Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
23. Menyelamatkan Huang Lixin II


__ADS_3

Huang Xinxin mengalirkan kekuatannya pada Kuas Giok Bulan lalu melemparkannya ke salah satu orang yang dekat dengannya.


Huang Xinxin memukul kepala Xiao Gu Yue dengan siku tangannya sekuat tenaga sampai sampai Xiao Gu Yue pingsan.


Huang Xinxin merasa bahwa sikunya sampai mati rasa, bagaimana mungkin kuas itu bisa membunuh orang dengan cara seperti itu ?


Kuas Giok Bulan menggores tangan orang itu dan membuat orang itu lengah sementara Huang Xinxin mengambil kesempatan dengan menendang kepalanya.


Tidak sia sia bahwa dia mendapatkan nilai sempurna di sekolahnya, dia adalah ratu di sekolahnya.


Dia selalu mendapatkan nilai nomor satu dengan bidang akademis maupun non akademis, hanya saja dia memilih untuk mendalami tingkat keseniannya alih alih menjadi atlit atau yang lainnya.


Dia mampu untuk mencetak tiga anak panah di poin 10 sambil mengendarai kuda, dia bisa melatih bela diri terbaik.


Semua yang dia dapatkan adalah yang terbaik, banyak orang yang iri padanya dan juga banyak yang menyayangkan bahwa dia memutuskan untuk menjadi pelukis, orang orang mengatakan bahwa dia menyia nyiakan masa depan cerahnya.


Tapi, pada akhirnya dia membuktikan kepada semua orang bahwa mereka telah salah karena dirinya bisa sukses walaupun menjadi seorang pelukis.


Dia bisa menjadi terang bahkan di pekerjaan apapun, Huang Xinxin menendang kepala orang itu sementara tangannya menyelip dan menghantam ke dada pria itu.


Pria itu terhuyung huyung ke belakang, Kuas Giok Bulan yang menghantam dinding langsung memantul kembali dan di tangkap oleh Huang Xinxin.


Pria itu mengacungkan pedang ke lehernya sementara Huang Xinxin menahannya dengan Kuas miliknya, orang yang lain tidak tinggal diam dan ikut menyerangnya dengan pedang.


Huang Xinxin terjepit di tengah tengah, lehernya ditekan oleh kedua pedang dari kanan dan kiri, Huang Xinxin menatap mereka dengan tatapan tajam sebelum akhirnya bergerak maju seolah olah ingin memotong lehernya sendiri dengan pedang.


Lehernya tergores oleh kedua pedang itu dan rasanya benar benar mengerikan tapi Huang Xinxin langsung berjongkok ketika celah antar pedang menjadi lebih longgar.


Huang Xinxin menusuk Kuasnya di kaki seseorang lalu menariknya dan menusuknya lagi.

__ADS_1


"Arghhhh ! Kakiku !" Teriak orang itu.


Pedang orang itu terjatuh dan Huang Xinxin langsung mengambilnya, dia memotong leher pria itu dan hanya tersisa pria yang telah dihajar olehnya tadi.


Pria itu mundur beberapa langkah dan merasa takut dengannya yang telah berlumuran darah, Huang Xinxin beradu pedang dengan pria itu sebelum akhirnya pedang Huang Xinxin menancap di jantungnya.


Pria itu memandang Huang Xinxin dengan tatapan tidak percaya bahwa dia akan mati hari ini walaupun dalam jumlah yang lebih banyak.


Huang Xinxin mencabut pedangnya dan pria itu perlahan lahan merosot ke tanah, Huang Xinxin menancapkan pedangnya di jantung Xiao Gu Yue.


Dia membalikkan tubuh Xiao Gu Yue dan memastikan bahwa dia telah mati, dengan begitu barulah mereka aman.


Huang Xinxin menggunakan kuasnya untuk memotong tali yang mengikat tangan kaki dan mulut Huang Lixin.


"Ayah, sudah ku bilang. Jangan lihat aku. " Ucap Huang Xinxin dengan pelan.


Huang Lixin tiba tiba merasakan ketakutan karena tidak menyangka bahwa putrinya yang lembut dan manis tiba tiba menjadi pembunuh kejam seperti ini.


