Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
118. Perang Perbatasan Barat Daya II


__ADS_3

Huang Lixin dan Yue Zhang pada akhirnya kembali bertemu satu sama lain sejak mereka berpisah satu sama lain terakhir kali mereka bertemu setelah pergi bersama, mereka melalui proses hidup dan mati bersama sama dan bisa dianggap bahwa mereka dekat satu sama lain.


Yue Zhang yang di panggil langsung datang ke atas benteng untuk bertemu dengan Huang Lixin dan Zhou Yan.


"Aku memberi salam kepada Tuan Huang dan Tuan Zhou, aku mungkin tidak diutus secara khusus hanya saja Ming Yue memintaku untuk membantu kalian. Dia sudah menduga bahwa Keluarga Yue untuk membuat masalah sementara Kedua Tuan tidak berpengalaman dalam memimpin pasukan yang dilatih oleh Keluarga Yue ini. Sehingga aku datang kemari untuk membantu meningkatkan semangat mereka, tolong jangan tersinggung. " Jelas Yue Zhang agar tidak membuat salah paham di antara mereka.


Huang Lixin dan Zhou Yan yang mendengar ini agak terkejut, apakah mereka benar benar berpikiran sempit seperti itu ?


"Kami mengerti, kami memang tidak berpengalaman dalam hal ini dan memang seharusnya Keluarga Yue yang memimpin pasukan. Tapi mereka tidak hadir disini, karena kamu telah datang maka itu bisa dianggap takdir. Kamu bisa memimpin pasukan sementara kami akan fokus pada jimat. " Ucap Huang Lixin dan Zhou Yan menganggukkan kepalanya setuju.


"Baik, karena kedua Tuan memerintahkan maka Yue Zhang pasti akan berusaha sekuat mungkin untuk melindungi tempat ini. Bahkan jika ini akan menjadi peperangan terakhirku. " Ucap Yue Zhang berlutut.


Huang Lixin menganggukkan kepalanya dan memberikan segel naga yang menunjukkan bahwa Yue Zhang mampu untuk memimpin peperangan.


Yue Zhang berdiri dan berjalan keluar untuk memimpin peperangan, dia sudah lama berdiri di samping Ming Yue sehingga dia memiliki pengalaman untuk memimpin pasukan.


Dia juga memiliki reputasi yang baik di antara para prajurit dan menjadi panutan banyak orang, sehingga banyak orang yang menghormatinya.


Yue Zhang berdiri di depan mengangkat pedangnya tinggi tinggi di hadapan musuh terutama Wu Lian yang berdiri paling depan.


"Dimana pemimpinmu yang biasanya kamu ikuti itu ?" Tanya Wu Lian.


"Melihat Wakil Ketua Wu mengingatku adalah hal yang sangat membanggakan bagiku, bagaimana dengan luka sedalam 3 inci yang ditinggalkan oleh sahabatku ? " Tanya Yue Zhang.

__ADS_1


4 tahun yang lalu, Ming Yue dengan sebilah pedangnya menusukkan pedangnya ke tubuh Wu Lian. Di saat pedang lain patah ketika mengenai tubuh Wu Lian, pedang Ming Yue menembus tubuh Wu Lian sedalam tiga inci.


Wajah Wu Lian berubah menjadi gelap ketika mendengar Yue Zhang mengungkit luka yang pada saat ini bahkan masih memiliki bekasnya, setiap kali mengingat luka itu maka Wu Lian akan merasa sangat terhina.


Yue Zhang menguatkan tekadnya, karena dia akan melawan Wu Lian maka itu berarti ini akan menjadi pertarungan yang sangat sengit. Yue Zhang tidak sepandai Ming Yue tapi kemampuannya juga tidak rendah.


Hanya saja Yue Zhang sendiri tidak yakin dengan kemampuannya untuk mengalahkan Wu Lian, tapi bagaimanapun dia sudah mendapatkan tugas dari Ming Yue bahwa dia harus mengalahkan musuh dengan cara apapun.


Ditambah dengan bantuan dua ahli jimat yang sudah berpengalaman maka membuat Yue Zhang menjadi lebih percaya diri untuk kemenangannya.


"Semuanya, dengarkan aku ! Bahkan jika kita mati hari ini, kali ini adalah peperangan terakhir kita, kita masih akan membawa sepuluh orang musuh bersama dengan kita !" Teriak Yue Zhang.


