
Ketika semua orang dilanda oleh kelaparan dan hidup dengan sederhana, Huang Xinxin melihat ini kasihan kepada mereka dan mengubah peraturan secara besar besaran.
Dia mengganti peraturan yang membuat para Bangsawan tidak perlu membayar pajak menjadi membayar pajak bulanan sebesar dua puluh persen dari pendapatan mereka.
Sementara para pedagang besar dan kecil dikenai sepuluh persen, seseorang yang keluarganya tanpa tulang punggung dan juga meninggal dalam peperangan, keluarganya akan ditanggung dan dijaga dengan sepenuh hati.
Semula hal ini memang telah dikatakan oleh Kaisar Kaisar sebelumnya hanya saja belum terlaksana dengan baik tapi Huang Xinxin mengawasi ini dengan ketat. Seorang Menteri Keuangan juga telah diubah karena Menteri sebelumnya telah mengundurkan diri, itu diganti oleh seseorang yang sebelumnya diremehkan oleh orang orang. Siapa lagi jika bukan Zhou Man ?
"Bagaimana dengan keuangan Kekaisaran ?" Tanya Huang Xinxin.
"Program yang kamu jalankan baru berjalan dua bulan, masih sulit untuk memastikan bagaimana ke depannya. Walaupun tidak ada yang mengeluh secara langsung tapi mereka diam diam ingin memberontak. " Jawab Zhou Man.
"Memberontak saja jika mereka ingin, aku ingin melihat apakah mereka memiliki kemampuan atau tidak. " Balas Huang Xinxin.
"Kediaman Huang kami telah membantu mempertahankan hidup selama satu bulan belakangan ini, tanpa harta Keluarga Huang maka tidak akan bisa bertahan karena perbendaharaan yang kosong ini. " Keluh Huang Xinxin.
"Ya, bagaimanapun Kaisar sebelumnya boros dan tidak tahu bagaimana cara untuk mengurus dengan baik sehingga perbendaharaan kosong dan dia memiliki banyak selir, lebih dari 30 orang selir. " Balas Zhou Man.
"Sudahlah, dengan hal ini maka bisa dianggap bertahan juga. " Ucap Huang Xinxin tidak ambil pusing.
"Hanya saja, musim dingin sudah akan tiba lagi. Kita akan mengalami banyak kegagalan panen, orang orang akan menderita dan peperangan mungkin tidak bisa dihindarkan. " Balas Zhou Man mengatakan kekhawatiran yang memenuhi hatinya.
"Kalau begitu, maka kita tidak memiliki pilihan lain. Dengarkan aku, jual seluruh perhiasan yang ada di Istana ini dan juga aku melihat bahwa pelayanan di Istana terlalu banyak sementara aku hanya sendirian. Dari 245 pelayan ini, sisakan 100 orang saja. " Ucap Huang Xinxin.
"Apa ?! Kamu benar benar gila sekarang, dengan jumlah pelayan ini, akan ada banyak orang yang memprotes dan mengejek keagungan Istana. " Balas Zhou Man.
__ADS_1
"Sekarang, yang paling penting bukan keagungan Istana melainkan semua orang hidup. Aku menduga bahwa kita akan bisa mengumpulkan 300 ribu Tael Emas, dengan begitu maka kita akan bisa bertahan hidup. Aku ingin mengambil sesuatu lagi dari para Bangsawan itu. " Ucap Huang Xinxin.
"Jika kamu mengambil lagi maka mereka akan benar benar mengamuk. " Balas Zhou Man memperingatinya.
"Sudah, kamu tenang saja. Latihan pasukan dengan baik baik, jangan sampai mereka semua tidak makan dan istirahat dengan baik. Musim dingin kali ini jauh lebih dingin dari sebelumnya, jaga kesehatan dengan baik baik. " Perintah Huang Xinxin.
Zhou Man yang mendengarkan ini pada akhirnya menganggukkan kepalanya dan pamit dari posisinya, Huang Xinxin memijat pelipisnya dan mulai menggambar.
Dia menggambar seseorang dengan punggung yang tegak, berdiri membelakangi dengan sebilah pedang berlumuran darah.
