Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
93. Keluar Hutan


__ADS_3

Huang Xinxin pergi keluar dari hutan dan membeli jubah hitam untuk menutupi seluruh tubuh dan wajahnya sehingga seluruh wajahnya tertutupi oleh jubah hitam ini. Dia membaur ke tengah kerumunan, akan sulit baginya jika dia ingin membeli kuda maka untuk mencapai Ibukota Kekaisaran Jiu.


Maka dari itu, dia harus mencari alternatif lain yang bisa di gunakan olehnya untuk mencari tumpangan menuju Kekaisaran Jiu.


Bagaimana cara dia untuk naik ke Kekaisaran Jiu tanpa harus mengeluarkan banyak uang ? Bagaimana jika dia menumpang pada pedagang ?


Akan mudah jika dia memiliki identitas sebelumnya dari beberapa wajah yang ada disini maka seharusnya salah satunya adalah bawahan Huang Lixin dan tentunya akan memberikan tumpangan baginya untuk kembali ke Ibukota Kekaisaran Jiu tapi ini akan sangat mencolok sementara dia sendiri adalah orang yang telah mati. Akan lebih baik jika dia tidak melakukan sesuatu yang mengejutkan.


Huang Xinxin berjalan ke gerbang dan melihat bahwa ada banyak gerobak gerobak pengangkut gandum yang berjalan keluar dari kota. Selama dia bisa menyelinap ke dalam salah satu kereta maka seharusnya tidak akan ada masalah baginya.


Dia memiliki kekuatan rubah pada saat ini dan berlari menyelinap dengan sangat cepat dan ringan. Dia duduk di tengah tengah tumpukan gandum sehingga ketika petugas mengeceknya, dia diam diam menyelipkan tiga perak untuk petugas itu.


Dia dibiarkan untuk lewat dan pada akhirnya dia duduk di atas tumpukan gandum itu dengan nyaman dan tampak sangat santai. Kuda yang digunakan sendiri sudah agak tua sehingga jalannya agak lambat.


Dia memainkan gandum sementara pedagang itu tidak mengetahuinya sama sekali, bahkan dengan tumpukan gandum yang ada, maka ketika menoleh ke belakang maka pedagang itu tidak akan bisa melihat dirinya.


Huang Xinxin sendiri melihat bahwa mereka sudah cukup lama keluar dari kota, jika dia tidak salah maka seharusnya akan mencapai gerbang bagian Selatan yang dijaga oleh keluarga Zhou.


Jika mengingat dengan baik maka seharusnya hanya berjarsk sekitar 150 km antara gerbang Kerajaan Yuwen dan Kekaisaran Jiu.


Dengan kecepatan mereka pada saat ini sekitar 20 km per jam maka ini sudah berjalan selama beberapa jam, maka paling tidak mereka sudah berjalan sejauh 60 km.

__ADS_1


Bahkan bokongnya sekalipun sudah mati rasa karena hal ini, dia menantikan hal hal lain hanya saja dia benar benar tidak ada ide lain dan hanya bisa menunggu dengan sabar.


Huang Xinxin sendiri menghitung jika menggunakan kereta kuda ini maka mungkin akan menghabiskan waktu selama 7 jam. Itu juga jika kereta kuda ini berjalan menuju Kekaisaran Jiu, bagaimana jika menuju desa desa yang ada di sekitarnya ?


Dia tidak boleh tertidur jika tidak ingin tersesat. Kereta kuda itu terus berjalan dan pedagang itu bersenandung tanpa tahu bahwa dia membawa seseorang lain di belakangnya.


Beruntung sekali bahwa pedagang itu benar benar menuju Kekaisaran Jiu dan Huang Xinxin pada akhirnya bisa tenang. Karena orang ini tampaknya bukan pertama kali maka seharusnya dia akan benar benar mencapai Ibukota Kekaisaran Jiu jika tidak terjadi hal hal yang tidak terduga.


Jika dia yang membawa kuda sendiri maka mungkin hanya dalam 2 atau 3 jam, dia akan mencari gerbang Ibukota.


