
Huang Xinxin tanpa sadar bahwa jiwanya kembali di bawa ke dalam cerita Pendekar Pelukis Abadi dan menjadi karakter yang sama sekali berbeda.
Dia masuk ke dalam tubuh yang sedang berkultivasi, itu adalah tubuh seekor siluman rubah yang sudah berusia 1.000 tahun. Siluman yang memiliki usia 1.000 tahun akan menerima petir agar bisa mendapatkan wujud manusia mereka.
Siapa yang menyangka bahwa cerita yang ada di legendaris itu benar benar ada di dunia nyata, Huang Xinxin masuk ke dalam tubuh siluman rubah yang gagal dalam menghadapi hukuman petirnya, siluman rubah ini bernama Wei Qianming.
Huang Xinxin mendapatkan seluruh ingatannya bagaimana rubah ini berbeda dari rubah yang lain yang sering menggoda manusia, rubah yang satu ini ambisius dan sibuk dengan kultivasi miliknya. Sehingga dia tidak berusaha untuk menganggu manusia seperti yang di lakukan oleh teman temannya.
Hanya saja sayang sekali bahwa dia kurang beruntung dan tidak berhasil menghadapi petir, jika tidak ada Huang Xinxin maka rubah ini pasti sudah musnah. Hanya saja tidak tahu dimana mereka pada saat ini.
Bagaimana jika dia ingin mencari Huang Lixin, Ming Yue dan Huang Shangyue lagi ? Pertama tama dia harus terbiasa dengan tubuh barunya lagi, ini benar benar kesulitan tingkat tinggi.
"Ini adalah kehidupan terakhirmu di Pendekar Pelukis Abadi, jika kamu meninggal lagi maka kamu akan kembali ke dunia nyata. " Ucap Suara sistem itu.
Huang Xinxin yang mendengar ini merasa bahwa jantungnya berdebar dengan kencang, itu berarti bahwa dia tidak boleh gagal lagi dalam menghadapi musuh yang sedang berada di dalam kegelapan itu.
Huang Xinxin mendengar suara aliran air dan berkaca disana lalu menyadari bahwa wajahnya agak berbeda dan tampak menunjukkan ketajaman tertentu. Disini adalah hutan yang penuh dengan siluman, mereka hidup berdampingan satu sama lain.
Sehingga Huang Xinxin agak merasa tidak nyaman sekaligus tidak terbiasa dengan hal ini. Dia berjalan menyusuri sungai dengan wajahnya yang baru ini dan tampak sangat tidak terbiasa hanya saja di pesisir sungai tampak sangat sepi. Jika melihat dari ingatan yang di miliki oleh Wei Qianming ini maka seharusnya ada banyak siluman lain baik air maupun darat yang akan berkumpul di sini untuk minum air.
Hanya saja ada yang salah, tampaknya mereka semua masing masing sedang menunggu petir. Hal ini bisa dilihat dari kondisi langit yang sangat gelap dan biasanya hukuman petir akan di turunkan.
Semula Huang Xinxin berpikir bahwa hal hal semacam ini hanya ada di dunia dongeng, siapa yang mengira bahwa penulisnya memiliki pemikiran semacam ini sehingga Novel itu bisa bergabung dengan hal hal semacam siluman yang menjelma menjadi manusia ini.
__ADS_1
Huang Xinxin berpikir bahwa sesuai dengan judulnya, novel ini hanya akan bercerita tentang pelukis. Siapa yang menyangka bahwa penulisnya memiliki imajinasi yang luar bahkan memasukkan hal hal semacam ini ke dalam karyanya. Huang Xinxin berjalan dan mengingat ngingat semuanya. Dia ingin mencari wanita dengan tubuh yang memiliki tato bunga persik karena itu adalah orang yang pasti memiliki kaitan dengan terbunuhnya Xing Yunlai.
Masih belum tahu siapa yang melakukannya maka dia tidak boleh mati dulu, dia masih hancur mencari tahu siapa pelakunya.
Tiba tiba di hadapannya ada seorang pria bertubuh kekar, Huang Xinxin terkejut ketika melihat pria itu.
"Wei Qianming, ternyata kamu juga sudah berhasil ! Ini adalah pasangan yang telah di tentukan oleh Surga ! Kamu dan aku benar benar pasangan yang sangat serasi !" Seru pria kekar itu dengan bahagia.
Huang Xinxin yang mendengar ini menaikkan salah satu alisnya, tampak bertanya tanya dengan rasa malu yang di miliki oleh pria ini. Pria ini benar benar tidak memiliki rasa malu. Pria ini bahkan berusaha untuk memeluknya.
Melalui ingatan Wei Qianming, Huang Xinxin tahu bahwa ini adalah Siluman Harimau Putih, Xu Liang yang telah memiliki ketertarikan padanya sejak lama dan sudah lama sekali mengejar ngejar dirinya.