Huang Lixin sadar akan kesalahannya sebelum akhirnya menarik nafas dalam dalam dan memeluk putrinya dengan erat.


Huang Xinxin yang berpikir bahwa dirinya akan dibenci tidak menyangka bahwa dia akan menerima pelukan ini.


"Harusnya Ayah yang melindungimu tapi kamu yang melindungi Ayah, bagaimana mungkin Ayah kecewa padamu ? Kamu hanya ingin melindungi Ayah, bukankah seharusnya Ayah bangga padamu ?" Tanya Huang Lixin sambil membersihkan darah di wajah Huang Xinxin.


"Ayah, tolong kembalilah ke kediaman. Di masa depan , apapun yang akan ku lakukan, tolong jangan hentikan aku. " Jawab Huang Xinxin.


"Apa yang akan kamu lakukan ? Mereka melakukan semua ini dengan sangat terencana. Ayah takut bahwa mereka bertindak tidak sesederhana ini. " Ucap Huang Lixin.


"Memang tidak sesederhana ini, bahkan Ibu kota tidak lagi aman. Tapi, di kediaman adalah yang paling aman. Aku sudah bekerja sama dengan Putra Mahkota Jiu Rui untuk melindungi orang orang tidak bersalah. " Balas Huang Xinxin.

__ADS_1


"Hubunganmu membaik dengan Jiu Rui ? Apakah kalian akan kembali bersama dimasa depan ?" Tanya Huang Lixin.


"Itu tidak akan terjadi, aku tidak akan menikah dalam waktu dekat. " Jawab Huang Xinxin.


Huang Xinxin membantu ayahnya naik ke atas kuda sementara dia berjalan kaki. Mereka berjalan menggunakan kuda sementara Huang Xinxin menarik kuda Huang Lixin.


Karena jalan kaki maka dibutuhkan waktu yang lebih lama. Seharusnya, hanya tersisa 4 jam lagi sebelum 24 jam berlalu.


Tidak tahu apakah orang itu berhasil untuk menyelamatkan Xiao Zi dan Kepala Pelayan dari hukuman mati pada saat ini.


Disisi lain , di penjara Hakim Daerah, seorang pria dengan tubuh yang tegap dan tinggi berjalan masuk ke dalam dengan wajahnya yang angkuh.


Pria itu tampak begitu dingin dan penuh dengan aura membunuh, pria itu adalah orang paling berkuasa kedua setelah Kaisar.


Dia adalah sepupu Kaisar yang pada saat ini berkuasa, dia memegang lebih dari 70 persen kekuatan militer di Kekaisaran ini.


Dia biasanya tidak berada di ibukota tapi kali ini dia bisa datang ke Penjara Daerah tentu saja membuat Hakim Daerah merasa takut akan kedatangannya, apakah dia telah menangkap orang yang salah ?


"Jenderal Ming, apakah ada yang salah dengan tahanan ku ?" Tanya Hakim itu.


"Tidak, tapi aku berniat untuk membawa orang ini. " Ucap Jenderal Ming menunjuk kedua orang itu.


"Kenapa ? Mereka akan di eksekusi pagi ini, takutnya akan menyebabkan keributan jika tidak mengeksekusi mereka. Terutama mereka melakukan kejahatan pada Putri semata wayang Bangsawan Huang. " Ucap Hakim itu.


"Lalu kenapa ? Jika aku menginginkannya, apakah aku harus datang ke kediaman Bangsawan Huang terlebih dahulu ? " Tanya Jenderal Ming dengan tidak senang.


Melihat bahwa temperamen nya tidak baik, membuat Hakim itu merasa takut. Siapa yang tidak takut dengan malaikat pencabut nyawa ini ?


Walaupun dia tampan tapi tidak ada yang ingin menikah dengannya, dia sudah berusia 24 tahun, tapi belum menikah sama sekali.

__ADS_1


Dia telah bertunangan sebanyak tiga kali tapi tidak ada yang berhasil untuk hidup, dikatakan bahwa dia membawa sial karena membunuh terlalu banyak orang sehingga siapapun yang akan menikah dengannya tiba tiba akan menjadi sakit sakitan dan meninggal.


Pada akhirnya, tidak ada lagi yang berani untuk memberikan putri mereka padanya, Jenderal Ming, Ming Yue.


__ADS_2