Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
30. Musim Dingin


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan itu berjalan dengan kedamaian yang sebenarnya agak palsu, hanya tinggal satu bulan lagi sebelum akhirnya Jiu Rui akan merayakan Upacara Kedewasaannya.


Tapi, sampai saat ini sekalipun, belum ada orang yang bisa memikat hati Jiu Rui. Dikatakan sudah adalah puluhan gadis bangsawan yang dikenalkan kepadanya dan tidak ada satupun yang bisa menarik perhatiannya.


Hari ini adalah hari pertama turun salju sehingga banyak orang berdiam diri di rumah dan lain halnya dengan Huang Xinxin yang bermain di halamannya.


"Nona, kamu harus masuk ke dalam jika tidak maka kamu akan sakit. " Ucap pelayannya.


"Sebentar lagi, aku akan membangun boneka salju. " Balas Huang Xinxin dan menggulung bola salju dari kecil menuju besar.


Hal ini benar benar membuat Huang Xinxin bahagia, jika orang orang bahagia ketika bermain di tengah hujan maka dia bahagia ketika dia bisa bermain di tengah salju.


Salju ini turun dengan perlahan dan membuat seluruh tubuhnya dingin, tapi dengan bahagia yang ditimbulkan dari permainan ini membuat wajahnya memerah.


Tiba tiba, ada sesuatu yang menimpa punggungnya dan agak berat, kedua tangan melingkar dari belakang tubuhnya untuk mengikatkan tali di lehernya.


Itu adalah mantel yang sangat hangat dan bersih juga harum, ketika dia menoleh, dia bisa melihat siapa yang memberikannya mantel ini.


"Jiu Rui, kapan kamu tiba disini ?" Tanya Huang Xinxin dengan terkejut dan membuat manusia saljunya hancur.


"Kamu tampak sangat menikmati membuat salju sampai sampai tidak sadar bahwa aku telah tiba, apakah kamu tidak takut kalau kami akan terkena flu ?" Tanya Jiu Rui.


"Aku tidak akan terkena flu hanya dengan bermain sebentar, tapi pakaianmu tipis sekali. " Jawab Huang Xinxin dan menatap mata Jiu Rui yang berkilau.


"Aku adalah seorang pria, aku memiliki tubuh yang kuat. " Balas Jiu Rui.


"Baik , baik, Putra Mahkota adalah orang paling kuat di Kekaisaran ini. " Ucap Huang Xinxin memuji pria itu agar bahagia.


Jiu Rui tampak salah tingkah setelah mendapatkan pujian dari Huang Xinxin dan menunjukkan raut seriusnya untuk menutupi rasa salah tingkahnya.


"Baguslah kalau kamu sudah tahu, apakah kamu tidak akan bergegas untuk masuk rumah ?" Tanya Jiu Rui dengan kesal melihat Huang Xinxin.


"Kenapa kamu memaksaku untuk masuk ke dalam rumah ? Apakah kamu tidak pernah bermain salju ? Kenapa kamu datang kemari ?" Tanya Huang Xinxin dengan pertanyaan beruntun.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kamu sakit, jika tidak maka aku yang repot lagi. Lalu, aku memang tidak pernah bermain salju dan aku datang kemari untuk mengantarkan undangan Perjamuan Musim Dingin kepada Tuan Huang. Apakah kamu puas ?" Tanya Jiu Rui.


Huang Xinxin yang mendengar ini tertawa ringan dan menyuruh Jiu Rui untuk masuk terlebih dahulu sementara dia mengambil bola salju kecil dan melemparnya ke punggung Jiu Rui.


Jiu Rui terkejut dengan hal ini dan melakukan hal yang sama untuk membalas Huang Xinxin. Pada akhirnya, Jiu Rui dan Huang Xinxin bermain salju bersama dengan lemparan salju.


Pekarangan Kediaman Bangsawan Huang sangat luas sehingga sangat nyaman untuk bermain ini.


"Kamu tidak akan bisa mengenaiku !" Teriak Huang Xinxin.


"Lihat saja ! Apakah lemparan ku tepat atau tidak ?" Teriak Jiu Rui dan membidik Huang Xinxin.


Dukk


Itu menghantam ke tengah kepala Huang Xinxin yang membuat Huang Xinxin jatuh terduduk karena hal ini.


