
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku juga memiliki papan nama yang sama ? Menurut aturan maka seharusnya tidak ada orang yang boleh memiliki papan nama yang sama untuk dua buah, karena itu sebagai bentuk penanda identitas. Lalu, setiap orang memiliki gaya penulisan yang berbeda beda. Jika melihat dari tanda yang kalian miliki maka tanda di bagian garis bawah ini mengarah ke bawah sementara aku memiliki ciri khas mengarah ke atas dan boleh saja Kaisar melihat hal ini sebagai bukti di tulisanku yang biasanya. " Ucap Huang Xinxin.
"Lalu, kalau begitu, anggaplah kamu tidak membunuh Xing Yunlai. Bagaimana dengan kasus Jiu Rui yang keracunan makanan ? Bukankah kamu yang memberinya makanan itu ?" Tanya Kaisar..
"Sulit untuk mengatakannya tapi Kasim Tua yang memberikannya secara pribadi kepadaku, jika melihat dari ini maka takutnya dapur Kekaisaran yang harus di waspadai. Yang Mulia, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana makananmu pagi ini ?" Tanya Huang Xinxin dengan seringaian dingin.
Wajah Kaisar langsung berubah menjadi cemas, sudah dikatakan, bagi siapapun yang duduk di atas tahkta itu maka mereka akan selalu berada di tengah ketakutan bahwa seseorang akan membunuh mereka. Bahwa seseorang akan mengambil tahkta mereka.
Orang yang duduk di atas tahkta itu di takdirkan untuk kesepian dan merasa sendiri, karena orang yang duduk di atas sana, terlalu tinggi untuk digapai oleh orang lain. Jika ada orang yang mpu menggapainya maka orang yang duduk di atas sana akan merasa takut dan cemas.
Hal ini sudah terjadi selama beberapa dekade dan sejak awal selalu seperti ini, demi kursi yang dingin itu, ada anak yang membunuh ayahnya, ada ayah yang membunuh anaknya, ada istri yang membunuh suaminya atau sebaliknya.
Betapa kejamnya pemilik kursi itu tapi itu bagaikan sebuah lingkaran yang tidak memiliki akhir.
Itu sudah di takdirkan bagi siapapun yang mewarisi kursi dingin itu, menurut Huang Xinxin itu bukan berkah melainkan kutukan hanya saja orang orang menganggapnya sebagai harta yang berharga.
"Selain itu, seluruh wadah makan dan alat makan Jiu Rui terbuat dari perak. Jika aku memang memberikan racun padanya maka kemungkinan bahwa semuanya sudah berubah menjadi hitam pada saat ini, kenapa kalian tidak membawanya kemari untuk membuktikan ?" Tanya Huang Xinxin.
__ADS_1
Kaisar mengerutkan dahinya karena Huang Xinxin ini sama sekali sulit untuk di taklukkan hanya saja entah bagaimana dia sangat yakin bahwa Huang Xinxin yang melakukannya, mungkin karena tidak senang bahwa dirinya telah di tampar oleh Ibunya hanya karena Huang Xinxin dan ini menyebabkan dendam di antara mereka.
Huang Xinxin memandang Kaisar dengan tatapan yang dingin seolah olah dia sedang melihat orang asing, padahal jika melihat dari garis darah mereka maka mereka seharusnya sangat dekat layaknya sepupu pada umumnya tapi mereka berusaha saling membunuh satu sama lain yang menunjukkan betapa kejamnya keluarga Istana.
"Memang tidak ada bercak hitam pada alat makan Putra Mahkota. " Ucap Kasim Tua.
"Kalau begitu maka kamu bisa saja memberikannya secara paksa kepada Jiu Rui, pada saat ini Jiu Rui sedang tidak sadar dan tidak ada yang bisa menyanggah pernyataan mu apakah dibuat buat atau tidak. " Balas Kaisar dengan kesal.
"Jika aku tidak salah maka kebiasaan dari pelayan Jiu Rui adalah akan datang untuk membangunkan Jiu Rui pada tengah malam tepatnya pukul 11 karena untuk memberikan obat agar tubuhnya menjadi kuat dan siap untuk menanggung beban sebagai Putra Mahkota. " Ucap Huang Xinxin.
"Melapor kepada Kaisar, Putra Mahkota masih sadar pada pukul 11 dan tidak ada yang salah padanya. Hanya saja dia mengatakan bahwa matanya mengantuk berat, sehingga dia memakan obat dalam kondisi terpejam. Dia mengatakan bahwa obat itu agak aneh pada malam itu tapi hamba ini tidak memikirkannya terlalu jauh karena ini baru saja diracik oleh tabib. " Balas pelayan milik Jiu Rui.