"Itu bagus jika kita bisa sama sama mendapatkan bentuk manusia. " Balas Huang Xinxin dengan canggung.
"kenapa kamu tampak sangat lesu ?" Tanya Xu Liang dengan penasaran.
"Hm, baiklah. Beristirahatlah, aku akan menjagamu. " Ucap Xu Liang.
Huang Xinxin tidak memerdulikannya sebagaimana Wei Qianming memperlakukannya, Huang Xinxin tidak berani bertindak terlalu aneh. Takut bahwa keanehan ini bisa ditemukan oleh Xu Liang.
Tidak seperti mengelabui manusia, siluman memiliki insting yang lebih tajam dan lebih sensitif, tentu saja ini membuat jantung siapapun yang memikirkan nya menjadi berdetak dengan kencang seolah olah akan meledak !
Huang Xinxin kembali ke gua dimana Wei Qianming biasanya tinggal, meskipun tidak terbiasa tapi di sini tentu saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penjara atas milik Kekaisaran Jiu. Betapa nyamannya untuk berbaring disini dibandingkan ketika dia berada di Kekaisaran Jiu dimana dia bahkan tidak bisa tidur dengan tenang.
__ADS_1
Kali ini benar benar tenang, Huang Xinxin merasa lega karena untuk sejenak dia akan terhindar dari masalah tapi pada saat yang sama dia merindukan keluarganya.
Baik keluarga aslinya maupun keluarga yang ada di dalam cerita, Huang Xinxin tidak mengetahui kondisi mereka saat ini apakah baik baik saja atau tidak hanya saja Huang Xinxin bisa membantu mereka dengan meyakinkan bahwa dirinya baik baik saja disini.
Huang Xinxin berbaring di atas ranjang batu, walaupun keras tapi terasa nyaman untuk tulang belakangnya dan menghasilkan beberapa suara yang keras dan menunjukkan bahwa tulangnya sudah di luruskan.
Tubuh dari Wei Qianming ini tidak terlalu buruk justru lebih baik dibandingkan tubuh Huang Xinxin yang sebelumnya dan karena lebih baik dan lebih gesit dibandingkan Huang Xinxin.
Hal ini benar benar baik karena ini membuatnya merasa lebih nyaman ketika bergerak. Dia berbaring dan merasa bahwa kelopak matanya sangat berat dan untuk pertama kalinya dalam bentuk tubuh Wei Qianming, dia tertidur dengan sangat lelap sampai sampai dia tidak sadar lagi dengan kondisi sekelilingnya. Kondisinya yang seperti ini benar benar rawan untuk dilakukan. Jika saja ada orang jahat maka tidak akan ada yang bisa membantunya.
Huang Xinxin sendiri mimpi dengan nyenyak dan mengingat hal hal yang terjadi sebelumnya terutama sesaat ketika dia akan meninggal, disaat saat Ming Yue menggendong tubuhnya dan memberikan kata kata semangat.
Untuk pertama kalinya Huang Xinxin memandang Ming Yue tampak sangat berusaha dan tampak sangat menderita seolah olah dia sangat berjuang untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Tapi pada akhirnya, Huang Xinxin masih juga tidak berhasil di dapatkan oleh Ming Yue. Huang Xinxin merasa bahwa posisi Ming Yue di hatinya cukup spesial tapi dia tidak berani meyakinkan dirinya sendiri apa yang dia rasakan untuk Ming Yue ini.
Setidaknya untuk saat ini..... dia masih belum bisa memastikan, memikirkan hal ini membuatnya semakin larut ke dalam tidurnya.
Xu Liang melihat Wei Qianming yang tertidur dari luar gua dan memutuskan untuk mengambil selimut lalu menyelimuti tubuh Wei Qianming dengan hati hati.
Tangannya tampak kasar dan penuh dengan kapalan karena latihan pedang tapi siapapun tahu bahwa dia bertindak lebih lembut dari kapas ketika sedang bertemu dengan pujaan hatinya, Wei Qianming.
Dia akan berubah menjadi pria yang paling lembut sedunia, di depan pujaan hatinya, dia bahkan tidak berani untuk meninggikan suaranya dan tidak berani menyentuh secara langsung karena takut bahwa itu akan melukai pujaan hatinya.
__ADS_1
Meskipun tahu bahwa cintanya tidak berbalas tapi Xu Liang masih berusaha untuk mendapatkan cinta Wei Qianming.
"Qianming, tidurlah dengan nyenyak. Aku akan menunggu suatu hari nanti, kamu pasti akan bersedia untuk menjadi kekasihku dan aku pasti tidak akan mempermalukan mu. " Gumam Xu Liang di samping Huang Xinxin yang sedang tertidur dengan sangat lelap.