Pendekar Pelukis Abadi

Pendekar Pelukis Abadi
104. Menghilang


__ADS_3

Huang Lixin pergi dengan Huang Shangyue dan Yue Zhang menuju pinggiran kota yang tidak terlalu jauh dan masih berada dalam jangkauan Ibukota maka seharusnya musuh tidak akan begitu terlalu berani untuk membuat kekacauan di dalam Ibukota, jika tidak maka untuk apa dia menunda begitu lama rencananya ?


Hanya saja, Huang Xinxin memikirkan suatu hal. Jika musuh ini memang bersimpangan dengan Kaisar dan Ibu Suri, kenapa harus menyinggung dirinya dan Keluarga Huang juga ?


Kenapa Huang Xinxin asli harus meninggal karena Racun Sembilan Neraka ? Apakah ada sebuah benang kusut yang menghubungjan kedua keluarga ini ? Hanya saja, Huang Xinxin berpikir tentang Dan Wei Hui, istri Huang Lixin.


Hanya saja Dan Wei Hui sudah meninggal belasan tahun lalu, bahkan hampir tidak menyisakan apapun lagi pada saat ini.


Huang Xinxin merasa tidak nyaman dengan pemikiran ini terutama ketika dia harus memikirkan bagaimana nasib dari Huang Xinxin yang asli.


Huang Xinxin yang asli menderita karena racun Sembilan Neraka dan dia sendiri sudah merasakan serangan tiba tiba dari Racun Sembilan Neraka.


Jadi dia sendiri merasa was was dengan makanan di sekitarnya, dia tampaknya harus mulai menyiapkan sendok dan sumpit perak.


Semua orang menggunakan perak untuk mendeteksi apakah di dalam makanan tersebut akan ada racun atau tidak.


Jika ada racun di dalam makanan maka perak tersebut akan berubah menjadi hitam sementara orang pada umumnya menggunakan jarum perak yang mudah untuk dibawa kemana mana.


Hanya saja Huang Xinxin agak kurang setuju terutama jarum sendiri terlalu mencolok sementara peralatan makan perak sendiri sama dengan milik Kaisar dan para bangsawan kecenderungan menggunakan hal yang sama.


Hanya Huang Lixin yang tidak membiasakan diri dengan hal hal semacam ini, bisa dikatakan bahwa dia terlalu santai dan tidak waspada akan kondisi sekitarnya.


Huang Lixin sendiri mungkin dalam keadaan berbahaya jika dia tidak berada disampingnya. Huang Lixin sendiri mungkin masuk ke dalam target dari musuh di balik kegelapan ini.

__ADS_1


Huang Xinxin merasakan cemas yang berlebihan terkait dengan kondisi Huang Lixin yang pergi pada saat ini tapi mengingat bahwa dia pergi bersama dengan orang lain yang dapat dipercaya seperti Huang Shangyue dan Yue Zhang membuatnya agak lebih tenang.


Tepat ketika beberapa jam kemudian, dia mendapatkan surat merpati yang dikirimkan oleh toko cabang.


Huang Xinxin kebetulan sedang duduk di luar dan menikmati udara sore hari dengan nyaman, dia duduk disana dan menikmati suasana yang nyaman ini.


Huang Xinxin mengambil ikatan surat yang ada di kaki merpati itu dengan hati-hati lalu memberikan burung merpati itu biji bijian sebelum akhirnya membiarkannya untuk kembali terbang menuju tuannya.


Huang Xinxin merasa aneh dengan surat ini tapi dia berpikir bahwa ini adalah surat yang di kirimkan oleh Ayahnya untuk dirinya bahwa mereka telah sampai. Bagaimanapun sudah 8 jam berlalu sejak mereka pergi.


Maka seharusnya mereka sudah tiba sejak lama , jika tidak ada masalah maka hanya butuh waktu 5 jam untuk tiba disana dan paling lama 6 jam.


Hanya saja, kenapa baru setelah 8 jam mereka mengirimkan surat padanya ? Huang Xinxin merekahkan senyumnya dan membuka surat itu sebelum akhirnya senyumnya menghilang.


Huang Xinxin membaca surat ini dan berusaha untuk tidak panik, dia berjalan menuju ruangan Ayahnya dan Ming Yue yang melihatnya berjalan dengan khawatir langsung menghampirinya.


"Apakah ada yang salah ?" Tanya Ming Yue.


Huang Xinxin tidak menjawab dan mencari sesuatu dari meja Huang Lixin lalu menemukan sebuah surat lain dari Da Huang yang baru saja dikirimkan kemarin.


Tulisan yang dibuat sama persis maka ini benar benar tulisan yang dibuat oleh Da Huang, Huang Xinxin tidak bisa menunda waktu lagi.


"Ayahku menghilang bersama dengan Tuan Yue dan Shangyue. " Ucap Huang Xinxin dengan singkat.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin ? Yue Zhang adalah salah satu pendekar bela diri terbaik di Kekaisaran Jiu . Dia tidak akan semudah itu untuk di kalahkan. " Ucap Ming Yue tidak setuju.


"Tentu saja dia akan mudah di kalahkan jika musuhnya adalah seekor siluman, aku memang sudah lengah sejak awal. Bahkan Xian Jinmei yang begitu kuat bisa tunduk pada Nyonya nya ini maka seharusnya Nyonya nya ini merupakan seekor siluman juga. Sejak awal, aku memang sudah kalah. Jika aku pergi bersama Ayahku maka Kediaman Huang kami akan hancur tapi jika aku menetap disini maka inilah konsekuensi nya. " Ucap Huang Xinxin sembari mengeluarkan kudanya.


"Jangan sampai panik memenuhi dirimu, kamu harus lebih tenang dan kita akan berusaha untuk mencari mereka dengan hati hati. " Balas Ming Yue berusaha untuk menenangkannya.


"Aku tahu, aku akan berusaha untuk tidak bersikap impulsif. Dengan begitu maka aku akan merasa lebih baik. "Ucap Huang Xinxin.


Dia tahu apa yang ingin di katakan oleh Ming Yue dan dia juga tidak menyalahkan pemikiran yang dimiliki oleh Ming Yue untuk menyuruhnya tenang.


Ming Yue menyuruhnya tenang bukan berarti Ming Yue sendiri merasa tidak khawatir melainkan mereka tidak memiliki jalan lain selain tetap tenang dan memikirkan jalan keluarnya dengan hati hari secara bersama.


Pada saat ini, mereka harus menemukan titik keluarnya. Setiap rencana pasti memiliki cela, salah satunya juga. Hanya saja orang di balik layar ini memiliki banyak bidak yang bisa dia buang.


Sementara dari sisi mereka sendiri tidak ada bidak tersebut, mereka semua saling terhubung. Mereka pada saat ini seperti berada di atas papan catur.


Ini tergantung kepada siapa yang bisa membalikkan situasi dan siapa yang akan bisa memenangkan permainan terlebih dahulu dan tidak memberikan kesempatan pada lawan.


Huang Xinxin sendiri setelah memikirkan hal ini akhirnya sadar bahwa yang di incar oleh orang ini adalah dirinya.


Selama dia tetap diam di tempatnya maka orang ini tidak akan melakukan apa apa kepada ketiga orang itu, Huang Xinxin memikirkan hal ini dan ini adalah hal yang masuk akal.


Orang ini ingin menggunakan Huang Lixin untuk memancingnya masuk ke dalam jebakan yang telah di buat.

__ADS_1


__ADS_2