"Tapi itu belum sepenuhnya bersih , aku masih curiga padamu. Bagaimana jika kamu membuat papan nama yang baru pagi ini karena tahu bahwa kamu akan ditangkap ? Aku tidak percaya padamu, kamu harus dipenjara sampai pelaku yang sesungguhnya ditangkap. " Balas Kaisar dengan dingin.
Dua orang pengawal mencekal tangan Huang Xinxin dan Huang Xinxin memberontak di bawah tekanan dari kedua penjaga itu.
"Apa maksud dari Yang Mulia ini ? Seluruh bukti , tidak ada satupun yang mengarah padaku, semua ini hanya karena ketidak sukaan Kaisar kepada ku yang membuatku seperti ini. Apakah ini adalah tindakan yang layak, Yang Mulia ?" Tanya Huang Xinxin dengan marah.
__ADS_1
"Layak atau tidak, apakah itu di tentukan oleh gadis muda sepertimu ? Jangan mengira bahwa kamu adalah orang yang bisa dibandingkan denganku, kamu benar benar tidak berada pada tingkat yang sama denganku, jadi berhentilah untuk bermimpi di siang hari seperti ini, takutnya kamu hanya akan kecewa dengan impian kosongmu. " Ucap Kaisar dengan nada mengejek.
"Impian kosong ? Yang Mulia berpikir bahwa aku tertarik dengan Istana jelek ini ? Bahkan jika aku ingin Istana, aku masih memerlukan Istana yang jauh lebih baik dari ini, jika tidak maka aku hanya akan mempermalukan Ibuku dan Ibu Suri. " Balas Huang Xinxin dengan tatapan tajam dan seolah olah ingin menguliti Kaisar dengan tatapannya.
"Jangan membawa Ibuku kedalam kasus ini karena hatinya yang polos maka dia tidak akan tegas pada orang sepertimu, orang yang berasal dari putri selir rendahan yang bahkan tidak layak untuk di sebutkan. " Ucap Kaisar dengan nada yang merendahkan sehingga semua orang bisa mendengarnya dengan jelas.
Wajah Huang Xinxin langsung berubah ketika mendengar hinaan dari Kaisar. Dia tidak senang ketika Kaisar menghina keluarganya bahkan jika itu bukan benar benar keluarganya, hanya saja sepertinya dia sudah sangat menghayati perannya sebagai putri Keluarga Huang.
Dan Weihui juga Ibunya, meskipun hampir tidak ada kenangan apapun tentang dia di dalam ingatan Huang Xinxin.
"Yang Mulia, orang orang mengatakan bahwa kamu berpendidikan. Aku tidak tahu bahwa di Akademi Kekaisaran, di ajarkan cara untuk mengejek keluarga orang lain terutama orang yang berasal dari generasi yang lebih tua. Bahkan jika kamu adalah seorang Kaisar tapi tidak memiliki keluhuran budi, benar benar mempermalukan reputasi sempurna milik Ibu Suri yang cemerlang dimana dia menekan kekacauan dan menenangkan badai. " Ucap Huang Xinxin dengan keras secara tidak langsung mengejek Kaisar karena mempermalukan leluhurnya.
Tentu saja membuat Kaisar marah tapi Kaisar tidak tahu harus berkata apa, memang tidak ada prestasinya yang lebih cemerlang dari Ibunya. Lalu apa yang harus dia katakan ?
"Aku tidak mau tahu, tapi kamu harus di tahan. Jika tidak maka akan ada lebih banyak orang yang dibunuh karena melepaskan monster kecil sepertimu. Penjaga, interogasi dia, jika dia menurut maka aku akan memberikan hukuman penjara yang ringan padanya dan jika dia tidak jujur juga dalam waktu seminggu maka seluruh keluarganya akan di asingkan. " Perintah Kaisar.
"Yang Mulia, takutnya kamu akan menyesal karena hal ini di masa depan !" Teriak Huang Xinxin sementara tubuhnya di seret oleh dua orang pengawal.
__ADS_1
Huang Xinxin terus menerus memberontak sampai rambutnya berantakan, dia memandang Kaisar yang berada di atas tahkta dengan mata penuh kebencian miliknya dan matanya yang memerah seolah olah ingin membunuh Kaisar pada saat ini juga dan sekarang !