
"Ming Yue, dia bersedia untuk memberikan kesaksiannya di hadapan semua orang. Nona Huang akan bisa adi selamatkan pada saat ini, jangan sampai menunda lagi. Aku mendengar dari sahabatku bahwa dia di tahan di penjara atas. " Ucap Yue Zhang.
Ming Yue yang mendengar ini terkejut , karena dia tidak mengetahui hal ini. Baginya yang sudah terbiasa di penjara sekalipun, penjara atas masih sangat mengerikan.
Itu bagaikan penjara sekaligus kuburan bagi orang orang itu, masih mengingat masa lalu saja sudah baik. Itu seperti melakukan hal hal yang berulang ulang tanpa henti. Kegiatan semacam itu benar benar mengerikan, membayangkan bahwa Huang Xinxin dibawa ke tempat semacam itu benar benar membuatnya merasa mual.
Ming Yue langsung membawa Tabib Ling yang di dapatkan oleh Yue Zhang itu sementara dia sendiri memiliki jejak tentang pembunuh yang meninggalkan jejak itu kemungkinan adalah seorang wanita, hal itu karena di bagian surat meninggalkan harum bunga kamelia yang pekat yang menunjukkan bahwa penulis nya adalah seorang wanita.
Dia menggunakan elangnya untuk melacak keberadaan wanita itu hanya saja elang tidak mampu mendeteksinya karena harum yang terlalu samar.
Lalu, mereka pergi ke Istana untuk membebaskan Huang Xinxin. Ini adalah hari ke lima, tidak bisa membayangkan pada saat ini, apa yang telah terjadi pada Huang Xinxin.
Huang Xinxin tampaknya selama ini bertahan dan berusaha untuk bertahan hidup di dalam penjara yang gelap dan lembab itu.
Manusia biasa tidak akan bisa bertahan lebih dari seminggu di tempat semacam itu kecuali tubuhnya mampu untuk beradaptasi dengan cepat seperti orang orang yang sudah sangat lama terkurung di dalam penjara itu menganggap bahwa situasi semacam itu hanya hal yang biasa saja bagi mereka tapi bagi orang lain, itu seperti kutukan mengerikan bagi mereka.
Ming Yue menyeret Tabib Ling itu ke hadapan Kaisar dan Kaisar terkejut ketika melihat Tabib Ling yang dibawa oleh Ming Yue.
"Yang Mulia, ini adalah Tabib yang meracuni Putra Mahkota dan aku pikir bahwa kita bisa mendengar kesaksiannya untuk memastikan apakah Xinxin bersalah satu tidak. " Ucap Ming Yue.
"Baik, selama kamu bisa membuktikan bahwa Nona Huang tidak bersalah maka aku pasti akan membebaskan nya. Bagaimanapun aku adalah orang yang jujur dan adil, jika memang bersalah maka aku pasti akan menghukumnya. Jika tidak bersalah maka aku pasti tidak akan menghukumnya. Aku selalu menindak lanjuti tindakan seseorang dengan adil dan penuh pertimbangan. " Ucap Kaisar.
Hal ini benar benar membuat Ming Yue merasa muak, dia sudah melihat banyak kejahatan Kaisar dan tidak bisa mentolerir lagi untuk hal ini sehingga dia langsung menendang Tabib Ling itu ke depan untuk menjelaskan.
"Katakan !" Perintah Kaisar.
"Jadi, aku memang adalah seorang mata mata. Aku diminta oleh seorang wanita dengan tato kamelia di tangannya untuk membunuh Putra Mahkota dengan racun, hanya saja aku tidak sengaja menukar racunnya sehingga Putra Mahkota tidak dalam kondisi yang berbahaya jika tidak maka Putra Mahkota pasti sedang dalam kondisi sekarat pada saat ini. " Ucap Tabib Ling itu dengan gemetar.
"Memang benar bahwa yang menyuruhku bukan Nona Huang, ini benar benar tidak berhubungan dengan dirinya. " Lanjut Tabib Ling itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu memilih untuk jujur ? Apakah kamu tidak takut dengan hukuman ?!" Tanya Kaisar memukul lengan kursinya.
"Aku takut untuk hukuman maka dari itu aku datang untuk membayarnya, Tuan ini berjanji untuk melindungi keluargaku dari wanita jahat itu maka dari itu aku bersedia untuk jujur. " Jawab Tabib Ling sebelum akhirnya meninggal.
Tabib Ling itu menyimpan racun di sela sela giginya dan sekarang dia telah mati, semua orang berada di tengah kesunyian dan Kaisar meminta untuk membawa Tabib Ling keluar.