Tapi, berhubung ini adalah kuda tua yang membawa barang bawaan berat, tentu saja tidak mudah untuk memiliki kecepatan yang sama dengan kuda muda.


Ketika sudah dekat, bahkan Huang Xinxin bisa melihat gerbang Kekaisaran Jiu, dia melompat turun dari kereta kuda itu secara diam diam sementara kereta kuda itu terus berjalan tanpa menyadari bahwa ada yang aneh dari kereta kuda mereka.


"Apakah kamu memiliki kartu Identitas ?" Tanya penjaga itu.


"Tidak memilikinya, aku datang kemari karena kabur dari perjodohan paksa di suku ku, apakah ada kemungkinan bahwa aku bisa masuk ?" Tanya Huang Xinxin dengan tatapan yang mendalam.


Penjaga itu menatap matanya dan dalam sekejap mata Huang Xinxin berubah menjadi merah yang membuat penjaga itu terhipnotis oleh kata katanya.


"Tentu saja, silakan masuk. " Ucap penjaga itu dengan pelan lalu Huang Xinxin menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk dengan percaya diri.

__ADS_1


Tapi, setelah agak jauh dia langsung melesat, dia awalnya tidak percaya dengan kekuatan semacam ini hanya saja tidak menyangka bahwa dia benar benar bisa melakukan ini.


Suku rubah mengatakan selama mereka mendapatkan wujud manusia mereka maka akan bisa menghipnotis seseorang dengan kekuatan mental yang lemah dan membuat mereka akan bisa berada di dalam kendali selama beberapa waktu.


Huang Xinxin berpikir bahwa hal hal ini hanya sebuah hal yang diturunkan turun temurun, siapa yang menyangka bahwa dia benar benar memiliki kemampuan untuk itu. Setiap kali memikirkannya membuatnya merasakan kebahagiaan yang tidak terbatas.


Dia benar benar sambat bahagia dan ketika dia membaur ke tengah tengah keramaian orang maka tidak akan ada orang yang mampu mengenalinya lagi, bahkan jika dia dikejar oleh penjaga itu juga masih tidak mampu dikejar.


Huang Xinxin duduk di salah satu kedai dan memesan teh murah lalu mendengarkan kata kata orang.


"Apakah kamu tahu bahwa Tuan Muda dari Keluarga Zhou akan datang kemari ? Dikatakan bahwa mantan selir Kekaisaran, Xian Liwei telah meninggal secara misterius sehingga Kaisar merasa khawatir dan meminta bahwa seluruh gerbang dijaga dengan ketat. " Ucap salah satu orang.


Huang Xinxin yang mendengar ini terkejut dan tampak tidak percaya dengan hal yang di dengarnya ini.


Dia tidak menyangka bahwa Xian Liwei yang baru saja bertemu dengannya tiba tiba sudah meninggal, dia tidak menyangka bahwa orang yang berada di dalam kegelapan ini benar benar bergerak dengan sangat cepat.


Huang Xinxin tampak sangat geram dengan tindakan ini, selama di penjara, Xian Liwei banyak membantunya dan menghiburnya dengan baik walaupun agak menyedihkan.


Tapi, itu benar benar kenangan yang tidak terlupakan. Mereka bahkan belum sempat untuk mengucapkan salam perpisahan yang baik. Huang Xinxin langsung menghabiskan tehnya dan menutup kembali tudung kepalanya.


Karen Zhou Man akan datang kemari maka dia akan meminta bantuan pemuda itu untuknya hanya saja tidak tahu apakah pemuda itu bisa di andalkan atau tidak terutama ketika dendam mereka sebelumnya yang tidak terlalu baik.

__ADS_1


Tapi, selama Zhou Yuan masih memimpin keluarga Zhou maka seharusnya akan baik baik saja dan Zhou Yuan berhutang budi padanya maka seharusnya akan membantunya untuk keluar dari desa ini menuju ke Ibukota untuk bertemu kembali dengan keluarganya dan mencari pelaku pembunuhan Xian Liwei.


__ADS_2