"Bunuh musuh, kalahkan mereka !" Teriak para prajurit menghentakkan kaki mereka.


Ternyata, inilah tekanan yang dirasakan oleh seorang Jenderal besar seperti Ming Yue. Ketika para warga menaruh harapan kemenangan yang tinggi pada mereka dan para prajurit yang mengikuti mereka dengan setia.


Tidak heran, bahkan seseorang yang berhati lembut sekalipun akan menjadi keras seiring berjalannya waktu. Yue Zhang memandang ke belakang dan melihat Huang Lixin dan Zhou Yan yang sudah siap.


Semula mula, Zhou Yan sendiri adalah orang yang tidak bisa di ajak kerja sama tapi sejak kehadiran Huang Xinxin telah mengubah segalanya.


Intinya, Huang Xinxin mengubah dan memberikan dampak yang besar bagi Keluarga Zhou , mulai dari dia membuat Zhou Yan menjadi bisa dikendalikan dan mampu untuk bekerja sama dengan orang lain.


Kedua, dia berhasil untuk menemukan Zhou Yuan yang sudah lama hilang dan melengkapi keluarga Zhou yang sudah berpisah selama lebih dari dua puluh tahun dan ketiga adalah dia berhasil untuk mengubah Zhou Man dari yang sebelumnya tidak bisa diandalkan sana sekali bahkan untuk hal yang paling sederhana sekalipun.

__ADS_1


Sekarang, Zhou Man bahkan bisa memikirkan keselamatan dan kedamaian semua orang, hal ini bisa dianggap berubah jauh dari sifat aslinya dan Huang Xinxin memandangnya dengan kekaguman. Sebelumnya, Zhou Man adalah karakter yang paling dia benci. Hal ini bukan tanpa alasan karena ada banyak sekali gadis gadis yang menjadi korban dari kejahatan Zhou Man.


Hal ini juga dikarenakan oleh Zhou Yan yang membiarkan putranya untuk melakukan hal tersebut tapi sejak adanya Huang Xinxin maka Huang Xinxin mengawasi Zhou Yan dan dengan begitu secara tidak langsung Zhou Man juga mulai berubah.


Tapi, hal yang paling berdampak banyak adalah karena rasa cinta yang diam diam disimpan oleh Zhou Man untuk Huang Xinxin. Tidak ada yang mengetahui perasaan sebelah pihak ini kecuali dirinya sendiri.


Huang Xinxin adalah alasan kenapa dia bisa tiba disini dengan tekad untuk berperang, melihatnya berdiri dengan bangga dan berani di hadapan musuh membuat jiwanya bergejolak untuk berdiri di sampingnya.


Tapi, Zhou Man juga sadar diri, orang yang dia saingi adalah Ming Yue, pemuda paling sempurna yang ada pada saat ini.


Dia memiliki kekuasaan, memiliki kemampuan, dan yang paling penting adalah memiliki wajah yang tampan. Zhou Man merasa rendah diri dibandingkan dengan Ming Yue.


Zhou Man berpikir, ada baiknya jika Huang Xinxin tidak pernah mengetahui perasaan yang telah dia simpan untuk Huang Xinxin ini.


Huang Xinxin sendiri menulis jimat tanpa henti sementara Zhou Man melawan pasukan prajurit besi bersama dengan prajurit prajurit yang bekerja sama untuk mengambil air.


Cara mengambil air memang kurang efektif tapi dengan kerja sama dan kekompakan banyak orang membuat cara yang awalnya terlihat aneh ini sekalipun menjadi baik baik saja untuk dilihat.


Mereka berdiri berbaris dengan beberapa ember untuk mencapai sumur terdekat, ada yang bertugas untuk mengambil air sebelum akhirnya di distribusikan ke depan. Semuanya mengerjakan tugas mereka masing masing dengan sangat baik.


Tidak ada satupun yang bersantai santai, tapi pada saat ini jumlah pasukan mereka dengan musuh masih kalah. Satu satunya hal yang menahan musuh sampai saat ini adalah karena mereka dipisahkan oleh jurang yang lumayan lebar ini. Jika tidak maka sejak awal mereka telah dikalahkan oleh musuh.


Pada saat ini, Ming Yue dan Penyihir Agung masih bertarung dengan imbang. Sulit untuk mengatakan siapa yang akan memenangkan pertandingan secara langsung ini.

__ADS_1


__ADS_2