
"Betapa kejamnya dia sebagai saudarinya sendiri sekalipun menjadi korban bagi keegoisannya. Aku tidak menyangka bahwa ada hal semacam ini, semua orang hanya menulis bahwa Huang Xinxin memaksa Ibu Suri sampai ke kematian hanya untuk merebut tahktanya. " Ucap Ming Yue.
"Mungkin..... dunia telah salah paham akan Huang Xinxin yang sesungguhnya tidak seburuk itu. " Balas Xia Xinxin dengan tatapan yang menerawang.
"Ya, ada banyak hal yang berubah. Pada saat ini, sulit untuk menentukan apakah benar atau tidak. Bahkan seorang pemenang seperti Huang Xinxin masih tidak bisa membuat dirinya agar tidak dipandang buruk oleh orang lain. " Ucap Ming Yue.
"Lebih tepatnya bukan tidak bisa melainkan dia tidak ingin, sejak Huang Lixin meninggal, Ming Yue meninggal, adiknya, Huang Shang Yue meninggal dan sahabat masa kecilnya, Jiu Rui meninggal, dia sudah kehilangan minat untuk hidup. Dia hanya hidup untuk melanjutkan niat dari orang yang dia sayangi saja. Selain itu , dia hanya seperti sebuah raga tanpa jiwa. " Balas Xia Xinxin.
"Sulit untuk menjadi Huang Xinxin, dia pasti kesepian memimpin selama tiga puluh tahun sendirian tanpa ada yang mendampingi dirinya. Dia pasti merasakan kesakitan yang dia pendam." Ucap Ming Yue.
Xia Xinxin merasa bahwa nafasnya agak tercekat, dia membayangkan Ming Yue di masa lalu yang mengatakan hal ini padanya maka mungkin dia tidak akan merasa terlalu buruk.
__ADS_1
"Ya, dia sangat kesepian sampai sampai dia sakit karena kesepian. " Balas Xia Xinxin.
"Aku tidak ingin hidup kesepian seperti dia, bahkan jika hidup maka semuanya akan sia sia tapi dia melakukan banyak hal baik dalam hidupnya. Aku mendengar bahwa masa keemasan Dinasti Xia adalah ketika berada di tangannya dan Ming Xin. " Ucap Ming Yue.
"Dia telah bekerja keras dan melaksanakan tugasnya dengan baik , bisa dikatakan maka dia tidak mengecewakan keluarga dan temannya yang mempercayakannya tugas untuk menjaga tempat itu. " Ucap Xia Xinxin.
Ming Yue menganggukkan kepalanya dan suasana di dalam mobil menjadi hening , bahkan Ming Yue masih belum mengingat sedikitpun akan masa lalu.
"Kita akan segera makan di sebuah restoran steak yang baru saja dibuka. " Jawab Ming Yue dan Xia Xinxin menganggukkan kepalanya.
Sampai akhirnya mereka tiba di tempat yang dikatakan oleh Ming Yue, benar benar tempat yang megah.
__ADS_1
Ketika masuk, tiba tiba ada seorang wanita yang melambaikan tangan padanya dengan wajah yang riang dan gembira.
Wanita ini tampak lebih antusias ketika melihat Ming Yue dan langsung berdiri untuk memeluk Ming Yue.
Wajah Ming Yue juga berubah dan langsung menjadi bahagia. Xia Xinxin tertawa ringan tapi tawa ini agak serak sampai sampai dia merasa bahwa mulutnya kering.
Benar benar lucu sekali bagaimana takdir mempermainkan manusia, saat ini bahkan pasangan yang di masa lalu tidak bersama menjadi bersama dalam kehidupan ini.
Gadis yang bersama dengan Ming Yue saat ini, bagaimana mungkin dia tidak mengingatnya ? Sementara gadis ini adalah orang yang membunuh adiknya ?!
Xia Xinxin merasa sangat marah dalam hatinya ketika dia melihat gadis ini tapi pada saat yang sama dia merasa patah hati.
__ADS_1
Gadis ini selalu berhasil merebut Ming Yue lebih dahulu darinya baik di kehidupan sebelumnya maupun sekarang, siapa lagi jika bukan Wang Ziqi ?