"Karena Yang Mulia telah mendengarkan kesaksiannya maka tolong lepaskan Huang Xinxin. Sejauh ini, tidak ada satupun bukti yang mengarah padanya. Jika hal ini benar benar tidak bisa maka aku terpaksa untuk meminta pengadilan dari Ibu Suri dan menganggu pertapaannya. " Ucap Huang Lixin.
"Baiklah karena kalian telah membuktikan sebelum seminggu maka aku akan menepati janji yang telah aku berikan kepada kalian. Pengawal, bawa Huang Xinxin kemari dan berikan kembali dia pada keluarganya. " Balas Kaisar.
"Ya, Yang Mulia. " Ucap Kasim Tua.
Kasim Tua secara pribadi datang untuk menjemput Huang Xinxin di penjara dan berapa terkejutnya Kasim Tua ketika melihat Huang Xinxin yang basah oleh darah.
"Nona Huang, kamu telah di bebaskan. " Ucap Kasim Tua.
"Sampaikan pesanku pada cucuku. " Ucap Zhou Yuan dengan bahagia.
"Baik senior Zhou tenang saja, Senior Xian, kamu harus menjaga kesehatan mu baik baik. Aku pasti akan datang mengunjungi mu di masa depan. " Balas Huang Xinxin.
"Tuan Kasim, bisakah kamu membantuku berdiri ? Sejujurnya aku tidak bisa berdiri sama sekali. " Lanjut Huang Xinxin dengan canggung.
"Ah ? Nona tunggu sebentar, aku akan memanggil pelayan. " Ucap Kasim Tua.
"Tidak perlu, aku yang akan membawanya. " Ucap seseorang dari belakang dan datang untuk menjemput Huang Xinxin.
"Tuan Ming. " Ucap Kasim Tua dengan terkejut.
"Aku mengira bahwa kamu tidak akan datang. " Bisik Huang Xinxin.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin tidak datang, aku akan selalu berada di sampingmu. Maaf karena aku terlambat datang menemanimu. "Ucap Ming Yue dan menggendong tubuh Huang Xinxin dengan hati hati.
Huang Xinxin beberapa kali mendesis, meskipun sakit tapi Huang Xinxin berusaha tidak membuat panik Ming Yue sehingga menahan semua rasa sakit itu.
Seluruh tubuhnya penuh luka, ketika di gendong oleh Ming Yue, bagaimana mungkin itu bisa tidak sakit ?
Dia hanya manusia biasa, bagaimana mungkin bisa memungkiri rasa sakit yang menyerangnya ini ? Huang Xinxin tidak tahan tapi berusaha untuk menahannya sekuat tenaga.
Ming Yue sendiri adalah orang yang pengertian dan tahu bahwa semua itu sakit jadi berusaha untuk tidak menyentuh luka luka Huang Xinxin.
Hanya saja, bagian mana dari tubuh Huang Xinxin yang tidak merupakan luka ? Ming Yue merasa ngeri ketika melihat luka di kepala Huang Xinxin.
"Bersabarlah, aku akan mengantarmu ke rumah. Maaf jika aku benar benar terlambat. " Ucap Ming Yue.
"Kami telah meminta maaf berulang kali, melihatmu panik seperti ini membuatku merasa agak bangga. Siapa yang bisa membuat Jenderal Ming begitu panik dan khawatir ?" Tanya Huang Xinxin dengan candaan sebelum akhirnya memejamkan matanya.
"Jangan tertidur dulu, kita akan segera tiba di rumah dan kamu bisa beristirahat disana. Jangan pejamkan matanya. " Ucap Ming Yue dengan khawatir. Dia benar benar khawatir dengan kondisi Huang Xinxin.
"Aku benar benar lelah, biarkan aku tidur sebentar. " Bisik Huang Xinxin.
Pakaiannya yang putih bersih telah basah oleh darah dan tubuhnya, yang biasanya penuh dengan otot sekarang tampak seperti penuh dengan tulang.
Ketika dia tiba di luar Istana dan Huang Lixin melihat putrinya, air matanya langsung mengalir tanpa bisa di tahan.
Orang tua mana yang senang melihat kondisi putrinya yang sangat mengenaskan dan menanggung siksaan yang seharusnya tidak di terima olehnya ?
Huang Lixin berusaha untuk menahan air matanya dan mengajak Ming Yue untuk naik ke atas kereta kuda yang telah di siapkan agar mereka cepat tiba di rumah.
"Dia benar benar lelah, ini adalah kesalahanku. "Gumam Ming Yue menyalahkan diri sendiri karena hal ini.
__ADS_1