
Huang Xinxin berjalan ke depan dan menemui Kasim Istana yang diutus oleh Kaisar untuk menghadapnya.
"Nona Huang, Yang Mulia mengutus hamba ini untuk membawa Nona Huang. " Ucap Kasim itu.
"Tuan, apakah aku diizinkan untuk mengganti pakaianku terlebih dahulu ?" Tanya Huang Xinxin dengan lembut dan tampak lemah.
"Tolong jangan mempersulit hamba tua ini. " Jawab Kasim itu dengan nada memohon.
Orang orang mulai mencemooh Kaisar yang tidak memiliki belas kasihan karena memaksa Huang Xinxin pergi dengan pakaiannya yang sederhana.
Huang Xinxin pada akhirnya berjalan keluar dari balik meja dan tidak langsung naik ke atas kereta kuda.
"Tuan dan Nyonya sekalian, mohon maaf karena Xinxin tidak bisa menemani kalian lebih lama. " Ucap Huang Xinxin menundukkan kepalanya dengan sopan dan berjalan pergi dari sana.
Huang Xinxin dibantu oleh pelayan untuk naik ke atas kereta kuda, di atas kereta kuda, wajahnya yang tampak halus dan lembut seperti dibawah tadi telah hilang. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang murni.
Huang Xinxin memutar matanya dan duduk untuk mempersiapkan dirinya pada hal yang di inginkan nya.
Kaisar yang begitu agung, bagaimana jika perlahan lahan kehilangan pengikutnya ? Huang Xinxin memiliki rencana yang mendalam kali ini.
Dia percaya, selama dia menarik Kaisar jatuh maka benang merah yang saling terkait ini pasti akan menampakkan diri.
Sesampainya di Istana, dia bertemu dengan Zhou Yan yang baru saja keluar dari Istana dan memandangnya dengan terkejut.
"Lama tidak bertemu Menteri Sejarah Zhou, kemenangan anda kali ini sangat cemerlang. Tentu saja akan membuat semua orang merasa bangga. Pada saat ini, anda adalah salah satu pilar utama Kekaisaran ini. " Ucap Huang Xinxin dengan senyum penuh makna.
"Nona Huang terlalu sungkan, pria tua ini tidak memiliki banyak bakat dan hanya bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan saja. Sebaliknya, aku mendengarkan prestasi cemerlang dan keberanian tanpa batas milik Nona Huang kali ini. " Balas Zhou Yan.
"Ha ha ha, terima kasih banyak atas pujian Menteri Sejarah Zhou. Tampaknya kita tidak bisa berbincang lebih lama, takutnya akan membuat Yang Mulia menunggu. " Ucap Huang Xinxin.
__ADS_1
"Tentu saja, jangan sampai Yang Mulia menunggu. " Balas Zhou Yan dan mereka masing masing maju dua langkah.
"Jangan sampai membuat keputusan yang salah, Tuan Zhou. " Bisik Huang Xinxin sebelum akhirnya berpisah.
Huang Xinxin melangkah masuk ke dalam Aula Kekaisaran tanpa sedikitpun bergeming, dia menghadap ke arah Kaisar dengan sopan dan berlutut.
"Xinxin memberikan hormat kepada Yang Mulia." Ucap Huang Xinxin dengan suara yang jernih.
"Apakah kamu tahu apa alasanku memanggilmu kemari ?" Tanya Kaisar.
"Xinxin lamban dan bodoh, tidak mampu melihat niat yang sesungguhnya dari Yang Mulia. " Jawab Huang Xinxin.
"Apakah kamu tahu bahwa menindas Hakim Daerah adalah tindakan yang melewati batas ? Setiap tempat memiliki hukum masing masing, kamu menggunakan hukum dari kediamanmu, apakah sudah tidak memberikanku wajah ?" Tanya Kaisar.
"Yang Mulia, Xinxin tidak memiliki banyak pengalaman hanya mengetahui yang mana baik dan yang mana buruk. Aku tahu bahwa dengan hukum ini maka sulit untuk mengekangnya. " Ucap Huang Xinxin.
"Jadi, maksudmu aturan yang telah aku atur tidak baik ?" Tanya Kaisar.
