
"Kenapa kamu menatapku seperti itu ?" Tanya Huang Xinxin.
"Kami mengatakan bahwa aku harus tahu apa yang ingin aku lindungi, bagaimana jika aku mengatakan bahwa itu kamu ? Aku ingin melindungimu ? Aku ingin menjadikanmu milikku, Xinxin.... apakah kamu bersedia untuk menjadi kekasih ku?" Tanya Jiu Rui dengan suara yang bergetar.
Huang Xinxin yang mendengar ini untuk sejenak membeku dan tidak menyangka bahwa malam ini dia akan mendapatkan pernyataan cinta dari Jiu Rui.
Dia telah memperkirakan hal ini sebelumnya tapi ketika mendengarnya secara langsung masih tidak bisa membuatnya tidak terkejut.
Huang Xinxin pada awalnya memang tidak menaruh hati pada Jiu Rui, ditambah lagi dengan kenyataan yang baru saja dia dapatkan ini. Dia memilih untuk mengecewakan Jiu Rui.
"Jiu Rui, aku mungkin tidak ingin mengecewakanmu tapi aku lebih senang mengecewakanmu pada hari ini, karena aku tahu, baik sekarang maupun nanti, aku tidak akan bisa membalas perasaan yang kamu miliki untukku. " Ucap Huang Xinxin menolak dengan halus dan tegas.
Wajah Jiu Rui tampak sedih tapi tidak langsung membalas perkataannya.
"Seandainya jika masa lalu bisa diputar maka kita mungkin akan bersama. Itu adalah kesalahanku karena mengecewakanmu di masa lalu, apakah aku tidak bisa mendapatkan kesempatan lain lagi ?" Tanya Jiu Rui dengan lirih.
"Terlepas dari masa lalu tapi aku sudah banyak berubah, orang yang kamu ingat, sudah tidak lagi sama, Jiu Rui. Bukan masalah kesempatan kedua , tapi itu semua karena semua perasaan di antara kita telah usai. " Jawab Huang Xinxin dengan tegas.
"Tapi...... kamu meminta bahwa aku harus menjaga apa yang aku ingin jaga dan apa yang aku sayangi, di dunia ini hanya kamu yang bisa aku sayangi. Apakah kamu juga akan meninggalkanku ?" Tanya Jiu Rui.
"Aku tidak mampu menerima perasaan mu tapi aku bisa menjadi temanmu untuk selamanya. Jiu Rui, hanya hal ini yang bisa ku tawarkan padamu. Jika kamu terus menerus berharap lebih maka aku takut bahwa aku hanya bisa menolakmu mentah mentah. " Jawab Huang Xinxin.
"Jadi begini rasanya ditolak oleh seseorang, di masa lalu aku selalu bangga akan diriku sendiri. Aku telah menolak banyak orang tanpa memikirkan perasaan orang lain, tapi ternyata rasanya sangat sakit. Tapi tidak apa apa, aku akan terus menjagamu bahkan jika kamu menolakku. Setidaknya, aku tidak bisa menjadi kekasihmu tapi aku bisa menjadi keponakanmu. Selama dekat denganmu maka aku akan baik baik saja. Apakah kamu sudah memiliki seseorang yang kamu sukai ?" Tanya Jiu Rui.
Huang Xinxin tidak buru buru menjawab dan menatap mata Jiu Rui yang hitam pekat.
__ADS_1
"Untuk saat ini belum dan mungkin tidak untuk waktu dekat. Banyak hal yang harus aku lakukan, Jiu Rui. Karena kamu sudah baik baik saja maka aku akan pergi. " Jawab Huang Xinxin dengan jujur.
"Tunggu, temani aku disini. Aku kesepian dan tidak memiliki teman bicara, paling tidak temani aku sampai aku tertidur. " Balas Jiu Rui.
Huang Xinxin ingin pergi tapi tidak tega pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah.
"Aku akan menemanimu, tapi kamu harus memakan apa yang diberikan. " Ucap Huang Xinxin.
Jiu Rui mengangguk dan memakan makanan yang dibawa oleh Huang Xinxin, sembari menceritakan masa mudanya.
"Ketika aku muda, aku telah kehilangan Ibu tapi aku merasa bahagia. Saat saat bersama dengannya, aku merasa bahwa itu adalah saat yang paling indah dan paling mengesankan. Semuanya berubah ketika wanita berhati dingin itu datang dan menghancurkan semuanya. "Ucap Jiu Rui.
