
Huang Xinxin tidak berinteraksi dengan siapapun sepanjang perjalanan dan juga tidak makan atau minum, hal ini membuat semua orang yang kembali merasa khawatir tapi pada saat yang sama mereka juga menyadari apa yang dirasakan oleh Huang Xinxin sehingga tidak ada yang memaksanya untuk makan atau minum, termasuk Zhou Man.
Walaupun dia merasa khawatir tapi Zhou Man sadar bahwa dia tidak akan bisa untuk menggantikan posisi Ming Yue di dalam hati Huang Xinxin.
Melihat Huang Xinxin menangis seperti kemarin tampak sangat menyakitkan baginya, selain itu dia juga menyadari, tidak perduli seberapa banyak dia berusaha , dia masih tidak akan bisa untuk menyaingi Ming Yue.
Tidak hanya Huang Xinxin yang mengalami pukulan besar atas kematian Ming Yue melainkan ada banyak sekali prajurit yang berduka. Bagi mereka yang hidup dengan penuh perjuangan di medan perang sepanjang tahun, mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu memberikan kedamaian dan keamanan bagi Kekaisaran.
Ketika berada di medan perang, sudah tidak ada gunanya lagi apakah berasal dari keluarga terhormat atau tidak, mereka semua sudah seperti saudara.
Ketika salah satu pergi maka teman mereka akan mencari tubuh mereka untuk dibawa pulang tapi beberapa tidak memiliki tubuh yang utuh sehingga mereka membawa pedang teman mereka.
__ADS_1
Cara untuk menandai yang mana pedang teman mereka, mereka mengukir nama mereka secara pribadi di pedang mereka sama seperti yang dilakukan oleh Ming Yue.
Semua prajurit yang mengiringi kembalinya mereka ke ibukota menggunakan pita putih di kepala mereka dan juga tidak menunjukkan kebahagiaan sama sekali atas kemenangan mereka.
Gugurnya Ming Yue menunjukkan bahwa mereka sudah runtuh seluruhnya, Ming Yue seperti payung besar yang memayungi mereka dari hujan badai dan panas kekeringan.
Hal ini tentu saja melukai hati banyak orang, ketika mereka kembali, mereka disambut oleh tangisan banyak orang dan juga beberapa lemparan bunga.
Hanya saja orang orang bingung kenapa para prajurit kembali dengan pita putih di dahi mereka sebagai tanda berkabung.
Sampai pada akhirnya Huang Xinxin menghentikan kereta kuda miliknya dan berjalan keluar untuk mengucapkan beberapa kata.
__ADS_1
"Semuanya, tolong berikan penghormatan terakhir terhadap pahlawan kita, Ming Yue. Dia telah gugur dalam peperangan kali ini dan tidak akan bisa membantu perbatasan lagi. " Ucap Huang Xinxin.
Semua orang tiba tiba terdiam dan tidak ada yang saling mendorong satu sama lain. Semua orang berlutut ke arah kereta kuda dan bersujud.
"Jenderal Ming melakukan banyak sekali berkah untuk Kekaisaran Jiu kita, dia layak untuk mendapatkan penghormatan ini !" Seru orang orang.
Huang Xinxin mengangguk sebelum akhirnya ada seorang wanita tua yang memberikan setangkai bunga padanya.
Huang Xinxin menatap ke arah wanita tua itu dengan tatapan tanda tanya, dia tidak mengerti dengan arti dari bunga itu.
"Bunga ini menandakan kekuatan, pada saat ini Kekaisaran kita mengalami bencana yang besar dan pilar Negara kita sudah runtuh sebelah. " Ucap wanita tua itu.
__ADS_1
"Apa yang dimaksud pilar Negara sudah runtuh sebelah ?" Tanya Huang Xinxin dengan agak cemas, entah bagaimana instingnya mengatakan bahwa ini bukan hal yang baik baginya.
"Apakah nona tidak tahu ? Gerbang Barat Daya dinyatakan kalah dan diambil alih oleh orang bar bar dengan ketiga pemimpin yang dibunuh. " Ucap Wanita tua itu.