"Kalau begitu, apakah kamu menyesali tindakan dan perbuatanmu ?" Tanya Kaisar.
Huang Xinxin tidak langsung menjawab dan menatap Kaisar dengan tatapan datar sehingga Kaisar bahkan tidak bisa melihat dirinya yang sesungguhnya.
"Xinxin tidak menyesal untuk tindakan ini karena Xinxin merasa bahwa ini adalah tindakan yang pantas untuk diterima oleh orang itu. Tolong Yang Mulia memberikan hukuman pada Xinxin. " Ucap Huang Xinxin dengan tegas.
Kaisar tampak marah ketika mendengar jawabannya yang sangat keras kepala dan arogan bahkan terasa seperti menghina harga diri Kaisar. Tentu saja ini adalah tindakan yang sangat berbahaya.
Mungkin, hanya Huang Xinxin , gadis pertama yang berani menentang Kaisar dengan begitu gamblang.
"Nona Huang, cepat minta maaf pada Yang Mulia. " Bisik Kasim Tua itu dengan khawatir.
__ADS_1
"Yang Mulia, Xinxin tahu bahwa tindakan Xinxin bertentangan dengan hukum dan seharusnya menerima hukuman. Xinxin bersedia untuk menerima hukuman tapi tidak bersedia untuk menyesali tindakan. " Ucap Huang Xinxin sekali lagi dengan tegas.
Brakkkk !
Kaisar memukul kursi gioknya dengan keras karena amarah yang meledak ledak, Kaisar menunjuknya dengan marah.
"Kau ! Baik karena kamu begitu ingin di hukum, maka biarkan kamu mendinginkan dirimu sendiri di halaman depan sampai aku memanggilmu !" Teriak Kaisar.
"Yang Mulia ! Nona Huang masih muda dan tubuhnya lemah, jika dia berlutut di depan maka tubuhnya tidak akan tahan. " Ucap Kasim Tua itu memohon.
"Terima kasih atas kerendahan hati Yang Mulia. Xinxin akan menerima hukuman ini. " Balas Huang Xinxin bertentangan dan berjalan menuju luar.
Diluar, salju sedang turun dengan sangat lebat dan Huang Xinxin berlutut disana dengan posisi yang tegak sehingga para pelayan sekalipun berada lebih tinggi darinya.
Semua orang mengetahui bahwa dia sedang dihukum, di tengah cuaca yang begitu dingin dan membekukan, seorang gadis kecil berlutut di tanah tanpa alas.
Sekuat kuatnya tubuh manusia, paling lama hanya bertahan satu jam. Tapi, semakin menderita maka semakin Huang Xinxin dekat dengan rencananya.
Hal ini menyebar layaknya api setelah setengah jam dan membuat Semua orang terkejut dengan hal ini.
Termasuk Huang Lixin yang mendengar kabar ini, dia merasa khawatir dengan putrinya tapi putrinya telah berpesan padanya untuk tetap diam dan berada di posisinya.
Jadi, Huang Lixin mengira bahwa Huang Xinxin sudah memiliki rencana tapi ternyata salah, Huang Xinxin benar benar tidak memiliki rencana dan ingin bertaruh dengan keadaan.
Ketika Jiu Rui mendengar ini, dia langsung menerobos prajurit yang menahan dirinya dan lari ke Aula Kekaisaran hanya untuk melihat Huang Xinxin yang berlutut disana dengan tubuh yang hampir terkubur oleh salju.
Mata Huang Xinxin terpejam tapi tidak sekalipun punggungnya menunduk, di sisi lain ternyata tiba tiba ada kekacauan.
Para sarjanawan dari Akademi Kekaisaran yang terus menerus mendukung keadilan tiba tiba langsung maju dan memprotes tindakan Kaisar.
__ADS_1
Yang mengatakan bahwa Huang Xinxin tidak bersalah untuk menjatuhkan hukuman itu, bahwa Huang Xinxin sangat berbudi luhur, tidak layak untuk dihukum seperti itu.
Tentu saja, siapa yang bisa menggerakkan begitu banyak sarjanawan secara langsung ? Tentu saja, orang yang berkuasa penuh akan Akademi Kekaisaran, Zhou Yan.