Ming.


Huang Xinxin terkejut karena itu adalah gadis yang dia temui di dalam hutan, gadis yang membunuh Huang Shang Yue.


"Kau yang membunuh Shang Yue ! Aku pasti akan membalaskan hal ini kepadamu !" Teriak Huang Xinxin yang ditahan oleh Ming Yue dari belakang.


"Jangan terburu buru, kita tidak tahu kekuatannya. " Bisik Ming Yue.


"Apakah kamu mengenalnya ?" Tanya Huang Xinxin dengan emosi yang masih membara.


Dendam Shang Yue, tidak akan pernah dilupakan olehnya, dia tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana Shang Yue melindunginya dari serangan anak panah yang diberikan secara diam diam itu.


Semua itu karena wanita ini ! Seandainya dia membunuh wanita ini sejak awal maka dia pasti tidak akan kehilangan Shang Yue !


"Aku tidak mengenalnya. " Jawab Ming Yue dengan yakin.

__ADS_1


"Jangan terburu buru, aku yakin bahwa kamu akan mengenalnya. " Balas Liu Chang Ming.


"Untuk apa bertele tele ?" Tanya Ming Yue dengan jengah.


"Baiklah." Ucap Liu Chang Ming dan gadis itu perlahan lahan menurunkan tudung hitamnya dan untuk sejenak, Huang Xinxin agak terperangah.


Karena, penampilan ini benar benar mirip dengan penampilan dari Huang Xinxin yang asli, Putri dari Huang Lixin. Pada saat yang sama, Ming Yue benar benar terkejut dengan orang yang dia lihat di depannya ini.


Orang yang sudah mulai dia lupakan wajahnya, orang yang sudah meninggalkannya selama tujuh tahun lamanya.


Orang yang pertama kali dia anggap sebagai teman, itu adalah Wang Ziqi. Gadis pertama yang dia kira dia cintai.


"Yue, lama tidak bertemu. Kakak sangat merindukanmu selama ini. " Ucap Wang Ziqi dengan lemah.


"Kakak.... bukankah kamu sudah meninggal di dalam kebakaran itu ?" Tanya Ming Yue melangkah ke depan.


"Aku berhasil membebaskan diri berkat bantuan dari Tuan Liu, jika tidak maka aku pasti telah lama meninggal. Yue, mulai sekarang kita bisa tinggal bersama. " Jawab Wang Ziqi tampak begitu penuh kasih sayang.


Ming Yue diam saja dan untuk sejenak dia mundur kembali ke belakang Huang Xinxin.


"Yue, apakah kamu tidak senang jika tinggal bersama denganku ?" Tanya Wang Ziqi dengan menyedihkan.


"Kakak, tapi aku sudah menganggapmu pergi selama tujuh tahun ini. Jika kamu benar benar merindukanku maka kamu bisa datang dalam tujuh tahun ini. " Jawab Ming Yue.


"Aku sendiri memiliki kesulitan, aku koma selama bertahun-tahun dan aku berencana untuk membalas dendam. Aku tidak bisa masuk ke dalam Kekaisaran Jiu secara mudah. " Ucap Wang Ziqi.


Huang Xinxin benar benar kesal dan ingin maju ke depan untuk menerkam Wang Ziqi ini, Wang Ziqi ini terus menerus bermain peran seolah olah dia adalah satu satunya orang yang tersakiti disini dan semua orang seharusnya mengalah pada dirinya.

__ADS_1


Ming Yue sendiri tidak banyak berbicara sebelum akhirnya maju kembali ke depan dan menatap Wang Ziqi. Huang Xinxin yang melihat ini menahan nafasnya dalam dalam.


"Apakah ini berarti kamu bersedia untuk tinggal bersama denganku selamanya, Yue ? Aku pasti akan sangat bahagia. Kita hidup sederhana dengan beberapa anak anak yang lucu. " Ucap Wang Ziqi.


"Lihat, pada saat ini dia bahkan tidak tahu caranya untuk memilih. " Balas Liu Chang Ming dengan nada mengejek.


"Diam !" Teriak Huang Xinxin.


"Ming Yue, jangan berdiri di tengah tengah seperti itu seolah olah kamu tidak tahu yang mana yang ingin kamu pilih. Jika kamu benar benar memilihnya maka aku tidak akan segan untuk membunuhmu juga hari ini. " Ucap Huang Xinxin dengan agak gemetar.


Ming Yue masih tidak menjawab sementara Wang Ziqi terus menerus memasang wajah yang menyedihkan.


"Aku bersumpah , jika kamu benar benar memilih untuk pergi bersamanya maka aku akan mengakhiri seluruh hubungan kita disini. " Lanjut Huang Xinxin.


"Yue, bukankah kamu mengatakan bahwa aku adalah satu satunya orang yang menyayangimu ? Bahwa jika kamu telah tumbuh dewasa maka kamu akan merawatku dan menikahiku ? Kita akan pergi ke desa yang sejuk dengan pemandangan yang indah untuk hidup dengan bahagia, apakah kamu sudah lupa ?" Tanya Wang Ziqi.


"Aku ingat. " Jawab Ming Yue dan maju ke arah Wang Ziqi.


Wang Ziqi tersenyum lebar dan merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk Ming Yue. Huang Xinxin memejamkan matanya dan menggigit bibirnya kuat kuat.


Dia tidak ingin menatap ini dan menunjukkan kelemahannya, seharusnya sejak awal dia sudah tahu akibat dari mencintai orang yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.


Lalu kenapa Ming Yue harus mengatakan cinta padanya ? Apakah itu karena dia mirip dengan Wang Ziqi ? Apakah semua kata kata manis itu adalah kata kata palsu


Huang Xinxin merasa bahwa dirinya sangat bodoh, seolah olah kepalanya telah dipukul oleh bola besi yang sangat besar.


"Yue, kemarilah. Kamu telah bertumbuh begitu banyak dan menjadi pemuda yang sangat tampan dan gagah. Aku yakin bahwa hidupku akan nyaman jika tinggal bersama denganmu, sejak awal, kamu adalah satu satunya orang yang perhatian denganku. " Ucap Wang Ziqi meyakinkan sekali lagi.

__ADS_1


Ming Yue melangkah ke arah Wang Ziqi tanpa keraguan tapi pada saat yang sama dia menarik pedang yang ada di tangannya dan menaruh pedangnya di samping leher Wang Ziqi, tatapannya berubah menjadi dingin.


"Aku ingat semua kenangan kita tapi pada saat yang sama aku ingat bagaimana kamu pergi meninggalkanku sendirian. " Ucap Ming Yue dengan dingin.


__ADS_2