"Dia memiliki hati yang kejam, dia suka memerintah orang lain dan memiliki sifat yang sangat tegas. Dia tidak memiliki putra dan berusaha untuk menggunakan ku sebagai budak yang bisa dikendalikan olehnya. " Lanjut Jiu Rui.
Huang Xinxin tahu bahwa yang dimaksud oleh Jiu Rui adalah Wu Weiying, Permaisuri pada saat ini yang merupakan sepupu Wu Tang.
Huang Xinxin menemani Jiu Rui untuk waktu beberapa jam sebelum akhirnya melihat bahwa pemuda itu sudah tertidur. Dia menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
Dia juga merapihkan barang barang Jiu Rui lalu memastikan bahwa dia menggunakan selimut agar tidak masuk angin.
"Maafkan aku karena mengecewakanmu, tapi aku menganggapmu hanya sebatas sahabatku. " Gumam Huang Xinxin dengan wajah yang menyesal lalu berjalan keluar dari sana.
Ketika keluar dari sana, dia baru saja akan berjalan keluar dengan wajah tertunduk. Tiba tiba dia melihat seseorang yang duduk di taman Istana Timur.
"Shangyue ?! Kamu belum kembali ? Kenapa kamu masih ada disini ? Apakah kamu baik baik saja ? Kamu akan membeku karena kedinginan !" Seru Huang Xinxin dengan panik sekaligus khawatir dan memegang tubuh Huang Shangyue yang sudah sangat dingin.
__ADS_1
"Kamu sangat banyak bertanya, aku tidak percaya dengan orang orang ini. Kamu masih belum membalaskan dendamku, aku tidak bisa membiarkan mu mati sia sia. " Ucap Huang Shangyue dengan datar tapi bisa terdengar bahwa suaranya bergetar karena kedinginan.
"Kamu ini..... benar benar keras kepala. Huft, baiklah kita akan kembali bersama. " Balas Huang Xinxin.
Mereka berdua kembali ke kediaman bangsawan Huang, bahkan ketika malam telah tiba seperti ini, penjagaan di Istana masih sangat ketat sehingga Huang Shangyue masih memerlukan topengnya.
Tanpa diketahui oleh mereka semua, seseorang yang menggunakan pakaian serba hitam dengan topeng emas dan bunga kamelia di bagian sudut kanan.
Terlihat bahwa dari posturnya adalah seorang wanita, dia berjalan menyusuri terowongan yang gelap itu sendirian. Dua orang penjaga penjara yang merupakan penjaga terlatih, semuanya mati karena satu serangan.
Wanita itu memiliki tubuh yang ramping, kaki yang jenjang dan tangan yang pucat. Jadi, ketika memegang pisau di tangannya, itu tampak sangat kontras.
Bibirnya merah muda atau mungkin agak pucat, tidak ada yang bisa melihatnya dengan jelas. Entah bagaimana, seluruh tahanan di dalam sel penjara pada saat ini tertidur tanpa ada yang bisa melihat siapa wanita yang datang ini. Setiap penjaga yang datang untuk melihatnya, telah dihabisinya.
Langkah wanita ini tidak terburu buru seolah olah dia adalah penguasa yang sesungguhnya, seseorang yang melakukan kejahatan di Istana dengan kemampuan yang sangat tinggi, terhitung sangat sedikit.
Bahkan, hampir tidak ada sama sekali. Orang ini pastilah memiliki hubungan yang mendalam dengan orang di Istana. Jika tidak maka dia tidak akan tahu dengan sebaik ini, setiap tata letak penjara Istana seolah olah ini bukan kali pertamanya dia datang kemari.
Wanita itu berjalan menuju sebuah sel , yang dimana tahanan selnya masih dalam kondisi sadar hanya saja dalam kondisi yang sekarat. Itu adalah orang yang baru saja membuat keributan, siapa lagi jika bukan Xing Yunlai ?
Xing Yunlai yang di rantai tampak terus menerus meronta ronta seolah olah dia disiksa oleh sesuatu.
"Tolong aku ! Siapa yang berani beraninya memberikan racun pada makananku ?!" Teriak Xing Yunlai dengan suara serak.
"Apakah kamu menderita selama disini ?" Tanya wanita itu.
__ADS_1
Xing Yunlai mendongakkan kepalanya dan memandang wanita itu dengan tatapan terkejut sekaligus tampak sangat antusias.
"Nyonya Ru ! Akhirnya kamu datang ! Akhirnya kamu datang !" Teriak Xing Yunlai dengan bahagia.