"JIU RUI !!!! Lihat bagaimana aku akan membalasmu !" Teriak Huang Xinxin dengan murka.


Teriakan Huang Xinxin ini sangat menggelegar sekali sampai sampai Huang Lixin yang ada di ruang kerja bisa mendengarnya dengan jelas.


Sementara disisi lain , Jiu Rui tertawa lepas ketika bermain dengan Huang Xinxin dan ketika melihat Huang Xinxin membuatnya benar benar puas.


"Ha ha ha, lihatlah wajah merahmu itu !" Ejek Jiu Rui.


"Bangsawan tua ini memberi hormat kepada Putra Mahkota ! Xinxin, kenapa kamu tidak membiarkan Putra Mahkota masuk ?" Tanya Huang Lixin dari dalam kediaman.


"Ayah ! Dia melempar kepalaku dengan bola salju !" Teriak Huang Xinxin mengadu kepada Ayahnya.


"Xinxin, Putra Mahkota memberikan pakaiannya untukmu. Cepat katakan terima kasih kepada Putra Mahkota. " Perintah Huang Lixin.


"Tidak perlu, tidak perlu, hal ini adalah masalah kecil. Sekarang aku akan membahas hal yang serius. " Ucap Jiu Rui.


Jiu Rui masuk ke dalam Kediaman Bangsawan Huang dan Huang Xinxin juga merapihkan pakaiannya lalu ikut masuk dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Tampaknya, setelah dia menempati tubuh berusia 16 tahun ini membuatnya ikut kembali mengikuti sifat anak anak sementara di kehidupan modern maka dia sudah berusia 20an tahun.


Mereka duduk di ruang tamu dan disana, perapian telah dihidupkan sejak semalam agar Huang Lixin tidak kedinginan, bagaimanapun Huang Lixin tidak tahan akan rasa dingin.


"Tuan Huang, aku ingin memberikan undangan kepada Tuan Huang. Ayahanda melihat bahwa ini adalah memulai masa masa dingin dan ingin mengundang semua orang untuk merayakan musim dingin ini. " Ucap Jiu Rui.


"Sungguh merepotkan Putra Mahkota untuk datang kemari sendiri, betapa terhormat nya keluarga kami. " Ucap Huang Lixin dengan sopan.


"Tuan Huang tidak perlu sungkan, aku datang kemari juga untuk melihat Xinxin. Sekarang kami berhubungan baik, aku berpikir dia disini tidak memiliki banyak teman dan ketika aku ada waktu luang maka aku akan menemaninya. " Ucap Jiu Rui.


Huang Lixin terkejut ketika mendengar kata kata ini, dia mendengar sendiri betapa besar penolakan yang dimiliki oleh Jiu Rui untuk Huang Xinxin.


Tapi, tampaknya hal ini benar benar salah karena Jiu Rui tidak menunjukkan sedikitpun penolakan kepada Huang Xinxin.


"Cepat berikan terima kasih kepada Putra Mahkota karena sangat perhatian padamu. " Ucap Huang Lixin pada putrinya.


"Terima kasih. " Ucap Huang Xinxin dengan berat hati dan masih menyimpan dendam karena masalah sebelumnya.


Jiu Rui hanya tertawa ringan dan memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan hal ini.


"Baik, baik, aku akan kembali dulu. Ini sudah sore, sudah waktunya aku kembali ke Istana Timur. " Ucap Jiu Rui berpamitan.


"Jiu Rui, ini mantelmu. " Ucap Huang Xinxin memberikan mantelnya kembali.


"Pegang saja, anggap bahwa aku memberikan hadiah padamu. " Balas Jiu Rui sebelum akhirnya naik ke atas kereta.


Huang Xinxin melihat kereta kuda Jiu Rui yang semakin menjauh dan menghela nafas lalu melihat di kejauhan.


Sementara Jiu Rui sendiri tiba tiba bersin ketika berada di atas kereta kuda.


"Hachiiii !"


"Putra Mahkota, apakah kamu baik baik saja ? " Tanya pengawalnya.

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku sepertinya hanya kedinginan saja. " Ucap Jiu Rui sambil menggosok hidungnya yang gatal.


"Aku akan memanggil tabib Istana. " Ucap pengawal yang lain.


__ADS_2