Dia memancarkan aura yang pemberani tapi pada saat yang sama juga memancarkan aura kesedihan dan putus asa sehingga orang orang yang melihatnya akan bisa merasakan sakit hati dari pelukis nya.
Huang Xinxin melihat lukisanya dan tersenyum tipis, dia pada akhirnya bisa melihat dan mengingat tentang Ming Yue tanpa perlu menangis lagi.
Dia akan melelang lukisan ini dengan harga tinggi , dengan begitu maka mungkin bisa mendapatkan beberapa uang untuk dikumpulkan.
Wajah mereka terlihat sangat bahagia tapi di mata mereka tampak seorang gadis dengan rambut panjang yang tidak ada di gambar itu.
Gambar yang dibuat dengan detail ini mengandung beberapa makna mendalam yang ingin disampaikan oleh pelukis nya.
Huang Xinxin memberikan lukisan ini kepada Huang Lixin dan Huang Shangyue dan yang terakhir adalah untuk sahabatnya. Kali ini, lukisan ini menggambarkan seorang pria muda yang tampan dengan wajah yang elegan dan ceria.
Menggunakan mantel bulu rubah yang tebal berdiri di halaman rumah yang besar dan memegang bola salju seolah olah akan melempar salju.
Lukisan itu tampak sangat nyata sekali sampai sampai sangat sulit untuk membedakan apakah itu nyata atau tidak.
__ADS_1
Huang Xinxin menatap ketiga lukisan itu dengan senyum tipis lalu mengambil sebuah kertas lain. Dia melukis sepasang kekasih yang duduk di taman dengan wajah yang malu malu dan tangan yang terkait satu sama lain.
Mereka duduk di taman dengan bunga bunga yang bermekaran dan kupu kupu yang menghiasi serta cahaya matahari yang indah.
Di wajah mereka hanya tergambar rasa bahagia, Huang Xinxin melihat Kuas Giok Bulan yang ada di tangannya lalu tersenyum miris sebelum akhirnya membanting nya ke tanah.
Kuas itu hancur menjadi ribuan keping, yang menandakan bahwa dia tidak akan melukis lagi di masa depan, anggap saja bahwa Huang Xinxin sudah mati bersama dengan mereka.
"Ayah, Ming Yue, Shangyue, Jiu Rui, tunggu aku. Kita akan bertemu lagi di masa depan. " Bisik Huang Xinxin dengan sedih.
Dia duduk dan melihat keempat lukisan itu lalu mengirimkannya kepada seorang kasim untuk dijual dan dilelang, hanya lukisan yang terakhir yang dipajang di Aula Kekaisaran yang suram.
Biasanya, setiap Kaisar menyukai benda yang terang dan megah tapi Huang Xinxin tidak. Dia menjual banyak benda yang tidak berguna sehingga ruangan ini menjadi agak sepi dan suram.
Terutama karena Istana sekarang sepi tanpa ada yang tinggal selain Huang Xinxin dan para pelayan serta kasim.
Huang Xinxin merasa kesepian di dalam Istana yang megah ini tapi jika dia ingin menjadi Kaisar seperti kehendak keluarganya maka dia akan berusaha untuk bertahan dan menjadi orang yang memerintah dengan baik.
"Yang Mulia, anda telah tidak beristirahat selama dua hari belakangan ini. Kesehatan anda akan menurun cepat atau lambat. " Ucap kasim muda itu , namanya Wu Ming.
"Tenang saja, aku mengetahui kemampuan tubuhku sendiri. Pada saat ini, kondisi Istana sedang dalam kekacauan dan harus mendapatkan perhatian khusus. Aku tidak berani untuk memejamkan mataku di dalam kondisi semacam ini. " Ucap Huang Xinxin.
"Yang Mulia bekerja dengan sangat keras, pasti sangat lelah sekali. "Ucap Wu Ming.
"Ya dan tidak, Wu Ming, apakah kamu sudah mempelajari buku buku yang aku minta ?" Tanya Huang Xinxin.
__ADS_1
"Ya, Yang Mulia. Aku telah berhasil menghafal lima belas bab awal. " Jawab Wu Ming dengan yakin.